Nahum Pasal 1-3

5 min read

Nahum

Kitab Nahum ditulis untuk memperingati jatuhnya kota Niniwe, ibu kota bangsa Asiria (2 Raja-raja 19:36; Yunus 1:2; Yunus 3:1). Nabi Nahum bernubuat terhadap Asyur antara tahun 663, ketika tentara Asyurbanipal mengalahkan tentara Mesir dan menjatuhkan ibu kotanya serta tahun 612, ketika Niniwe direbut orang Babel.

Terdapat kemungkinan Nahum berkarya di tengah-tengah bangsa Israel, ketika Asyur masih di puncak kekuasaan. Asyur memerintah dengan keras dan kejam melalui serangkaian tindakan dan peraturan yang ketat.

Hal ini nyata dengan tindakan Asyur yang memindahkan penduduk-penduduk jajahan mereka dari negeri asal mereka ke negeri yang jauh (kebanyakan diantaranya mati di tengah jalan), memusnahkan bangsa-bangsa yang berani memberontak, menuntut pajak yang berat, dan tidak berkompromi terhadap pembatalan perjanjian [4][5] Ini terlihat jelas dalam penggambaran kerajaan Asyur yang negatif di kitab ini: digambarkan bersikap seperti seekor singa betina yang menerkam rezeki rakyat sebagai mangsa untuk anak-anaknya (2:12); pedagangnya seperti belalang pelompat banyaknya (3:16) yang memakan habis keperluan orang yang dijajah; para penjaganya seperti belalang pindahan dan para pegawainya seperti kawanan belalang yang hinggap pada tembok-tembok pada waktu dingin (3:17) yang menindas rakyat; Niniwe merupakan kota penumpah darah yang selalu merampas dan tiada henti menerkam (3:1); Niniwe seperti perempuan sundal yang cantik parasnya dan ahli dalam sihir (3:4).[10] Dalam kondisi yang demikian, Nahum tampil, bernubuat, dan memberitahukan tentang Allah serta mengajar orang-orang Yehuda untuk menanti-nantikan Tuhan, sekalipun masyarakat berada di dalam situasi yang suram.

Nahum Pasal 1 (Total ayat 15)

1) Kitab ini ialah tentang penglihatan Nahum dari Elkosy. Inilah pesan yang buruk tentang kota Niniwe.

2) [Tuhan Marah terhadap Niniwe] TUHAN ialah Allah yang cemburu. TUHAN menghukum orang yang bersalah dan Dia sangat marah. TUHAN menghukum musuh-musuh-Nya dan tetap marah terhadap mereka.

3) TUHAN panjang sabar, tetapi Dia juga sangat berkuasa. TUHAN akan menghukum orang yang bersalah. Ia tidak akan membiarkan mereka bebas. Ia akan memakai angin topan dan badai untuk menunjukkan kuasa-Nya. Orang berjalan di atas debu, tetapi Dia berjalan di atas awan.

4) Ia akan memarahi laut, dan laut menjadi kering. Ia akan mengeringkan semua sungai. Tanah subur Basan dan Karmel menjadi tandus dan mati. Bunga-bunga di Libanon menjadi layu.

5) Tuhan akan datang, dan gunung-gunung akan gemetar ketakutan dan bukit-bukit akan cair. Dia akan datang, dan bumi gemetar ketakutan. Bumi dan setiap orang di atasnya akan gemetar ketakutan.

6) Tidak ada yang dapat berdiri terhadap kemarahan-Nya. Dan tidak ada yang dapat bertahan terhadap murka-Nya. Murka-Nya membakar seperti api. Batu-batu karang roboh apabila Ia datang.

7) TUHAN itu baik. Ia adalah tempat perlindungan pada waktu kesusahan. Ia memelihara orang yang berlindung kepada-Nya,

8) tetapi musuh-Nya akan dibinasakan-Nya. Ia menghanyutkannya seperti banjir serta mengusirnya ke dalam kegelapan.

9) Mengapa kamu membuat rencana melawan TUHAN? Ia akan membawa kehancuran supaya kamu tidak membuat kesulitan lagi.

10) Kamu dibinasakan sama sekali seperti tumpukan duri yang dibakar. Kamu binasa dengan segera seperti jerami yang kering cepat terbakar.

11) Seorang dari Niniwe merencanakan kejahatan menantang TUHAN. Orang itu seorang pengacau.

12) Inilah yang dikatakan TUHAN, “Orang Asyur sangat kuat. Mereka mempunyai banyak tentara, tetapi mereka akan habis. Mereka semua akan binasa. Hai umat-Ku, Aku telah membuat kamu menderita, tetapi Aku tidak lagi membuatmu menderita.

13) Sekarang Aku membebaskan kamu dari kuasa Asyur. Aku mematahkan kuk dari lehermu dan memutuskan rantai pengikatmu.”

14) Raja Asyur, TUHAN telah menyampaikan perintah ini tentang engkau, “Engkau tidak mempunyai keturunan lagi untuk meneruskan namamu. Aku akan melenyapkan berhalamu yang berukir dan patung-patung tembagamu yang ada di rumah dewa-dewamu. Aku sedang mempersiapkan kuburanmu sebab kesudahanmu segera datang.”

15) Lihatlah hai Yehuda. Dari gunung-gunung datang seorang suruhan membawa kabar baik. Ia memberitakan ada damai sejahtera. Hai Yehuda, rayakanlah hari rayamu, lakukanlah yang telah kaujanjikan. Pengacau tidak ada lagi yang datang menyerang engkau. Mereka semua sudah binasa.

Pasal 2 (Total ayat 13)
1) [Niniwe Akan Binasa] Musuh akan datang menyerangmu. Jagalah benteng pertahanan di kotamu. Periksalah jalan itu. Bersiaplah untuk perang. Siagakan pasukanmu.

2) Ya, TUHAN mengubah kebanggaan Yakub. Ia membuatnya sama seperti kebanggaan Israel. Musuh telah membinasakan mereka dan merusak pokok anggurnya.

3) Perisai dari tentaranya merah. Seragam tentaranya merah tua. Kereta perangnya berbaris untuk berperang dan bersinar seperti nyala api. Dan kudanya siap untuk berangkat.

4) Kereta perang berlari dengan galak melintasi jalan-jalan, maju mundur melewati lapangan terbuka. Tampaknya seperti nyala api, seperti cahaya kilat dari tempat yang satu ke tempat yang lain.

5) Musuh memanggil tentara terbaiknya. Mereka tersandung ketika mereka maju. Mereka berlari ke tembok kota dan memasang perisainya.

6) Pintu-pintu pada sungai telah terbuka, dan musuh masuk dan membinasakan istana raja.

7) Musuh mengambil ratu, dan para hambanya perempuan merintih sangat sedih seperti burung merpati. Mereka memukul dadanya menunjukkan kesedihannya.

8) Niniwe seperti kolam dan airnya mengalir ke luar. Orang berteriak, “Berhenti! Jangan lari,” tetapi tidak ada yang melakukan sesuatu yang baik.

9) Ambillah perak. Ambillah emas. Banyak yang dapat diambil di sana. Banyak harta di sana.

10) Sekarang Niniwe kosong. Segala sesuatu dicuri. Kota dihancurkan. Orang telah kehilangan keberaniannya, hatinya menjadi tawar ketakutan, lututnya goyah, tubuhnya gemetar, dan wajahnya pucat karena ketakutan.

11) Di mana gua singa (Niniwe) sekarang? Singa jantan dan betina ada di sana. Anak-anak singa tidak ketakutan.

12) Singa (raja Niniwe) membunuh orang untuk memberi makan anak-anaknya dan betinanya. Ia memenuhi gua-guanya dengan tubuh laki-laki. Ia memenuhi gua-guanya dengan perempuan yang dibunuhnya.

13) TUHAN Yang Mahakuasa mengatakan, “Aku menentang engkau, hai Niniwe. Aku membakar kereta perangmu dan membunuh singa-singa mudamu dalam peperangan. Engkau tidak memburu siapa pun di atas bumi lagi. Orang tidak lagi akan mendengar berita buruk dari utusanmu.”

Nahum Pasal 3 (Total ayat 19)

1) [Berita Buruk bagi Niniwe] Celakalah, hai engkau kota pembunuh. Niniwe ialah kota yang penuh dengan kebohongan. Penuh dengan barang jarahan dari negeri lain. Penuh dengan orang yang diburu dan dibunuh.

2) Engkau dapat mendengar suara cambuk, suara roda yang nyaring, suara derap kuda yang berlari, serta suara kereta perang yang kuat.

3) Penunggang kuda sedang menyerang, pedang mereka berkilau, tombaknya berkilap-kilap. Di sana banyak yang terbunuh dan mayat bertumpuk di mana-mana, terlalu banyak untuk dihitung. Orang tersandung pada mayat itu.

4) Semua itu terjadi karena Niniwe. Niniwe seperti pelacur, yang tidak pernah merasa puas. Ia terus menginginkannya. Ia menjual dirinya kepada banyak bangsa dan memakai sihirnya membuat mereka menjadi hambanya.

5) TUHAN Yang Mahakuasa mengatakan, “Aku melawan engkau, hai Niniwe. Aku membuka pakaianmu sampai ke wajahmu. Aku memperlihatkan ketelanjanganmu kepada bangsa-bangsa. Kerajaan-kerajaan akan melihat aibmu.

6) Aku membuang kotoran kepadamu. Aku memperlakukan engkau dengan cara kebencian. Orang melihatmu dan tertawa.

7) Setiap orang yang melihat engkau akan terkejut. Mereka akan mengatakan, ‘Niniwe sudah runtuh. Siapakah yang meratap baginya?’ Aku tahu, Aku tidak menjumpai seorang pun untuk menghiburmu, hai Niniwe.”

8) Niniwe, apakah engkau lebih baik daripada Tebe di Sungai Nil? Tebe juga dikelilingi oleh air untuk melindunginya dari musuh. Air itu dipakai juga sebagai tembok.

9) Etiopia dan Mesir telah membuat Tebe kuat. Sudan dan Libia mendukungnya.

10) Namun, Tebe telah dikalahkan, penduduknya diangkut ke pembuangan ke negeri asing. Tentara memukul anak-anak kecil hingga mati di setiap sudut jalan. Mereka membuang undi untuk mengetahui siapa yang mendapat orang penting sebagai hambanya, dan mengikat pejabat-pejabat Tebe dengan rantai.

11) Niniwe, engkau juga akan menjadi seperti orang mabuk yang berusaha bersembunyi. Engkau juga akan mengungsi dari depan musuh.

12) Semua benteng pertahananmu seperti pohon ara yang mempunyai buah pertama. Jika mereka mengayunkannya, buahnya jatuh ke dalam mulutnya. Mereka memakannya dan buahnya habis.

13) Hai Niniwe, umatmu seperti perempuan dan tentara musuh siap mengangkatnya. Pintu-pintu gerbang negerimu terbuka lebar kepada musuhmu. Api membakar habis ambang-ambang pintumu.

14) Timbalah air untuk kebutuhanmu karena tentara musuh akan mengepung kotamu. Perkuatlah benteng pertahananmu. Bentuklah tanah liat, pijaklah cetakannya, buat temboknya.

15) Engkau dapat melakukan semuanya itu, tetapi api akan membakar engkau, dan pedang membunuhmu. Tanahmu tampaknya seperti kerumunan belalang melahap segala sesuatu. Hai Niniwe, engkau semakin bertambah besar seperti kerumunan belalang. Engkau seperti kerumunan belalang.

16) Engkau mempunyai banyak pedagang yang pergi ke tempat-tempat lain dan membeli banyak barang. Mereka sebanyak bintang di langit dan seperti belalang yang melahap segala yang merintanginya lalu melarikan diri.

17) Dan para pejabatmu juga seperti belalang. Mereka seperti belalang yang melekat ke tembok pada waktu dingin. Namun, bila matahari terbit, batu semakin panas, mereka terbang dan tidak seorang pun tahu ke mana perginya.

18) Hai raja Asyur, para gembalamu telah tertidur. Orang-orang yang berkuasa sedang tidur. Dan sekarang rakyatmu berserakan di bukit-bukit dan tidak ada yang membawanya pulang.

19) Niniwe, engkau sangat tersiksa, dan tidak ada yang dapat mengobati lukamu. Setiap orang yang mendengar berita kehancuranmu akan bertepuk tangan. Mereka semua senang sebab mereka telah merasakan penderitaan yang engkau perbuat.


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Ligonier, Biblica

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.