fbpx

Penyakit Pes atau Sampar

Penyakit Pes atau Sampar

Pes atau sampar adalah penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh enterobakteria Yersinia pestis (dinamai dari bakteriolog Perancis A.J.E. Yersin). Penyakit pes disebarkan oleh hewan pengerat (terutama tikus).

Wabah penyakit ini banyak terjadi dalam sejarah, dan telah menimbulkan korban jiwa yang besar. Kasus yang paling dramatis adalah Kematian Hitam (“Black Death”) yang terjadi di Eropa pada Abad Pertengahan.

 

Penyakit pes

Penyakit pes bubo. Nekrosis acral (kematian prematur sel-sel) dari hidung, bibir, dan jari-jari dan ekimosis (memar bercak biru-hitam) sisa lebih baik lengan pada pasien pulih dari penyakit pes yang disebarkan ke darah dan paru-paru. Sumber foto: Wikimedia Commons

 

Perawatan Penyakit Pes

Jika didiagnosis tepat pada waktunya, berbagai bentuk wabah biasanya sangat responsif terhadap terapi antibiotik. Antibiotik yang sering digunakan adalah streptomisin, kloramfenikol, dan tetrasiklin. Di antara generasi baru antibiotik, gentamisin dan doksisiklin telah terbukti efektif dalam pengobatan monoterapeutik wabah.

 

Penyakit pes

Penyakit pes atau sampar. Wabah septikemia ( kondisi seseorang mengalami keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah) menyebabkan nekrosis (kematian dini sel dan jaringan hidup. Sumber foto: Wikimedia

 

Penyebab Pes

Transmisi Yersina pestis ke individu yang tidak terinfeksi dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut.

  • Kontak droplet – batuk atau bersin pada orang lain.

  • Kontak fisik langsung – menyentuh orang yang terinfeksi, termasuk kontak seksual

  • Kontak tidak langsung – biasanya dengan menyentuh kontaminasi tanah atau permukaan yang terkontaminasi.

  • Transmisi udara – jika mikroorganisme dapat tetap berada di udara untuk waktu yang lama.

  • Transmisi fecal-oral – biasanya dari sumber makanan atau air yang terkontaminasi.

  • Vector borne transmission – dibawa oleh serangga atau binatang lain.

 

Penyakit pes bubo

Pes bubo. Kelenjar kelenjar getah bening inguinal yang membengkak pada seseorang yang terinfeksi penyakit pes. Kelenjar getah bening yang bengkak disebut sebagai buboes dari kata Yunani untuk selangkangan, kelenjar bengkak: bubo. umber foto: Wikimedia Commons

 

Gejala Pes

Gejala awal pes ditunjukkan dengan gejala mirip flu, seperti demam, yang biasanya terjadi dua hingga enam hari setelah infeksi terjadi. Namun gejala penyakit pes juga dapat bervariasi berdasarkan organ yang terinfeksi bakteri ini. Berikut ini adalah gejala pes berdasarkan jenisnya:

  • Pes pada sistem limfatik (bubonic plague). Gejala infeksi jenis ini ditandai dengan limfadenopati atau pembesaran kelenjar getah bening (KGB) pada lipat paha, ketiak, atau leher yang berukuran sebesar telur ayam. Benjolan atau pembesaran KGB ini terasa lunak dan hangat. Gejala utama tersebut seringkali disertai gejala lain berupa demam, menggigil, pusing, lemas, nyeri otot, serta kejang.

  • Pes pada aliran darah (septicemic plague). Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan kematian bahkan sebelum gejala muncul. Gejala infeksi pes jenis ini di antaranya adalah nyeri perut, diare, mual dan muntah, demam, lemas, perdarahan, syok, serta gangrene.

  • Pes pada paru-paru (pneumonic plague). Disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar hingga paru-paru. Jenis ini paling jarang terjadi namun paling mematikan. Gejala dapat muncul beberapa jam setelah infeksi, yang ditandai dengan batuk darah, sesak napas, mual dan muntah, demam tinggi, pusing, serta tubuh terasa lemas. Gejala pes jenis ini dapat berkembang sangat cepat  dan menyebabkan penderita mengalami gagal napas dan syok dalam waktu dua hari setelah terpapar infeksi.

 

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya tentang penyakit, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

                      

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-07-07T05:26:08+07:00 Januari 6th, 2018|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment