fbpx

Batuk biasa dan Batuk Rejan Penularan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pencegahan

Batuk Biasa

Adalah mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Yang berarti, batuk bukanlah suatu penyakit. Akan tetapi, batuk rejan adalah suatu penyakit, Anda dapat membacanya dibawah ini.

 

Terjadinya batuk biasa

Terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.

 

Jenis batuk

1. Akut

Pada umumnya yang berlangsung kurang dari 14 hari, serta dalam 1 episode.

2. Kronis

Merupakan kondisi batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut.

Yang bersifat berulang dan yang sering menyerang anak-anak adalah karena asma, tuberkolosis (TB), dan pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari). Pertusis adalah batuk kronis yang disebabkan oleh kuman Bordetella pertussis.

 

Penyebab batuk

  • Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu.

  • Alergi.

  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).

  • Asma atau tuberculosis

  • Benda asing yang masuk kedalam saluran napas

  • Tersedak akibat minum air, susu, dll.

  • Menghirup asap rokok dari orang sekitar.

  • Masalah emosi dan psikologis (untuk batuk psikogenik)

 

Batuk rejan, juga disebut pertusis, adalah infeksi bakteri Bordetella pertussis, yang sangat menular pada paru-paru dan saluran udara.

 

Batuk rejan

 

Penyakit batuk rejan

Disebut juga batuk seratus hari atau pertusis (bahasa Inggris: Whooping Cough), adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis.

Di dunia terjadi sekitar 30 sampai 50 juta kasus per tahun, dan menyebabkan kematian pada 300.000 kasus (data dari WHO).

 

Penyebab batuk rejan

  • Penyakit ini biasanya terjadi pada anak berusia di bawah 1 tahun dan 90% kasus ini terjadi di negara berkembang. Penyakit ini biasanya diakibatkan oleh bakteri Bordetella pertussis, namun tidak jarang diakibatkan oleh B. parapertussis.

  • Pertusis merupakan penyakit yang toxin mediated, toksin yang dihasilkan kuman (melekat pada bulu getar saluran napas atas) akan melumpuhkan bulu getar tersebut sehingga gangguan aliran sekret saluran pernapasan dan berpotensi menyebabkan pneumonia.

 

Gejala batuk Rejan

  • Dimulai dengan gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) ringan seperti batuk, bersin dan cairan hidung keluar terus menerus (pada stadium catarrhal) kemudian sesudah 1 minggu sampai 2 minggu dilanjutkan dengan batuk yang terus menerus namun diikuti masa dimana ada jeda batuk (stadium paroxysmal).

  • Batuk ini mungkin dapat diikuti dengan adanya muntah, hal ini disebabkan rasa mual yang diderita, dan pada anak kecil dimana reflek fisiologis yang belum terbentuk secara sempurna maka akan menimbulkan muntah, hal ini tidak jarang membawa ke arah malnutrisi.

  • Batuk ini dapat di picu oleh menguap, tertawa atau berteriak dan akan berkurang sesudah 1 sampai 2 bulan. Komplikasi yg dapat mengikuti keadaan ini adalah pneumonia, encephalitis, hipertensi pada paru, dan infeksi bakterial yang mengikuti.

 

Penularan batuk rejan

  • Pertusis menular melalui droplet batuk dari pasien yg terkena penyakit ini dan kemudian terhirup oleh orang sehat yang tidak mempunyai kekebalan tubuh.

  • Anda bisa mendapatkan batuk rejan jika Anda berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi.

  • Seseorang dengan batuk rejan menular dari sekitar enam hari setelah mereka terinfeksi – ketika mereka hanya memiliki gejala seperti dingin – sampai tiga minggu setelah batuk dimulai.

  • Orang dengan pertusis biasanya menyebarkan penyakit ini kepada orang lain dengan batuk atau bersin atau saat menghabiskan banyak waktu berdekatan satu sama lain di mana Anda berbagi ruang bernapas. Banyak bayi yang menderita pertusis terinfeksi oleh saudara kandung, orang tua, atau pengasuh yang mungkin bahkan tidak tahu bahwa mereka menderita penyakit ini.

  • Orang yang terinfeksi paling banyak menular hingga sekitar 2 minggu setelah batuk dimulai.

 

Perawatan batuk Rejan

  • Jika penyakitnya berat, penderita biasanya dirawat di rumah sakit. Mereka ditempatkan di dalam kamar yang tenang dan tidak terlalu terang. Keributan bisa merangsang serangan batuk.

  • Bisa dilakukan pengisapan lendir dari tenggorokan. Pada kasus yang berat, oksigen diberikan langsung ke paru-paru melalui selang yang dimasukkan ke trakea.

  • Untuk menggantikan cairan yang hilang karena muntah dan karena bayi biasanya tidak dapat makan akibat batuk, maka diberikan cairan melalui infus.

  • Gizi yang baik sangat penting, dan sebaiknya makanan diberikan dalam porsi kecil tetapi sering. Untuk membasmi bakteri, biasanya diberikan antibiotik eritromycin.

  • Untuk menguranginya, Antibiotik dapat diberikan untuk mengurangi terjadinya infeksi bakterial yg mengikuti dan mengurangi kemungkinan memberatnya penyakit ini (sampai pada stadium catarrhal) sesudah stadium catarrhal antibiotik tetap diberikan untuk mengurangi penyebaran penyakit ini, antibiotik juga diberikan pada orang yg kontak dengan penderita, diharapkan dengan pemberian seperti ini akan mengurangi terjadinya penularan pada orang sehat tersebut.

 

Bordetella pertussis 6379 lores

Bayi perempuan yang menderita batuk rejan / pertusis diakibatkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis. Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi. Sumber foto: CDC, via Wikimedia Commons

Pengobatan batuk rejan

  • Pengobatan untuk batuk rejan tergantung pada usia Anda dan berapa lama Anda terinfeksi.

    Anak di bawah usia 6 bulan yang sangat sakit dan orang dengan gejala parah biasanya dirawat di rumah sakit untuk perawatan.

  • Orang yang didiagnosis selama 3 minggu pertama infeksi dapat diberikan antibiotik untuk dikonsumsi di rumah – ini akan membantu menghentikan penyebaran infeksi ke orang lain, namun mungkin tidak mengurangi gejalanya.

  • Orang yang telah menderita batuk rejan lebih dari 3 minggu biasanya tidak memerlukan perawatan khusus, karena mereka tidak lagi menular dan antibiotik tidak mungkin membantu.

  • Saat Anda pulih di rumah, ia dapat membantu untuk beristirahat, minum banyak cairan, membersihkan lendir dan sakit dari mulut Anda atau anak Anda dan minum obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen karena demam.

  • Hindari menggunakan obat batuk sembarangan, karena tidak sesuai untuk anak kecil dan tidak mungkin banyak membantu.

 

Komplikasi batuk rejan

Bayi dan anak kecil di bawah 6 bulan biasanya paling parah terkena batuk rejan.

Mereka berisiko tinggi terhadap:

  • Dehidrasi.

  • Kesulitan bernapas.

  • Penurunan berat badan.

  • Pneumonia – infeksi paru-paru.

  • Kejang.

  • Masalah ginjal.

  • Kerusakan otak disebabkan oleh kekurangan oksigen yang sampai ke otak

  • Kematian – meskipun ini sangat jarang.

  • Anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua cenderung kurang terkena dampaknya, walaupun mereka mungkin mengalami masalah yang disebabkan batuk berulang, seperti mimisan, tulang rusuk yang memar atau hernia.

 

Siapa yang berisiko terkena batuk rejan?

Batuk rejan dapat mempengaruhi orang dari segala usia, termasuk:

  • Bayi dan anak kecil – bayi muda di bawah usia enam bulan berisiko tinggi mengalami komplikasi batuk rejan.

  • Anak yang lebih tua dan orang dewasa – cenderung kurang serius dalam kasus ini, namun tetap tidak menyenangkan dan membuat frustrasi.

  • Orang yang pernah menderita batuk rejan sebelumnya – Anda tidak kebal terhadap batuk rejan jika sudah memilikinya sebelumnya, meski cenderung kurang parah untuk kedua kalinya.

  • Orang yang divaksinasi terhadap batuk rejan saat kecil – perlindungan dari vaksin batuk rejan cenderung hilang setelah beberapa tahun.

 

Pencegahan batuk Rejan

  • Vaksinasi batuk rejan / pertusis.

  • Cuci tangan dengan bersih dan dengan menggunakan sabun setidaknya selama 20 detik.

  • Menjauhi orang yang sedang batuk.

  • Menjaga kebersihan yang baik untuk mencegah penyebaran penyakit pernafasan. Untuk berlatih kebersihan yang baik, Anda harus:

    • Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu saat Anda batuk atau bersin.

    • Letakkan tisu bekas Anda di keranjang sampah.

    • Batuk atau bersin ke lengan atas atau siku Anda, bukan tangan Anda, jika Anda tidak memiliki tisu.

    • Cuci tangan Anda sering dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.

    • Gunakan gosok tangan berbasis alkohol jika sabun dan air tidak tersedia.

 

Pemulihan batuk rejan

Pemulihan dari batuk rejan / pertusis bisa terjadi secara perlahan. Batuk menjadi lebih ringan dan jarang terjadi. Namun, batuk bisa kembali dengan infeksi pernafasan lainnya selama berbulan-bulan setelah infeksi pertusis dimulai.

Bordetella pertussis

Bakteri Bordetella pertussis. Sumber foto: By CDC Public Health Image Library, via Wikimedia Commons

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

                      

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-04-29T12:42:03+00:00 Januari 3rd, 2018|Sehat & Cantik|1 Comment

One Comment

Leave A Comment