PNB Produk Nasional Bersih (NNP Net National Product) – Penjelasan, Rumus dan Contoh Soal

1 min read

PNB Produk Nasional Bersih (NNP Net National Product)

Produk nasional bersih, atau dalam bahasa Inggris Net national product (NNP), adalah produk nasional bruto dikurangi dengan penyusutan. Pada dasarnya, nilai barang akan berkurang karena digunakan dalam aktivitas produksi sehari-hari. Pengurangan nilai barang karena digunakan dalam aktivitas sehari-hari disebut penyusutan/depresiasi.

Rumus dari produk nasional bersih adalah:

NNP = GNP – (Replacement + Depreciation)

Contoh Soal dan Jawaban PNB Produk Nasional Bersih (NNP Net National Product)

Data Perekonomian Indonesia tahun 2012 (Dalam milyaran Rupiah)
Konsumsi                              Rp. 82500
Penyusutan barang modal   Rp. 30.000
Pajak tidak langsung                        Rp. 25.280
Pengeluaran pemerintah     Rp. 41.480
Bunga                                     Rp. 24.760
Investasi                                            Rp. 61.000
Sewa                                       Rp. 15.300
Impor                                      Rp. 17.100
Ekspor                                                Rp. 54.000
Laba                                       Rp. 37.940
Upah                                       Rp. 88.600
Hitung GNP, NNP, NNI, dengan pendekatan metode pengeluaran!

Jawaban:
Pendekatan nasional dengan metode pengeluaran :
GNP = C + I + G + (X-M)
= 82500 + 61.000 + 41.480 + (54.000 – 17.100)
= Rp. 221.880
NNP = GNP – Penyusutan
= 221.880 – 30.000
= Rp. 191.880
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
= 191.880 – 25.280
= Rp. 166.600

Dik : (Satuan dalam milyaran rupiah)
PDB Indonesia                      130.100,6
Pendapatan neto LN 4955,7
Pajak Tidak Langsung         8945,6
Penyusutan                6577,8
Iuran Asuransi                      2
Lab ditahan               5,4
Transfer payment     13
Pajak Langsung                    12
Konsumsi                              100000
Hitunglah GNP, NNP, NNI, PI, DI, dan Tabungan

Penyelesaian :
GNP = GDP  +  Produk Neto terhadap Luar Negeri
= 130.100,6 M + 4.955,7 M
= 135.056,3 M
NNP = GNP – Penyusutan
=135.056,3 M – 6.557,8 M
= 128.498,5 M
NNI   = NNP – Pajak tidak langsung
=128.498,5 M – 8.945,6 M
= 119.552,9 M
PI = ( NNI – Transfer Payment) – (iuran Jaminan Sosial+iuran Asuransi+Laba Ditahan+Pajak Perseorangan)
= (119.552,9 –  13 M) – (2 M + 5,4 M)
= 119.539,9 M  – 7,4 M
= 119.532,5 M
DI = PI – Pajak Langsung
= 119.532,5  M – 12 M
= 119.520,5 M
Tabungan = DI- Konsumsi
= 119.520,5 M – 100.000 M
= 19.520,5 M.

Jika diketahui Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2004 adalah Rp 131.101,6 Miliar. Pendapatan/Produk neto terhadap Luar Negeri Rp 4.955,7 Miliar, Pajak tidak Langsung Rp 8.945,6 Miliar, Penyusutan Rp 6.557,8 Miliar, Iuran Asuransi Rp 2,0 Miliar, Laba ditahan Rp 5,4 Miliar, Transfer Payment Rp 6,2 Miliar dan Pajak Langsung Rp 12,0 Miliar. Hitunglah :
a). GNP
b). NNP
c). NI
d). PI
e). DI

Jawab:
a). GNP  = GDP + Produk Neto terhadap Luar Negeri
= Rp 131.101,6 Miliar + Rp 4.955,7 Miliar
= Rp 136.057,3 Miliar
b). NNP  =  GNP – Penyusutan
=  Rp 136.057,3 Miliar – Rp 6.557,8 Miliar
= Rp 129.499,5 Miliar
c). NI = NNP – Pajak tidak Langsung
= Rp 129.499,5 Miliar – Rp 8.945,6 Miliar
= Rp 120.553,9 Miliar
d). PI = (NI + Transfer Payment) – (iuran asuransi + iuran jaminan sosial + Laba di tahan + Pajak Perseorangan)
= (Rp 120.553,9 Miliar + Rp 6,2 Miliar) – (Rp 2,0 Miliar + Rp 5,4 Miliar)
= Rp 120.560,1 Miliar – Rp 7,4Miliar
= Rp 120.552,7 Miliar
e). DI = PI – Pajak Langsung
= Rp 120.552,7 Miliar – Rp 12,0 Miliar
= Rp 120.540,7 Miliar


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber: The Balance

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Memahami Prinsip dan Operasi Utama dalam Perbankan Islam: Riba,…

Perbankan Islam mengikuti prinsip-prinsip syariah yang sesuai dengan ajaran Islam. Ini melibatkan larangan terhadap riba (bunga), mempromosikan berbagai bentuk transaksi yang adil, serta mengutamakan...
PinterPandai
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *