Cara Impor Barang dari China atau Luar Negeri – Yang perlu Anda ketahui sebelum menjadi importir

Impor adalah

Impor adalah barang dan jasa asing yang dibeli dan dimasukkan oleh penduduk suatu negara. Temukan cara impor barang dari China atau luar negeri.

Proses impor umumnya adalah tindakan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah ekspor.

Baca juga 👉 Ekspor Impor – Istilah, Pengertian dan Contoh Soal (Istilah Inggris Indonesia)


5 Langkah dasar yang perlu Anda ketahui sebelum menjadi importir adalah sebagai berikut (cara impor barang yang umum):

1. Tentukan negara.

Negara yang berbeda memiliki peraturan ekspor / impor yang berbeda. Sementara bahan itu sendiri mungkin murah untuk dibeli dari negara tertentu, mungkin ada faktor-faktor lain yang mungkin menambah biaya. Persyaratan untuk mengimpor komoditas tertentu bergantung pada beragam kriteria.

Beberapa informasi, seperti apakah suatu barang tunduk pada pembatasan kuota, memenuhi syarat untuk pengurangan tarif tugas, atau dibatasi dari entri karena mereka berasal dari negara yang diembargo, dapat ditentukan hanya jika Anda mengetahui nomor klasifikasi Jadwal Harmonized Tariff item tersebut.

2. Cari pemasok.

Jika Anda adalah importir baru, ada lembaga pemerintah yang siap menjawab pertanyaan Anda. Administrasi Perdagangan Internasional dan Administrasi Bisnis AS adalah beberapa dari banyak organisasi yang ada untuk membantu Anda.

Gunakan sumber online, berkonsultasi dengan asosiasi perdagangan dan profesional, dan bergabunglah dengan pameran dagang domestik dan internasional. Setelah Anda melakukan kontak dengan pemasok di luar negeri, itu selalu ide yang baik untuk pergi menemui pemasok di negara mereka. Baca juga 👉 Rumus Akuntansi- Rumus Dasar, Metode, Penyusutan, HPP, Perusahaan Dagang / Jasa

3. Cari biaya pajak dan bea cukai.

Salah satu cara impor barang adalah harus mengetahui bea masuk dapat dihitung dengan berbagai cara, tetapi sebagian besar bea masuk dihitung sebagai persentase dari nilai komoditas yang dinyatakan.

Bea masuk berbeda dari produk ke produk dan tergantung pada komoditas yang diimpor, nilai yang dinyatakan, negara asalnya, dan faktor lain seperti undang-undang anti-dumping dan kontrol kuota.

Nilai bea impor dapat serendah nol atau setinggi 100% (atau lebih) dari nilai yang dinyatakan produk tersebut. Bea impor dikumpulkan untuk menghasilkan pendapatan dan untuk melindungi pasar lokal.

Baca juga 👉 Pengembalian Modal (Return on Capital – ROC) – Beserta ROIC, CROIC, ROCE – Rumus, Contoh Soal dan Jawaban

4. Temukan perusahaan pengirim barang dan broker bea cukai.

Anda sudah terlalu khawatir. Jangan menambahkan prosedur pengiriman dan dokumentasi ke daftar. Selalu bekerja dengan freight forwarder atau jasa pengiriman yang andal yang akan memberi Anda pembaruan harian sejak Anda melakukan pemesanan dengan pengirim. Ini akan memberi Anda waktu untuk lebih berkonsentrasi pada bisnis Anda.

Baca juga 👉 Bea dan Cukai – Perbedaan Cukai dan Pabean Beserta Contohnya

5. Kirim barang tepat waktu

Jangan kirimkan barang Anda pada menit-menit terakhir. Ini mungkin lebih mahal daripada yang harus Anda bayar. Namun, dengan pengiriman awal, Anda mungkin membayar biaya lebih baik. Selalu pertimbangkan bahwa penundaan mungkin terjadi selama proses, seperti barang mungkin tidak diproduksi tepat waktu, kapal mungkin tidak berlayar sesuai jadwal, barang mungkin dipegang oleh bea cukai baik di negara asal maupun di sini AS. Bersiaplah untuk semua ini dan rencanakan dengan tepat.

Pertama, lakukan pekerjaan rumah Anda dan periksa penelitian yang tersedia untuk Anda secara online. Kemudian konsultasikan dengan profesional untuk memahami proses mengimpor barang dengan benar. Di dunia pelayaran internasional saat ini, hampir merupakan keharusan bagi semua perusahaan dan Anda dapat menghemat banyak dengan memilih mitra transportasi yang tepat, membuat keputusan yang tepat, dan memahami prosesnya.

Cara impor barang dari China atau Luar Negeri

Mengimpor dari China telah terbukti merupakan taktik yang berhasil dalam pengadaan sumber global untuk banyak bisnis. Produk-produk buatan China seperti sepatu, pakaian, elektronik, furnitur, perabot rumah tangga dan banyak lagi yang populer di seluruh dunia.

Namun, itu bukan tugas yang mudah, terutama bagi para pemula. Proses impor bisa sangat rumit, membingungkan, dan mahal. Keuntungan yang diharapkan sering dapat dihapus oleh waktu transit yang panjang, naik atau berfluktuasi biaya pengiriman, biaya pengaturan, dan penundaan yang tidak terduga.

1. Identifikasi hak impor Anda.

Ketika Anda membeli barang dari sumber asing, Anda menjadi importir. Kurir seperti DHL / UPS / FedEx akan menangani semuanya dan mengirimkan ke pintu Anda jika paket Anda kecil dan digunakan untuk penggunaan pribadi saja atau nilainya tidak terlalu besar. Jika demikian, itu akan menghemat banyak waktu dan uang.

Tetapi sebelum membeli barang komersial ke negara Anda, sebagai bisnis atau perorangan, Anda harus mengidentifikasi apakah Anda memiliki hak impor.

Perhatian untuk cara impor barang:

Banyak peraturan impor hanya berlaku untuk barang yang diimpor untuk tujuan komersial – bisnis atau dijual kembali. Dan hanya otoritas bea cukai yang dapat membuat keputusan tentang apa yang memenuhi syarat untuk penggunaan pribadi. Beberapa pakaian yang identik atau sejumlah tas tangan yang sangat mirip akan mengalami kesulitan melewati tes kredibilitas sebagai barang untuk penggunaan pribadi.

Baca juga 👉 Manfaat Perusahaan Go Public – Keuntungan Kerugian dan Contoh

2. Identifikasi barang yang ingin Anda impor.

Perusahaan dagang menghasilkan uang dengan menjual produk. Memilih produk yang salah berarti Anda kehilangan waktu dan uang. Jika Anda akan menjadi importir yang sukses, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilih produk yang benar untuk dijual kembali.

Anda sebaiknya mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang barang yang ingin Anda impor. Dapatkan literatur deskriptif, informasi komposisi produk dan, jika memungkinkan, sampel produk.

Informasi cara impor barang ini akan menjadi sangat penting ketika tiba saatnya untuk menentukan klasifikasi tarif. Nomor klarifikasi tarif (Kode HS) akan digunakan untuk menentukan tingkat bea yang akan diterapkan pada barang Anda.

Saranan yang baik unutk cara impor barang:

  • Pilih dengan produk yang Anda sukai – Anda bersemangat tentang pekerjaan Anda.
  • Pilih dengan keunikan produk – Anda dapat menjual dengan harga tinggi.
  • Gunakan produk yang dapat Anda kirim dalam jumlah besar – biaya pengiriman per unit biasanya lebih rendah.

3. Pastikan barang yang ingin Anda impor diizinkan masuk ke negara Anda.

Barang-barang tertentu tidak diperbolehkan diimpor. Negara yang berbeda memiliki produk terlarang yang berbeda. Juga pastikan apakah barang yang ingin Anda impor tunduk pada izin, batasan, atau peraturan apa pun oleh pemerintah Anda.

Ini adalah tanggung jawab importir (ANDA) untuk memastikan bahwa barang mematuhi berbagai peraturan dan ketentuan khusus.

Mengimpor barang-barang yang tidak aman, yang gagal memenuhi persyaratan kode kesehatan, atau melanggar batasan dapat berakhir dengan biaya sedikit denda dan penalti. Paling tidak, barang-barang seperti itu akan ditahan, dan mungkin dihancurkan.

Baca juga 👉 IPO (Initial Public Offering) – Penawaran Umum Perdana – Penjelasan dan Panduan, Proses Langkah-Langkahnya

4. Klasifikasi barang Anda dan hitung biaya sampai ditempat.

Tentukan nomor klasifikasi tarif 10 digit untuk setiap item yang Anda impor. Angka-angka ini bersama dengan Certificate of Origin digunakan untuk menentukan tingkat bea yang harus Anda bayar saat mengimpor. Kemudian lakukan perhitungan biaya tanah.

Perhatikan Incoterms, dan hitung total biaya mendarat sebelum Anda melakukan pemesanan. Sebagai contoh, FOB berarti menambahkan 3 berikut bersama.

  • Dapatkan harga produk dari pemasok
  • Dapatkan biaya pengiriman dari perusahaan pengiriman barang dari China.
  • Dapatkan biaya bea cukai, bea & pajak, transportasi darat ke gudang Anda.
1. MENENTUKAN HARGA DAN SISTIM PERDAGANGAN

Hal terpenting dan yang paling utama yang harus Anda tentukan kepada Supplier (Pemasok) di luar negeri adalah atas dasar apa Anda membayar barang dengan harga sejumlah tersebut. Sebab, dalam kegiatan impor Anda sering menjumpai istilah FOB, CFR, CIF, DDP, FAS dan sebagainya yang menunjukkan kapan tanggung jawab dan kewajiban biaya oleh Supplier (Pemasok) berakhir.

Sebagai contoh, jika pemasok memakai FOB (Free on Board) maka pembelian barang dimana semua Biaya Pengiriman atau O/F (Ocean Freight), Asuransi dan Harga Barang dibayarkan setelah kapal sampai di pelabuhan bongkar;

CFR (Cost and Freight) adalah term penyerahan barang dimana pemasok menyerahkan barang setelah barang melewati batas pagar kapal di pelabuhan pengapalan dalam keadaan sudah mendapat izin ekspor, tetapi biaya pengangkutan sampai ke pelabuhan tujuan tetap menjadi kewajiban Pemasok;

CIF (Cost Insurance and Freight) adalah sistim pembelian barang dimana Biaya Pengiriman, Asuransi dan Harga Barang Anda bayarkan sebelum kapal berangkat di pelabuhan muat;

DDP (Delivered Duty Paid) adalah term penyerahan barang dimana Pemasok harus menyerahkan barang di suatu tempat  yang Anda tunjuk dan berada di dalam wilayah kewenangan Anda dengan kondisi seluruh formalitas kepabeanan telah diselesaikan oleh Pemasok (door to door service);

FAS (Free Alongside Ship) adalah term penyerahan barang dimana Pemasok wajib menanggung biaya dan resiko sampai dengan penyerahan barang disamping kapal di pelabuhan pengapalan dalam keadaan yang sudah mendapat izin ekspor, dan sebagainya.

2. MENENTUKAN CARA DAN BIAYA PENGIRIMAN

Dalam cara impor barang, menentukan cara dan biaya dan pengiriman adalah penting. Setelah mengetahui harga dan term penyerahan perdagangan (term of trade) dari Pemasok Anda di luar negeri, maka harus dipastikan besarnya biaya tambahan agar barang impor sampai ke alamat Anda.

Untuk mendapatkan biaya pengiriman yang tepat, setiap perusahaan pengangkutan (forwarder) membutuhkan data yang akurat tentang ketentuan perdagangan, bobot dan dimensi barang yang akan dikirim. Dalam hal ini, pihak Pemasok harus memberitahukan hal ini kepada mereka. Bahkan, jika Anda

membeli barang atas dasar Ex Works, yaitu penyerahan barang yang dilaksanakan disuatu tempat milik pemasok, baik di  pabrik, gudang atau tempat lainnya, maka Anda harus memberitahukan kepada Forwarder alamat barang secara jelas, dan bahkan harus diinformasikan juga mudah atau sulitnya penjemputan (pengambilan) barang tersebut di lokasi.

Baca juga 👉 10 Cara Menjadi Pengusaha Sukses dan Bisnis Anda Lancar

3. MEMILIH FREIGHT FORWARDER

Ketika mengimpor barang dari luar negeri, Anda harus memilih jasa pengiriman barang (Freight Forwarder) yang profesional yang dapat membantu Anda dalam mengurus serta memenuhi persyaratan dokumentasi  dan pengurusan kepabeanan.

Freight forwarder  menangani semua kebutuhan logistik serta menegosiasikan tarif angkut, pengurusan bea cukai, asuransi dan selanjutnya mengirim barang ke alamat Anda. Dan yang paling penting, mereka dapat membawa barang-barang Anda ke tempat tujuan dalam waktu yang efektif dan dengan biaya yang efesien.

4. MEMILIH CARA PENGIRIMAN YANG YANG PALING MENGUNTUNGKAN

Agar biaya pengiriman lebih lebih hemat, Anda harus memilih metode yang atau kombinasi metode pengiriman yang tepat. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan barang-barang Anda pada waktu dan  tempat yang yang diinginkan.

Terdapat ini adalah 3 pilihan pengiriman dalam cara impor barang:

  • Melalui Laut (Ocean Freight): Ideal untuk pengiriman barang yang lebih besar atau massal atau barang yang tidak memerlukan pengiriman cepat.
  • Melalui Udara (Air  Freight): Ideal untuk pengiriman dalam jumlah yang lebih kecil atau barang yang dibutuhkan mendesak.
  • Melalui Darat (Truk dan Kereta Api): Karena Indonesia negara kepulauan yang terpisah dengan lautan dengan negara lain, maka kedua layanan ini merupakan cara pengiriman yang dikombinasi dengan pengiriman laut dan udara.

Anda perlu menentukan seberapa cepat memerlukan barang untuk sampai ke alamat Anda. Karena itu, perlu dipikirkan alternatif apakah perlu dikirim melalui udara atau laut. Misalnya, barang dari Singapura, pengiriman melalui udara oleh Pressti Cargo secara umum dapat menghabiskan waktu 1-7 hari, dan pengiriman laut bisa memakan waktu beberapa hari sampai 2 minggu, bahkan bisa lebih. Ini jelas berpengaruh terhadap biaya pengiriman. Dalam beberapa kejadian, untuk barang dalam jumlah kecil (sampai 100 kg, tergantung pada volume) sering lebih murah pengiriman melalui udara, karena biaya minimum untuk angkutan laut seringkali lebih besar dari biaya keseluruhan pengiriman melalui udara.

Anda juga perlu menentukan apakah waktu transit yang dibutuhkan. Dalam kebanyakan kasus biaya pengiriman untuk waktu transit lambat atau rute tidak langsung lebih rendah dari transit cepat atau rute langsung. Contohnya angkutan udara langsung Singapura – Jakarta biasanya akan lebih mahal daripada Singapura – Pangkal Pinang – Jakarta. Hal yang sama berlaku untuk angkutan laut, biasanya angkutan langsung dari Tokyo ke Jakarta akan lebih cepat dan lebih mahal daripada Tokyo ke Jakarta melalui Singapura dimana kargo akan diturunkan dahulu dari kapal dari Tokyo, kemudian baru dimuat kembali  ke kapal lain untuk pengiriman ke Jakarta. Dalam hal ini, jika Anda tidak membutuhkan barang-barang Anda tiba secepat mungkin,  maka mengapa Anda  membayar layanan lebih mahal padahal ada layanan lambat  yang lebih menguntungkan. Begitu juga sebaliknya, Anda dapat memilih rute langsung dengan pengiriman cepat dengan biaya yang lebih mahal, sebab dari pada terlalu lama menyimpan uang (modal) pada barang, padahal barang tersebut benar-benar harus berada di lokasi pada tanggal tertentu.

5. ASURANSIKAN BARANG ANDA

Sangat disarankan agar Anda mengasuransikan barang-barang Anda ketika mengimpor dari luar negeri. Kedua pihak yang terlibat dalam transaksi ekspor-impor  harus sepenuhnya menyadari tanggung jawab mereka masing-masing. Pemasok/Supplier (eksportir) di luar negeri mungkin sering lepas tangan setelah barang tidak ada lagi pada mereka, sedangkan Anda bisa menjadi ‘risiko’ sebelum barang tersebut diterima.

Produk Asuransi Cargo memberikan perlindungan barang anda (barang yang dikirim dengan kapal) terhadap: kebakaran, ledakan, jatuh dan tenggelam, badai, barang yang rusak disebabkan oleh laut/ cuaca seperti yang tercantum pada kesepakatan yang Anda buat dengan Pemasok. Ketentuan tentang hal ini biasanya dicantumkan dalam kontrak penjualan atau Letter of Credit.

Baca juga 👉 Apakah Anda Memerlukan Asuransi Rumah / Apartemen? – Cara Memilih Asuransi Rumah Untuk Pembeli Yang Pintar

6. PAHAMI PERATURAN KEPABEANAN

Sebelum mengimpor barang Anda disarankan untuk memastikan apakah ada pembatasan atau larangan impor terhadap barang yang ingin Anda impor. Pastikan juga, mungkin barang-barang tersebut memerlukan perlakuan khusus atau perlu dilengkapi dokumen tertentu dari negara asal sebelum dapat masuk  ke Indonesia atau mungkin memang dilarang impor. Informasi tentang hal ini dapat Anda ketahui dari pihak  Bea Cukai atau Freight Forwarder yang anda kenal.

7. MENENTUKAN CARA PEMBAYARAN

Dalam cara impor barang, menentukan cara pembayaran adalah penting. Setelah mendapat konfirmasi harga dan term perdagangan (terms of trade) dari Pemasok Anda dan total  biaya pengiriman (termasuk, bea masuk, pajak dan lain-lain) untuk sampainya barang ke alamat Anda, maka Anda dapat melakukan pembayaran kepada Pemasok luar negeri dengan salah satu cara berikut:

TRANSFER BANK

Transfer Bank atau transfer Teleks  merupakan sarana untuk mentransfer dana keluar negeri. Dana ditransfer ke rekening Pemasok dan mereka kemudian akan mengirimkan barang kepada Anda. Metode pembayaran ini adalah yang paling umum digunakan, namun mempunyai resiko seandainya Pemasok di luar negeri ingkar janji.

KARTU KREDIT

Pembayaran dengan Kartu Kredit dapat dilakukan jika Pemasok memiliki perjanjian transaksi perdagangan dengan perusahaan kartu kredit internasional. Kelancaran pembelian yang berkaitan dengan belanja online atau bentuk lain dari penjualan jarak jauh  sangat tergantung pada pertanyaan apakah para penggunanya memberikan Nomor Kartu Kredit yang valid.

Dalam pembelian jarak jauh dengan menggunakan Kartu Kredit Anda harus memberikan rincian Kartu Kredit melalui faks/telepon atau email. Hal ini dapat mendatangkan resiko bagi kedua belah pihak  sebab rincian Kartu Kredit dapat dicegat sehingga berpeluang terjadinya transaksi penipuan yang merugikan pemegang kartu. Cara ini memang baik, namun keamanan Kartu Kredit online tetap menjadi masalah.

WESEL INKASO

Dalam sistem ini Pemasok memiliki hak pengawasan barang-barang sampai wesel (draft) Anda bayar (aksep). Pemasok atau Penarik Wesel (Drafter) mengapalkan barang sementara dokumen pemilikan atas pengiriman barang dikirim secara langsung atau melalui Bank Importir kepada Anda

Penyerahan dokumen kepada Anda didasarkan pada : D/P (Document Against Payment), yaitu penyerahan dokumen kepada Anda apabila Anda telah membayar; dan D/A (Document Against Acceptance), yaitu penyerahan dokumen kepada Anda apabila Anda telah mengaksep weselnya.

LETTER OF CREDIT (L/C)

Letter of Credit (L/C) adalah metode pembayaran yang sering digunakan dalam perdagangan internasional dan memiliki kelebihan dan kekurangan. Suatu Letter of Credit pada dasarnya merupakan janji yang Anda buat kepada Pemasok  yang menyatakan bahwa Anda akan membayar  pada waktu tertentu. Janji ini biasanya didukung (dijamin) oleh Bank. Pembayaran dengan L/C memberikan tingkat keamanan tertinggi, tetapi lebih mahal daripada sistim pembayaran lainnya dan dapat menyebabkan penundaan pengiriman.

PEMBAYARAN KEMUDIAN (OPEN ACCOUNT)

Sistem pembayaran dimana Anda belum melakukan pembayaran apapun kepada Pemasok sebelum barang dikapalkan atau sebelum barang Anda terima atau sebelum jangka waktu tertentu seperti yang telah disepakati. Dalam pembayaran ini, setelah Pemasok melakukan pengapalan barang, mereka akan mengirimkan Invoice kepada Anda, dimana dalam Invoice tersebut Pemasok akan mencantumkan tanggal dan waktu tertentu kapan Anda harus melakukan pembayaran.

Cara pembayaran ini banyak digunakan oleh sebagian besar perusahaan yang melakukan transaksi dengan perusahaan di luar negeri dimana mereka telah lama menjalin hubungan perdagangan sehingga telah saling percaya. Walaupun demikian. beberapa Pemasok sering meminta sedikit pembayaran di muka (DP) sebelum mereka akan mengirimkan barang.

CARA PEMBAYARAN LAIN

Cara pembayaran lainnya yang dapat Anda lakukan adalah: Barter yaitu pembayaran harga barang yang Anda impor dibayar (ditukar) dengan barang yang Anda ekspor yang nilainya sama (tanpa adanya pembayaran dalam bentuk uang); Barter Konsinyasi, sama dengan cara Barter, bedanya hanya  jika nilai barang ekspor nilai lebih tinggi atau lebih rendah, maka nilai selisih harga harus dibayar; Pembayaran Dimuka (Advance Payment) kurang dari 100%.; dan Pembayaran secara Tunai (Cash Payment).

Dari penjelasan di atas, ketika kita melihat dari perspektif risiko dan kemudian memutuskan cara pembayaran terbaik, maka menurut pendapat kita: Transfer Bank, Wesel dan Pembayaran Kemudian (Open Account) lebih sederhana dan murah dibandingkan L/C, tetapi kurang aman. Walaupun demikian, agar Anda tidak dirugikan dalam kegiatan Impor,  maka Anda harus sering bertanya dan bertukar pikiran dengan para Importir yang sudah berpengalaman.

8. MENGATUR PENGIRIMAN BARANG

Setelah membayar harga barang, Anda segera mengurus pengirimannya. Jika Anda membeli  barang tidak termasuk biaya angkutan, Anda perlu menghubungi Freight Forwarder untuk memberitahukan alamat Pemasok  seperti nama, nomor telepon, salinan Invoice, Packing List dan beberapa dokumen lain yang membuktikan pembelian barang. Kemudian Forwarder menginstruksikan perwakilannya di luar negeri untuk mengatur pengiriman barang tersebut. Pada saat yang sama Anda perlu menghubungi Pemasok agar menyerahkan barang kepada Perwakilan Freight Forwarder  Anda sesuai dengan nama dan alamat yang anda berikan.

9. MELENGKAPI DOKUMEN

Setelah barang anda dikirim, maka anda akan diberikan (dikirim) beberapa dokumen tertentu dalam rangka pengurusan kepabeanan, dan untuk keperluan-keperluan lainnya agar barang tersebut dapat sampai ke alamat Anda.

Dokumen-dokumen tersebut, yaitu:

Comercial Invoice , yaitu daftar nilai/harga barang yang tercantum dalam Packing List. Commercial Invoice ini berisikan nilai barang per item dan total nilai barang.

Bill of Lading (B/L), yaitu surat/dokumen yang diterbitkan oleh Shipping Line/Freight Forwarder untuk setiap pengiriman barang Eksport. Bill Of Lading ini di terbitkan pada tanggal keberangkatan kapal. Bill Of Lading nantinya akan diberikan kepada Anda untuk mengambil barang di tempat tujuan (pengambilan barang impor). Fungsi dari Bill of Lading sangat banyak, yaitu selain sebagai bukti pengambilan barang di tujuan, juga dilampirkan dalam proses pembuatan COO.

Airway Bill (AWB), fungsi dan kegunaannya adalah sama dengan Bill Of Lading. Namun AWB ini khusus untuk pengiriman barang melalui udara.

Bill of Lading/Airway Bill, Packing List dan Commercial Invoice adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses eksport dan import atau bisa dikatakan ketiga dokumen ini adalah 1 (satu) set dokumen ekspor/impor.

Dokumen-dokumen pendukung lainnya, yaitu:

Certificate of Origin adalah Sertifikat Asal Barang. Diterbitkan oleh Instansi terkait di negara asal. Kegunaannya adalah sebagai bukti keaslian barang dari negara asal seperti yang tertera  pada Bill Of Lading.  Surat Keterangan Asal dapat dimasukkan dalam Commersial Invoice, tetapi pada dokumen terpisah.

Packing List adalah Daftar Sistem Pengepakan. Packing List diterbitkan oleh setiap eksportir setiap kali akan mengekspor. Data-data Packing List inilah yang akan di muat pada Bill of Lading maupun Airway Bill. Packing List berisikan data-data Nama dan alamat Shipper, Nama dan Alamat Consignee, Nama dan Alamat Notify Party (jika ada), Nama Barang, Jumlah dan Jenis Kemasan, Jumlah barang, Berat Bersih (Net Weight), Berat Kotor (Gross Weight), Kubikasi, Shipping Marks and Numbers/Keterangan yang tertulis pada kemasan, Nama Vessel, Pelabuhan Muat, Pelabuhan Bongkar (Untuk tahapan tahapan ini, dokumen minimal yang Anda butuhkan adalah Commercial Invoice  dan salinan Bill of Lading atau Air Waybill)

10. MENGURUS PERIJINAN IMPOR

Setelah barang Anda selesai dikirim dan semua dokumen ekspor dari negara asal  telah diterima, sebelum barang tiba di Indonesia, sebaiknya bea masuk dan semua perizinan impor mulai diurus. Anda dapat mengurus sendiri atau memakai jasa pihak lain. Dalam hal ini, jika Anda memakai Jasa Pengangkutan Impor Door to Door, pengurusan ini adalah tanggung jawab dan tugas Freight Forwarder yang mengangkut barang Anda dari luar negeri.

11. MEMBAYAR BEA MASUK DAN BIAYA LAINNYA

Semua barang impor yang masuk ke Indonesia harus diperiksa dan mendapat persetujuan Bea Cukai serta dikenakan Bea Masuk, Cukai, PPh Pasal 22.dan pajak lainnya. Barang impor yang tidak dikenakan bea tersebut adalah barang untuk hadiah, kesejahteraan rohani, tujuan kebudayaan, amal, dsb.

5. Temukan pemasok Anda di Cina dan lakukan pemesanan.

Tempatkan pesanan Anda dengan vendor, pengirim atau pengekspor dan identifikasi persyaratan pengiriman yang akan digunakan.

Setelah Anda memilih pemasok Anda, minta P / I (Proforma Invoice atau Quote Sheet) untuk calon pembeli Anda untuk memasukkan nomor sistem yang selaras, deskripsi & nilai per item. P / I Anda harus menunjukkan bobot & dimensi yang dikemas serta jangka waktu pembelian Anda.

Apa itu faktur proforma? Ini adalah dokumen yang tidak mengikat yang membantu membuat anggaran pembelian di masa depan. Ini bukan pesanan pembelian juga tidak menciptakan kewajiban hukum.

Perhatian cara impor barang:

1. Pastikan pemasok akan menyetujui pengiriman berdasarkan ketentuan FOB dari pelabuhan atau bandara terdekat mereka karena hal ini akan sangat mengurangi biaya pengiriman Anda dan memberi Anda kontrol lebih besar atas pengiriman.

Misalnya, jika Anda mengimpor dari Cina dan pelabuhan terdekat ke pemasok adalah Shanghai, Anda akan meminta persyaratan FOB Shanghai.

* Jika itu pesanan percobaan atau pengiriman kecil, EXW juga akan baik-baik saja.

2. Perlu diingat pengiriman melalui laut memang sangat lambat, dan ini berarti bahwa tentu saja membutuhkan perencanaan jangka panjang yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pembelian produk dalam negeri. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk mengekspor barang, termasuk dokumentasi, perjalanan darat, bea cukai, dan penanganan pelabuhan atau terminal untuk wadah barang dapat memakan biaya hingga 7 hari.

Secara umum, kami sarankan melakukan pemesanan minimal 3 bulan sebelum Anda membutuhkan barang di depan pintu Anda.

Kami menyarankan TIDAK:
A. Selalu mencari harga terendah.

Jika Anda menemukan penawaran yang jauh lebih murah daripada yang lain, angkat bendera merah. Anda harus tahu bahwa tidak ada harga terendah di Cina, hanya harga yang lebih rendah dan lebih rendah. Harga terendah selalu disertai dengan risiko tinggi, mungkin kualitas, kuantitas atau reputasi.

Temukan pemasok yang andal dan tumbuh bersama mereka dengan cara yang sehat.

B. Kegagalan untuk mengklarifikasi detail produk.

Jika Anda tidak terlalu jelas kepada pemasok tentang spesifikasi yang diperlukan, ada kemungkinan besar Anda akan menerima persis apa yang tidak Anda inginkan. Tidak jelas berarti pabrik akan membuat keputusan untuk Anda berdasarkan penghematan biaya.

Pastikan Anda memeriksa ulang bahan dan proses pembuatan setiap penawaran sehingga Anda dapat merasa percaya diri dengan produk yang Anda beli.

Pastikan pemasok Anda telah benar-benar mengkonfirmasi setiap spesifikasi produk target Anda, termasuk kemasannya. Terkadang, perlu untuk mengirim sampel untuk diperiksa ulang.

C. Menunjukkan ketidakpercayaan terhadap pemasok Anda.

Perdagangan internasional didasarkan pada rasa saling percaya. Jika Anda tidak mempercayai pemasok Anda, tidak ada yang akan mengurus produksi Anda di pabrik, dan tidak ada yang akan dengan tulus membantu Anda ketika terjadi masalah.

6. Atur transportasi kargo Anda.

Ada banyak biaya yang terkait dengan pengiriman barang, termasuk biaya kontainer, pengemasan, penanganan terminal, dan biaya broker. Untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang biaya pengiriman, masing-masing faktor ini harus diperhitungkan untuk cara impor barang dari China atau luar negeri.

Setelah puas dengan penawaran pengiriman, Anda harus mengirim atau meneruskan rincian kontak pemasok Anda. Kami akan mengambilnya dari sana. Kami akan terus berhubungan dekat dengan Anda dan pemasok Anda, memastikan transportasi pengiriman Anda cepat dan aman.

Baca juga 👉 Perdagangan Internasional – Penjelasan, Peraturan, Manfaat, Dampak dan Contoh Soal

Periksa detailnya:

1. Atas 2 hal yang perlu dipertimbangkan saat pengiriman dari Cina.
2. Angkutan laut.
3. Angkutan udara.
4. Layanan kurir.

Saranan yang baik:

1. Selalu pertimbangkan bahwa keterlambatan mungkin terjadi selama proses, seperti barang mungkin tidak diproduksi tepat waktu, kapal mungkin tidak berlayar sesuai jadwal, barang mungkin dipegang oleh bea cukai. Bersiaplah dan rencanakan dengan tepat.

Jangan berharap barang Anda akan meninggalkan pelabuhan segera setelah selesai di pabrik. Karena itu membutuhkan setidaknya 1 ~ 2 hari untuk transportasi kargo Anda dari pabrik ke pelabuhan. Dan proses Pabean membutuhkan kargo Anda untuk tinggal di pelabuhan selama setidaknya 1 ~ 2 hari.

Selain itu, hanya ada satu frekuensi rute setiap minggu dalam beberapa kasus. Kehilangan hari minggu ini, Anda harus menunggu sampai minggu depan.

2. Pilih mitra pengiriman barang yang baik.

Logistik adalah aspek yang sangat dihargai dari bisnis modern. Biaya pengiriman termasuk biaya transportasi langsung dan tidak langsung dari titik asal ke pasar tujuan.

Jika mereka melakukannya dengan benar, dan pilih penyedia logistik yang baik; mereka dijamin operasi yang lancar, biaya yang dapat dikelola, dan arus kas yang berkelanjutan.

Jika mereka salah, paling tidak mereka bisa meningkatkan biaya dan pemborosan. Paling buruk, mereka mungkin menghadapi model bisnis yang gagal yang akhirnya harus ditutup. Perusahaan akan terus kehilangan uang jika logistiknya tidak dikelola dengan baik.

7. Lacak kargo Anda dan bersiaplah untuk kedatangannya.

Pengiriman barang secara internasional membutuhkan waktu. Misalnya, barang yang dikirim dari Tiongkok, rata-rata, membutuhkan waktu sekitar 14 hari untuk mencapai Pantai Barat Amerika Serikat atau 30 hari untuk mencapai Pantai Timur.

Selama ini, periksa faktur komersial, daftar pengepakan, bill of lading, dan dokumen pengiriman terkait lainnya. Jika muncul masalah yang perlu Anda atasi, Anda harus tahu langkah-langkah yang dilalui barang Anda saat dibersihkan oleh Bea Cukai di negara Anda.

8. Dapatkan kiriman Anda.

Ketika barang tiba, buat pengaturan untuk broker pabean Anda untuk membersihkannya melalui bea cukai (dan karantina jika berlaku). Jika semuanya berjalan dengan baik, itu adalah hak Anda untuk mengambil kiriman Anda.

Jika Anda memilih layanan dari rumah, Anda bisa menunggu kiriman Anda tiba di alamat yang Anda tuju.

Jika Anda mengurus sendiri, keluarkan barang Anda dari kawasan Pabean

MENGELUARKAN BARANG DARI KAWASAN PABEAN

Setelah menyelesaikan semua pengurusan di pabean dan barang Anda telah dapat keluar, sebaiknya barang tersebut  segera diangkut ke alamat Anda.

Ikuti tips ini dan lakukan riset Anda dan Anda bisa mendapat manfaat dari mengimpor dari China.

Semoga Anda sukses besar dalam perdagangan internasional.

Periksa barang dari segala kerusakan atau kemungkinan adanya barang yang hilang

MENERIMA BARANG DAN KLAIM ASURANSI

Ketika barang telah tiba di tempat, Anda harus memeriksa dari segala kerusakan atau kemungkinan adanya barang yang hilang. Setiap kerusakan harus dicatat secara jelas dan disimpan untuk catatan Anda.

Ketika menerima barang,  Anda atau Staf Anda harus memastikan telah menghitung jumlah potongan barang yang Anda terima sudah benar.

Jika barang Anda ada yang rusak atau kekurangan, Anda harus langsung memberitahukan kepada Freight Forwarder dan Perusahaan Asuransi. Freight Forwarder akan mengajukan klaim pada pihak yang tepat serta membantu Anda dalam mendapatkan klaim asuransi.

Dianjurkan untuk mengirim foto dan data pendukung lainnya  tentang kondisi kerusakan. Jangan membuang barang yang rusak atau mengeluarkannya dari kemasan sebelum diperiksa oleh Perusahaan Asuransi atau Freight Forwarder.

Baca juga 👉 Negara NAFTA – Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara – North American Free Trade Agreement

Cara impor barang dari Singapura

https://www.customs.gov.sg/businesses/importing-goods/quick-guide-for-importers


Bacaan Lainnya

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita! Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: More Than Shipping,

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

By | 2020-09-08T15:34:37+07:00 Maret 23rd, 2020|Business Marketing|0 Comments

Leave A Comment