fbpx

Entalpi Termokimia – Pemanasan / Kalor Fisika – Soal dan Jawaban

Penjelasan Entalpi

Entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi dari suatu sistem termodinamika.

Entalpi terdiri dari energi dalam sistem, termasuk satu dari lima potensial termodinamikadan fungsi keadaan, juga volume dan tekanannya (merupakan besaran ekstensif. Satuan SI dari entalpi adalah joule, namun digunakan juga satuan British thermal unit dan kalori.

Total entalpi (H) tidak bisa diukur langsung

Sama seperti pada mekanika klasik, hanya perubahannya yang dapat dinilai. Entalpi merupakan potensial termodinamika, maka untuk mengukur entalpi suatu sistem, kita harus menentukan titik reference terlebih dahulu, baru kita dapat mengukur perubahan entalpi ΔH. . Perubahan ΔH bernilai positif untuk reaksi endoterm dan negatif untuk eksoterm.

Untuk proses dengan tekanan konstan, ΔH sama dengan perubahan energi dalam sistem ditambah kerja yang dilakukan sistem pada lingkungannya.

Maka, perubahan entalpi pada kondisi ini adalah panas yang diserap atau dilepas melalui reaksi kimia atau perpindahan panas eksternal.

Entalpi gas ideal, solid, dan liquid tidak tergantung pada tekanan. Benda nyata pada temperatur dan tekanan ruang biasanya kurang lebih mengikuti sifat ini, sehingga dapat menyederhanakan perhitungan entalpi.

Ilmu tentang perubahan kalor (panas) suatu zat yang melibatkan proses kimia dan fisika, maka disebut dengan termokimia

Dari sini kita membutuhkan persamaan termokimia untuk menginformasikan reaksi tersebut khususnya yang terkait jumlah mol reaktan, produk, serta jumlah energi. Namun, tetap harus memperhatikan penulisan koefisien dan fase zatnya. Kenapa? Sebab akan mempengaruhi perubahan entalpi (⧋H).

Entalpi adalah banyaknya energi yang dimiliki sistem (U) dan kerja (PV) sehingga bisa dituliskan H = U + PV. Sedangkan perubahan entalpi yaitu kalor reaksi dari suatu reaksi pada tekanan tetap.

Agar entalpi dapat dihitung, maka pengukurannya harus dilakukan pada suhu serta tekanan tertentu. Menurut para kimiawan, suhu 25°C dan tekanan 1 atm adalah ukuran yang tepat untuk menilai entalpi.

Satuannya bernama kilo Joule (kJ) dalam Sistem Internasional (SI)

Suatu perubahan entalpi yang diukur dengan ukuran standar akan disebut perubahan entalpi standar. Satuannya bernama kilo Joule (kJ) dalam Sistem Internasional (SI). Penulisan besarnya entalpi reaksi dalam persamaan reaksi dilakukan dengan dengan menuliskan simbol perubahan entalpi (⧋H) dibelakang persamaan reaksi. Misalnya:

A(s) + B(aq) → C(aq)          ⧋H = + kJ
 

Definisi formal entalpi

Entalpi dari suatu sistem homogen didefinisikan sebagai:

di mana:

  • H = entalpi sistem (joule)
  • U = energi dalam (joule)
  • P = tekanan dari sistem (Pa)
  • V = volume sistem ({\displaystyle m^{3}})

Entalpi adalah properti ekstensif yang berarti untuk sistem homogen, besarnya berbanding lurus dengan ukuran sistem. Terkadang digunakan juga entalpi spesifik h =H/m dengan m adalah massa sistem, atau entalpi molar Hm = H/n, dengan n adalah jumlah mol (h dan Hm adalah properti intensif. Untuk sistem tak homogen, entalpi adalah jumlahan entalpi dari beberapa subsistem

dengan k merujuk pada beberapa subsistem. Pada kasus untuk nilai pT, dan komposisi yang berbeda-beda maka jumlah menjadi integral:

dengan ρ adalah densitas.

Entalpi H(S,p) dari suatu sistem homogen dapat diturunkan sebagai fungsi karakteristik S dan tekanan p sebagai berikut: kita mulai dari hukum pertama termodinamika untuk sistem tertutup

Disini, δQ adalah sejumlah kecil panas yang ditambahkan dalam sistem dan δW adalah sejumlah kerja yang dilakukan sistem. Untuk sistem homohen hanya proses reversibel yang dapat berlangsung sehingga hukum kedua termodinamika menyatakan δQ = TdS dengan T adalah temperatur absolut sistem. Jika hanya kerja PV yang ada, δW = pdV. Sehingga

Menambahkan d(pV) di kedua sisi sehingga menjadi

atau

Maka

Untuk menyatakan besarnya perubahan kalor digunakan satuan kalori dan joule

1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori
1 kkal = 1000 kalori
1 kJ = 1000 joule.
1 L = 1000 mL
1 L = 1 dm3
1 dm3 = 1000 cm3
1 mL = 1 cm3
Perubahan entalpi standar penguapan ( ∆Hvo )
 

Pembentukan entalpi air

Pembentukan entalpi air. Sumber foto dan ilustrasi: PinterPandai.com

 


 

Entalpi Neutralisasi

Entalpi neutralisasi (ΔHn) adalah

Perubahan entalpi saat asam dan basa mengalami reaksi netralisasi yang membentuk air dan garam. Entalpi ini didefinisikan sebagai energi yang dikeluarkan selama pembentukan satu mol air.

Saat reaksi dilakukan dalam kondisi standar dengan suhu 298 K (25 derajat Celsius) dan 1 atm tekanan, dan jika selama reaksi itu terbentuk satu mol air, reaksi tersebut dinamakan “entalpi netralisasi standar” (ΔHno).

Panas (Q) yang dikeluarkan selama reaksi ini adalah:

m adalah massa larutan, cp adalah kapasitas kalor dan ∆T adalah perubahan suhu yang diamati selama reaksi. Dari sini perubahan entalpi standar (∆H) dapat diperoleh dari pembagian panas dengan jumlah zat yang terlibat (mol).

Jika asam kuat HA bereaksi dengan basa kuat BOH, reaksinya adalah

{\displaystyle {\ce {{H+}+ OH^- -> H2O}}}” aria-hidden=”true”></span></dd>
</dl>
<p>Asam dan basa sepenuhnya terdisosiasi dan tidak ada kation B<sup>+</sup> maupun anion A<sup>−</sup> yang terlibat dalam reaksi netralisasi. Perubahan entalpi untuk reaksi ini tercatat sebesar -57.62 kJ/mol pada suhu 25C.</p>
<p>Untuk asam atau basa lemah, panas netralisasi bergantung pada kadar pH. Apabila tidak ada asam mineral tambahan, diperlukan panas untuk menyelesaikan proses disosiasi. Jumlah panas yang dihasilkan selama netralisasi menjadi lebih kecil.</p>
<p>Misalnya <span class={\displaystyle {\ce {{HCN}+{NaOH}->{NaCN}+{H2O};\ \Delta H=-12kJ/mol}}}” aria-hidden=”true”></span> pada suhu 25C</p>
<p>Panas reaksi ini sama dengan (–12 + 57.3) = 45.3 kJ/mol pada suhu 25 °C.<br />
 </p>
<hr>
<p> </p>
<h2><strong>Perubahan Entalpi Pembentukan Standar</strong></h2>
<p><b>Perubahan entalpi pembentukan standar</b> atau <b>pembentukan panas standar</b> dari sebuah senyawa adalah besarnya perubahan entalpi dari 1 mol senyawa dari elemen-elemennya dalam keadaan standar. Lambangnya adalah Δ<i>H</i><sub>f</sub><sup>θ</sup> atau Δ<sub>f</sub><i>H</i><sup>θ</sup>. Lambang theta superskrip pada simbol di atas mengindikasikan bahwa proses ini hanya berlaku hanya pada kondisi standar saja. Kondisi yang dimaksud antara lain:</p>
<ol>
<li>Untuk gas: kondisi standar untuk gas adalah tekanan tepat 1 <a title=bar
  • Untuk substansi pada sebuah larutan: konsentrasinya tepat 1 M pada tekanan 1 bar
  • Untuk substansi murni pada kondisi terkondensasi (cairan atau padatan): cairan atau padatan murni pada tekanan 1 bar
  • Untuk elemen kimia: dalam bentuk ketika elemen tersebut paling stabil dengan tekanan 1 bar dan suhu spesifik tertentu. (Biasanya 25 derajat Celsius atau 298.15 K). Satu pengecualian adalah fosforus: paling stabil dengan tekanan 1 bar adalah fosforus hitam, sedangkan fosforus putih dianggap sebagai referensi yang entalpi pembentukan standarnya nol.
  • Contoh perubahan entalpi pembentukan standar dari karbon dioksida

    Sebagai contoh, perubahan entalpi pembentukan standar dari karbon dioksida adalah entalpi dari reaksi berikut ini dengan mengikuti kondisi-kondisi seperti di atas:

    C(s,grafit) + O2(g) → CO2(g)

    Dari keterangan di atas, patut dicatat bahwa semua elemen tertulis dalam keadaan standarnya, dengan 1 mol produk yang terbentuk. Hal ini merupakan standar untuk semua entalpi pembentukan.

    Perubahan entalpi pembentukan standar diukur dalam energi per satuan unit substansi. Satuan yang sering dipakai adalah kilojoule per mol (kJ mol−1), tetapi juga dapat diukur dalam satuan kalori per mol, joule per mol, atau kilokalori per mol.

    Dalam ilmu fisika, energi per partikel sering dituliskan dalam satuan elektronvolt yang sama dengan kira-kira 100 kJ mol−1.

    Semua elemen kimia dalam keadaan standar (gas oksigenkarbon padat dalam bentuk grafit, dll.) mempunyai entalpi pembentukan standar nol, tidak ada perubahan energi pada pembentukannya.

    Konsep kunci dalam menghitung entalpi

    1. Ketika reaksinya dibalik, maka besar ΔH sama, yang berubah adalah tandanya (dari poistif menjadi negatif dan sebaliknya).
    2. Ketika sebuah reaksi yang setara dikalikan dengan bilangan pengali, maka besaran ΔH juga harus dikalikan dengan bilangan pengali yang sama.
    3. Perubahan entalpi reaksi dapat dihitung dari entalpi pembentukan reaktan dan produknya.
    4. Elemen-elemen pada kondisi standar tidak disertakan dalam kalkulasi entalpi karena entalpi elemen tersebut pada kondisi standarnya adalah nol.

     


     

    Entalpi Penguapan

    Entalpi penguapan adalah energi yang di butuhkan untuk mengubah suatu kuantitas zat menjadi gas.

    Panas atau kalor penguapan, atau lengkapnya perubahan entalpi penguapan standarΔvHo, adalah energi yang dibutuhkan untuk mengubah suatu kuantitas zat menjadi gas.

    Energi ini diukur pada titik didih zat dan walaupun nilainya biasanya dikoreksi ke 298 K, koreksi ini kecil dan sering lebih kecil daripada deviasi standar nilai terukur. Nilainya biasanya dinyatakan dalam kJ/mol, walaupun bisa juga dalam kJ/kg, kkal/mol, kal/g dan Btu/lb.

    Panas penguapan dapat dipandang sebagai energi yang dibutuhkan untuk mengatasi interaksi antarmolekul di dalam cairan (atau padatan pada sublimasi). Karenanya, helium memiliki nilai yang sangat rendah, 0,0845 kJ/mol, karena lemahnya gaya van der Waals antar atomnya. Di sisi lain, molekul air cair diikat oleh ikatan hidrogen yang relatif kuat, sehingga panas penguapannya, 40,8 kJ/mol, lebih dari lima kali energi yang dibutuhkan untuk memanaskan air dari 0 °C hingga 100 °C (cp = 75,3 J/K/mol).

    Harus diperhatikan, jika menggunakan panas penguapan untuk mengukur kekuatan gaya antarmolekul, bahwa gaya-gaya tersebut mungkin tetap ada dalam fase gas (seperti pada kasus air), sehingga nilai perhitungan kekuatan ikatan akan menjadi terlalu rendah. Hal ini terutama ditemukan pada logam, yang sering membentuk molekul ikatan kovalen dalam fase gas. Dalam kasus ini, perubahan entalpi standar atomisasi harus digunakan untuk menemukan nilai energi ikatan yang sebenarnya.

    Tabel elemen entalpi penguapan

    1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
    Group →
    ↓ Period
    1 H0.44936 He0.0845
    2 Li145.92 Be292.40 B489.7 C355.8 N2.7928 O3.4099 F3.2698 Ne1.7326
    3 Na96.96 Mg127.4 Al293.4 Si300 P12.129 S1.7175 Cl10.2 Ar6.447
    4 K79.87 Ca153.6 Sc314.2 Ti421 V452 Cr344.3 Mn226 Fe349.6 Co376.5 Ni370.4 Cu300.3 Zn115.3 Ga258.7 Ge330.9 As34.76 Se26.3 Br15.438 Kr9.029
    5 Rb72.216 Sr144 Y363 Zr581.6 Nb696.6 Mo598 Tc660 Ru595 Rh493 Pd357 Ag250.58 Cd100 In231.5 Sn295.8 Sb77.14 Te52.55 I20.752 Xe12.636
    6 Cs67.74 Ba142 La414 1 asterisk Hf575 Ta743 W824 Re715 Os627.6 Ir604 Pt510 Au334.4 Hg59.229 Tl164.1 Pb177.7 Bi104.8 Po60.1 At27.2 Rn16.4
    7 Frn/a Ra37 Acn/a 1 asterisk Rfn/a Dbn/a Sgn/a Bhn/a Hsn/a Mtn/a Dsn/a Rgn/a Cnn/a Nhn/a Fln/a Mcn/a Lvn/a Tsn/a Ogn/a
    1 asterisk Ce414 Prn/a Ndn/a Pmn/a Smn/a Eun/a Gdn/a Tbn/a Dyn/a Hon/a Ern/a Tmn/a Ybn/a Lun/a
    1 asterisk Th514.4 Pan/a Un/a Npn/a Pun/a Amn/a Cmn/a Bkn/a Cfn/a Esn/a Fmn/a Mdn/a Non/a Lrn/a
    Enthalpy in kJ/mol, measured at their respective normal boiling points
    0–10 kJ/mol 10–100 kJ/mol 100–300 kJ/mol >300 kJ/mol

    Penguapan logam adalah langkah kunci dalam sintesis uap logam, yang mengeksploitasi peningkatan reaktivitas atom logam atau partikel kecil relatif terhadap elemen curah.
     


     

    Entalpi Fusi

    Entalpi fusi suatu zat, juga dikenal sebagai panas laten, adalah perubahan entalpi yang dihasilkan dari penyediaan energi, biasanya panas, ke jumlah tertentu zat untuk mengubah kondisinya dari padatan menjadi cairan, pada tekanan konstan. Misalnya, ketika mencairkan 1 kg es (pada 0 ° C di bawah berbagai tekanan), energi 333,55 kJ diserap tanpa perubahan suhu. Panas pemadatan (ketika suatu zat berubah dari cair menjadi padat) adalah sama dan berlawanan.

    Energi ini mencakup kontribusi yang diperlukan untuk memberikan ruang bagi setiap perubahan terkait volume dengan memindahkan lingkungannya terhadap tekanan sekitar. Suhu di mana transisi fase terjadi adalah titik leleh atau titik beku, sesuai dengan konteksnya. Dengan konvensi, tekanan diasumsikan 1 atm (101,325 kPa) kecuali ditentukan lain.

    Contoh soal entalpi fusi

    A) Untuk memanaskan 1 kg (1,00 liter) air dari 283,15 K menjadi 303,15 K (10 ° C hingga 30 ° C) membutuhkan 83,6 kJ. Namun, untuk mencairkan es juga membutuhkan energi. Kita dapat memperlakukan kedua proses ini secara independen; dengan demikian, untuk memanaskan 1 kg es dari 273,15 K ke air pada suhu 293,15 K (0 ° C hingga 20 ° C) membutuhkan:

    (1) 333,55 J / g (panas fusi es) = 333,55 kJ / kg = 333,55 kJ untuk 1 kg es mencair
    PLUS
    (2) 4,18 J / (g · K) × 20K = 4,18 kJ / (kg · K) × 20K = 83,6 kJ untuk 1 kg air untuk meningkatkan suhu sebesar 20 K
    = 417,15 kJ
    Dari angka-angka ini dapat dilihat bahwa satu bagian es pada 0 ° C akan mendinginkan hampir 4 bagian air dari 20 ° C hingga 0 ° C.

    B) Silikon memiliki panas fusi 50,21 kJ / mol. Daya 50 kW dapat memasok energi yang diperlukan untuk melelehkan sekitar 100 kg silikon dalam satu jam, setelah dibawa ke suhu titik leleh:

    50 kW = 50kJ / s = 180000kJ / jam

    180000kJ / h * (1 mol Si) /50.21kJ * 28gSi / (mol Si) * 1kgSi / 1000gSi = 100.4kg / h
     


     

    Entalpi Reaksi

    Setiap materi yang terdapat di alam kita ini masing-masing memiliki dan menyimpan sebuah energi yang jumlahnya tidak dapat kita ukur secara kuantitatif. Energi-Energi yang disimpan oleh materi tersebut bisa berupa energi kinetik dan bisa juga berupa energi potensial. Energi kinetik merupakan energi yang berhubungan dengan gerak,sedangkan energi potensial merupakan energi yang tidak berhubungan dengan gerak.

    Zat cair dan gas seperti air dan oksigen memiliki sebuah energi berupa energi kinetik. energi kinetik yang dimiliki oleh kedua materi tersebut berasal dari pergerakan atom-atom dan molekul-molekul yang dimiliki oleh kedua materi tersebut .Jadi yang perlu adik-adik ingat adalah bahwa semua benda/materi yang terdapat di alam kita ini masing-masing memiliki energi yang jumlahnya tidak dapat kita ukur secara kuantitatif.

    Entalpi merupakan energi yang dimiliki oleh suatu materi yang jumlahnya tidak dapat di ukur secara kuantitatif. sedangkan yang dimaksud dengan Entalpi Reaksi ( △H )  adalah jumlah energi ( Kalor ) yang dilepas atau diserap oleh suatu reaksi kimia. Entalpi reaksi yang dimiliki oleh suatu reaksi kimia bisa bertanda positif dan bisa juga bertanda negatif. jika reaksi kimia tersebut menyerap atau memerlukan energi maka entalpi reaksinya bertanda positif ( + ), dan jika reaksi kimia tersebut melepaskan energi, maka entalpi reaksinya bertanda negatif (- ).

    Menerima Energi ( Reaksi Endoterm )     △H = +

    Melepaskan Energi ( Reaksi Eksoterm )  △H =  –

    Berikut ini contoh-contoh dari entalpi reaksi yang dimiliki oleh suatu reaksi kimia :

    1. Entalpi Reaksi Pembentukan Standar  ( △Hf )

    Entalpi reaksi pembentukan standar merupakan jumlah kalor yang dilepaskan oleh suatu reaksi kimia untuk membentuk beberapa unsur menjadi suatu senyawa kimia. reaksi pembentukan standar terjadi pada suhu 25 C dan tekanan 1 atm. karena pada reaksi pembentukan standar terjadi pelepasan kalor maka entalpi reaksi yang dihasilkan akan bertanda negatif. Berikut ini entalpi reaksi pembentukan standar dari beberapa zat :

    Jadi itulah contoh entalpi reaksi pembentukan standar dari beberapa zat, jumlah kalor yang dihasilkan tergantung dari banyaknya jumlah mol zat yang akan dibentuk, semakin banyak jumlah mol zatnya tentu jumlah kalor yang dilepaskan juga semakin banyak, begitu juga sebaliknya semakin sedikit jumlah mol zatnya maka jumlah kalor yang dilepaskan juga semakin sedikit.

    2. Entalpi Reaksi Penguraian Standar ( ⧊Hd )

    Entalpi reaksi penguraian standar merupakan jumlah kalor yang butuhkan oleh suatu reaksi kimia untuk menguraiakan senyawa kimia menjadi beberapa unsur pembentuknya ( kebalikan dari reaksi pembentukan ).

    Reaksi penguraian standar juga terjadi pada suhu 25 C dan tekanan 1 atm. karena pada reaksi penguraian standar terjadi penyerapan kalor maka entalpi reaksi yang dihasilkan akan bertanda positif. Berikut ini entalpi reaksi penguraian dari beberapa zat :

    – H2O ➞ H2 + 1/2 O2   ⧍Hd = +285,85 Kj/mol

    – NaCl ➞ Na + Cl  ⧍Hd = +411,2 Kj/mol

    – CaCO3 ➞ Ca + C + 3/2O2  ⧍Hd = +1207,6 Kj/mol

    -dll

    Jadi itulah contoh entalpi reaksi penguraian standar dari beberapa zat, jumlah kalor yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya jumlah mol dari zat yang akan diuraiakan , semakin banyak jumlah mol zatnya tentu jumlah kalor yang dibutuhkan juga semakin banyak, begitu juga sebaliknya semakin sedikit jumlah mol zatnya maka jumlah kalor yang dibutuhkan juga semakin sedikit.

    3. Entalpi Reaksi Pembakaran Standar ( ⧍Hc )

    Entalpi reaksi pembakaran standar merupakan jumlah kalor yang dilepaskan oleh suatu reaksi kimia untuk bereaksi dengan oksigen dan membentuk suatu produk. Entalpi reaksi pembakaran standar terjadi pada suhu 25 C dan tekanan 1 atm. karena pada reaksi pembakaran standar terjadi pelepasan kalor, maka entalpi reaksi yang dihasilkan akan bertanda negatif. Berikut ini reaksi pembakaran standar dari beberapa zat :

    1. CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O  ⧍Hc = -802 Kj/mol

    2. C2H2 + 5/2O2 → 2CO2 + H2O  ⧍Hc = -1256 Kj/mol

    3. CH3OH + 3/2O2 ⟶ CO2 + 2H2O  ⧍Hc = -638 Kj/mol

    Jadi, itulah contoh dari entalpi reaksi pembakaran standar dari beberapa zat. Jumlah kalor yang dihasilkan tergantung dari banyaknya jumlah mol zat yang dibakar,semakin banyak jumlah mol zatnya tentu jumlah kalor yang dihasilkan juga semakin banyak,begitu juga sebaliknya semakin sedikit jumlah mol zatnya maka jumlah kalor yang dilepaskan juga semakin sedikit.

     


     

    Jenis-Jenis Perubahan Entalpi

    Ada beberapa jenis perubahan entalpi standar, yaitu:

    1. Perubahan Entalpi Pembentukan Standar (ΔH°f)

    Perubahan entalpi pembentukan standar (ΔH°f) yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada suhu dan keadaan standar. Jika tidak diukur pada keadaan standar, perubahan entalpi pembentukan dinotasikan ΔH°f. Perubahan entalpi pembentukan disebut juga kalor pembentukan.

    Contoh:
    Entalpi pembentukan standar natrium klorida membebaskan kalor sebesar 401,9 kJ/mol.

    Persamaan termokimianya sebagai berikut.

    Na(s) + ½ (g) → NaCI(s)                   ΔH = -401,9 kJ/mol

    2. Perubahan Entalpi Penguraian Standar (ΔH°d)

    Perubahan entalpi penguraian standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya pada keadaan standar.

    Hukum Laplace menyatakan bahwa jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya sama dengan jumlah kalor yang diperlukan pada penguraian senyawa tersebut menjadi unsur-unsurnya. Contoh:
    Jika ΔH°f  H2O(g) = -285,85 kJ/mol maka ΔH°H2O (g) = +285,85 kJ/mol.

    3. Perubahan Entalpi Pembakaran Standar (ΔH°C)

    Perubahan entalpi pembakaran standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan dan dilepaskan pada pembakaran sempurna 1 mol zat pada keadaan standar.
    Contoh:
    Pembakaran 1 mol etanoi, membebaskan kalor 1.350 kJ/mol
    C2H5OH(ℓ) + 302(g) -> 2CO2(g) + 3H20(g)            ΔH = -1.350 kJ/mol

    4. Perubahan Entalpi Netralisasi Standar  (ΔH°n)

    Perubahan entalpi netralisasi standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan untuk menetralkan 1 mol asam oleh basa atau 1 mol basa oleh asam yang diukur pada keadaan standar.
    Contoh:
    2NaOH(aq) + H2S04(aq)  ->  Na2S04(aq)+ 2H20(ℓ)
    ΔH reaksi = -200 kJ _kj
    ΔH°n NaOH = -200/2mol kJ/mol
    n H2S0= -200 kJ

    5. Perubahan Entalpi Penguapan Standar (ΔH°vap)

    Perubahan entalpi penguapan standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada saat 1 mol zat dalam fase cair berubah menjadi fase gas pada keadaan standar.
    Contoh:
    H2O(t) -> H2O(g)                               ΔH°vap = + 44 kJ

    6. Perubahan Entalpi Peleburan Standar (ΔH°fus)

    Perubahan entalpi peleburan standart yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada saat 1 mol zat fase padat berubah menjadi fase cair pada keadaan standart.
    Contoh:  H2O(s) -> H2O(ℓ)       ΔH°fus =+6,01 kj

    7. Perubahan Entalpi Sublimasi Standar (AH°sub)

    Perubahan entalpi sublimasi standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada saat 1 mol zat fase padat berubah menjadi fase gas pada keadaan standar.
    Contoh:
    H2O(S) ->  H2O(g)    ΔH°sub = +50,01 kJ
    AH°sub = ΔH°fus + ΔH°vap

    8. Perubahan Entalpi Pelarutan Standar  (ΔH°sol)

    Perubahan entalpi pelarutan standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan ketika 1 mol zat melarut dalam suatu pelarut pada keadaan standar.
    Contoh:
    HCI(g) -> HC(aq)     ΔH°s0l = -75,14kJ
     


     

    Contoh Soal Entalpi dan Jawaban

    1. Pada pemanasan 400 g air bersuhu 25oC diperlukan kalor 84 kJ. Jika diketahui kalor jenis air = 4,2 J g-1oC-1, tentukan suhu air setelah pemanasan.

    Jawab : q = 84 kJ
    = 84.000 J
    q = m c T
    84.000 J = 400 g 4,2 J g-1 oC-1 T
    T =
    = 50oC
    T = T2 – T1
    50oC = T2 – 25oC
    T2 = 50oC + 25oC
    = 75oC
    Jadi suhu setelah pemanasan 75oC

     

    2. Bila diketahui H pembentukan NH3 = -46 kJ/mol, maka tentukanlah entalpi reaksi 2NH3(g) → N2(g) + 3H2(g).

    Pembahasan :
    Untuk melihat hubungan kedua reaksi pada soal, sebaiknya tuliskan terlebih dahulu persamaan reaksi pembentukan NH3 sebagai berikut :

    ½N2(g) + 3/2 H2(g)  → NH3(g) ; H = -46 kJ

    Reaksi penguraian NH3 merupakan kebalikan dari reaksi pembentukan :
    NH3(g) → ½N2(g) + 3/2 H2(g) ; H = +46 kJ —> berubah tanda jadi + karena dibalik.

    Reaksi di atas merupakan reaksi untuk menguraikan 1 mol NH3. Pada soal ditanya entalpi reaksi untuk menguraikan 2 mol NH3, maka reaksi di atas dikali 2 begitupula harga H-nya.
    2NH3(g) → N2(g) + 3H2(g) ;  H = 2 (+46) = +92 kJ.
     

    3. Reaksi pembentukan H2O(l) memiliki entalpi -285 kJ/mol, reaksi pembentukan CO2 -393 kJ/mol, dan reaksi pembentukan C2H2(g) memiliki entalpi +227 kJ/mol. Tentukanlah jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 0,52 gram gas C2H2 (Mr = 26).

    Pembahasan :
    Ingat bahwa reaksi pembakaran artinya suatu senyawa direaksikan dengan oksigen. Setiap hidrokarbon dibakar akan menghasilkan karbondioksida dan uap air. Persamaan reaksi pembakaran C2H2 adalah sebagai berikut :C2H2 + O2 → CO2 + H2O —> setarakan menjadi :
    C2H2 + 5/2O2 → 2CO2 + H2O

    Untuk pembakaran 1 mol C2H2 dilepaskan kalor sebesar :
    H = H hasil – H pereaksi
    H = (2 Hf CO2 + H H2O) – (H C2H2)  —> H unsur = 0, maka H O2 = 0
    H = {2 (-393) + (-285)} – (+227)
    H = (-786 – 285) – 227
    H = – 1298 kJ/mol

    Untuk pembakaran 0,52 gram gas C2H2, maka tentukan dulu mol nya.
    mol C2H2 = gram/mr = 0,52/26 =  0,02 mol.

    H untuk 0,02 mol  C2H2 = 0,02 (-1298) = -25,96 kJ
    Jadi kalor yang dilepaskan saat pembakaran 0,52 gram C2Hadalah 25,96 kJ.
     

    4. Diketahui perubahan entalpi untuk reaksi pembentukan CH4, CO2, dan H2O adalah sebagai berikut :

    C(s) + 2H2(g) → CH4(g); H = -75 kJC(s) + O2(g) → CO2(g); H = -394 kJH2(g) + ½O2(g) → H2O(g); H = -286 kJTentukan perubahan entalpi reaksi CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g).  

    Pembahasan :Reaksi yang ditanya memiliki peraksi CH4(g) + 2O2(g) dan hasil CO2(g) + 2H2O(g) . Susun sedemikian rupa tiga persamaan yang lain agar dihasilkan persamaan reaksi yang ditanya. berikut tahapannya :

    Persamaan 1 dibalik karena kita menginginkan CH4 di sebelah kiri.

    • CH4(g) → C(s) + 2H2(g) ;  H = +75 kJ —> berubah jadi +

    • Persamaan 2 tetap karena kita menginginkan CO2 di kanan.
    • Persamaan dikali 2 agar dihasilkan 2H2O.

      2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g); H = 2(-286) = -572 kJ

    Selanjutnya susun dan jumlahkan reaksi seperti berikut :
    CH4(g) → C(s) + 2H2(g) ;   H = +75 kJ
    C(s) + O2(g) → CO2(g);      H = -394 kJ
    2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g); H = -572 kJ
    —————————————————— +
    CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)  H = 75 – 394 – 572 = -891 kJ

     

    5. 10 g NaOH dimasukkan ke dalam kalorimeter yang berisi 150 g air. Jika kalor jenis air = 4,2 J/g oC dan selisih suhu sebelum dan sesudah reaksi 5 oC , maka hitunglah:

    a. Kalor pelarutan NaOH, bila jumlah kalor dari kalorimeter diabaikan.

    b. Kalor pelarutan NaOH, bila menggunakan bejana aluminium dan tanpa mengabaikan banyaknya kalor dari kalorimeter (kapasitas kalor dari kalorimeter = 9,1 kJ/ oC)

    Penyelesaian :
    Diketahui : Massa NaOH = 10 g
    Massa H2O = 150 g
    Massa larutan = 160 g
    c = 4,2 J/g oC
    C = 9,1 kJ/ oC
    T = 5 C
    Ditanyakan : q.
    Jawaban :
    a. Bila kalor dari kalorimeter diabaikan, maka :
    q = m x c x ΔT = 160 g x 4,2 J/g oC x 5 oC = 3360 J
    Jadi, kalor pelarutan NaOH adalah 3360 J.
    b. q = q larutan NaOH – q kalorimeter.
    Karena dalam pelarutan NaOH terjadi kenaikan suhu, maka sistem melepaskan kalor. Oleh karena itu, tanda untuk larutan NaOH negatif, sehingga:
    q = – (q larutan + q kalorimeter)
    q = – (m x c x Δt larutan + C x ΔT kalorimeter)
    q = -((160 g 4,2 J/g oC x 5 oC) + (9,1 kJ/ oC x 5 oC))
    = 3360 J+ 45500 J
    = 48860 J
    Jadi, kalor pelartuan NaOH adalah 48860 J.

     

    6. Berapakah jumlah kalor yang diterima 1 kg air bila dipanaskan dari suhu 20 C menajadi 30 oC? (diketahui kalor jenis air = 4,2 J /g oC)

    Pembahasan :
    Diketahui :
    m = 1 kg = 1000 g
    T= (30-20) oC = 10 oC
    c = 4,2 J/g oC
    Ditanyakan : q.
    Jawaban : q = m x c x ΔT = 1000g x 4,2 J/g C x 10 oC = 42 kJ
    Jadi, kalor yang diterima 1 kg air sebesar 42 kJ.

     

    7. 50 mL NaOH 0,1 M direaksikan dengan 50 mL CH3COOH 0,1 M dalam kalorimeter yang terbuat dari aluminium (dengan kalor jenis aluminium = 9,0 kJ/ oC) Reaksi ini mengalami kenaikan suhu 4 oC . Bila kalor yang diserap aluminium diabaikan, hitunglah kalor reaksinya (Berat jenis larutan dianggap 1 g/mL, c = 4,18 J/g oC)

    Penyelesaian :
    Diketahui :
    V NaOH = 50 mL
    [NaOH] = 0,1 M
    V CH3COOH = 50 mL
    [CH3COOH] = 0,1 M
    C kalorimeter = 9,0 kJ/ oC
    ΔT = 4 oC
    ρ larutan = 1 g/mL
    kalor yang diserap aluminium diabaikan.
    Ditanyakan : q.
    Jawab :
    Vtotal = 50 ml + 50 ml = 100 ml
    m = Vtotal = 1 g/mL x 100 mL = 100 g
    q = m x c x ΔT
    = 100 g x 4,18 J/g oC x 4 oC
    = 1672 J
    Jadi, kalor reaksinya sebesar 1672 J.

     

    8. Tentukan harga entalpi dari reaksi:

    C(s) + 2H2(g) + ½ O2(g) → CH3OH(g) 

    Bila diketahui :
    I. CH3OH(g) + 2 O2(g) → CO3(g) + 2H2O(g)      ΔH = – 764 kJ
    II. C(s) + O2(g) → CO2(g)                                   ΔH = – 393,5 kJ
    III. H2(g) + ½ O2(g) → H2O(g)                            ΔH = – 241,8 kJ

    Cara menghitung entalpi berdasarkan Hukum Hess dapat diperhatikan lagi.
    Agar kalian dapat menjawab dengan mudah, cermati dan ikuti langkah- langkah berikut.
    1. Sesuaikan reaksi yang diketahui dengan reaksi yang ditanyakan, baik letak senyawa, jumlah mol, maupun besarnya entalpi.
    2. Apakah letak senyawa atau unsur yang ditanyakan berlawanan arah dengan reaksi yang ditanyakan? Jika iya, maka reaksi dibalik, termasuk harga entalpinya.
    3. Apakah jumlah mol belum sama? Jika belum sama, samakan dengan mengalikan atau membaginya dengan bilangan tertentu.
    4. Bagaimana akhirnya? Reaksi dijumlahkan, tapi ingat, unsur yang sama di ruas yang sama dijumlahkan, tapi bila ruasnya berbeda dikurangkan. Anggap saja pereaksi sebagai harta benda kita, hasil reaksi sebagai utang kita.
    5. Susun seperti contoh, angka Romawi menunjukkan asal reaksi.
    6. Selanjutnya cermati keterangan di belakang reaksi.
    Pembahasan :
    II. C(s) + O2(g) → CO2(g)                       ΔH = – 393,5 kJ.
    III. 2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(g)              ΔH = – 483,6 kJ
    I. CO2(g) + 2H2O(g) → CH3OH(g)         ΔH = + 764 kJ
    C(s) + 2 H2(g) + 2O2(g) → CH3OH(g)    ΔH = + 113,1 kJ
    Penjelasan:
    II. Reaksi tetap, karena letak atom C(s) yang diketahui (pereaksi) sama dengan letak atom C (s) reaksi yang ditanyakan (sama-sama ruas kiri).
    III. Jumlah mol dan harga entalpi dikali dua karena H2 (g) yang diminta 2 mol, scdangkan yang diketahui dalam soal 1 mol. Reaksi tidak dibalik karena letak H2 sama-sama di ruas kiri.
    I. Reaksi dibalik, sehingga AH juga harus dibalik, karena CH3OH(g) yang ditanyakan tcrletak di ruas kanan, sedangkan pada reaksi yang diketahui di ruas kiri.

     

    9. Diketahui entalpi pembentukan NH4NO3(g), N2O(g) dan H2O(g) berturut-turut = – 365,6 kJ; + 81,6 kJ; dan – 241,8 kJ. Hitunglah entalpi rcaksi dari: 

    NH4NO3(g) → N2O (g) + 2H2O(g)

    Petunjuk :
    Ubahlah pernyataan dalam kalimat di atas menjadi persamaan termokimia, kemudian kerjakan seperti contoh 4. Zat yang dibentuk 1 mol ditulis di ruas kanan, dibcntuk dari unsur-unsurnya.
    Penyelesaian :
    Diketahui :
    • Pembentukan NH4NO3(g)
    Reaksi : N2(g) + 2H2(g) + 3/2 O2(g) → NH4NO3(g) AH= – 365,6 kJ (I)
    • Pembentukan N2O(g)
    Reaksi : N2(g) + 1/2 O2(g) → N2O(g) AH= +81,6 kJ (II)
    • Pembentukan H2O(g)
    Reaksi : H2(g) + 1/2 O2(g) → H2O(g) AH =-241,8 kJ (III)
    Ditanyakan :
    ΔH dari NH4NO3(g) →N2O(g) + H2O(g)
    Jawaban :
    I. NH4NO3(g) → N2(g) + 2H2(g) + 3/2 O2(g) ΔH =- 365,6 kJ
    (reaksi dibalik)
    II. N2(g) +½ O2(g)→N2O(g) ΔH = + 81,6 kJ
    (reaksi tetap).
    III. 2H2(g) +O2(g)→2H2O (g) ΔH = – 483,6 kJ
    (reaksi dikalikan 2)
    NH4NO3(g→N2O(g) + 2H2O(g) ΔH= – 767,6 kJ.

     

    10. Soal: CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2 H2O(l) ΔH = – 802 kJ.
    Berdasarkan entalpi pembentukan standar, hitunglah ΔHf CH4(g).

    Jawaban :

    ΔHR = [1 ΔHf CO2 + 2 ΔHf H2O] – [ ΔHf CH4 + 3 ΔHf O2)

    – 802 kJ = [1(- 393,51) + 2 (-285,83)] – [ ΔHf CH4 + 3 . 0] kJ

    – 802 kJ = [- 393,51 + (-571,66)] kJ – [ ΔHf CH4] kJ

    ΔHf CH4 = – 163,17 kJ

    Jadi, entalpi pembentukannya adalah – 163,17 kJ.

     

    11. Tentukan entalpi pembakaran dari H2S(g), bila entalpi pembentukan H2S, H2O, dan SO2, berturut-turut = 20,6 kJ/mol; – 241,81 kJ/mol; dan – 296,81 kJ/mol.

    Pembahasan :

    Reaksi pembakaran H2S adalah :

    H2S(g) + ½ O2(g) → H2O(g) + SO2(g)

    ΔHR = [ΔHf H2O(g) + ΔHf SO2(g)] – [ΔHf H2S + ΔHf O2]

    = [- 241,81 + (- 296,81)] kJ – [(-20,6) + 0] kJ

    = 518,02 kJ

    Jadi, entalpi pembakarannya adalah 518,02 kJ

     

    12. Hitunglah entalpi pembakaran metanol menjadi formaldehid dengan reaksi berikut.

    CH3OH(g) + ½ O2(g) → HCHO(g) + H2O(g)

    Diketahui energi ikatan rata-rata dari C–H = 415 kJ; C–O = 356 kJ; O–H = 463 kJ; O=O = 498, 3 kJ; dan C=O = 724 kJ.

    Pembahasan :

    Untuk mempermudah menghitungnya, tuliskan dulu rumus strukturnya, menjadi:

    ΔH reaksi = E energi yang diputuskan – E energi ikat yang dibentuk.

    Energi ikatan yang diputuskan (kJ) Energi ikatan yang dibentuk (kJ)
    3 C-H = 3 x 415 =1.245 2 C-H = 2 x 415 = 830
    1 C-O = 1 x 356 = 356 1 C=O = 1 x 724 = 724
    1 O- H= 1 x 463 = 463 2 O-H = 2 x 463 = 926
    ½ O-O = ½ x 498 = 249
    Jumlah = 2.313 Jumlah = 2.480

    ΔH = 2313 – 2480 kJ = – 167 kJ

    Jadi entalpi pembakaran metanol adalah – 167 kJ.

     

    13. Hitunglah besamya energi ikatan rata-rata (energi disosiasi) dari N-H dalam molekul NH3 bila ΔHd = 46,11 kJ; lkatan energi H-H = 436 kJ; dan NºN = 945,9 kJ.

    Jawaban :

    ΔHd NH3 = 46,11 kJ

    Reaksi desosiasi NH3 adalah:

    NH3(g) → ½ N2(g) + 3/2 H2(g)    ΔHd = 46,11 kJ

    NH3(g) → ½ N2(g) + 3/2 H2(g)    ΔHd = 46,11 kJ

    ΔHd NH3 = Energi ikatan yang putus dari NH3 – Energi yang terbentuk dari ½ NºN + 3/2 H-H

    46,11 kJ = DNH3 – ( ½ x 945,3 + 3/2 (436) kJ

    46,11 kJ = (DNH– 1126,6) kJ

    DNH3 = (1116,6 + 46,11) kJ = 1172,71 kJ

    Energi ikat rata-rata N-H = 1/3 x 1172,71 kJ = 390,9 kJ

    Jadi, energi ikatan rata-rata dari N-H adalah 390,9 kJ.

     

    14. Diketahui entalpi pembentukan H2O(l) = -285 kJ/mol, CO2(g) = -393 kJ/mol, dan C2H2(g) = +227 kJ/mol. Jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 0,52 gram gas C2H2 (Mr = 26) adalah…

    A. 25,96 kJ
    B. 47,06 kJ
    C. 67,49 kJ
    D. 90,50 kJ
    E. 129,80 kJ

    Pembahasan :
    Reaksi pembakaran 1 mol C2H2
    C2H2 + 5/2O2(g) → 2CO2 + H2O

    Kalor pembakaran 1 mol C2H2
    ⇒ ΔHf = ΔH hasil – ΔH pereaksi
    ⇒ ΔHf = {2(-393) + 285)} – (227 + 0)
    ⇒ ΔHf = -1071 – 227
    ⇒ ΔHf = -1298 kJ/mol

    Kalor pembakaran 0,52 gram C2H2
    ⇒ ΔHf = 0,52/26 (-1298)
    ⇒ ΔHf = -25,96 kJ

    Jadi, jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 0,52 gram gas C2H2 (Mr = 26) adalah 25,96 kJ.

    Jawaban : A

     

    15. Diantara persamaan termokimia di bawah ini yang merupakan perubahan entalpi penguraian adalah…

    A. Mg (OH)2 (s) à Mg (s) + O(g) + H(g) ΔHo  = +925 kJ
    B. C6H12O6 (s) + 6O2 (g) à 6CO(g) + 6H2O (l) ΔH = -2.820 kJ
    C. CaO (s) + CO(g) à CaCO3 (s) ΔHo  = +1.207 kJ
    D. Ca (s) + C (s) + O2 (g) à CaCO3 (s) ΔHo   = -1.207 kJ
    E. 2 CO(g) + 3H2O (l) à C2H5O H (l) + 3OΔHo   = +1.380 kJ

    Pembahasan:

    Perubahan entalpi penguraian standar adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penguraian 1 mol suatu senyawa menjadi unsur-unsurnya yang paling stabil pada keadaan standar.

    Pada dasarnya, perubahan entalpi penguraian standar merupakan kebalikan dari perubahan entalpi pembentukan standar, maka nilainya pun akan berlawanan tandanya.

    Jadi dari pilihan yang di atas, jawaban yang tepat adalah A karena reaktannya berupa satu mol menjadi unsur-unsurnya.

    (Jawaban: A)

     

    16. Entalpi pembakaran asetilena adalah -1300 kJ, entalpi pembentukan asetilena, C2H2 adalah…

    (ΔHCO2 = -395 ; ΔHH2O = -285 )

    A. -225 kJ +450 kJ
    B. 350 kJ
    C. +225 kJ -620 kJ
    C. -450 kJ
    D. 450 kJ
    E. +225 kJ -450 kJ

    (Jawaban: C)

    Pembahasan :

    Reaksi pembakaran : C2H+ 5/2 Oà 2 CO2 + H2O                ΔH= -1.300 kJ

    (ΔHf unsur = 0)

    ΔH reaksi  = ∑ ΔHfo hasil – ∑ΔHfpereaksi

    -1.300        = (2. ΔHfo CO2 + ΔHfH2O) – (ΔHfC2H+ 0)

    -1.300        = (2(-395) + -285) – (ΔHfC2H+ 0)

    ΔHfC2H2  = -790 – 285 + 1.300 = + 225 kJ

     

    17. Apabila 100 mL larutan NaOH 1 M direaksikan dengan 100 mL larutan HCl 1 M dalam sebuah bejana, suhu larutan naik dari 29°C menjadi 37,5°C. Jika kalor jenis air = 4,2 J/°C, maka perubahan entalpi reaksi adalah…

    A. 3,14 kJ
    B. 3,44 kJ
    C. 12,4 kJ
    D. 8,23 kJ
    E. 7,14 kJ

    Pembahasan:

    NaOH(aq) + HCl(aq) → H2O(l) + NaCl(aq)
    q = m.c.ΔT = 200 x 4,2 x 8,5 J = 7,14 kJ.

    Jawaban: E

     

    18. Diketahui entalpi pembentukan H2O(g) = -242 kJ/mol, energi ikatan H –H = 436 kJ/mol dan energi ikatan dalam molekul oksigen adalah 495 kJ/mol. Energi ikatan O – H dalam air adalah…

    A. 402,25 kJ/mol
    B. 1173 kJ/mol
    C. 925,5 kJ/mol
    D. 804,5 kJ/mol
    E. 586,5 kJ/mol

    Pembahasan :

    2H2 + O2 → 2H2O

    2 (H – H) + O = O → 2 (H – O – H)

    (Jawaban : A)

    Reaktan:

    2 (H – H)  = 2 x 436 = 872
    O = O = 495

    +

    Total =             1.367

    Produk :
    4 x O – H

    ΔH  = Reaktan – Produk

    -242 = 1.367 – 4 (O – H)
    4 (O – H) = 1.367 + 242
    4 (O – H) = 1.609
    O – H = 1.609/4
    O – H = 402,25 kJ/mol

     

    19. Jika energi ikatan rata-rata dari :

    C = C = 146 kkal/mol
    C – C = 83 kkal/mol
    C – H = 99 kkal/mol
    C – Cl = 79 kkal/mol
    H – Cl = 103 kkal/mol

    Maka perubahan entalpi pada adisi etena dengan asam klorida menurut persamaan H2C=CH+ HCl → CH3 – CH– Cl adalah sebesar…

    A. 510 kkal 12 kkal
    B. -72,8 kkal 510 kkal
    C. -12 kkal
    D. +12 kkal
    E. -13 kkal

    Pembahasan :

    Energi total pemutusan ikatan (pereaksi):

    4 x EC-H = 4 x 99 kkal/mol = 396 kkal/mol
    1 x EC=C = 1 x 146 kkal/mol = 146 kkal/mol
    1 x EH-Cl = 1 x 103 kkal/mol =  103 kkal/mol

    +

    E.total =                                  645 kkal/mol

    Energi total pembentukan ikatan :

    5 x EC-H = 5 x 99 kkal/mol = 495 kkal/mol
    1 x EC-C = 1 x 79 kkal/mol =  79 kkal/mol
    1 x EC-Cl = 1 x 83 kkal/mol =  83 kkal/mol

    +

    E.total =                                  657 kkal/mol

    ΔH reaksi = energi pemutusan ikatan – energi pembentukan ikatan

    = ( 645 – 657)

    = -12 kkal

    (Jawaban : C)

     

    20. Entalpi pembentukan NO = +90 kJ/mol. Jika energi ikatan N ≡ N = 418 kJ/mol dan O = O = 498 kJ/mol, maka energi yang dibutuhkan untuk memutuskan 2 mol ikatan NO adalah… kJ/mol

    A. 826
    B. 765
    C. 720
    D. 900
    E. 911

    Pembahasan :

    2NO → N2 + O2
    ΔH = N ≡ N + O = O
    90 = 418 + 498
    90 = 916
    = 916 – 90
    = 826 kJ/mol untuk 2 mol NO

    (Jawaban : A)

     

    21. Data energi ikatan:

    C = C = 611 kJ/mol
    C – H = 414 kJ/mol
    H – Cl = 431 kJ/mol
    C – Cl = 339 kJ/mol
    C – C = 347 kJ/mol

    Berdasarkan data energi ikatan, maka perubahan entalpi pada reaksi C2H4 + HCl → C2H5Cl adalah … kJ.

    A. +46
    B. -46
    C. -58
    D. +58
    E. -148

    Pembahasan :

    Struktur ikatan :

    Energi total pemutusan ikatan (pereaksi) :

    4 x EC-H = 4 x 414 kJ/mol = 1.656 kJ/mol
    1 x EC=C = 1 x 611 kJ/mol =   611 kJ/mol
    1 x EH-Cl = 1 x 431 kJ/mol =   431 kJ/mol

    +

    E.total =                                  2.698 kJ/mol

    Energi total pembentukan ikatan :

    5 x EC-H = 5 x 414 kJ/mol = 2.070 kJ/mol
    1 x EC-C = 1 x 347 kJ/mol =    347 kJ/mol
    1 x EC-Cl = 1 x 339 kJ/mol =   339 kJ/mol

    +

    E.total =                                  2.756 kJ/mol

    ΔH reaksi = energi pemutusan ikatan – energi pembentukan ikatan

    = ( 2.698 – 2.756) kJ/mol
    = -58 kJ/mol
    (Jawaban : C)
     
     

    Bacaan Lainnya

     

    Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

    Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

     

    Cara daftar pasang iklan gratis

    3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

     

     

    Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

    Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

    Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

                                        
     
    Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
    Quiz |Matematika|IPA | Geografi & Sejarah|Info Unik|Lainnya


    By | 2019-03-14T22:40:46+07:00 Maret 13th, 2019|Matematika|0 Comments

    Leave A Comment