Halo Halo Bandung Lagu Ciptaan Ismail Marzuki

Lagu Halo Halo Bandung

Ismail Marzuki adalah pencipta lagu Halo Halo Bandung. Ismail Marzuki, penyanyi dan pencipta lagu dari grup keroncong Lief Java, tampil rutin bersama grup tersebut pada pertengahan tahun 1930-an di Studio Orkes NIROM II di Tegalega, Bandung, sebagai bagian dari Program Timur stasiun NIROM.

Sekembalinya ke Batavia usai menikah dengan sesama penyanyi grup, Eulis Zuraidah, kenangan sentimental dan kenang-kenangan manis kota itu terpelihara dengan baik di benaknya. Perenungan inilah yang membuatnya menulis lagu berjudul “Hallo Bandung” dalam bahasa Sunda, serta lagu-lagu lain seperti “Bandung Selatan di Waktu Malam” dan “Saputangan dari Bandung Selatan”.

Ungkapan “Hallo Bandoeng” saat itu terkenal sebagai call-sign dan biasa digunakan oleh Radio Kootwijk ketika menjalin hubungan radio-telegraf dengan Bandung (dalam bahasa Belanda: “Bandoeng”), salah satu kota terbesar pada masa itu Hindia Belanda.

Itu dibuat terkenal oleh Permaisuri Emma ketika dia secara resmi membuka layanan telepon radio dari gedung utama Koninklijke PTT Nederland di Den Haag pada tanggal 7 Januari 1929 dengan kata-kata “Hallo Bandoeng … Hier Den Haag”. Ini dengan cepat meningkat lebih jauh sebagai slogan sejak dirilisnya lagu Belanda “Hallo Bandoeng” oleh Willy Derby yang terjual lebih dari 50.000 eksemplar, jumlah yang luar biasa pada saat itu.

Lirik Halo Halo Bandung Versi 1

Lirik lagu versi awal ini menunjukkan bahwa itu tidak dimaksudkan sebagai lagu berbaris yang berhubungan dengan perang tetapi hanya lagu yang merindukan perasaan. Selama invasi Jepang, lagu tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai bagian dari propaganda Jepang yang mencakup penghapusan pengaruh Belanda dan mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia di seluruh negeri.

Lirik Halo Halo Bandung Versi 2

Namun, versi kedua ini masih mencerminkan makna aslinya sebagai lagu nostalgia.

Setelah penyerahan Jepang di Hindia Belanda, kaum nasionalis Indonesia berperang dalam perang kemerdekaan selama empat tahun melawan NICA Belanda dan awalnya pasukan Persemakmuran Inggris, suatu periode yang dikenal sebagai Revolusi Nasional Indonesia. Pada awal periode ini Ismail Marzuki dan istrinya harus mengungsi ke Bandung untuk melarikan diri dari pendudukan Inggris-Belanda di Jakarta.

Sayangnya setelah mereka menetap di Bandung, sebuah ultimatum diberikan oleh pasukan Inggris agar para pejuang Indonesia di Bandung meninggalkan kota tersebut. Sebagai tanggapan, bagian selatan Bandung sengaja dibakar sebagai tindakan pembangkangan saat mereka pergi pada 24 Maret 1946; sebuah peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Bandung Lautan Api (atau Laut Api Bandung).

Baca juga 👉 24 Maret Hari Peringatan Bandung Lautan Api

Kejadian ini menginspirasi Ismail Marzuki, serta banyak kombatan dan pengungsi Indonesia, untuk mengubah dua kalimat terakhir dari lirik lagu tersebut menjadi lebih patriotik dan mampu memacu semangat juang mereka melawan pasukan Inggris-Belanda. Tak lama kemudian, lagu Halo, Halo Bandung menjadi sangat terkenal dan muncul sebagai simbol perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dari bangsa asing penjajah.

Lirik Halo Halo Bandung

Lirik Halo Halo Bandung Bahasa Indonesia

Lirik Halo Halo Bandung Bahasa Inggris

1 Halo, halo Bandung, ibu kota Periangan Halo, halo Bandung, kota inget-ingetan

Atos lami abdi patebih, henteu patingal

Mugi mugi ayeuna tiasa tepang deui

‘tos tepang ‘teu panasaran

Hello, hello Bandung, the capital of Periangan Hello, hello Bandung, a city full of memory

For so long I’m in distance, cannot see

Hopefully now we meet again

And after that, no more inquisitive feeling

2 Halo, halo Bandung, ibukota Pasundan Hallo-hallo Bandung, kota kenang-kenangan

Lama sudah beta ingin berjumpa padamu

S’lagi hayat dan hasrat masih dikandung badan

Kita ‘kan jumpa pula

Hello, hello Bandung, the capital of Pasundan Hello, hello Bandung, a city full of memory

For so long already, I want to meet you

Whilst my soul and desire in my body

We will meet again

3 Halo, halo Bandung, ibukota Periangan

Halo, halo Bandung, kota kenang-kenangan

Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau

Sekarang telah menjadi lautan api

Mari bung rebut kembali

Hello, hello Bandung, the capital of Periangan

Hello, hello Bandung, a city full of memory

For so long already, I have not met with you

Now she has become a sea of fire

Let’s reclaim her, friends!

Bacaan Lainnya

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Discogs

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

By | 2020-11-11T07:41:52+07:00 November 11th, 2020|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment