fbpx

Kanker Rahim – Uterus

Kanker Rahim

Rahim adalah organ berongga dan berotot di mana janin tumbuh. Kanker rahim bisa mulai di berbagai bagian uterus. Sebagian besar kanker rahim mulai di endometrium (lapisan dalam rahim). Ini disebut kanker endometrium. Sebagian besar kanker endometrium adalah adenocarcinoma (kanker yang dimulai di sel yang membuat lendir dan cairan lainnya).

Kanker sarkoma uterus adalah bentuk kanker rahim yang tidak umum yang terbentuk di otot dan jaringan yang mendukung uterus.

Tanda paling umum dari kanker endometrium adalah perdarahan vagina yang tidak biasa. Kanker endometrium biasanya bisa disembuhkan. Sarkoma rahim / uterus lebih sulit disembuhkan.

Rahim uterus

Rahim (uterus). Sumber foto: Wikipedia

 

Penyebab kanker rahim

Penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker rahim.

Beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan hormon yang tidak seimbang adalah:

  • Menstruasi dini atau menopause yang terlambat.

  • Obesitas.

  • Diabetes.

  • Terapi penggantian hormon.

  • Penggunaan tamoksifen jangka panjang.

Karena penyebabnya yang belum diketahui, langkah pencegahan yang pasti untuk kanker rahim juga tidak ada. Meski demikian, langkah-langkah untuk mengurangi risikonya tetap ada. Misalnya:

  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Memperbanyak konsumsi kedelai.
  • Penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya pil KB (Keluarga Berencana) kombinasi.

 

Pengobatan kanker rahim

  • Histerektomi atau operasi pengangkatan rahim.

Histerektomi dapat dilakukan untuk menyembuhkan kanker rahim stadium awal, namun membuat pasien tidak bisa hamil.

  • Kemoterapi dan radioterapi.

Terkadang juga digunakan dan dikombinasikan dengan tindakan pembedahan. Selain itu, terapi hormon juga dapat dilakukan untuk pasien yang belum menopause dan masih ingin memiliki anak.

 

Gejala kanker rahim

Gejala yang paling umum terjadi dalam kanker rahim adalah perdarahan vagina. Diperkirakan sekitar 9 dari 10 penderita kanker rahim mengalami gejala ini.

Meski tidak semua perdarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu waspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika ini terjadi. Gejala-gejala lain yang perlu Anda waspadai meliputi:

  • Perdarahan vagina setelah menopause dan di luar siklus menstruasi.

  • Perdarahan yang berlebihan saat menstruasi.

  • Sekresi vagina berbentuk cairan atau darah encer.

  • Sakit pada panggul.

  • Nafsu makan menurun.

  • Nyeri saat berhubungan seksual.

  • Mual.

  • Kelelahan.

  • Rasa sakit pada perut bagian bawah.

Para wanita yang mengalami gejala-gejala di atas harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah memang disebabkan oleh kanker rahim atau bukan. Namun apa pun penyebabnya, perlu dilakukan diagnosis dan pengobatan secepatnya.

 

Anatomi rahim

Rahim uterus anatomi. Sumber foto: Anatomist90 – Wikimedia

 

Penyebab kanker rahim

Penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini, di antaranya:

  • Paparan terhadap estrogen

Estrogen merupakan salah satu hormon yang berfungsi untuk mengatur sistem reproduksi wanita. Bersama dengan progesteron, mereka bekerja sama untuk mengatur keseimbangan sistem reproduksi. Setelah menopause, produksi hormon progesteron berhenti total sedangkan produksi hormon estrogen tetap ada walau menurun drastis. Kadar hormon estrogen bisa meningkat jika tidak diimbangi dengan hormon progesteron. Karena itu, risiko kanker rahim bagi wanita yang sudah mengalami masa menopause cenderung lebih tinggi.

Wanita yang mengalami menopause pada usia yang lebih tua dari rata-rata dan wanita yang memulai menstruasi pada umur yang lebih muda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker rahim. Alasannya adalah karena mereka terpajan estrogen untuk periode yang lebih lama dibanding wanita yang memulai menstruasi lebih terlambat atau wanita yang mengalami menopause pada usia yang normal.

  • Terapi penggantian hormon

Jenis terapi penggantian hormon estrogen sebaiknya hanya diberikan pada wanita yang sudah menjalani histerektomi sedangkan jika rahim masih ada, terapi penggantian hormon kombinasi (estrogen dan progesteron) harus digunakan untuk menurunkan risiko kanker rahim.

  • Belum pernah hamil

Pada saat kehamilan, kadar progesteron wanita lebih tinggi dibanding estrogen. Karena itu, wanita yang belum pernah hamil memiliki risiko kanker rahim yang lebih tinggi.

  • Obesitas / kelebihan berat badan

Kadar estrogen dalam tubuh wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan risiko kanker rahim lebih dari dua kali. Hal ini karena jaringan lemak akan menghasilkan esterogen tambahan, sedangkan tubuh tidak menghasilkan hormon progesteron tambahan untuk mengimbanginya.

  • Pengaruh usia

Sebagian besar kanker rahim menyerang wanita lanjut usia yang sudah mengalami menopause.

  • Sindrom ovarium polisistik

Penderita sindrom ovarium polisistik berisiko tinggi terkena kanker rahim karena terpajan kadar estrogen yang tinggi.

  • Risiko diabetes tipe 2

Wanita yang menderita diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker rahim. Hal ini dikarenakan wanita dengan diabetes tipe 2 cenderung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Penggunaan tamoksifen

Semua obat pasti memiliki risiko dan efek samping, termasuk tamoksifen yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim bagi penggunanya.

  • Hiperplasia endometrium

Ini merupakan kondisi dimana lapisan rahim menjadi lebih tebal. Wanita yang mengalami kondisi ini memiliki resiko lebih besar terkena kanker rahim.

 

Cara mendiagnosis kanker rahim

Kanker rahim belum tentu menjadi penyebab dari semua perdarahan yang tidak normal pada organ vagina, tetapi Anda dianjurkan untuk tetap memeriksakan diri ke dokter agar bisa didiagnosis dengan pasti. Ada dua langkah yang dijalani untuk memastikan keberadaan kanker rahim, yaitu:

  • Tes USG transvaginal. Jenis USG ini digunakan untuk memeriksa perubahan ketebalan dinding rahim yang mungkin diakibatkan oleh keberadaan sel-sel kanker.

  • Tes Darah. Sel kanker melepaskan beberapa zat kimia ke dalam darah penderita, yang dapat dideteksi dengan menjalani pengujian darah.

  • Tes Biopsi. Langkah ini diterapkan dengan mengambil dan memeriksa sampel sel-sel dari dinding rahim untuk dilihat di bawah mikroskop. Ada tiga cara untuk melakukan biopsi, yaitu dengan aspirasi jarum halus, hitereskopi dan kuret.

 

Stadium kanker rahim (uterus)

  • Stadium 1 – kanker hanya terdapat dalam rahim.

  • Stadium 2 – kanker sudah menyebar ke leher rahim atau serviks.

  • Stadium 3 – kanker sudah menyebar ke luar rahim dan menyerang jaringan di sekitar panggul atau noda limfa.

  • Stadium 4 – kanker sudah menyebar ke jaringan perut atau organ lain, misalnya   kantung kemih, usus besar, hati, atau paru-paru.

 

Jangan tergoda untuk iklan pengobatan alternatif

Hal lainnya, pasien kanker harus mendapat pengobatan yang tepat dan tidak boleh melewatkan fase emas pengobatan. Namun, seringkali masyarakat yang terdiagnosis kanker pada fase awal, justru tergoda dengan iklan pengobatan alternatif yang menyesatkan yang ada di berbagai media, baik media massa maupun media sosial.

Kita perlu mengawasi dan mengevaluasi efektifitas dan meneliti dampak lain yang ditimbulkan. Iklan yang jelas-jelas melanggar ketentuan tersebut, akan berdampak buruk dan menimbulkan kerugian, bahkan bisa membahayakan karena pasien kehilangan fase emas pengobatannya dan menjadi tidak terselamatkan.

Banyak jenis pengobatan komplementer dan alternatif yang belum diuji secara ilmiah dan mungkin tidak aman. Bicaralah dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat sebelum Anda memulai pengobatan komplementer atau alternatif.

 

Daftar Jenis Kanker-Kanker Lainnya

Kanker bisa dimulai di tempat manapun di tubuh. Ini dimulai saat sel-sel tumbuh di luar kendali dan kerumunan sel normal. Hal ini membuat tubuh sulit bekerja sebagaimana mestinya. Memahami penyakit kanker dapat membantu Anda untuk mengenal lebih jelas “seperti apakah kanker itu?” Klik disini dan baca artikel pemahaman penyakit kanker ini sampai habis bersama contoh-contohnya!

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-06-08T15:00:43+07:00 Maret 15th, 2018|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment