fbpx

Penyakit Malaria – Pengobatan Medis, Penularan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pencegahan

Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut.

Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah.

25 April: Hari Malaria Sedunia

 

Gejala Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit demam akut (berat). Pada individu yang tidak kebal, gejala biasanya muncul 10-15 hari setelah gigitan nyamuk infektif. Gejala pertama – demam, sakit kepala dan menggigil – ringan dan sulit dikenali sebagai malaria. Jika tidak diobati dalam waktu 24 jam, malaria P. falciparum dapat berkembang menjadi penyakit parah, yang seringkali menyebabkan kematian.

Anak-anak dengan malaria berat sering mengembangkan satu atau lebih dari gejala berikut: anemia berat, gangguan pernapasan sehubungan dengan asidosis metabolik, atau malaria serebral. Pada orang dewasa, keterlibatan multi-organ juga sering terjadi. Di daerah endemik malaria, orang mungkin mengalami kekebalan parsial, sehingga infeksi asimtomatik terjadi.
 
Plasmodium dari air ludah nyamuk Sebuah Plasmodium dari air ludah nyamuk betina bergerak melalui sel nyamuk
 

Penyebab Dan Terjadinya Sakit Malaria

Malaria disebabkan oleh gigitan dari nyamuk Anopheles betina, yang kemudian menginfeksi tubuh dengan parasit Plasmodium. Ini adalah satu-satunya nyamuk yang dapat menyebabkan malaria.

Keberhasilan pengembangan parasit dalam makhluk ini tergantung pada beberapa faktor, kelembaban dan suhu ambien atau suhu lingkungan. Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia, parasit ini memasuki aliran darah, meletakkannya di dalam organ hati. Untuk 5-16 hari ke depan, tidak menunjukkan gejala sakit tetapi parasit malaria akan mulai berkembangbiak dengan secara aseksual (Sumber: National Institute of Allergy and Infectious Diseases).

Parasit ini baru kemudian dilepaskan kembali ke dalam aliran darah ketika mereka menginfeksi sel-sel darah merah dan lagi mulai berkembang biak. Beberapa parasit malaria, bagaimanapun, tetap di organ hati dan tidak dibebaskan sampai akhirnya mengakibatkan kekambuhan lagi.

Nyamuk yang tidak terkena infeksi, menjadi terinfeksi setelah memakan individu yang terinfeksi, sehingga awal siklus lagi.

Video dari Howard Hughes Medical Institute mem-visualisasikan bagaimana satu gigitan dari nyamuk yang terinfeksi, dapat dengan cepat berubah menjadi penyakit yang mengancam jiwa.
 
Nyamuk Anopheles Stephensi Sebuah nyamuk Anopheles stephensi tak lama setelah mendapat darah dari manusia (tetesan darah dikeluarkan sebagai surplus). Nyamuk ini adalah vektor malaria, dan pengendalian nyamuk adalah cara yang efektif untuk mengurangi insiden malaria.

 

Komplikasi Malaria

Malaria memiliki beberapa komplikasi yang serius. Di antaranya adalah pengembangan gangguan pernapasan, terjadi hingga 25% dari orang dewasa & 40% dari anak-anak dengan malaria P. falciparum parah. Kemungkinan penyebab termasuk kompensasi pernapasan asidosis metabolik, edema paru nonkardiogenik, pneumonia bersamaan dan anemia berat.

Hal ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Anemia berat – dimana sel darah merah tidak mampu membawa cukup oksigen ke seluruh tubuh, menyebabkan mengantuk dan lemah.
  • Malaria serebral – dalam kasus yang jarang terjadi, pembuluh darah kecil yang mengarah ke otak dapat tersumbat, menyebabkan kejang, kerusakan otak dan koma.

Efek malaria biasanya lebih parah pada ibu hamil, bayi, anak kecil dan orang tua. Wanita hamil khususnya biasanya disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke daerah yang berisiko.

 

Pencegahan Penyakit Malaria

Untuk sementara ini penyakit malaria, masih belum ditemukan vaksinnya. Metode yang digunakan untuk mencegah malaria termasuk obat-obatan, eliminasi nyamuk dan pencegahan gigitan, seperti:

    • Penggunaan kelambu berinsektisida untuk menutupi ranjang.
    • Menggunakan pakaian atau selimut yang bisa menutupi kulit tubuh.
    • Membersihkan bak mandi dan menabur serbuk abate untuk membasmi jentik-jentik nyamuk.
    • Menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti geranium, zodia, serai wangi, jeruk, lavender, akar wangi, rosemary, citosa mosquito dan kecombrang.
    • AC atau kipas angin bisa sedikit mengurangi.
    • Hindari daerah endemis malaria. Apabila Anda dalam kondisi yang rentan (Hamil, balita, sistem kekebalan tubuh yang menurun dan lanjut usia).
    • Menguras genangan-genagan air seperti di pot bunga, bak mandi, dll.
    • Tinggal di tempat yang memiliki pendingin udara dan “skrining”  yang efektif di pintu dan jendela. Jika ini tidak mungkin, pastikan pintu dan jendela ditutup dengan benar.
    • Jika Anda tidak tidur di kamar ber-AC, tidurlah di bawah kelambu yang telah diobati dengan insektisida.
    • Gunakan penolak serangga / obat nyamuk pada kulit Anda dan di daerah tempat tidur dan ingatlah untuk sering mengulanginya. Pengusir  nyamuk yang paling efektif mengandung dietiltoluamida (DEET) dan tersedia dalam bentuk semprotan, gulungan, stik dan krim.
    • Pakailah celana panjang yang ringan dan longgar daripada celana pendek dan kenakan kaos dengan lengan panjang. Hal ini sangat penting pada sore hari dan malam hari, saat nyamuk lebih memilih untuk makan.

 

Perawatan Malaria

Tidak semua pengobatan malaria itu sama. Misal, di daerah lain obat A cocok untuk mengobati malaria jenis tertentu, namun belum tentu ampuh digunakan pada penderita dari daerah lain. Namun, secara umum, obat yang saat ini masih cukup ampuh untuk mengatasi malaria salah satunya adalah chloroquine dan amoidaquine.

Dosis standar untuk chloroquine adalah 1 gram saat pertama kali (mulai), diikuti 0,5 gram setelah 6 jam, kemudian 0,5 gram setiap hari selama dua hari. Untuk malaria jenis falciparum, chloroquine diteruskan hingga sembilan hari. Sedangkan untuk dosisi amodiaquine adalah 0,6 gram pada hari pertama dan 0,4 gram setiap hari selama dua hari. Selain itu, penderita malaria juga harus mendapatkan banyak cairan, jus buah segar, dan makanan sehat dan seimbang.

Jika Anda berencana bepergian ke daerah terpencil di mana malaria hadir, sangat penting untuk menggunakan obat-obatan pencegahan dan mengikuti jadwal yang benar untuk mengonsumsinya. Mayoritas orang yang terinfeksi malaria tidak memakai obat malaria sebagai preventif atau tidak mengikuti jadwal pemberian dosis yang benar.

 

Pengobatan Medis – Dengan Resep dan Tuntunan Dari Dokter

Tidak ada obat antimalaria yang  bersifat 100% sebagai pelindung. Ini harus dikombinasikan dengan penggunaan tindakan-tindakan pelindung, yaitu: obat nyamuk, baju lengan panjang, celana panjang, tidur kelambu berinsektisida, dll.

Kenapa harus ke-Dokter? Untuk semua obat-obatan, juga Anda harus pertimbangkan kemungkinan terjadinya “interaksi / reaksi / alergi” dengan obat lain.

Obat-obat ini diresepkan oleh dokter dengan mempertimbangkan jenis malaria yang ada di daerah tujuan. Lebih-lebih apabila Anda sedang hamil, anak kecil, dewasa dan orang tua, harus berkonsultasi kepada Dokter terlebih dahulu. Obat yang biasanya digunakan antara lain:

  • Klorokuin (300 mg basa, umumnya 1 minggu sekali).
  • Doksisiklin (100 mg setiap hari)
  • Meflokuin (250 mg seminggu sekali)
  • Amodiakuin (300-400 mg basa, 1 minggu sekali).
  • Proguanil (200 mg setiap hari).

Penyakit Malaria tanpa komplikasi dapat diobati dengan obat oral. Pengobatan yang paling efektif untuk infeksi P. falciparum adalah penggunaan artemisinin dalam kombinasi dengan obat antimalaria lainnya (dikenal sebagai terapi artemisinin-kombinasi, atau artemisinin-combination therapy [ACT]), yang menurunkan resistensi terhadap komponen obat tunggal. Obat antimalaria tambahan ini meliputi: amodiakuin, lumefantrin, meflokuin atau sulfadoksin/pirimetamin.

Kombinasi lain yang direkomendasikan adalah dihidroartemisinin dan piperakuin. ACT adalah sekitar 90% efektif bila digunakan untuk mengobati malaria tanpa komplikasi. Untuk mengobati malaria selama kehamilan, WHO merekomendasikan penggunaan kuinin ditambah klindamisin di awal kehamilan (trimester 1), dan ACT di tahap akhir (trimester 2 dan 3). Pada awal 2000-an (dekade), malaria dengan resistensi parsial untuk artemisin muncul di Asia Tenggara.

Infeksi P. vivaxP. ovale atau P. malariae biasanya diobati tanpa perlu rawat inap. Pengobatan P. vivax membutuhkan baik pengobatan tahapan parasit dalam darah (dengan klorokuin atau ACT) dan pembersihan bentuk parasit dalam hati dengan primakuin.

Pengobatan yang direkomendasikan untuk malaria berat adalah penggunaan obat antimalaria intravena. Untuk malaria berat, artesunat lebih unggul dari kuinina pada anak-anak dan orang dewasa. Pengobatan malaria berat melibatkan langkah-langkah dukungan yang terbaik dilakukan di unit perawatan intensif. Ini termasuk pengelolaan demam tinggi dan kejang yang mungkin timbul dari itu. Hal ini juga termasuk pemantauan untuk usaha pernapasan yang buruk, gula darah rendah dan kalium darah rendah.
 
Mikrograf dari plasenta dari bayi lahir mati akibat malaria ibu Mikrograf dari plasenta dari bayi lahir mati akibat malaria ibu. Pewarnaan H&E. Sel-sel darah merah tidak berinti; pewarnaan biru/hitam dalam struktur merah terang (sel darah merah) menunjukkan inti asing dari parasit.

 

Apa yang Meningkatkan Risiko Anda Terkena Penyakit Malaria?

Faktor risiko (hal-hal yang meningkatkan risiko Anda) untuk mendapatkan malaria meliputi:

  • Tinggal atau bepergian di negara atau wilayah, yang dimana malaria hadir.
  • Bepergian di daerah di mana malaria umum terjadi.
  • Tidak minum obat untuk mencegah malaria sebelum, selama dan setelah perjalanan, atau gagal minum obat dengan benar.
  • Berada di luar rumah, terutama di daerah pedesaan, antara senja dan fajar (malam hari), saat nyamuk yang menularkan malaria paling banyak aktif.
  • Tidak mengambil langkah untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.
  • Wanita hamil lebih mungkin dibandingkan wanita yang tidak hamil untuk mendapatkan malaria akut (berat), karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih rentan selama kehamilan.
  • Juga, wanita hamil, anak kecil, orang dewasa yang lebih tua dan orang dengan masalah kesehatan lainnya cenderung memiliki komplikasi serius jika mereka terkena malaria.
  • Malaria lebih parah pada orang yang telah melepas (diangkat) limpa mereka.

 

Sekilas Tentang “BPJS” Dan “KIS”

Pencegahan adalah hal yang paling baik. Jika Anda tidak mempunyai asuransi, Anda dapat ikut serta program pemerintahan dengan biaya iuaran yang cukup ringan. Info klik -> BPJS Kesehatan

Bagaimana dengan rakyat yang tidak mampu / miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan. Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Info klik -> KIS (Kartu Indonesia Sehat)

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
 

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.


 
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

By | 2019-04-23T15:33:16+07:00 Juni 13th, 2016|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment