fbpx

Reduktor dan Oksidator – Penjelasan, Contoh Soal dan Jawaban

Reduktor dan Oksidator

Artikel Reduktor dan Oksidator ini berisi uraian tentang pengoksidasi (oksidator) dan zat pereduksi (reduktor). Untuk reaksi-reaksi tersebut lihat: Redoks (Reduksi dan Oksidasi) Kimia Beserta Contoh Soal dan Jawaban

Oksidator

Dalam kimia, zat pengoksidasi, dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai oksidator, memiliki 2 makna.

  • Pengertian pertama, oksidator adalah spesies kimia yang menghilangkan elektron dari spesies lainnya. Ini adalah salah satu komponen dalam reaksi oksidasi-reduksi (redoks).
  • Pengertian lainnya, oksidator adalah spesies kimia yang memindahkan atom elektronegatif, biasanya oksigen, ke dalam substrat. Pembakaran, ledakan pada umumnya, dan reaksi redoks organik melibatkan reaksi perpindahan atom.

Reduktor

Suatu zat pereduksi (disebut juga reduktor) adalah unsur atau senyawa yang kehilangan (atau “mendonasikan”) elektron kepada spesies kimia lainnya dalam suatu reaksi kimia redoks. Karena zat pereduksi kehilangan elektron, maka dikatana ia mengalami oksidasi.

Reduktor dan Oksidator adalah yang bertanggung jawab pada korosi

Yang merupakan “degradasi logam sebagai hasil dari aktivitas elektrokimia”.

 Korosi memerlukan sebuah anode dan katode agar dapat berlangsung. Anode adalah unsur yang kehilangan elektron (reduktor), sehingga oksidasi selalu terjadi di anode, sedangkan katode adalah unsur yang menerima elektron (oksidator), sehingga reduksi selalu terjadi di katode.

Korosi terjadi ketika terdapat perbedaan perbedaan potensial oksidasi. Jika terdapat perbedaan ini, logam anode mulai mengalami deteriorasi, menandakan menandakan adanya hubungan listrik dan adanya elektrolit.
 

Perbedaan Oksidator dan Reduktor

  • Oksidator atau zat pengoksidasi  merupakan zat yang mengalami reduksi. Zat ini menyebabkan zat lain mengalami oksidasi. Contoh zat pengoksidasi termasuk halogen, natrium nitrat, dan asam nitrat.
  • Reduktor atau zat pereduksi merupakan zat yang mengalami oksidasi. Zat ini menyebabkan zat lain mengalami reduksi. Contoh-contoh zat pereduksi termasuk alkali  tanah, asam format, dan senyawa sulfit.
Reduktor dan Oksidator

Piktogram internasional untuk bahan kimia oksidator. Sumber gambar: Wikimedia Commons

Oksidator yang umum dan produk turunannya

Oksidator Produk
O2 oksigen Bervariasi, termasuk oksida H2O dan CO2
O3 ozon Bervariasi, termasuk keton, aldehida, dan H2O; lihat ozonolisis
F2 fluor F
Cl2 klorin Cl
Br2 bromin Br
I2 iodin II−3
ClO hipoklorit ClH2O
ClO−3 klorat ClH2O
HNO3 asam nitrat NO nitrogen monoksida
NO2 nitrogen dioksida
Krom heksavalen
CrO3 kromium trioksida
CrO2−4 kromat
Cr2O2−7 dikromat
Cr3+H2O
MnO−4 permanganat
MnO2−4 manganat
Mn2+ (suasana asam) atau MnO2 (suasana basa)
H2O2peroksida lainnya Bervariasi, termasuk oksida dan H2O

Definisi bahan berbahaya oksidtor

Adalah zat yang dapat menyebabkan, atau berkontribusi pada, pembakaran bahan lain.

Berdasarkan definisi ini, beberapa material yang dikelompokkan sebagai oksidator oleh praktisi dan akademisi kimia analitik tidak diklasifikasikan sebagai oksidator dalam cakupan bahan berbahaya.

Sebagai contoh kalium dikromat, yang tidak lolos uji sebagai kelompok bahan berbahaya kelompok oksidator. Kalium dikromat, K2Cr2O7, adalah suatu pereaksi kimia anorganik yang umum, yang biasa digunakan sebagai agen pengoksidasi dalam berbagai aplikasi laboratorium dan industri.

Potensial Reduksi

Tabel berikut menunjukkan beberapa potensial reduksi yang dapat diubah dengan mudah menjadi potensial oksidasi dengan hanya membalikkan tandanya. Reduktor dapat diperingkat berdasarkan kenaikan kekuatan potensial oksidasinya.

Reduktor dikatakan lebih kuat jika ia memiliki potensial oksidasi lebih positif, dan lebih lemah jika ia memiliki potensial oksidasi lebih negatif. Tabel berikut menyajikan potensial reduksi dari beberapa reduktor pada 25 °C.

Oksidator Reduktor Potensial reduksi (V)
Li+ + e = Li −3,04
Na+ + e = Na −2,71
Mg2+ + 2e = Mg −2,38
Al3+ + 3e = Al −1,66
2H2O(l) + 2e = H2(g) + 2OH −0,83
Cr3+ + 3e = Cr −0,74
Fe2+ + 2e = Fe −0,44
2H+ + 2e = H2 0,00
Sn4+ + 2e = Sn2+ +0,15
Cu2+ + e = Cu+ +0,16
Ag+ + e = Ag +0,80
Br2 + 2e = 2Br +1,07
Cl2 + 2e = 2Cl +1,36
MnO−4 + 8H+ + 5e = Mn2+ + 4H2O +1,49
F2 + 2e = 2F +2,87[2]

Contoh reaksi redoks

Pembentukan besi(III) oksida;

4Fe + 3O2 → 2Fe3+2O2−3

Dalam persamaan di atas, besi (Fe) memiliki bilangan oksidasi 0 sebelum reaksi, dan 3+ setelah reaksi. Untuk oksigen (O), bilangan oksidasi sebelum reaksi adalah 0 dan menjadi 2− setelah reaksi. Perubahan ini dapat dilihat sebagai dua “setengah reaksi” yang terjadi secara bersamaan:

  1. Setengah reaksi oksidasi: Fe0 → Fe3+ + 3e
  2. Setengah reaksi reduksi: O2 + 4e → 2 O2−

Besi (Fe) telah teroksidasi karena mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Besi adalah reduktor karena ia memberikan elektronnya kepada oksigen (O2). Oksigen (O2) telah tereduksi karena mengalami penurunan bilangan oksidasi dan merupakan oksidator karena mengambil elektron dari besi (Feri (besi)|Fe).

Redoks

Redoks atau redox adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Klik disini untuk membaca lebih lanjut tentang redoks, beserta contoh soal dan jawabannya.
 

Contoh Soal Reduktor dan Oksidator

1. Tentukan reduktor dan oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini: 2KMnO4 + 5H2C2O4 + 3H2SO4 → K2SO+ 2MnSO4 + 10CO2 + 8H2O

2KMnO4 + 5H2C2O4 + 3H2SO4 → K2SO+ 2MnSO4 + 10CO2 + 8H2O

Biloks C naik dari +3 (pada H2C2O4) menjadi +4 (pada CO2)
Biloks Mn turun dari +7 (pada KMnO4) menjadi +2 (pada MnSO4)
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi = KMnO4
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = H2C2O4
⇒ Hasil oksidasi = CO2
⇒ Hasil reduksi = MnSO4

2. Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini:  Cu + 4HNO3 → Cu(NO3)2 + 2NO2 + 2H2O

Jawaban:

Tentukan bilangan oksidasi unsur-unsurnya terlebih dahulu :
⇒ Biloks Cu pada Cu = 0, biloks Cu pada Cu(NO3)2 = +2
⇒ Biloks N pada HNO3 = +5, biloks N pada NO2 = +4
⇒ Biloks H pada HNO3 = +1, biloks H pada H2O
= +1
⇒ Biloks O pada HNO3, Cu(NO3)2, 2NO2 dan 2H2O
= +2
Dari hasil di atas terlihat bahwa hanya Cu dan N yang mengalami perubahan bilangak oksidasi. Cu mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2, sedangkan N mengalami penurunan bilangan oksidasi dari  +5 menjadi +4.

Dengan begitu diperoleh :
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi =  HNO3
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = Cu
⇒ Hasil oksidasi = Cu(NO3)2
⇒  hasil reduksi = NO2

Keterangan :
Berikut ini cara menentukan bilangan oksidasi unsur Cu dan N.
Pada Cu → ingat bahwa biloks unsur bebas = 0
Cu(NO3)2  → Cu2+ + NO3
Dari  Cu2+ = +2, maka diperoleh biloks Cu pada = +2.

HNO3 → H+ + NO3
Dari NO3 = -1
⇒ biloks N + 3 biloks O = -1
⇒ biloks N + 3 (-2) = -1
⇒ biloks N – 6 = -1
⇒ biloks N = +5
Jadi, biloks N pada HNO3  = +5.

Dari NO2 = 0
⇒ biloks N + 2 biloks O = 0
⇒ biloks N + 2 (-2) = 0
⇒ biloks N -4 = 0
⇒ biloks N = +4

Jadi, biloks N pada NO2  = +4.

3. Kelompokkan pereaksi-pereaksi berikut ke dalam oksidator dan reduktor.
a. 4Cu(s) + O2(g) → 2Cu2O(s)
b. 2Na(s) + H2(g) → 2NaH(s)

Jawaban:
4Cu → 4Cu++ 4e (reduktor)
O2 + 4e → 2O2– (oksidator)
2Na → 2Na+ + 2e (reduktor)
H2 + 2e → 2H (oksidator)

4. Tentukan Oksidator dan Reduktor dalam reaksi redoks berikut:
Cl2 (aq) + 2Br- (aq) → 2Cl- (aq) + Br2 (aq)

Setengah reaksi oksidasi:
2Br (aq) → Br2 (aq)
Perubahan biloks Br dari -1 menjadi 0

Setengah reaksi reduksi:
Cl2 (aq) → 2Cl (aq)
Perubahan biloks Cl dari 0 menjadi -1

Br kehilangan atau melepaskan satu elektron; hal ini berarti teroksidasi dari Br ke Br2, sehingga Br adalah reduktor.
Cl2 menerima satu elektron; hal itu berarti tereduksi dari Cl2 menjadi 2 Cl, sehingga Cl2 adalah zat pengoksidasi (oksidator).

5. Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini:  2CuSO4 + 4KI → 2CuI + I2 + 3 K2SO4

2CuSO4 + 4KI → 2CuI + I2 + 3 K2SO4

Biloks Cu turun dari +2 (pada CuSO4) menjadi +1 (pada CuI).
Biloks I naik dari -1 (pada KI) menjadi 0 (pada I2).
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi = CuSO4
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = KI
⇒ Hasil oksidasi =  I2
⇒ Hasil reduksi = CuI

6. Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini:  Mg + 6HNO3 + 7H2 → Mg(NO3)2 + 2NH4NO3 + 6H2O

Mg + 6HNO3 + 7H2 → Mg(NO3)2 + 2NH4NO3 + 6H2O

Mari tentukan biloks pada masing-masing zat.
Perubahan biloks Mg.
⇒ biloks Mg = 0
Pada Mg(NO3)2 → Mg+2 + NO3
⇒ biloks Mg = +2, N = +5, O = -2.

Perubahan biloks N.
Pada HNO3 → H+ + NO3

⇒ biloks H = +1, N = +5 (Perhitungan seperti di atas), O = -2.
Pada NH4NO3 → NH4+ + NO3
Dari NH4+ = +1
⇒ biloks N + 4 biloks H = +1
⇒ biloks N + 4 (+1) = +1
⇒ biloks N + 4 = +1
⇒ biloks N = +1 – 4
⇒ biloks N = -3.Perubahan biloks H.
Pada H2 = 0
⇒ biloks H = 0
Pada  H2O = 0
⇒ biloks H = +1 dan O = -2.

Dari penjabaran di atas, hanya H, Mg, dan N yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. Mg naik dari 0 menjadi +2, H naik dari 0 menjadi +1, dan N turun dari +5 menjadi -3. Maka diperoleh :
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi = N
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = Mg dan H2
⇒ Hasil oksidasi = Mg(NO3)2 dan H2O
⇒ Hasil reduksi = NH4NO3

7. Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini: 

2KClO3 + 3S → 2KCl + 3SO2 

2KClO3 + 3S → 2KCl + 3SO2

Biloks  S naik dari 0 (pada S) menjadi +4 (pada SO2).
Biloks Cl turn dari +5 (pada KClO3) menjadi -1 (pada KCl).
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi = KClO3
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = S
⇒ Hasil oksidasi = SO2
⇒ Hasil reduksi = KCl

8. Menentukan bilangan oksidasi. Tentukan bilangan oksidasi atom yang dicetak tebal  pada zat/spesi di bawah ini!

  1. Fe2O3
  2. Cu(NO3)2
  3. S2O32-
  4. Cr2O72-

  Jawab :
a.       Fe2O3      : Bilangan oksidasi senyawa netral = 0

bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2

( 2 x b.o. Fe ) + ( 3 x b.o. O ) = 0

( 2 x b.o. Fe ) + ( 3 x -2 ) = 0

( 2 x b.o. Fe )  = +6

 ( b.o. Fe ) = +3

  1.  Cu(NO3)2   :terdiri atas ion Cu2+ dan 2 ion NO3. Biloks ion mono atomik = muatannya. Muatan ion  Cu2+ adalah 2+ jadi biloks Cu dalam senyawa ini = +2

Untuk ion NO3

Jumlah total biloks = -1

bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2

( b.o. N ) + ( 3 x b.o. O ) = -1

( b.o. N ) + ( 3 x -2 ) = -1

( b.o. N ) = +5

  1. S2O32-     : jumlah total biloks = -2

bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2

( 2 x b.o. S ) + ( 3 x b.o. O ) = -2

( 2 x b.o. S ) + ( 3 x -2 ) = -2

( b.o. S ) = +2

  1. Cr2O72-   : jumlah total biloks = -2

bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2

( 2 x b.o. Cr ) + ( 7 x b.o. O ) = -2

( 2 x b.o. Cr ) + ( 7 x -2 ) = -2

( b.o. Cr ) = +6

 

Bacaan Lainnya

 

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

 

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

                       
 
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2019-05-27T15:18:04+07:00 Mei 18th, 2019|IPA|0 Comments

Leave A Comment