Tes Matematika Deret Angka – Bersama Cara Menghitung Kuadrat Dan Akar Kuadrat

3 min read

Tes Matematika Deret Angka - Bersama Cara Menghitung Akar Kuadrat

Tes Matematika Deret Angka

Artikel ini akan membahas tentang “Tes Matematika Deret Angka” – Bersama Cara Menghitung Akar Kuadrat”.

Mari kita mencoba untuk memecahkan tes deret aritmatika dibawah ini.

145, 42, 23, 13, 36, 45, 57, ??

Tes Matematika Deret Angka - Bersama Cara Menghitung Kuadrat Dan Akar Kuadrat

Tips Dari Tes Matematika Deret Angka

Tes Matematika Deret Angka - Bersama Cara Menghitung Kuadrat Dan Akar Kuadrat

Bilangan Kuadrat Atau Berpangkat Adalah

Suatu perkalian dalam bilangan secara ulang dengan faktor-faktor bilangan sebesar jumlah yang dilipatkan atau dikalikan (misalnya 8 x 8 = 82; a x a = a2 atau disebut juga pangkat dua).

Contoh Bilangan Kuadrat

Kuadrat dari 1 adalah 1, karena: 1² = 1×1 = 1

32 = 3 x 3

= 4×4 = 16

10² = 10×100 = 100

25² = 25×25 = 375

13 = 1x1x1

23 = 2 x 2 x 2

604 = 60x60x60x60

56 = 5 x 5 x 5 x 5 x 5 x 5

(–12)² = (–12)² = (–12) × (–12) = 144

(–25)² = (–25) × (–25) = 625

Akar Kuadrat Adalah

Sebuah perhitungan matematika aljabar dari sebuah faktor angka dengan cara meng-kuadratkan yang menghasilkan angka tersebut.

Menghitung Akar Kuadrat Dengan Faktoriasi

Berapakah akar dari 64
64 = 2 x 32 = 2 x 2 x 16 = 4 x 16
Maka
akar 64 = akar 4 x akar 16
= 2 x 4 = 8 selesai

Misalkan berapa akar dari 72
72 = 9 x 8 = 9 x 4 x 2
= 3 x 2 x akar 2, sama dengan 6 akar 2 atau

Sifat akar-akar persamaan kuadrat

Jika x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, maka:

x1 + x2 = –b/a

x1.x2 = c/a

|x1 – x2| = –D/a

(Mohon dingat! D = b2 – 4.a.c)

Contoh Akar Kuadrat

√4 = 2

√9 = 3

√16 = 4

√25 = 5

√36 = 6

√49 = 7

√64 = 8

√81 = 9

√100 = 10

√169 = 13, karena 13 × 13 = 169

√1225 = 35, karena 35 × 35 = 1225

Cara Menyederhanakan Akar

Berikut ini adalah beberpa cara untuk menyederhanakan akar dengan cara:

  • Memfaktorkan
    Tujuan menyederhanakan akar kuadrat adalah menuliskannya dalam bentuk yang mudah dipahami dan digunakan dalam soal matematika. Dengan memfaktorkan, angka yang besar akan dipecahkan menjadi dua atau lebih angka “faktor” yang lebih kecil, sebagai contohnya mengubah 9 menjadi 3 x 3. Setelah kita menemukan faktor ini, kita dapat menuliskan kembali akar kuadrat dalam bentuk yang lebih sederhana, terkadang bahkan mengubahnya menjadi bilangan bulat biasa. Sebagai contohnya, √9 = √(3×3) = 3. Ikuti langkah berikut ini untuk mempelajari proses ini dalam akar kuadrat yang lebih rumit.
  • Membagi
    Bagi angka dengan bilangan prima terkecil yang mungkin. Jika angka yang berada di bawah tanda akar adalah bilangan genap, bagi dengan 2. Jika angkamu ganjil, maka cobalah bagi dengan 5. Jika tidak satupun dari pembagian ini memberikanmu hasil bilangan bulat, cobalah angka selanjutnya dalam daftar di bawah ini, membagi dengan setiap bilangan prima hingga mendapatkan bilangan bulat sebagai hasilnya. Anda hanya perlu menguji bilangan prima saja, karena semua angka lain memiliki bilangan prima sebagai faktornya. Sebagai contohnya, kamu tidak perlu menguji dengan angka 4, karena semua angka yang bisa dibagi 4 juga bisa dibagi 2, yang telah Anda coba sebelumnya: 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, dst.
  • Dikalikan
    Tulis ulang akar kuadrat sebagai soal perkalian. Tetap tuliskan perkalian ini di bawah tanda akar, dan jangan lupa menyertakan kedua faktornya. Sebagai contoh, jika kamu mencoba menyederhanakan √98, Ikuti langkah di atas untuk menemukan bahwa 98 ÷ 2 = 49, jadi 98 = 2 x 49. Tulis ulang angka “98” dalam bentuk akar kuadrat aslinya menggunakan informasi ini: √98 = √(2 x 49).
    Atau kalikan angka di dalam akar. Angka di dalam akar adalah angka yang berada di bawah tanda akar. Untuk mengalikan angka di dalam akar, kalikan angka-angka itu seperti mengalikan angka bulat. Pastikan untuk menuliskan hasil perkaliannya di bawah tanda akar. Contohnya: √15x√5, Anda dapat menghitung 15×5= 75. Jadi √15x√5=75

Contoh Penyederhanaan Akar

  • √75 = √25×3 = √25 x √3 = 5√3
  • Contoh soal, sederhanakan:
    5√24 + 3√3(√18 + 2√32)
    Pembahasan:
    5√24 + 3√3(√18 + 2√32)
    = 5√4 √6 + 3√3 √18 + 3√3 . 2√32
    =5.2 √6 + 3√3 √9√2 + 3√3 .2√16√2
    = 10√6 + 3√3 .3√2 + 3√3 . 2 .4√2
    = 10√6 + 9√6 + 24√6 = 43√6
  • Hitung dan sederhanakan:
    a) √2 + √4 + √8 + √16
    b) √3 + √9 + √27
    c) 2√2 + 2√8 + 2√32
    Pembahasan
    a) √2 + √4 + √8 + √16
    = √2 + √4 + √4 √ 2 + √16 = √2 + 2 + 2√2 + 4 = 2 + 4 + √2 + 2√2 = 6 + 3√2
    b) √3 + √9 + √27
    = √3 + √9 + √9 √3 = √3 + 3 + 3√3 = 3 + 4√3
    c) 2√2 + 2√8 + 2√32
    = 2√2 + 2√4 √2 + 2√16 √2 = 2√2 + 2 (2)√2 + 2(4)√2 = 2√2 + 4√2 + 8√2 = 14√2

Bentuk simetri akar-akar persamaan kuadrat

Jumlah kuadrat akar-akar:
x12 + x22 = (x1 + x2)2 – 2.x1.x2
Jumlah pangkat tiga akar-akar:
x13 + x23 = (x1 + x2)3 – 3.x1.x2.(x1 + x2)
Jumlah pangkat empat akar-akar:
x14 + x24 = (x12 + x22)2 – 2.x12.x22

Hubungan Jenis Akar-akar PK dengan Nilai Diskriminan (D)

  • Jika D > 0 maka PK mempunyai 2 akar real yang berlainan
→ D = bilangan kuadrat berarti akar-akarnya rasional
→ D bukan bilangan kuadrat berarti akar-akarnya irasional
  • Jika D = 0 maka PK m,empunyai 1 akar real atau akar-akarnya kembar
  • Jika D ≥ 0 maka PK mempunyai 2 akar real/nyata
  • Jika D < 0 maka PK tidak mempuyai akar real / akar-akarnya imajiner
  • Jika kedua akar positif (x1 > 0, x2 > 0)
D ≥ 0
x1 + x2 > 0
x1.x2 > 0
  • Jika kedua akar negatif (x1 < 0 dan x2 < 0)
D ≥ 0
x1 + x2 < 0
x1.x2 > 0
  • Jika kedua akar berlainan tanda (1 positif, 1 negatif)
D > 0
x1.x2 < 0
  • Jika kedua akar bertanda sama (sama-sama positif/sama-sama negatif)
D ≥ 0
x1.x2 > 0
  • Jika kedua akar saling berlawanan (x1 = –x2)
D > 0
b = 0 (diperoleh dari x1 + x2 = 0)
x1.x2 < 0
  • Jika kedua akar saling berkebalikan (x1 = 1/x2)
D > 0
c = a

Contoh 1:
Tentukan nilai m agar x2 + 4x + (m – 4) = 0 mempunyai 2 akar real
D ≥ 0
b2 – 4ac ≥ 0
42 – 4.1.(m – 4) ≥ 0
16 – 4m + 16 ≥ 0
–4m ≥ –16 – 16
Semua dibagi –4
(Mohon dingat! Jika dibagi atau dikali bilangan negatif tanda pertidaksamaan dibalik)
m ≤ 4 + 4
m ≤ 8

Menyusun PK

PK dengan akar-akar x1 dan x2 adalah:

x2 – (x1 + x2)x + (x1.x2) = 0

dengan kata lain:

x2 – (jumlah akar-akar)x + (hasil kali akar-akar) = 0

Contoh 1:
Tentukan PK yang mempunyai akar-akar 2 dan –5:
x2 – (2 + (–5))x + (2.(–5)) = 0
x2 + 3x – 10 = 0

Contoh 2:
Jika x1 dan x2 adalah akar-akar PK: x2 – 3x – 1 = 0, susun PK baru yang akar-akarnya 3x1 + 2 dan 3x2 + 2!
Karena PK tersebut tidak dapat difaktorkan,
x1 + x2 = –b/a = –(– 3) /1 = 3
x1.x2 = c/a = –1/1 = –1
Misal akar-akar PK baru adalah y1 dan y2:
y1 + y2 = 3.x1 + 2 + 3.x2 + 2
= 3(x1 + x2) + 4 = 9 + 4 = 13
y1.y2 = (3x1 + 2).(3x2 + 2)
= 9.x1.x2 + 6.x1 + 6.x2 + 4
= 9.(–1) + 6.3 + 4 = –9 + 18 + 4 = 13
Jadi PK barunya:
x2 – (y1 + y2)x + (y1.y2) = 0
x2 – 13x + 13 = 0
 

Soal

Tentukan nilai k agar persamaan² kuadrat berikut memiliki akar kembar

a. x²-2x+k=0
b. 2x²-4x+k=0
c. kx²-6x+1/2=0
d. 3x²-kx+5=0
e. 2kx²+3x+2=0

Jawaban

suatu persamaan kuadrat akan memiliki akar kembar jika D = 0
D = b² – 4ac

1.] x² – 2x + k = 0
D = 0
4 – 4 . 1 . k = 0
4 – 4k = 0
4k = 4
k = 1

2.] 2x² – 4x + k = 0
D = 0
16 – 4 . 2 . k = 0
16 – 8k = 0
8k = 16
k = 2

3.] kx² – 6x + 1/2 = 0
36 – 4 . k . 1/2 = 0
36 – 2k = 0
2k = 36
k = 18

4.] 3x² – kx + 5 = 0
D = 0
k² – 4 . 3 . 5 = 0
k² – 60 = 0
k = ± √60

5.] 2kx² + 3x + 2 = 0
D = 0
9 – 4 . 2k . 2 = 0
9 – 16k = 0
16k = 9
k = 9/16

Bilangan Rasional adalah

Bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk a/b dengan a, b bilangan bulat dan b ≠ 0. Bilangan rasional merupakan gabungan dari bilangan bulat, nol, dan pecahan. Contoh bilangan rasional adalah -5, -1/2, 0, 3, 3/4, dan 5/9.

Bilangan Irasional adalah

Bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk a/b dengan a, b bilangan bulat dan b ≠ 0.
Contoh bilangan irasional adalah . Bilangan-bilangan tersebut, jika dihitung dengan kalkulator merupakan desimal yang tak berhenti atau bukan desimal yang berulang. Misalnya
√2 = 1,414213562 …. Selanjutnya, gabungan antara bilangan rasional dan irasional disebut bilangan real.

Penjelasan & Jawaban Dari Tes Matematika Deret Angka

Penjelasan

Nomor deret aritmatika bekerja secara berpasangan. Anda harus mengambil setiap nomor, di kuadratkan dan menjumlahkannya, sehingga mendapatkan rangkaian sebagai berikut:

1² + 4² + 5² = 1 + 16 + 25 = 42

2² + 3² = 4 + 9 = 13

3² + 6 ² = 9 + 36 = 45

5² + 7² + 25 + 49 = 74

Jawaban

74.

Bacaan Lainnya

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *