Warna Tinja Manusia – Tahi / Feses – Menunjukkan Kesehatan Anda – Berdasarkan Sains!

4 min read

Warna tinja manusia tahi

Warna tinja manusia

Feses (tahi) atau warna tinja manusia bervariasi secara signifikan dalam bentuk penampilan, tergantung pada makanan dan kesehatan manusia. Berikut adalah warna tinja manusia:

 

Coklat

Kotoran manusia biasanya: memiliki warna coklat tua, hasil dari kombinasi empedu, bilirubin dan turunannya dari stercobilin dan urobilin, dari sel-sel darah merah yang mati. Biasanya itu kental semipadat, dengan lapisan yang sedikit berlendir. Kotoran berwarna kecoklatan berarti terdapat banyak kandungan lemak dalam tinja anda, dan hal ini bukanlah merupakan pertanda yang baik. Cobalah sedikit demi sedikit untuk mengubah pola makan tinggi lemak anda.

 

Kuning

Warna tinja yang menguning dapat disebabkan oleh infeksi yang dikenal sebagai giardiasis, namanya berasal dari Giardia, flagellated protozoa parasit yang menyebabkan diare parah dan menular. Penyebab lain dari menguning adalah suatu kondisi yang dikenal sebagai Gilbert’s Syndrome. Tinja kuning juga dapat menunjukkan bahwa makanan melewati saluran pencernaan dengan relatif cepat. Tinja kuning dapat ditemukan pada orang dengan penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

 

Pucat atau abu-abu

Warna tinja manusia seperti abu-abu emas pucat bisa disebabkan oleh keluaran empedu tidak cukup karena keadaan penyakit seperti: kolesistitis, batu empedu, giardia infeksi parasit, hepatitis, pankreatitis kronis atau sirosis. Garam empedu dari hati memberi tinja warna kecoklatan.

 

Hitam atau merah

Tinja bisa berwarna hitam karena adanya darah merah, yang bahwa dalam cukup lama terletak di dalam usus untuk dipecah oleh enzim pencernaan. Ini dikenal Sebagai melena dan biasanya karena perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, seperti dari ulkus peptikum perdarahan.

Kondisi itu bisa juga karena darah dalam tinja termasuk wasir, robekan anus dalam, divertikulitis, kanker usus dan ulcerative colitis. Tinja berwarna hitam juga dapat terlihat mengkonsumsi makanan-makanan tertentu, terutama yang menggunakan zat berna hitam, seperti dideh, tinta hitam ikan cumi-cumi, dsb.

Tinja berwarna hitam dapat disebabkan oleh sejumlah obat, subsalisilat seperti (bahan aktif dalam Pepto-Bismol), besi dan suplemen makanan, atau makanan seperti saur bit, akar manis hitam, blueberry warna keemasan.

Hematochezia, berlalunya darah segar melalui anus, biasanya tinja berwarna merah terang karena adanya darah di dalam saluran pencernaan, atau dari saluran pencernaan, atau dari sumber yang lebih aktif di saluran pencernaan bagian atas.

Alkoholisme juga dapat memprovokasi kelainan pada jalur darah sepanjang tubuh, Termasuk lewat tinja merah-hitam.

Wasir juga dapat menyebabkan pewarnaan permukaan merah pada tinja, karena mereka meninggalkan “tubuh” dan proses kompresi dan wasir dekat anus.

 

Biru

Biru prusia, atau biru tua, pewarna yang digunakan dalam pengobatan radiasi, cesium dan keracunan talium, dapat mengubah kotoran berwarna biru. Konsumsi substansial dari produk yang mengandung pewarna makanan biru, seperti blue curacao atau soda anggur, dapat memiliki efek yang sama.

 

Perak

Warna tinja manusia yang seperti aluminium emas keperak-perakan, seperti warna cat seperti warna ternoda khas hasil Ketika obstruksi bilier dari APAPUN jenis (tinja putih) yang dikombinasikan dengan perdarahan gastrointestinal dari setiap sumber (contohnya tinja hitam). Hal ini juga dapat menunjukkan karsinoma ampula Vater, yang akan menghasilkan perdarahan gastrointestinal dan obstruksi empedu, yang dapat menghasilkan kotoran perak.

 

Hijau

Tinja bisa menjadi hijau karena ketidak-setaraan air dalam empedu yang sedang diproses di saluran pencernaan dan diare yang berbau tajam. Hal ini kadang-kadang dapat menjadi hasil dari makan manis permen, seperti yang biasanya dibuat dengan minyak adas  (Foeniculum vulgare Miller), akar manis herbal dan terutama gula. Ini juga dapat dihasilkan dari mengkonsumsi pewarna hijau dalam jumlah berlebihan pada makanan.

 

Ungu emas – keunguan

Kotoran ungu atau keunguan adalah gejala porfiria. Porphyria bukan merupakan penyakit menular tetapi merupakan penyakit genetika yang diwaris dari orang tua. Porfiria disebabkan karena proses pembentukan heme yang tidak sempurna. Heme merupakan bagian penting dari hemoglobin, yaitu protein pengantar oksigen dan pengikat zat besi dalam darah. Dalam kondisi normal, pembentukan heme (senyawa biokimia) membutuhkan serangkaian proses kimia.

 

Warna tinja manusia tahi
Warna tinja manusia (tahi). Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki penyakit atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Sumber bacaan: Wikipedia (Inggris)

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *