fbpx

Info Terkini Gunung Ili Lewotolok NTT – Lembata Dan Sejarah Erupsi

Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT): Berita Terkini

Rabu, 20 Desember 2017

PVMBG menginformasikan bahwa, Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ili Lewotolok (1319 m dpl) sering mengalami krisis kegempaan yang berkaitan erat dengan kegiatan tektonik lokal di bagian utara gunungapi. Secara visual dari kemarin sampai pagi ini gunungapi teramati berkabut. Tinggi asap tidak teramati. Angin bertiup lemah ke arah timur.

Melalui rekaman seismograf pada 19 Desember 2017 tercatat:

  • 13 kali Gempa Hembusan
  • 3 kali Gempa Hybrid/Fase banyak
  • 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal
  • 1 kali Gempa Vulkanik Dalam
  • 2 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 1 kali gempa Tektonik Jauh

Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

 

Kamis, 14 Desember 2017

Gunungapi Ili Lewotolok di Pulau Lembata merupakan salah satu gunungapi aktif di Nusa Tenggara Timur. Karakteristik erupsi sejak Tahun0 1660-1920 adalah erupsi tipe letusan bersifat vulkanian dari kawah puncak.

Kegiatan vulkanik setelah Erupsi 1920 adalah krisis kegempaan vulkanik tanpa diikuti erupsi. Ili Lewotolok sering mengalami krisis Kegempaan yang selalu berkaitan dengan kegiatan tektonik lokal baik terasa maupun tidak terasa di bagian utara gunungapi.

Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer awan panas utamanya  berada di dalam radius 4 km dari puncak dan arah sektoral sejauh 6 km ke arah baratdaya, selatan, dan timurlaut. Bahaya lahar di daerah aliran sungai yang bermuara ke baratdaya dan selatan.

Secara visual dari kemarin sampai pagi ini gunungapi teramati jelas hingga berkabut. Tinggi asap bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah. Angin bertiup sedang hingga kencang ke arah timur. Melalui rekaman seismograf pada 13 Desember 2017 tercatat:

  • 28 kali Gempa Hembusan
  • 1 kali Tremor Non-Harmonik
  • 2 kali Gempa Fase Banyak
  • Nihil Gempa Tornilo
  • Nihil Gempa Low Frequency
  • 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal
  • 4 kali Gempa Vulkanik Dalam
  • Nihil Tektonik Lokal
  • 1 kali Gempa Tektonik Jauh

Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

 

Selasa, 5 Desember 2017

Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ili Lewotolok (1319 m dpl) sering mengalami krisis kegempaan yang berkaitan erat dengan kegiatan tektonik lokal di bagian utara gunungapi. Secara visual dari kemarin sampai pagi ini gunungapi tampak jelas. Tinggi asap kawah putih tipis 5-25 m. Angin bertiup lemah ke arah timur. Melalui rekaman seismograf pada 04 Desember 2017 tercatat:

  • 25 kali Gempa Hembusan
  • 1 kali Tremor Harmonik.
  • 5 kali Gempa Fase Banyak
  • 3 kali Gempa Tornilo.
  • Nihil Gempa Vulkanik Dangkal.
  • Nihil Gempa Vulkanik Dalam
  • 2 kali Tektonik Lokal.

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km dari kawah puncak.
VONA: Terakhir tercatat kode warna YELLOW, terbit 09 Oktober 2017 pukul 09:26 WIT, terkait hembusan asap kawah putih tipis mencapai ketinggian 1923 m dari permukaan laut atau 500 m dari puncak. Angin bertiup ke barat.
Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

 

Selasa 28/11/2017: Tingkat aktivitas Level II (WASPADA) 

G. Ili Lewotolok (1319 m dpl) sering mengalami krisis kegempaan yang berkaitan erat dengan kegiatan tektonik lokal di bagian utara gunungapi. Secara visual dari kemarin sampai pagi ini gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi asap kawah teramati setinggi 5-10 m di atas puncak. Angin bertiup lemah ke arah timur. Melalui rekaman seismograf pada 27 November 2017 tercatat:

  • 50 kali Gempa Hembusan
  • 2 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 6 kali Gempa Vulkanik Dalam

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km dari kawah puncak.
VONA: Terakhir tercatat kode warna YELLOW, terbit 09 Oktober 2017 pukul 09:26 WIT, terkait hembusan asap kawah putih tipis mencapai ketinggian 1923 m dari permukaan laut atau 500 m dari puncak. Angin bertiup ke barat.
Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

 

Jum’at 24/11/2017: Rekaman Seismograf

Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ili Lewotolok (1319 m dpl) sering mengalami krisis kegempaan yang berkaitan erat dengan kegiatan tektonik lokal di bagian utara gunungapi. Secara visual dari kemarin sampai pagi ini gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi asap kawah teramati setinggi 25 m di atas puncak. Angin bertiup lemah ke arah timur. Melalui rekaman seismograf pada 24 November 2017 tercatat:

  • 89 kali Gempa Hembusan
  • 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal
  • 8 kali Gempa Vulkanik Dalam
  • 1 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 1 kali Gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km dari kawah puncak.
VONA: Terakhir tercatat kode warna YELLOW, terbit 09 Oktober 2017 pukul 09:26 WIT, terkait hembusan asap kawah putih tipis mencapai ketinggian 1923 m dari permukaan laut atau 500 m dari puncak. Angin bertiup ke barat.
Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun. Sumber bacaan: Badan Geologi – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

 

17 Oktober 2013 pukul 10.00 WITA

PVMBG menurunkan statusnya dari siaga ke waspada dan turun lagi menjadi berstatus normal pada level II.

 

Gunung Ili Lewotolok

11 Oktober 2017 – Gunung Ili Lewotolok.    11 Okt BNPB: Gunung Ili Lewotolok tidak meletus

 

9 Oktober 2017, pukul 09.26

Terakhir tercatat kode warna YELLOW, terbit 09 Oktober 2017 pukul 09:26 WITA, terkait hembusan asap kawah putih tipis mencapai ketinggian 1923 m dari permukaan laut atau 500 m dari puncak. Angin bertiup ke barat.
Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

 

7 Oktober 2017, pukul 20.00 WITA

Status aktivitas vulkanik gunung berketinggian 1.423 mdpl ini ditingkatkan dari normal ke waspada sejak terhitung 7 Oktober 2017, pukul 20.00 WITA.

 

25 Januari 2012, pukul 16.00 WITA

Gunung api ini sempat mengalami masa krisis gempa pada Januari 2012. Saat itu PVMBG meningkatkan status gunung dari normal ke waspada hingga siaga, hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.

 

Tahun 1939 & 1951

Selanjutnya pada tahun 1939 dan 1951 terjadi kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Lewotolo. Letusan Gunung Lewotolo yaitu berupa lontaran lava pijar, abu, awan panas dan hembusan gas beracun.

 

Tahun 1660 – 1920

Gunung Lewotolo tercatat sejak tahun 1660 kemudian tahun 1819, dan 1849. Pada tanggal 5 dan 6 Oktober 1852 terjadi letusan yang merusak daerah sekitarnya dan muncul kawah baru dan komplek solfatara di sisi timur-tenggara. Letusan Gunung Lewotolo juga terjadi di tahun 1864, 1889, dan terakhir pada 1920 dikabarkan penduduk terjadi letusan kecil.

 

Gunung Lewotolo atau Gunung Ili Lewotolok atau Ile Ape

Adalah gunung berapi stratovolcano (Gunung berapi kerucut) yang terletak di bagian utara Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Di puncak gunung ini memiliki kawah besar menyerupai kaldera berbentuk bulan sabit yang disebut warga dengan nama Metong Lamataro.

Ini adalah bagian dari kawah lama Gunung Lewotolo. Sebuah kerucut terbentuk dibagian tenggara Metong Lamataro sebagai puncak tertinggi Gunung Lewotolo saat ini. Kerucut tersebut memiliki lubang kawah aktif dipuncaknya dengan hembusan asap solfatara di hampir semua bagian kerucut. Solfatara berwarna kuning membara, hablur belerang hasil sublimasi banyak ditemukan di lerang timur, utara dan selatan dari kerucut baru ini.

 

Pendakian

Gunung Lewotolo meruapakan salah satu gunung yang banyak diminati oleh para pendaki. Pendakian dimulai dari Desa Atowatung atau Baupukang di Kecamatan Ile Api yang berada di sisi utara Gunung Lewotolo.

Jalur pendakian berupa jalan setapak yang tertutup ilalang. Kemiringan lahan jalur pendakian antara 30-40 derajat. Waktu yang ditempuh untuk sampai di puncak Gunung Lewotolo umumnya adalah 5 jam.

 

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Setelah pemekaran, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, di bagian barat pulau Timor.

Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor Barat (biasadipanggil Timor).

Provinsi ini menempati bagian barat pulau Timor. Sementara bagian timur pulau tersebut adalah bekas provinsi Indonesia yang ke-27, yaitu Timor Timur yang merdeka menjadi negara Timor Leste pada tahun 2002.

 

Daftar Lengkap Gunung Berapi Di Indonesia

Di Indonesia memiliki jumlah total 150 gunung berapi. Geografi Indonesia didominasi oleh gunung api yang terbentuk akibat zona subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Daftar gunung berapi di Indonesia ini melimuti: bawah laut, kaldera, bentuk kerucut, perisai, fumarol stratovulkan dan kompleks.

Klik disini untuk membaca daftar lengkap gunung berapi di Indonesia.

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber bacaan: Badan Geologi – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana GeologiMagma Indonesia

                      

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-04-30T00:22:24+07:00 Oktober 12th, 2017|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment