Gunung Semeru | Sejarah Erupsi – Jawa Timur

3 min read

Gunung Semeru Malang

Gunung Semeru di Jawa Timur

Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Jarak dari Gunung Semeru ke:

Berikut jarak kira-kiranya menurut Google Maps:

  • Jakarta: 702 km
  • Bandung: 599 km
  • Semarang: 300 km
  • Yogyakarta: 283 km
  • Denpasar (Bali): 259 km
  • Banyuwangi: 160 km
  • Surabaya: 96,3 km
  • Probolinggo: 48,1 km
  • Malang: 35,5 km
  • Lumajang: 33,3 km
  • Poncokusumo: 13,4 km
  • Air Suci Watu Klosot: 7,7 km

Legenda Gunung Semeru

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.

Bagaimana cara saya ke Gunung Semeru?

Jika Anda ingin mencapai Gunung Semeru dari kota Malang, Anda bisa menggunakan angkutan umum menuju Desa Tumpang. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Jeep atau menikmati juga truk pengangkut sayur mayur yang dapat kita temukan di bagian belakang pasar terminal Tumpang.

Pendakian

Anda dapat mengakses puncak dengan berjalan kaki. Berjalan tidak memerlukan keterampilan teknis khusus. Jalan terakhir, bagaimanapun, adalah menuntut fisik yang sangat baik. Anda harus berjalan di bebatuan vulkanik, sangat tidak stabil, pada ketinggian positif sekitar 700m. Jalannya lurus sempurna, tanpa tikungan tajam, kemiringan rata-rata sekitar 75%, atau 36°. Pendakian terakhir biasanya dilakukan pada malam hari karena tiga alasan: untuk menghindari panas, untuk menikmati matahari terbit, untuk mendapatkan pemandangan yang jelas (kurang kabut).

Baca juga: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno | Indahnya Alam Indonesia

Pendakian dapat berlangsung selama beberapa hari, umumnya dua hingga empat hari berjalan kaki. Rute klasik dimulai dari Danau Ranu Pani. Jalur kemudian menanjak melalui hutan ke Danau Ranu Kumbolo, di mana dimungkinkan untuk berkemah. Pendakian kemudian dilanjutkan ke pembukaan Pos Kalimati. Secara tradisional, pendaki mendirikan kemah di Kalimati. Keberangkatan ke puncak berlangsung dari sana, dan pada malam hari. Perjalanan turun kembali melalui Ranu Kombolo, kemudian perjalanan menuju Ranu Pani dapat dilakukan melalui jalur Ayeg Ayeg.

Tanggal Sejarah Letusan Gunung Semeru

Gunung Semeru: Letusan gunung berapi memuntahkan abu di atas pulau Jawa Indonesia tanggal 4/12/2021 sekitar pukul 17:24 waktu setempat

Gunung Semeru di Indonesia telah meletus, menuangkan abu sekitar 5,6 km (3,4 mil) ke langit di atas Jawa, pulau terpadat di negara itu.

Sejauh ini tidak ada perintah evakuasi yang dikeluarkan, dan tidak ada korban yang dilaporkan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NDMA) memperingatkan penduduk desa yang tinggal di lereng gunung untuk waspada terhadap aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.

Rekaman menunjukkan abu dari gunung berapi 3.676 m (12.060 kaki) menjulang di atas rumah.

“Desa Sumber Mujur dan Curah Koboan [di kota Lumajang] terletak di lintasan awan panas,” kata pejabat setempat Thoriqul Haq, Sabtu.

Warga DAS Curah Kobokan dihimbau untuk mewaspadai kemungkinan semburan lumpur “lava dingin”, yang dapat dipicu oleh curah hujan yang tinggi yang dikombinasikan dengan material vulkanik.

Gunung Semeru meletus hari Sabtu, tanggal 4/12/2021 sekitar pukul 17:24 waktu setempat (10:24 GMT), kata pihak berwenang.

Sumber bacaan: BBC

Letusan Gunung Semeru 2017

3 Desember 2017: Letusan dan Guguran Masih Berstatus Waspada Level 2

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Wawan Hadi mengatakan, Gunung Semeru mengalami gempa letusan dan guguran yang merupakan aktivitas gunung api dalam status waspada.

“Kami menerima laporan setiap harinya terkait dengan aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mpdl) itu dari petugas pos pengamatan gunung api Semeru di Gunung Sawur,” kata Wawan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu 2 Desember 2017.

Sumber bacaan: Liputan 6

27 Februari 2012: Gempa Tremor Meningkat Drastis

Aktivitas vulkanik gunung ini terus meningkat. Dalam tiga hari terakhir jumlah gempa tremor terus bertambah secara drastis. “Dari referensi yang ada, peningkatan gempa tremor kerap sebagai penanda gunung berapi akan mengalami erupsi,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, Hendro Wahyono, Senin pagi, 27 Februari 2012.

Sumber bacaan: Tempo

Letusan / Erupsi Tahun 1913 dan 1946 Gunung Semeru

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.


Daftar Lengkap Gunung Berapi Di Indonesia

Di Indonesia memiliki jumlah total 150 gunung berapi. Geografi Indonesia didominasi oleh gunung api yang terbentuk akibat zona subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Daftar gunung berapi di Indonesia ini melimuti: bawah laut, kaldera, bentuk kerucut, perisai, fumarol stratovulkan dan kompleks.

Klik disini untuk membaca daftar lengkap gunung berapi di Indonesia.


Bacaan Lainnya

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *