fbpx

Kanker Usus Besar (Kolorektal)

Kanker Usus Besar (Kolorektal)

Kanker usus besar atau disebut juga kanker kolorektal termasuk pertumbuhan sel kanker pada usus, anal dan usus buntu.

 

Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama. Perkembangan polip tersebut kadang-kadang berkembang menjadi kanker. Terapi untuk kanker ini biasanya melalui operasi, yang biasanya diikuti dengan kemoterapi.

 

Apakah Kanker Kolorektum?

Kanker kolorektal adalah kanker yang berkembang dari sel-sel usus besar. Usus besar terdiri dari kolon dan rektum. Rektum adalah bagian 15 cm terakhir dari usus besar dan terletak di dalam rongga panggul ditengah tulang pinggul. Ini merupakan daerah yang sangat kecil sehingga jarak antara kanker dan organ normal sekitarnya sangat pendek. Oleh karena itu, kemungkinan kanker menyebar ke organ sekitarnya dalam di panggul cukup siknifikan.

Bagian lain dari usus besar yang posisinya terletak di atas pinggul, disebut Kolon.  Kolon dikelilingi oleh jaringan lemak, yang disebut omentum, dan dilekatkan pada dinding rongga perut oleh jaringan lemak yang lebih banyak lagi, disebut mesenterium.  Dalam mesenterium terdapat kelenjar getah bening.

Kanker dapat berkembang dari sel-sel lapisan usus besar. Kanker dapat menyebabkan penyumbatan usus, atau perdarahan dalam tinja.

 

Gejala dan Tanda Kanker Koloretal

  • Penurunan berat badan tanpa alasan.

  • Hilangnya nafsu makan yang tidak dapat dijelaskan.

  • Mual atau muntah.

  • Anemia.

  • Penyakit kuning.

  • Kelemahan atau kelelahan.

  • Gejala umum yang dialami adalah perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare atau sembelit terus menerus atau perubahan dalam frekuensi tinja. Darah bercampur dengan tinja juga tanda mencurigakan yang membutuhkan perhatian medis segera.

  • Gejala-gejala lainnya termasuk ketidaknyamanan atau nyeri perut terus menerus yang tidak jelas. Kadang kala dirasakan ada benjolan didalam perut.

 

Pengobatan Kanker Kolon

  • Pilihan pengobatan yang paling umum adalah bedah. Kanker dengan lemak dan kelenjar getah bening sekitarnya diangkat dan kedua ujung bagian yang dipotong digabungkan kembali. Jika karena alasan tertentu usus besar tidak dapat digabungkan kembali, pembukaan buatan untuk usus besar, disebut kolostomi, mungkin diperlukan. Pembukaan ini memungkinkan limbah dikeluarkan dari tubuh ketika pembukaan normal tidak dapat digunakan atau harus diangkat. Kolostomi mungkin bersifat sementara atau permanen.

  • Tergantung pada stadium kanker, kemoterapi mungkin diperlukan setelah operasi untuk meningkatkan kemungkinan seseorang untuk sembuh dari kanker. Kemoterapi dilakukan melalui suntikan obat anti-kanker ke dalam pembuluh darah di tangan. Kemoterapi, yang berlangsung dari 6 hingga 12 bulan, biasanya dihubungkan dengan sariawan, diare, rambut rontok ringan, kemungkinan penggelapan kulit, dan mual. Obat yang paling umum digunakan adalah 5-fluorourasil, meskipun obat lain mungkin juga digunakan sebagai tambahan.

 

Pengobatan Kanker Rektal

  • Sekali lagi, pilihan pengobatan utama adalah bedah. Karena posisi rektum di dalam tulang panggul, tinggi kemungkinan kanker menyebar ke organ-organ sekitarnya, seperti kandung kemih, rahim dan tulang. Bahkan jika kanker telah semua diangkat dalam operasi, karena jarak antara kanker dan jaringan normal sangat dekat, terkadang ada kekhawatiran sel-sel kanker yang tidak terdeteksi mungkin masih ada di sekitarnya.

  • Oleh karena itu, tergantung dari seberapa jauh kanker telah menyerang lemak dan organ-organ sekitarnya, terapi radiasi kadang digunakan untuk mengurangi ukuran kanker kolorektal sebelum pembedahan. Lebih sering, radiasi digunakan setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa dan mencegah kanker berulang.

  • Radioterapi dilakukan dengan pemberian sinar energi tinggi pada area kecil di mana kanker utama berada. Pengobatan, diberikan setiap hari selama 5 menit, biasanya berlangsung 5 sampai 6 minggu. Efek samping yang mungkin terjadi misalnya diare, kelelahan, kulit kemerahan dan ruam. Pada beberapa wanita, radioterapi menyebabkan menopause dini.

  • Sama dengan kanker kolon, kemoterapi mungkin juga diperlukan setelah operasi. Radioterapi dapat diberikan bersama dengan kemoterapi.

 

Prognosis Kanker Kolorektum

Prognosis berarti kemungkinan hasil akhir dari penyakit berdasarkan semua fakta yang relevan terhadap kasus tersebut. Semua temuan dari pemeriksaan klinis, investigasi sinar-X dan laporan patologi adalah penting dan harus dipertimbangkan bersama untuk memutuskan apa kemungkinan perkembangan masing-masing kasus kanker colorectum. Dari sini, pengobatan yang sesuai dapat ditentukan dan dilakukan. Strategi pengobatan bervariasi dari orang ke orang, menurut tubuh mereka masing-masing dan stadium penyakit kanker usus besar ini.

Dengan pengobatan yang tepat dan sesuai, prognosis untuk seseorang dengan kanker kolorektum dini akan lebih baik.

 

Cara Mencegah Kanker Usus Besar

1. Gaya hidup sehat

  • Rekomendasi saat ini untuk mencegah kanker usus besar meliputi peningkatan konsumsi biji-bijian utuh, buah-buahan dan sayur-sayuran, dan mengurangi konsumsi daging (berwarna) merah. Walaupun demikian konsumsi serat, buah-buahan dan sayur-sayuran sehubungan dengan kanker usus besar masih lemah.
  • Kegiatan fisik (Physical exercise) berhubungan dengan kemudahan buang air besar, tetapi tidak mengurangi risiko kanker usus besar. Duduk untuk jangka waktu lama secara regular/teratur berhubungan dengan tingkat kematian yang meningkat karena kanker usus besar. Risiko ini tidak dapat dihindarkan dengan melakukan olahraga yang teratur, meskipun memang menurunkannya.
  • Diketahui bahwa mereka yang mengonsumsi kopi secara rutin ternyata memiliki 15% risiko lebih kecil terkena kanker usus. Sedangkan, mereka yang minum 6 gelas atau lebih, maka risiko terserang kanker usus berkurang hingga 40%.

2. Obat-obatan

  • Aspirin dan celecoxib mengurangi risiko kanker usus besar pada yang berisiko tinggi.
  • Bagaimanapun hal ini tidak direkomendasikan pada mereka yang berisiko sedang.
  • Terdapat bukti lain bahwa suplemen kalsium dapat juga digunakan, tetapi bukti-buktinya belum cukup untuk merekomendasikan pemakaian suplemen kalsium.
  • Vitamin D dan tekanan darah (blood levels) berhubungan dengan penurunan risiko kanker usus besar.

3. Diagnosa dini

Lebih dari 80 persen kanker usus besar berasal dari terjadinya polip (adenomatous polyps) yang membuat kanker usus besar sangat cocok untuk ditapis. Diagnosis melalui penapisan terjadi 2-3 tahun sebelum diagnosis ditegakkan karena timbulnya gejala-gejala. Penapisan atau diagnosa dini dapat mengurangi kematian akibat kanker usus besar hingga 60%.

Tiga jenis diagnosa yang sekarang ini sering dilakukan adalah: tes darah samar (fecal occult blood), flexible sigmoidoscopy dan kolonoskopi.

 

Penyebab Kanker Usus Besar (Kolorektal)

Dokter tidak tahu 100% apa yang menyebabkan sebagian besar kanker usus besar. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pengembangannya. Memiliki salah satu faktor risiko ini tidak berarti bahwa Anda akan pasti mengidap kanker.

  • Merokok dan tembakau tanpa asap.

  • Berat badan berlebihan (obesitas) dan aktivitas fisik.

  • Sindrom kanker keluarga dan faktor genetik.

  • Sejarah penyakit penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa.

  • Sejarah keluarga kanker kolorektal dan / atau polip adenomatosa familial atau kanker kolorektal non-polip keturunan.

  • Lebih besar dari 75-95% kanker kolorektal terjadi pada orang dengan sedikit atau tanpa risiko genetik.

  • Faktor risiko termasuk usia yang lebih tua, jenis kelamin laki-laki, asupan lemak tinggi, alkohol, daging merah, daging olahan, obesitas, merokok dan kurangnya latihan fisik. Sekitar 10% kasus terkait dengan aktivitas yang tidak mencukupi.

  • Risiko dari alkohol tampaknya meningkat lebih dari satu gelas per hari.

  • Ini lebih sering terjadi pada orang tua. Hampir setengah dari semua kasus baru didiagnosis pada orang berusia 75 tahun ke atas. Kanker pankreas jarang terjadi pada orang di bawah 40 tahun.

 

Kanker usus besar kolorektal

Segmen usus membujur baru dibuka menunjukkan kanker dan 4 polip di segmen usus besar ini. Sumber bacaan: Wikipedia

 

Contoh Kanker-Kanker Lainnya

Kanker bisa dimulai di tempat manapun di tubuh. Ini dimulai saat sel-sel tumbuh di luar kendali dan kerumunan sel normal.

Hal ini membuat tubuh sulit bekerja sebagaimana mestinya. Memahami penyakit kanker dapat membantu Anda untuk mengenal lebih jelas “seperti apakah kanker itu?” Klik disini dan baca artikel pemahaman penyakit kanker ini sampai habis bersama contoh-contohnya!

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-06-08T15:00:28+00:00 Mei 12th, 2018|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment