fbpx

Pertumbuhan Ekonomi – Cara Mengukur, Rumus, Indikator, Teori, Penjelasan, Faktor dan Contoh

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu ekonomi dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Secara konvensional diukur sebagai tingkat persentase peningkatan dalam produk domestik bruto riil, atau PDB riil.

 

Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan, misalnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP), tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya.

 

Rumus Tingkat Pertumbuhan Ekonomi

Bagaimana menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara? Dengan indikator PDB, pertumbuhan ekonomi dapat dihitung menggunakan formulasi sebagai berikut.

R(t-1, t) = (PDBt – PDBt-1)/PDBt-1 x 100%

Keterangan:

R = tingkat pertumbuhan ekonomi dalam satuan persentase (%)
PDBt = Produk Domestik Bruto (pendapatan nasional riil) pada tahun t
PDBt-1 = Produk Domestik Bruto (pendapatan nasional riil) pada tahun sebelumnya

Untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi, terlebih dahulu harus diketahui nilai PDB selama periode tertentu. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas tentang penghitungan pertumbuhan ekonomi, dapat ditunjukkan contoh kasus seperti berikut.

 

Contoh Menghitung Pertumbuhan Ekonomi

Diketahui data PDB selama lima tahun terakhir seperti ditunjukkan pada tabel berikut.

Tahun PDB (dalam miliaran rupiah)
2013 Rp    8.262.000
2014 Rp   8.692.500
2015 Rp   9.177.300
2016 Rp   9.643.200
2017 Rp 10.729.500

Dari data di atas, hitunglah:

  1. Tingkat pertumbuhan ekonomi dari tahun 2013 hingga 2017!
  2. Rata-rata pertumbuhan ekonomi selama periode 2013 – 2017!

Penyelesaian:

1. Tingkat pertumbuhan ekonomi dari tahun 2014 – 2017

Tahun Proses Penghitungan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
2014 {(Rp 8.692.500 – Rp 8.262.000)/Rp 8.262.000} x 100% 5,2%
2015 {(Rp 9.177.300 – Rp 8.692.500)/Rp 8.692.500} x 100% 5,6%
2016 {(Rp 9.643.200 – Rp 9.177.300)/Rp 9.177.300 x 100% 5,1%
2017 {(Rp 10.729.500 – Rp 9.643.200)/Rp 9.643.200} x 100% 11,3%

2. Rata-rata pertumbuhan ekonomi selama periode 2014 – 2017

Rata-rata = (5,2% + 5,6% + 5,1% + 11,3%)/4 = 6,8%

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang naik dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa adanya keberhasilan suatu pemerintahan negara dalam meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah negerinya.

 

Contoh pertumbuhan ekonomi

Contoh pertumbuhan ekonomi. Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay

 

Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:

  • Faktor Sumber Daya Manusia

Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan dengan membangun infrastruktur di daerah-daerah.

  • Faktor Sumber Daya Alam

Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

  • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

  • Sumber Daya Modal

Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas

  • Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), dan sebagainya.

 

Indikator Pertumbuhan Ekonomi

Kesuksesan suatu negara dilihat dari pertumbuhan ekonominya. Sementara kesuksesan pemerintahan suatu negara dillihat dari kemampuannya meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya. Pertumbuhan ekonomi ini penting untuk diperhatikan bahkan terus ditingkatkan karena menjadi indikator keberhasilan kinerja pemerintah dan jajarannya dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera bagi rakyatnya. Oleh sebab itu, setiap negara senantiasa berusaha untuk menggenjot pertumbuhan ekonominya agar mencapai optimal bahkan maksimal. Berhasil tidaknya pencapaian pertumbuhan ekonomi suatu negara dicirikan dengan hal-hal berikut.

  1. Produktivitas meningkat
  2. Laju pertumbuhan penduduk dan produk per kapita tinggi
  3. Laju perubahan struktural tinggi
  4. Adanya gelombang urbanisasi, yakni perpindahan penduduk dari desa ke kota
  5. Ekspansi negara maju

Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu negara mengindikasikan tingkat kesejahteraan rakyat yang tinggi pula. Lantas, apa yang menjadi ukuran atau indikator dari pertumbuhan ekonomi suatu negara? Bicara indikator, banyak faktor yang bisa dijadikan indikator pertumbuhan ekonomi, di antaranya:

  • Produk Domestik Bruto (PDB)

Pada prinsipnya, pertumbuhan ekonomi dapat dipahami sebagai pertambahan pendapatan nasional atau pertambahan output atas barang dan jasa yang diproduksi selama satu tahun. Dari sini jelas bahwa indikator pertumbuhan ekonomi salah satunya ditunjukkan oleh nilai PDB (Produk Domestik Bruto). PDB merepresentasikan pendapatan nasional riil yang dihitung dari keseluruhan output dari barang dan jasa yang diproduksi suatu negara. Syarat bagi suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila nilai PDB atau pendapatan nasional riil mengalami kenaikan dari periode sebelumnya.

  • Pendapatan riil per kapita

Pendapatan riil per kapita menunjukkan pendapatan masyarakat suatu negara. Jika pendapatan masyarakat secara keseluruhan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, maka dapat dikatakan bahwa perekonomian di negara tersebut juga mengalami pertumbuhan yang positif.

  • Kesejahteraan penduduk

Indikator kesejahteraan penduduk ini memiliki keterkaitan dengan pendapatan riil per kapita. Semakin banyak barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara tentu harus ditunjang dengan distribusi yang lancar. Jika distribusi barang dan jasa lancar, maka distribusi pendapatan per kapita di seluruh wilayah negara merata. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di negara tersebut.

  • Tingkat penyerapan tenaga kerja dan pengangguran

Ketika lapangan kerja tersedia sehingga tingkat penyerapan tenaga kerja tinggi, saat itulah negara mengalami pertumbuhan ekonomi. Tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi jelas berpengaruh pada berkurangnya angka pengangguran. Artinya, produktivitas meningkat.

 

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai berikut:

 

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

  • Werner Sombart (1863-1947)

Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:

    • Masa perekonomian tertutup

Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:

  1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri

  2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen

  3. Belum ada pertukaran barang dan jasa

    • Masa kerajinan sama pertukangan

Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

  • Meningkatnya kebutuhan manusia

  • Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian

  • Timbulnya pertukaran barang dan jasa

  • Pertukaran belum didasari profit motive

    • Masa kapitalis

Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekadar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:

      • Tingkat prakapitalis

Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. Kehidupan masyarakat masih statis

  2. Bersifat kekeluargaan

  3. Bertumpu pada sektor pertanian

  4. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri

  5. Hidup secara berkelompok

      • Tingkat kapitalis

Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. Kehidupan masyarakat sudah dinamis

  2. Bersifat individual

  3. Adanya pembagian pekerjaan

  4. Terjadi pertukaran untuk mencari keuntungan

      • Tingkat kapitalisme raya

Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. Usahanya semata-mata mencari keuntungan

  2. Munculnya kaum kapitalis yang memiliki alat produksi

  3. Produksi dilakukan secara massal dengan alat modern

  4. Perdagangan mengarah kepada ke persaingan monopoli

  5. Dalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh

      • Tingkat kapitalisme akhir

Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu :

  1. Munculnya aliran sosialisme

  2. Adanya campur tangan pemerintah dalam ekonomi

  3. Mengutamakan kepentingan bersama

  • Friedrich List (1789-1846)

Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:

  1. Masa berburu dan pengembaraan

  2. Masa beternak dan bertani

  3. Masa bertani dan kerajinan

  4. Masa kerajinan, industri, perdagangan

  • Karl Butcher (1847-1930)

Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:

  1. Masa rumah tangga tertutup

  2. Rumah tangga kota

  3. Rumah tangga bangsa

  4. Rumah tangga dunia

  • Walt Whiteman Rostow (1916-1979)

W.W.Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang bejudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:

    • Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)

  1. Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsi-fungsi produksi yang terbatas.

  2. Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern

  3. Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai

    • Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take off)

  1. Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses transisi.

  2. Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.

    • Periode Lepas Landas (The take off)

  1. Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.

  2. Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas

  3. Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat

  4. Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.

  5. Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.

    • Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)

  1. Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.

  2. Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.

  3. Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk

  4. Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.

  5. Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern

    • Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)

  1. Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.

  2. Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.

  3. Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.

  4. Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi.

Teori Klasik dan Neo Klasik

  • Teori Klasik

    • Adam Smith

Teori Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.

    • David Ricardo

Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.

  • Teori Neoklasik

    • Robert Solow

Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif.

    • Harrord Domar

Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.

 

 

By | 2019-02-12T19:17:16+00:00 Februari 12th, 2019|Lainnya|0 Comments

Leave A Comment