fbpx

Ekonomi Berkelanjutan – Economic Sustainability – Perbedaan Ekonomi Hijau dan Ungu – Contoh

Pengertian Ekonomi Berkelanjutan

Penggunaan berbagai strategi untuk menggunakan sumber daya yang ada secara optimal sehingga keseimbangan yang bertanggung jawab dan menguntungkan dapat dicapai dalam jangka panjang. Dalam konteks bisnis, ekonomi berkelanjutan melibatkan penggunaan berbagai macam aset perusahaan secara efisien untuk memungkinkannya melanjutkan profitabilitas dari waktu ke waktu.

 

Ekonomi Ungu (Budaya)

Ekonomi ungu adalah unsur dalam perekonomian, yang berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan dengan mengangkat potensi budaya pada barang dan jasa.

“Ekonomi ungu mengacu pada pertimbangan unsur budaya dalam ekonomi. Istilah tersebut merujuk pada perekonomian yang berlarasan dengan keberagaman manusia dalam era globalisasi dan yang bertumpu pada dimensi budaya untuk mengedepankan barang dan jasa.”

Kedua tren tersebut, horizontal dan vertikal, saling memupuk. Bahwasanya, meningkatnya unsur budaya yang melekat pada produk berkaitan dengan vitalitas budaya suatu wilayah.

Istilah tersebut muncul di Prancis pada tahun 2011 di dalam manifesto yang dirilis di surat kabar Le Monde.fr. Penanda tangannya termasuk para administrator dari Asosiasi Diversum yang menyelenggarakan Forum internasional pertama tentang ekonomi ungu, di bawah payung UNESCO, Parlemen Eropa dan Komisi Eropa di Paris, pada bulan Oktober 2011.

 

Keterkaitan Ekonomi Ungu dengan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)

Ekonomi ungu menggarisbawahi adanya eksternalitas, dengan lingkungan budaya sebagai tempat semua pelaku menimba sesuatu dan sebaliknya mereka meninggalkan jejaknya, yang merupakan milik bersama. Dengan demikian ekonomi ungu memosisikan unsur budaya sebagai salah satu pilar dari pembangunan berkelanjutan.

Sesungguhnya, sejak awal mulanya, unsur budaya merupakan isu yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Bahwasanya, tanggung jawab sosial perusahaan bersumber pada Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1966.

Namun, isu ini hanya merupakan salah satu unsur pembangunan berkelanjutan, bersamaan dengan problematik yang berhubungan dengan lingkungan alam (ekonomi hijau) dan lingkungan sosial (ekonomi sosial). Berbagai komponen perekonomian berkelanjutan tersebut saling melengkapi, dan hal ini telah ditegaskan dalam imbauan yang dirilis pada tahun 2015 oleh surat kabar Le Monde Économie menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-21.

 

Ekonomi Berkelanjutan

Ekonomi Berkelanjutan. Sumber foto: Wikimedia Commons

 

Ekonomi Hijau (Ekologis)

Ekonomi Hijau adalah sebuah rezim ekonomi berkelanjutan yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Ekonomi Hijau juga berarti perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbon dioksida dan polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial. Sedangkan ekonomi hijau ekologis merupakan sebuah model pembangunan ekonomi yang berlandaskan pembangunan berkelanjutan dan pengetahuan ekonomi ekologis.

 

Ciri Ekonomi Hijau

Ciri ekonomi hijau yang paling membedakan dari rezim ekonomi lainnya adalah:

  • Penilaian langsung kepada modal alami dan jasa ekologis sebagai nilai ekonomi dan akuntansi biaya di mana biaya yang diwujudkan ke masyarakat dapat ditelusuri kembali dan dihitung sebagai kewajiban.
  • Kesatuan yang tidak membahayakan atau mengabaikan aset.
  • Untuk tinjauan umum tentang kebijakan pembangunan lingkungan internasional yang menuju ke laporan Ekonomi Hijau Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).

 

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa

United Nations Environment Programme (UNEP) berperan mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas alam sekitar Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan membantu negara-negara berkembang melaksanakan kebijakan mengenai alam dan menggalakkan sustainable development di dunia. Organisasi ini didirikan setelah United Nations Conference on the Human Environment pada Juni 1972 dan bermarkas di Nairobi, Kenya. UNEP juga memiliki enam kantor regional.

  • Misi UNEP adalah “melengkapi kepemimpinan dan mendorong hubungankerjasama dalam kepedulian terhadap lingkungan melalui pembentukan inspirasi.
  • Pemberian informasi yang memungkinkan rakyat dan bangsa untuk memperbaiki kualitas hidup mereka tanpa membahayakan generasi penerus bangsa”.
  • UNEP terdiri dari beberapa divisi, termasuk Divisi Teknologi, Industri dan Ekonomi (DTIE).

 

Contoh Ekonomi Berkelanjutan

Cara melakukan ekonomi berkelanjutan yang dapat Anda mulai:

  • Mudah: Donasi Rp 10 000 untuk Ekonomi Filantropi di sektor nirlaba melalui yayasan-yayasan tertentu.

  • Sedang: Berkomitmen untuk berbelanja di toko, pasar dan restoran lokal.

  • Lebih lanjut: Berkomitmen untuk membeli sebagian besar pakaian Anda dari toko barang bekas.

 

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: KitndoResearch GateBusiness DictionaryKTH Royal Institute of TechnologyUniversity of Mary Washington

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2019-02-14T00:01:40+07:00 Januari 9th, 2019|Geografi & Sejarah, Lainnya|0 Comments

Leave A Comment