Teori Copernicus Heliosentris dan Penjelasannya

3 min read

Teori copernicus heliosentris

Teori Copernicus

Nicolaus Copernicus adalah seorang astronom yang mengusulkan teori Copernicus: sistem heliosentris, yang mengorbit planet-planet di sekitar Matahari; bahwa Bumi adalah sebuah planet yang, selain mengorbit Matahari setiap tahun, juga berubah sekali setiap hari dengan porosnya sendiri; dan bahwa perubahan yang sangat lambat ke arah aksis ini menyebabkan presesi ekuinoks.

Latar belakang Nicolaus Copernicus

Lahir di Toruń, 19 Februari 1473 – meninggal di Frombork, 24 Mei 1543 pada umur 70 tahun) adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom berkebangsaan Polandia, yang mengembangkan teori heliosentrisme (berpusat di matahari) Tata Surya dalam bentuk yang terperinci, sehingga teori tersebut bermanfaat bagi sains. Ia juga seorang kanon gereja, gubernur dan administrator, hakim, astrolog, dan tabib. Teorinya tentang Matahari sebagai pusat Tata Surya, yang menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional (yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta) dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern (teori ini menimbulkan revolusi ilmiah). Teorinya memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia lainnya. Universitas Nicolaus Copernicus di Torun, didirikan tahun 1945, dinamai untuk menghormatinya.

“ “Ada beberapa ‘pembual’ yang berupaya mengkritik karya saya, padahal mereka sama sekali tidak tahu matematika, dan dengan tanpa malu menyimpangkan makna beberapa ayat dari Tulisan-Tulisan Kudus agar cocok dengan tujuan mereka, mereka berani mengecam dan menyerang karya saya; saya tidak khawatir sedikit pun terhadap mereka, bahkan saya akan mencemooh kecaman mereka sebagai tindakan yang gegabah”. ”
Nikolaus Kopernikus menulis kata-kata yang dikutip di atas kepada Paus Paulus III. Kopernikus mencantumkan kata-kata itu dalam karya terobosannya yang berjudul On the Revolutions of the Heavenly Spheres (mengenai perputaran bola-bola langit), yang diterbitkan pada tahun 1543. Mengenai pandangan yang dinyatakan dalam karyanya ini, Christoph Clavius, seorang imam Yesuit pada abad ke-16, mengatakan, “Teori Kopernikus memuat banyak pernyataan yang tidak masuk akal atau salah”. Teolog Jerman, Martin Luther, menyayangkan, “Si dungu itu akan mengacaukan seluruh ilmu astronomi”.

Baca juga ? Daya tarik gravitasi antara Bumi dengan Bulan

Teori Heliosentrisme Copernican

Heliosentrisme Copernican adalah nama yang diberikan kepada model astronomi yang dikembangkan oleh Nicolaus Copernicus dan diterbitkan pada 1543. Model tersebut memposisikan Matahari di dekat pusat Alam Semesta, tak bergerak, dengan Bumi dan planet-planet lainnya berrotasi mengitarinya dengan kecepatan yang seragam. Movel Copernican menggantikan sistem Ptolemaik yang dipegang dalam budaya Barat selama berabad-abad, yang menempatkan Bumi di pusat Alam Semesta, dan sering dianggap sebagai titik peluncuran astronomi modern dan Revolusi Saintifik.

Teori copernicus heliosentris
Heliocentric universe, Harmonia. Macrocosmica. Teori Copernicus Heliosentris dan Penjelasannya. Ilustrasi dan sumber foto: Wikimedia Commons

Kapan teori Copernicus diterima?

Pada tahun 1543, Nicolaus Copernicus merinci teori radikal Semesta di mana Bumi, bersama dengan planet-planet lain, berputar mengelilingi Matahari. Teorinya membutuhkan lebih dari satu abad untuk diterima secara luas.

Siapa yang membuktikan teori Copernicus?

Nama astronom Polandia abad ke-16 Nicolaus Copernicus menjadi dunia rumah tangga karena ia mengusulkan bahwa Bumi berputar mengelilingi matahari. Tetapi orang yang akhirnya mengumpulkan bukti ilmiah dari teori itu adalah astronom Inggris James Bradley, yang lahir pada bulan ini pada tahun 1693.

Baca juga ? Kilometer ke Tahun Cahaya ; 1 Tahun Cahaya = 9,460,730,472,580.8 km

Mengapa model atau teori Copernicus tidak diterima?

Model heliosentris umumnya ditolak oleh para filsuf kuno karena tiga alasan utama: Jika Bumi berputar dengan porosnya, dan mengorbit mengelilingi Matahari, maka Bumi harus bergerak. Namun, kita tidak bisa merasakan gerakan ini. Gerakan ini juga tidak menimbulkan konsekuensi pengamatan yang jelas.

Apa yang salah tentang teori Copernicus?

Copernicus juga pernah salah. Dia berpegang pada gagasan bahwa orbit itu bulat sempurna, yang kemudian dibantah oleh Johannes Kepler, yang menunjukkan bahwa orbit itu berbentuk bulat panjang.

Teori Heliosentris

Dalam astronomi, heliosentrisme adalah model astronomi yang mana bumi mengelilingi matahari yang berada pada pusat tata surya. Kata berasal dari bahasa Yunani (ήλιος Helios = Matahari, dan κέντρον kentron = pusat). Secara historis, heliosentrisme bertentangan dengan geosentrisme, yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta.

Diskusi mengenai kemungkinan heliosentrisme terjadi sejak zaman klasik. Barulah ketika abad ke-16 dapat ditemukan suatu model matematis dapat meramalkan secara lengkap sistem heliosentris, yaitu Nicolaus Copernicus, seorang ahli matematika dan astronom. Pada abad berikutnya, model tersebut dijabarkan dan diperluas oleh Johannes Kepler dan pengamatan pendukung dengan menggunakan teleskop diberikan oleh Galileo Galilei. Tetapi pada masa Renaissans, banyak yang tidak percaya tentang teori ini.

Dengan observasi Wiliam Herschel, Friedrich Bessel, beserta lainnya, para astronom menyadari bahwa matahari bukan pusat dari alam semesta seperti heliosentrisme pada waktu di mana Copernicus telah menyangka sebelumnya. Pemikiran modern menyatakan bahwa alam semesta tidak memiliki lokasi pusat yang spesifik, seperti prinsip relativitasnya Albert Einstein.

Bagaimana teori heliosentris terbukti benar?

Galileo menemukan bukti untuk mendukung teori heliosentris Copernicus ketika ia mengamati empat bulan di orbit di sekitar Yupiter. Mulai tanggal 7 Januari 1610, ia memetakan setiap malam posisi 4 “bintang-bintang Medicean” (kemudian berganti nama menjadi bulan-bulan Galilea).


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: National Geographi National, Britannica

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing