Cairan madu yang manis dan lengket mengandung bahan pengawet alami & antibiotik yang disebut “propolis”

4 min read

Cairan madu

Madu

Cairan madu yang manis dan lengket mengandung bahan pengawet alami & antibiotik yang disebut “propolis”. Zat ini terkandung dalam tumbuhan atau bunga yang diambil oleh lebah.

 

Madu Murni

Dengan cairan yang murni, ia memiliki tingkat kepekatan yang tinggi, sehingga jamur tidak dapat berkembang, jadi dia tidak bisa busuk/masam.

 

Madu dan Kesehatan

Madu juga sudah terbukti bisa digunakan untuk pengobatan luka pada penderita diabetes di mana pasien yang tidak bisa menggunakan antibiotik. Karena manisnya dari madu berupa fruktosa dan apabila masuk kedalam tubuh akan langsung diubah menjadi energi tanpa perlu hormon insulin untuk mengubahnya. Sehingga dapat menyembuhkan penderita diabetes.

 

Cairan Madu dan Dunia Kedokteran

Sepanjang sejarah, madu sudah digunakan manusia untuk mengobati berbagai jenis penyakit, namun baru beberapa periode ini antiseptik dan antibakteri yang berasal dari madu bisa dijelaskan secara kimiawi.

1. Efek Osmotik

Madu memiliki efek osmotik. Pada dasarnya madu merupakan campuran dari monosakarida dengan aktifitas air yang rendah, kebanyakan molekul air selalu berhubungan dengan gula dan juga mikroorganisme. Hal ini membuat madu menjadi media yang tidak bagus untuk mikroorganisme berkembang biak.

2. Hidrogen Peroksida

Hidrogen Peroksida terbentuk dari pelepasan yang lambat oleh enzim glukosa oksida yang ada di cairan madu. Hal ini terjadi jika madu dicairkan, di mana oksigen dibutuhkan untuk reaksi ini, aktif hanya jika keasaman madu dinetralisasi oleh cairan tubuh, dapat dihancurkan oleh adanya enzim pencerna protein, dan akan hancur jika madu terpapar panas atau sinar.

Madu juga dapat menonaktifkan logam bebas, yang tidak akan mengkatalisis pembentukan radikal oksigen bebas dari hidrogen peroksida, yang menyebabkan peradangan. Juga, unsur antioksidan dalam madu membantu membersihkan radikal bebas oksigen yang ada.

C6H12O6 + H2O + O2 → C6H12O7 + H2O2 (reaksi oksidasi glukosa)

Pada saat madu digunakan (seperti dioleskan pada luka) hidrogen peroksida dihasilkan saat madu mencair terkena cairan tubuh. Sebagai hasilnya, hidrogen peroksida dilepaskan perlahan lahan dan menjadi antiseptik.

3. Pengobatan penderita diabetes

Cairan madu asli juga sudah terbukti bisa digunakan untuk pengobatan luka pada penderita diabetes di mana pasien tidak bisa menggunakan antibiotik.

Karena manisnya dari madu berupa fruktosa dan apabila masuk kedalam tubuh akan langsung diubah menjadi energi tanpa perlu hormon insulin untuk mengubahnya.Sehingga dapat menyembuhkan penderita diabetes.

4. Keasaman

Keasaman (PH) madu berkisar dari 3.2 sampai 4.5. Kondisi asam ini dapat mencegah tumbuhnya bakteri.

5. Metilglioksal

Aktivitas antibiotik nonperoksida disebapkan oleh metilglioksal (MGO) dan komponen sinergi yang tidak dikenali. Kebanyakan madu mengandung MGO yang sangat rendah, namun madu manuka mengandung MGO yang sangat tinggi. Tingkat sinergi dalam madu manuka dua kali lipat lebih dari aktivitas antibakteri MGO.

6. Efek nutraseutikal

Antioksidan dalam madu pernah diujikan pada tikus dan mampu mengurangi kerusakan yang terjadi di usus besar. Hal ini sesuai dengan pengobatan tradisional.

7. Pengobatan sakit tenggorokan dan batuk

Madu juga sudah digunakan berabad-abad untuk mengobati sakit tenggorokan dan batuk, dan sesuai penelitian yang baru dilakukan, madu dapat meredakan batuk.

8. Aplikasi medis lainnya

Beberapa studi menunjukkan penggunaan madu dapat mengurangi bau badan, bengkak, dan mengobati luka. Madu telah terbukti menjadi pengobatan yang efektif untuk konjungtivitis pada tikus. Madu dipasteurisasi secara luas diyakini dapat mengurangi alergi, meskipun tidak secara komersial disaring atau madu mentah terbukti lebih efektif dibandingkan plasebo dalam studi terkontrol dari 36 peserta dengan alergi pada mata.

 

Pembentukan Madu

  • Lebah mengubah sakarida (karbohidrat) menjadi madu dengan proses mengunyah berkali kali sampai setengah tercerna.
  • Proses ini tidak dilakukan sekaligus. Setelah dikunyah, sakarida masih dalam bentuk cair dan masih mengandung banyak air.
  • Maka proses selanjutnya adalah penguapan sebanyak mungkin air dan transformasi dengan enzim (biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis).

Lebah membuat madu sebagai sumber makanan. Pada musim dingin atau saat makanan langka, lebah mengambil cadangan madu sebagai sumber energi.

 

Analisis nutrisi madu secara umum

  • Fruktosa: 38.2%
  • Glukosa: 31.3%
  • Maltosa: 7.1%
  • Sukrosa: 1.3%
  • Air: 17.2%
  • Gula paling tinggi: 1.5%
  • Abu (analisis kimia):0.2%
  • Lain-lain: 3.2%

 

Tes Matematika

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber: NCBI

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.