Koligatif Larutan
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya. Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit
Sifat koligatif larutan juga dikelompokan menjadi 4, yaitu:
1. Penurunan tekanan uap jenuh (Δ Tp)
2. Kenaikan titik didih (ΔTb)
3. Penurunan titik beku (Δ Tf)
4. Tekanan osmotik (π)
Berikut penjelasan kelompok sifat koligatif:
1. Koligatif Larutan – Penurunan tekanan uap jenuh (Δ Tp )
Penurunan tekanan uap jenuh adalah selisih tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan .
tabel penurunan tekanan uap jenuh larutan non elektrolit dan elektrolit ↓
Uraian | Larutah non elektrolit | Larutan elektrolit |
| Rumus umum | Δ p = Pº – P | Δ p = Pº – P |
| Δ p = Xt × Pº | Δ p = Xt × Pº | |
| P = Xp × Pº | P = Xp × Pº | |
| Keterangan | Δ p = penurunan tekanan uap (mmHg) | |
| Pº = tekanan uap pelarut murni | ||
| P = tekanan uap pelarut | ||
| Xp = fraksi mol pelarut | ||
| Xt = fraksi mol terlarut | ||
contoh soal:
Tekanan uap air pada 100ºC adalah 760 mmHg. nerapakah tekanan uap larutan glukosa 180 % pada 100ºC(Ar H =1 , Ar C = 12 , Ar O = 16 ) ?
Jawaban :
misalkan jumlah larutan 100 gr
massa glukosa = 180/100 ×100 gr = 18 gr
massa air = 100 gr – 18 gr = 82 gr
nt = massa glukosa / Mr glukosa =18 gr/ 180 gr/mol = 0,1 mol
np = massa air / Mr air = 82 gr/18 gr/mol =4,6 mol
Xp = 4,6/0,1+4,6 =4,6/4,7 = 0,98
Jadi, tekanan uap larutan glukosa adalah
P = Xp × Pº = 0,98× 760 mmHg = 744, 8 mmHg.
2. Koligatif Larutan – Kenaikan titik didih (ΔTb)
Kenaikan titik didih adalah kenaikan titik didih larutan dari titik didih pelarutnya
Tabel kenaikan titik didih larutan non elektrolit dan elektrolit
Uraian | Larutah non elektrolit | Larutan elektrolit |
| Rumus umum | ΔTb = Tbl – Tbp | ΔTb = Tbl – Tbp |
| ΔTb = m × kb | ΔTb = m × kb × i | |
| ΔTb = gr/ mr ×1000/P × kb | ΔTb = gr/ mr ×1000/P × kb×i | |
| keterangan | ΔTb = kenaikan titik didih ( ºC ) | |
| Tbl = titik didih larutan | ||
| Tbp = titik didih pelarut | ||
| m = molalitas | ||
| kb = konstanta titik didih dan i = faktor vant hoff | ||
contoh soal :
Larutan glukosa mendidih pada suhu 100,26 ºC . jika kb = 0,52 . tentukan kenaikan titik didih larutan tsb !
diketahui = Tbl= 100,26º C dan Tbp = 100º C
ditanya = ΔTb?
jawaban :
ΔTb = Tbl – Tbp= 100,26ºC -100 ºC= 0,26 ºC
Pada soal tidak tertulis Tbp nya tapi kita harus selalu ingat sendiri bahwa Tbp= air= 100ºC
3. Koligatif Larutan – Penurunan titik beku (Δ Tf )
Penurunan titik beku adalah penurunan titik beku larutan dari titik beku pelarutnya.
Tabel titik beku larutan non elektrolit dan non elektrolit
Uraian | Larutah non elektrolit | Larutan elektrolit |
| Rumus umum | Δ Tf = Tfp – Tfl | Δ Tf = Tfp – Tfl |
| Δ Tf = m × kf | ΔTb = m × kf × i | |
| Δ Tf = gr/ mr ×1000/P × kb | ΔTb = gr/ mr ×1000/P × kb×i | |
| keterangan | Δ Tf =penurunan titik beku | |
| Tfl = titik beku larutan | ||
| Tbp = titik beku pelarut | ||
| m = molalitas | ||
| kf = konstanta titik beku dan i = faktor vant hoff | ||
contoh soal:
Larutan glukosa dalam air membeku pada suhu – 0,26 ºC . jika kbf= 1,86. tentukan penurunan titik beku larutan tsb !
diketahui = Tfl= – 0,26ºC dan kf = 1,86
ditanya = ΔTf?
jawaban ;
ΔTf = Tfp – Tfl= 0ºC – (-0,26ºC) = 0,26 ºC
Pada soal tidak tertulis Tfp nya tpi kita harus slalu ingat sendiri bahwa Tfp= air= 0ºC
4. Koligatif Larutan – Tekanan osmotik (π )
Tekanan osmotik adalah tekanan pada larutan karena adanya proses osmosis. Osmosis adalah perpindahan pelarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah melalui membran semipermeable.
Uraian | Larutah non elektrolit | Larutan elektrolit |
| Rumus umum | π = M . R . T | π = M . R . T . i |
| π = gr/ mr ×1000/P . R . T | π = gr/ mr ×1000/P . R . T . i | |
| Keterangan | π = tekanan osmotik (atm ) | |
| T = suhu (K) {K= 273 + ºC } | ||
| R = tekanan gas ideal | ||
| M = molaritas dan i = faktor vant hoff | ||
contoh soal
18 gram molekul C6H12O6 dilarutkan dalam 200 gr air pada suhu 27 ºC . tekanan osmotik larutan glukosa tsb adalah ? (R = 0,082 L atm / mol K )
Diketahui: Mr C6H12O6 = 180 Ditanya = π ? Jawaban : π = gr/ mr × 1000/P . R . T = 18/180 × 1000 . 0,082 × 300º K = 300 × 0,082/2 = 12,3 atm Dalam larutan, terdapat beberapa sifat zat yang hanya ditentukan oleh banyaknya partikel zat terlarut. Oleh karena sifat koligatif larutan ditentukan oleh banyaknya partikel zat terlarut, maka perlu diketahui tentang konsentrasi larutan. Konsentrasi merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarut. Menyatakan konsentrasi larutan ada beberapa macam, di antaranya: Molaritas adalah banyaknya mol zat yang terlarut dalam 1 liter larutan. Contoh: Berapakah molaritas 9.8 gram H2SO4 (Mr= 98) dalam 250 ml larutan ? – molaritas H2SO4 = (9.8/98) mol / 0.25 liter = (0.1 x 4) mol / liter = 0.4 M Molalitas (kemolalan) adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg (1000 gram) pelarut. Contoh: Hitunglah molalitas 4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 500 gram air ! – molalitas NaOH = (4/40) / 500 gram air = (0.1 x 2 mol) / 1000 gram air = 0,2 m Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang semua komponen larutannya dinyatakan berdasarkan mol. Fraksi mol komponen , dilambangkan dengan adalah jumlah mol komponen dibagi dengan jumlah mol semua komponen dalam larutan. Fraksi mol adalah dan seterusnya. Contoh: Suatu larutan terdiri dari 3 mol zat terlarut A den 7 mol zat terlarut B. maka: XA = nA / (nA + nB) = 3 / (3 + 7) = 0.3 XA + XB = 1 Persen berat menyatakan gram berat zat terlarut dalam 100 gram larutan. Contoh: Larutan gula 5% dalam air, artinya: dalam 100 gram larutan terdapat: – gula = 5/100 x 100 = 5 gram Normalitas menyatakan jumlah mol ekivalen zat terlarut dalam 1 liter larutan. Untuk asam, 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion H+. Untuk basa, 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion OH-. Antara Normalitas dan Molaritas terdapat hubungan: N = M x valensi Meskipun sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tidak bergantung pada interaksi antara molekul pelarut dan zat terlarut, tetapi bergatung pada jumlah zat terlarut yang larut pada suatu larutan. Sifat koligatif terdiri dari penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.
R = 0,082 L atm / mol K
K = 227 ºC + 27 ºC = 300º K
gr C6H12O6 = 18 gr

Konsentrasi Larutan: Molaritas, Molalitas, Fraksi Mol, Persen Berat, Normalitas
1. Molaritas (M)
2. Molalitas (m)
Molalitas didefinisikan dengan persamaan berikut:
3. Fraksi Mol
Jumlah fraksi mol dari semua komponen adalah 1. Persamaannya dapat ditulis dengan:
XB = nB /(nA + nB) = 7 / (3 + 7) = 0.74. Persen Berat
– air = 100 – 5 = 95 gram5. Normalitas (N)
Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit
Penurunan Tekanan Uap
Persamaan penurunan tekanan uap dapat ditulis:
. Persamaan penurunan tekanan uap dapat ditulis. Kesimpulan ini dikenal dengan Hukum Raoult dan dirumuskan dengan.
Persamaan penurunan tekanan uap dapat ditulis:
- P = tekanan uap jenuh larutan
- P0 = tekanan uap jenuh pelarut murni
- Xp = fraksi mol zat pelarut
- Xt = fraksi mol zat terlarut
Kenaikan Titik Didih
Titik didih zat cair adalah suhu tetap pada saat zat cair mendidih. Pada suhu ini, tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya penguapan di seluruh bagian zat cair. Titik didih zat cair diukur pada tekanan 1 atmosfer.
Dari hasil penelitian, ternyata titik didih larutan selalu lebih tinggi dari titik didih pelarut murninya. Hal ini disebabkan adanya partikel – partikel zat terlarut dalam suatu larutan menghalangi peristiwa penguapan partikel – partikel pelarut. Oleh karena itu, penguapan partikel – partikel pelarut membutuhkan energi yang lebih besar. Perbedaan titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni di sebut kenaikan titik didih yang dinyatakan dengan ().
Persamaannya Kenaikan Titik Didih dapat ditulis:
- Tb = kenaikan titik didih (oC)
- kb = tetapan kenaikan titik didih molal (oC kg/mol)
- m = molalitas larutan (mol/kg)
- Mr = massa molekul relatif
- P = jumlah massa zat (kg)
Tabel Tetapan Kenaikan Titik Didih (Kb) Beberapa Pelarut
| Pelarut | Titik Didih | Tetapan (Kb) |
|---|---|---|
| Aseton | 56,2 | 1,71 |
| Benzena | 80,1 | 02,53 |
| Kamper | 204,0 | 05,61 |
| Karbon tetraklorida | 76,5 | 04,95 |
| Sikloheksana | 80,7 | 02,79 |
| Naftalena | 217,7 | 05,80 |
| Fenol | 182 | 03,04 |
| Air | 100,0 | 00,52 |
Penurunan Titik Beku
Adanya zat terlarut dalam larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku pelarutnya.
Persamaannya Titik Beku dapat ditulis sebagai berikut:
- Tf = penurunan titik beku (oC)
- kf = tetapan perubahan titik beku (oC kg/mol)
- m = molalitas larutan (mol/kg)
- Mr = massa molekul relatif
- P = jumlah massa zat (kg)
Tabel Penurunan Titik Beku (Kf) Beberapa Pelarut
| Pelarut | Titik Beku | Tetapan (Kf) |
|---|---|---|
| Aseton | -95,35 | 2,40 |
| Benzena | 5,45 | 5,12 |
| Kamper | 179,8 | 39,7 |
| Karbon tetraklorida | -23 | 29,8 |
| Sikloheksana | 6,5 | 20,1 |
| Naftalena | 80,5 | 6,94 |
| Fenol | 43 | 7,27 |
| Air | 0 | 1,86 |
Tekanan Osmotik
Tekanan osmotik adalah gaya yang diperlukan untuk mengimbangi desakan zat pelarut yang melalui selaput semipermiabel ke dalam larutan. Membran semipermeabel adalah suatu selaput yang dapat dilalui molekul – molekul pelarut dan tidak dapat dilalui oleh zat terlarut.
Menurut Van’t Hoff, tekanan osmotik larutan dirumuskan:
- = tekanan osmotik
- M = molaritas larutan
- R = tetapan gas (0,082)
- T = suhu mutlak
Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
Pada konsentrasi yang sama, sifat koligatif larutan elektrolit memliki nilai yang lebih besar daripada sifat koligatif larutan non elektrolit. Banyaknya partikel zat terlarut hasil reaksi ionisasi larutan elektrolit dirumuskan dalam faktor Van’t Hoff.
Perhitungan sifat koligatif larutan elektrolit selalu dikalikan dengan faktor Van’t Hoff:
- Keterangan:
= faktor Van’t Hoff
n = jumlah koefisien kation
= derajat ionisasi
Penurunan Tekanan Uap Jenuh
Rumus penurunan tekanan uap jenuh dengan memakai faktor Van’t Hoff adalah:
Kenaikan Titik Didih
Persamaannya adalah:
=
Penurunan Titik Beku
Persamaannya adalah:
=
Tekanan Osmotik
Persamaannya adalah:
Soal dan Jawaban Koligatif Larutan
Sebongkah es 100 gram pada suhu 0°C dicampurkan dengan air 200 gram pada suhu 70°C. Jika es melebur seluruhnya berapakah suhu akhir campuran es dan air tersebut?

Qlepas = Qterima
Q3=Q1+Q2
(mcΔT)airpanas = mes . Lpes + mes . cair . ΔTes
140-2Tc = 80+Tc
140-80=2Tc+Tc
3Tc=60
Tc=20°C
Berapa berat gula yang harus dilarutkan untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100,1°C pada tekanan 1 atm, jika Mr gula = 342 dan Kb = 0,5 °C/m?
Jawab:
ΔTb = massa gula/Mr × 1.000/p × Kb
ΔTb = 100,1°C – 100°C
= 0,1°C
0,1 = massa gula/342 × 1.000mL/250 × 0,5 °C/m
0,1 °C = massa gula/342 x 4 mLx 0,5 °C/m
0,1 °C = massa gula/342 x 2
0,1 °C × 342 = massa gula × 2
massa gula =34,2/2 = 17,1 gram
Jadi, berat gula adalah 17,1 gram.
Sebuah gelas berisi air dingin dengan massa 200 gram pada suhu 20°C dicampurkan dengan air panas bermassa100 gram pada 80°C. Jika gelas dianggap tidak menerima kalor berapakah suhu campuran dari air panas dan air dingin tersebut?
Qpanas = Qairdingin
(mcΔT)airpanas = (mcΔT)airdingin
1001.1.(80-Tc) = 200.1.(Tc-20)
80-Tc = 2(Tc-20)
80-Tc = 2Tc-40
3Tc = 120
Tc = 120/3Sehingga Tc (suhu akhir campuran) adalah 40°C.
Berapa kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan pada tekanan 1 atm jika 1,28 gram naftalena (C10H8) terlarut dalam benzena (C6H6) 200 gram
Jawaban:
misalkan massa pelarut benzena nya 200 gram
Kb air= 0,52 °C/m
Kf air= 1,86 °C/m
Mr naftalen= 128
maka
ΔTb= massa ter/ Mr ter X 1000/ massa pelarut X kb
= 1,28/128 X 1000/200 X 0,52
=0,026 °C
ΔTf = massa ter/ Mr ter X 1000/ massa pelarut X kb
= 1,28/128 X 1000/200 X 1,86
=0,093° C
Tentukan titik didih dan titik beku larutan berikut!
a. urea (CO(NH2)2) 30 gram dalam 500 gram air.
b. glukosa (C6H12O6) 18 gram dalam 10 gram air.
(Kb air = 0,52 dan Kf air = 1,86 °C/m)
Jawab:
a. ΔTb = m × Kb
= 30/60 gram× 1.000/500 gram× 0,52 °C/m
= 0,5 gram × 2 gram × 0,52 °C/m
= 0,52 °C
Titik didih larutan = 100 °C + 0,52 °C =
100,52 °C.
ΔTb = m × Kb
= 30/60gram x 1.000/500 gram x 1,86 °C/m
= 0,5 gram × 2 gram × 1,86 °C/m
= 1,86 °C
b. ΔTb = m × Kb
= 18/180 gram x 1.000/10gram x 0,52 °C/m
= 0,1 gram × 100 gram × 0,52 °C/m
= 0,52 °C
Titik didih larutan = 100 °C + 5,2 °C = 105,2 °C.
ΔTf = m × Kf
= 18/180 gram x 1.000/10 gram x 1,86 °C/m
= 0,1 gram × 100 gram × 1,86 °C/m
= 10 gram × 1,86 °C
= 18,6 °C
Titik beku larutan = 0 °C – 18,6 °C = –18,6 °C.
Titik beku larutan 64 gram naftalena dalam 100 gram benzena adalah 2,91 °C. Jika titik beku benzena 5,46°C dan tetapan titik beku molal benzena 5,1 °C, maka tentukan massa molekul relatif naftalena!
Jawab:
ΔTf = m × Kf
ΔTf = massa benzena/Mr x 1.000/p x Kf
ΔTf = 5,46 °C – 2,91 °C = 2,55 °C
2,55 = 6,4 gram/Mr× 1.000 gram/100 × 5,1 °C
Mr=(6,4 x 1.000 x 5,1 °C ):(2,55 x 100 )
Mr = 128
Apakah rumus untuk mencari titik beku?
Jawaban:
Salah satu sifat koligatif adalah penurunan titik beku, dengan rumus sebagai berikut:
Untuk senyawa non elektrolit
ΔTf = molal x Kf atau sering ditulis sebagai
ΔTf = [massa/Mr zat terlarut] x [1000/massa pelarut] x Kf
Untuk senyawa elektrolit
ΔTf = molal x Kf x i atau sering ditulis sebagai
ΔTf = [massa/Mr zat terlarut] x [1000/massa pelarut] x Kf x i
Keterangan:
ΔTf = penurunan titik beku (°C)
molalitas = jumlah mol zat terlarut dalam 1.000 gram pelarut
Kf = konstanta penurunan titik beku molal pelarut
Faktor van’t Hoff i = 1 + (n – 1)α, dengan n = jumlah ion dan α = derajat disosiasi

Bacaan Lainnya
- Entalpi Termokimia – Pemanasan / Kalor Fisika – Soal dan Jawaban
- Termokimia – Rumus, Penjelasan Beserta Contoh Soal dan Jawaban
- Tabel Periodik Lengkap Dengan Daftar Unsur Kimia Berdasarkan Nama, Warna dan Jenis
- Unsur, Senyawa dan Campuran Kimia – Beserta Penjelasan & Rumus
- Rumus Fisika: Alat optik: Lup, Mikroskop, Teropong Bintang, Energi, Frekuensi, Gaya, Gerak, Getaran, Kalor, Massa jenis, Medan magnet, Mekanika fluida, Momen Inersia, Panjang gelombang, Pemuaian, Percepatan (akselerasi), Radioaktif, Rangkaian listrik, Relativitas, Tekanan, Usaha Termodinamika, Vektor
- Konsentrasi Larutan – Rumus Molaritas, Molalitas, Fraksi Mol, Persen Berat, Normalitas – Soal dan Jawaban
- Bagaimana Albert Einstein mendapatkan rumus E=mc² ?
- Cara Mengemudi Aman Pada Saat Mudik atau Liburan Panjang
- Jenis Virus Komputer – Cara Gratis Mengatasi Dengan Windows Defender
- Cara Menghentikan Penindasan Bullying
- Cara menjaga keluarga Anda aman dari teroris – Ahli anti-teror menerbitkan panduan praktis
- Apakah Anda Memerlukan Asuransi Jiwa? – Cara Memilih Asuransi Jiwa Untuk Pembeli Yang Pintar
- 10 Cara Memotivasi Anak Untuk Belajar Agar Menjadi Pintar
- Daftar Jenis Kanker: Pemahaman Kanker, Mengenal Dasar-Dasar, Contoh Kanker, Bentuk, Klasifikasi, Sel dan Pemahaman Penyakit Kanker Lebih Jelas
- Penyebab Dan Cara Mengatasi Iritasi Atau Lecet Akibat Pembalut Wanita
- Sistem Reproduksi Manusia, Hewan dan Tumbuhan
- Cara Mengenal Karakter Orang Dari 5 Pertanyaan Berikut Ini
- Kepalan Tangan Menandakan Karakter Anda & Kepalan nomer berapa yang Anda miliki?


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!
Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!
Sumber bacaan: ThoughtCo, Purdue University, Advameg Inc, Science Direct
