Komet – Penjelasan, Contoh, Nama, Jenis, Orbit

Penjelasan Komet

Komet adalah benda Tata Surya yang tersusun dari gas beku, batu dan debu yang mengorbit Matahari. Gas bekunya, seperti: amonia, karbon dioksida, karbon monoksida dan metana.

Nukleus mungkin memiliki inti berbatu kecil. Bahan ini membentuk ekor yang membentang jutaan kilometer.

Bagaimana komet terbentuk?

Partikel-partikel debu bergabung membentuk batuan es yang bergabung bersama di bawah gaya gravitasi.

Tabrakan berkecepatan tinggi menghasilkan kumpulan batuan dan es yang terikat secara longgar. Ketika sebuah komet melewati tata surya bagian dalam, esnya menghangat, melepaskan jejak gas dan debu.

Orbit

Komet memiliki orbit elips, namun dengan betuk lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet. Ini menyebabkan variasi yang sangat besar pada letaknya, yang kadang sangat jauh dan kadang sangat dekat dengan Matahari.

Ketika benda ini berada di titik yang sangat jauh dari Matahari, debu dan gas di benda luar angkasa ini akan membeku menjadi es.

Ketika orbitnya mendekat ke Matahari, es pada benda luar angkasa ini memanas sehingga mengeluarkan ekornya yang terbentuk dari debu dan gas yang memanas.

komet

Comet ISON memamerkan ekornya dalam paparan tiga menit yang diambil pada 19 November 2013 pukul 06:10 EST, menggunakan teleskop 14 inci yang terletak di Marshall Space Flight Center. Komet itu hanya sembilan hari lagi dari pertemuannya yang dekat dengan matahari; semoga ini akan bertahan untuk menampilkan pertunjukan yang bagus selama minggu pertama bulan Desember. Gambar bintang dibuntuti karena teleskop melacak komet, yang sekarang menunjukkan gerakan jelas sehubungan dengan bintang latar belakang selama beberapa menit.
Pada saat gambar ini, Komet ISON berjarak sekitar 44 juta mil dari matahari — dan 80 juta mil dari Bumi — bergerak dengan kecepatan 136.700 mil per jam. Sumber foto: Nasa

Komet terkenal

Yang paling terkenal bernama Halley, yang mengorbit Matahari setiap 76 tahun sekali. Benda luar angkasa ini ketika mendekati Matahari akan nampak sangat terang akibat pemanasan debu dan gas di sekitarnya.

Halley terakhir nampak mendekati Matahari pada tahun 1985–86 dan diprediksi akan nampak lagi pada tahun 2061.

Contoh nama komet lainnya

Antara lain sebagai berikut.

  • Kohoutek.
  • Arend-Roland dan Maikos yang muncul pada tahun 1957.
  • Ikeya-Seki, ditemukan pada bulan September 1965 oleh 2 astronom Jepang, yaitu Ikeya dan T. Seki.
  • Shoemaker-Levy 9 yang hancur pada tahun 1994 (menghantam Jupiter).
  • Hyakutake yang muncul pada tahun 1996.
  • Hale-Bopp yang muncul pada tahun 1997 dan lainnya.
  • Lovejoy.
  • Halley terakhir muncul pada tahun 1986 dan muncul setiap 76 tahun.
  • Elenin.
  • Encke, merupakan salah satu dengan orbit terpendek yaitu 3 tahun sekali.
  • Brooks,d itemukan Juli 1911 penemunya William Robert Brooks dan nama belakangnya dijadikan namanya.
  • Lulin Ditemukan pada 11 Juli 2007.
  • Hartley, tampak setiap 6 tahun sekali.
  • Kopff namanya berasal dari nama penemunya yaitu August Kopff . Diperkirakan tampak setiap 6 tahun sekali.
  • Swan.
  • Bode ditemukan oleh Johann Elert Bode.
  • Holmes, ditemukan oleh Edwin Holmes.
  • Ison tahun 2013.

Bagian komet

Terdiri dari:

1. Inti

Terdiri dari batuan, gas dan debu yang membeku dengan diameter sebesar 8-25 km.

2. Koma

Merupakan daerah kabut yang menyerupai tabir dan mengelilingi intinya. Koma memiliki luas sebesar 60.000 km.

3. Lapisan hidrogen

Merupakan lapisan yang menyelimuti koma dan tidak terlihat oleh mata kita. Lapisan hidrogen ini memiliki luas sebesar 20 juta km.

4. Ekor

Merupakan gas bercahaya yang terjadi ketika benda ini berada di dekat matahari. Panjang ekornya ini mampu mencapai 80 juta km. Ketika benda ini dekat dengan matahari, ekornya akan menjadi lebih panjang dan menjauhi matahari.

Baca juga 👉 Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa

Mengapa ekor komet ketika dekat dengan matahari menjadi lebih panjang dan menjauhi matahari?

Karena karakteristiknya, merupakan gabungan dari air dan gas yang membeku. Pada saat benda ini mendekati matahari yang sangat panas, material yang membeku di lapisan luar benda ini akan mengalami penguapan.

Penguapan ini menyebabkan terdapat beberapa ion yang dikeluarkan dari intinya.

Ion tadi akan bereaksi kepada radiasi yang dipancarkan oleh matahari (sering disebut dengan angin matahari). Sehingga uap ion dari debu dan gas pada benda ini selalu menjauhi matahari.

Jenis-jenis komet

Benda luar angkasa ini dapat diklasifikasikan menjadi 2, berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, yaitu sebagai berikut.

1. Ekor panjang

Dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya.

Pada saat mendekati Matahari, benda tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang.

Contohnya, komet Kohoutek yang melintas dekat Matahari setiap 75.000 tahun sekali dan Halley setiap 76 tahun sekali.

2. Ekor pendek

Dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati Matahari, benda tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor.

Contohnya komet Encke yang melintas mendekati Matahari setiap 3,3 tahun sekali.

Baca juga 👉 Solstice, Ekuinoks Titik Balik Matahari

Tumbukan komet (tabrakan)

Tumbukannya dengan planet merupakan hal yang jarang terjadi. Salah satu peristiwa tumbukan terjadi pada Juli 1994 ketika komet Shoemaker-Levy 9 pecah menjadi 20 keping dan menghantam Jupiter.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa tabrakan antara komet dan planet dapat terjadi sewaktu-waktu. Diduga beberapa tumbukan antara Bumi dengan komet yang pernah terjadi beberapa juta tahun lampau menghasilkan lapisan debu yang sangat tebal yang menutupi atmosfer bumi hingga menyebabkan punahnya beberapa spesies hewan purba.

Diperkirakan merupakan penyebab dari sebuah ledakan dahsyat yang pernah terjadi di bulan Juni 1908 di daerah Tunguska, Rusia. Di lain pihak, ada juga ilmuwan yang mempercayai bahwa Bumi secara konstan telah dibombardir oleh komet yang berukuran kira-kira sebesar rumah tanpa menyebabkan kerusakan. Tabrakan ini diduga berpengaruh terhadap persediaan air dan adanya beberapa unsur kimia di Bumi.

Komet Shoemaker-Levy 9

Salah satu peristiwa tabrakan benda luar angkasa ini dengan planet yang terkenal terjadi pada tanggal 16-22 Juli 1994. Saat itu setidaknya 20 pecahan besar dari komet Shoemaker-Levy 9 menumbuk permukaan planet Jupiter dengan kecepatan 60 km/sekon, menimbulkan awan panas setinggi ribuan km di atas permukaan planet tersebut. Peristiwa itu meninggalkan gelembung panas yang terdiri atas gas yang berasal dari atmosfer Jupiter.

Bekas yang ditinggalkannya berupa sebuah area besar yang gelap di atmosfer planet tersebut bertahan hingga beberapa bulan setelah peristiwa tersebut berlalu.

Pecahan Shoemaker-Levy 9 menghantam Jupiter pada posisi lintang 45° dan posisi bujur 6,5° di permukaan bagian luar planet raksasa tersebut. Pecahan terbesar dari benda luar angkasa ini yang menumbuk Jupiter diperkirakan berdiameter sekitar 2 km.

Para astronom mengamati peristiwa ini dari Bumi melalui gambar-gambar yang dikirim oleh teleskop antariksa Hubble dan wahana antariksa Galileo.

Orbit komet

Semua komet beredar di tata surya dalam orbit elips (bulat telur). Benda luar angkasa ini yang tercatat memiliki periode orbit terpendek adalah komet Encke (3,3 tahun), sedangkan komet yang memiliki periode panjang, memerlukan waktu hingga ribuan tahun untuk satu kali mengorbit Matahari.

Beberapa komet yang diamati menunjukkan bahwa komet itu hanya sekali muncul dalam orbit parabolik atau hiperbolik yang membawanya mendekati Matahari hanya dalam sekali seumur hidupnya, menimbulkan suatu kemungkinan bahwa komet tersebut mungkin berasal dari luar tata surya, tetapi kurangnya data membuat dugaan ini sulit untuk dibuktikan.

Hampir seluruh komet yang kita kenali mendekati Matahari dalam jarak antara 0,005 hingga 2,5 SA (satuan astronomi) pada perihelion. Jika perihelion komet lebih jauh dari 2,5 SA, komet biasanya tidak dapat diamati. Banyak di antara komet memiliki aphelion di sekitar orbit planet luar. Sekelompok komet yang terdiri dari sekitar 75 komet diketahui sebagai “keluarga dekat” Jupiter dan memiliki aphelion di sekitar orbit planet tersebut.

Beberapa di antaranya merupakan kelompok komet yang mengorbit secara bersama-sama. Komet jenis ini biasanya merupakan sisa-sisa dari sebuah komet raksasa yang kemudian pecah dikarenakan pengaruh gravitasi dari Matahari atau sebuah planet.

Para ilmuwan telah memotret dengan scanner sekitar 900 orbit komet. Beberapa di antaranya memiliki orbit di antara garis edar planet Venus dan Mars dan memerlukan beberapa tahun untuk berevolusi.

Sementara yang lainnya, memiliki orbit yang eksentris, yaitu berbentuk lonjong dan memerlukan waktu berabad-abad untuk melakukan revolusi. Komet sering diklasifikasikan menurut panjang periode orbit mereka: semakin lama periode lebih panjang elips.

Manfaat komet

Komet yang muncul di langit sangatlah penting, bahkan bila mereka tidak bersinar terang. Mereka mungkin satu-satunya benda yang tersisa sebagai bahan asli dari masa tata surya terbentuk sekitar 5 miliar tahun lalu. Bumi, bulan dan benda langit lainnya semua sudah berubah akibat aktivitas tektonik, erosi atau tumbukan. Hanya komet yang tetap seperti itu semenjak awalnya.

Pesawat antariksa robotik mengunjungi dan meneliti komet dengan perlengkapan canggih. Pesawat-pesawat tersebut antara lain: Giotto dari ESA dan Deep Space 1 dari AS mengirimkan citra close-up pada tahun 1986 dan 2001; Deep Impact dari NASA membuat kawah di komet dan mempelajari bahan-bahan yang terlontar dari kawah tahun 2005; dan Stardust dari NASA mengumpulkan debu kosmik di komet dan kembali ke Bumi tahun 2006. Selanjutnya, Rosetta milik ESA akan mengorbit dan menurunkan robot di komet tahun 2014.

Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Space, Nine Planets, Nasa,

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

By | 2020-07-05T22:50:04+07:00 Juli 5th, 2020|IPA|0 Comments

Leave A Comment