fbpx

Nilai Masa Uang – Time Value of Money (TVM) – Soal dan Jawaban

Time Value of Money (TVM)

Nilai waktu uang adalah manfaat lebih besar dari menerima uang sekarang daripada nanti. Ini didirikan berdasarkan preferensi waktu. Dalam bahassa Indonesia, Time Value of Money adalah nilai waktu dari uang.

Contohnya RP 1 juta sekarang nilainya lebih berharga daripada Rp 1 juta di masa yang akan datang. Konsep nilai waktu uang dilakukan dengan cara membawa seluruh nilai pendapatan dan pengeluaran proyek dimasa yang akan datang kembali ke saat sekarang untuk itu kita harus memiliki asumsi akan suatu tingkat suku bunga tertentu yang melebihi tingkat inflasi sebagai suatu beban kesempatan. Menggunakan suku bunga yang tinggi apabila resiko yang harus ditanggung cukup besar. Jangan menambah resiko kecuali mendapatkan kompensasi tambahan pendapatan.

 

Konsep time value of money (TVM) atau nilai uang atas waktu banyak digunakan dalam manajemen keuangan perusahaan (corporate finance) dan konsep perencanaan keuangan (personal financial planning). Setidaknya ada tiga hal yang perlu Anda ketahui dalam konsep nilai uang atas waktu yaitu:

  1. Nilai Uang Sekarang (Present Value)
  2. Nilai Uang yang Akan Datang (Future Value)
  3. Cicilan atau Pembayaran Bertahap (Payment)
Time Value of Money

Time Value of Money. Nilai sekarang $ 1.000, 100 tahun ke depan. Kurva mewakili tingkat diskon konstan 2%, 3%, 5%, dan 7%.

 


 

Rumus-Rumus Time Value of Money (TVM)

Bunga adalah jumlah yang dibayarkan akibat kita menggunakan uang pinjaman. Dalam suatu analisa kita dapat menggunakan notasi:

i = Interest atau bunga (%)
n = jangka waktu (tahun)
P = Present value (present worth) adalah nilai uang pada saat dimulai proyek (pada saat sekarang) yaitu pembayaran yang hanya berlangsung sekali tahun ke–0

 

Rumus present value (nilai hari ini)

PV  =  FV  ( 1 + r )-n

FV = Future Value (Nilai Pada akhir tahun ke n)
PV = Nilai Sekarang (Nilai pada tahun ke 0)
r = Suku Bunga
n = Waktu (tahun)

Rumus di atas mengasumsikan bahwa bunga digandakan hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari, maka rumusnya menjadi: PV  =  FV  ( 1 + r / 360)-360n

 

Rumus future value

F = Future value (future worth) adalah pembayaran pada saat periode yang akan datang. Yaitu pembayaran yang hanya berlangsung sekali pada tahun ke-n

FV = Po (1+i)n

Keterangan :

FV: Nilai pada masa yang akan datang
Po: Nilai pada saat ini
i: Tingkat suku bunga
n:  Jangka waktu

atau rumus tersebut dapat disederhanakan dengan melihat tabel:

FV = PV ( FVIF tahun,bunga )

          Tabel Future Value ( FVIF ) US $

N 10% 15% 20% 30% 40% 50%
1 1.1000 1.1500 1.2000 1.3000 1.3600 1.4000
2 1.2100 1.3225 1.4400 1.6900 1.8496 1.9600
3 1.3310 1.5209 1.7280 2.1970 2.5155 2.7440
4 1.4641 1.7490 2.0736 2.8561 3.4210 3.8416
5 1.6105 2.0114 2.4883 3.7129 4.6526 5.3782

A = Annual cash flow adalah pembayaran seri (tabungan) yaitu pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun dalam jumlah yang sama  besar dilakukan tahun ke-1 sampai tahun ke-n sebesar A

G = Gradient yaitu pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun naik dengan kenaikan yang sama atau menurun secara seragam

 


 

Pengertian Ekivalensi

Dalam Time Value of Money, pengertian ekivalensi adalah nilai uang yang berbeda pada waktu yang berbeda akan tetapi secara finansial mempunyai nilai yang sama. Kesamaan nilai finansial tersebut dapat ditunjukkan jika nilai uang dikonversikan (dihitung) pada satu waktu yang sama.

Penyamaan tersebut sulit untuk dimungkinkan dalam studi ekonomi, maka dibuat dasar ekuivalensi berdasarkan:

  • Tingkat suku bunga
  • Jumlah uang yang terlibat
  • Waktu penerimaan/pengeluaran uang
  • Cara pembayaran kembali modal yang diinvestasikan dalam penutupan modal awal

Dengan kata lain, dalam dua diagram cashflow disebut ekuivalen pada suatu tingkat bunga tertentu, jika dan hanya jika, keduanya mempunyai nilai (worth) yang sama pada tingkat bunga tersebut.

Nilai harus dihitung untuk periode waktu yang sama (paling banyak digunakan adalah waktu sekarang (Present Worth), tetapi setiap titik pada rentang waktu yang ada dapat digunakan)

Ekuivalensi tergantung pada tingkat bunga yang diberikan (cashflow tidak akan ekuivalen pada tingkay bunga yamg berbeda)

Ekuivalensi cashflow tidak harus berarti bahwa pemilihan cashflow tidak penting. Pasti ada alasan mengapa suatu cashflow lebih dipilih dari yang lainnya [3]

Contoh kasus ekuivalensi

Berapa present worth dari pembayaran Rp. 3000 yang akan anda terima 5 tahun dari sekarang, jika anda dapat menginvestasikan uang anda pada tingkat  bunga 8% per tahun?
Penyelesaian

Jadi cashflow dengan nilai Rp. 2042 saat ini ekuivalen dengan cashflow dengan nilai 3000 pada akhir tahun kelima pada tingkat bunga 8%.

 


 

PRESENT WORTH ANALYSIS (Analisa nilai hari ini)

Present Worth adalah nilai ekuivalen pada saat sekarang (waktu 0). Metode PW ini seringkali dipakai terlebih dahulu daripada metode lain karena biasanya relatif lebih mudah menilai suatu proyek pada saat sekarang.

Contoh 1:
Perusahaan mempertimbangkan penambahan suatu alat pada mesin produksi guna mengurangi biaya pengeluaran, yakni penambahan alat A dan penambahan alat B. Kedua alat tersebut masing-masing $1.000 dan mempunyai umur efektif 5 tahun dengan tanpa nilai sisa. Pengurangan biaya dengan penambahan Alat A adalah $300 per tahun. Pengurangan biaya dengan penambahan alat B $400 pada tahun pertaman dan menurun $50 setiap tahunnya. Dengan i=7% alat mana yang dipilih?

Penyelesaian:
Harga masing-masing alat A dan B sama, sehingga tidak menjadi pertimbangan. Cashflow masing-masing alat:

PW benefit of A = 300 (P/A,7%,5) = 300 (4,100) = $ 1.230
PW benefit of B = 400 (P/A,7%,5) – 50 (P/G,7%,5) = 400 (4,100) – 50 (7,647) = $ 1.257,65

Alat B menghasilkan benefit yang lebih besar sehingga untuk selama 5 tahun menjadi alternatif yang menguntungkan, bahkan di tahun pertama dan kedua menghasilkan return yang lebih besar dari alat A.

 


 

Perhitungan Present Value Dengan Bunga Tunggal

Kita dapat menggunakan rumus di bawah ini :

PV = FV / (1 + i)n

Keterangan:       PV = nilai saat ini
FV = nilai future value
i     = bunga
n   = jangka waktu


 

Perhitungan Present Value Dengan Bunga Majemuk

PV = FV / (1 + i/m)m x n

Keterangan:       FV = nilai future value
PV = nilai saat ini
i     = bunga
n   = jangka waktu
m   = periode yang dimajemukkan

 


 

Annual Cash Flow Analysis

Annual cash flow analysis merupakan perhitungan tentang aliran uang tahunan dalam suatu perusahaan. Kondisi cash flow suatu perusahaan dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Cash flow dihitung untuk memperkirakan kemungkinan yang belum terjadi. Dalam bisnis pelayaran cash flow berguna untuk menentukan apakah kapal yang beroperasi bisa mendatangkan keuntungan selama umur ekonomis kapal. Cash flow ini juga sangat penting dalam perhitungan semua biaya untuk satu kapal yang terdiri dari bermacam-macam jenisnya. Serta pendapatan yang diterima.


 

Anuitas

Annuitas adalah serangkaian pembayaran dalam jumlah yang tetap untuk suatu jangka waktu tertentu. Anuitas atau Annuity merupakan perhitunga bunga dengan mengalikan presentase bunga dikalikan dengan saldo akhir pinjaman secara tahunan.

Kemudian angsuran perbulan dihitung dengan membagi angsuran tahunan dibagi menjadi 12 bulan. Dalam metode anuitas ini, total angsuran pertahun akan sama, sementara angsuran pokok dan angsuran bunga akan berubah. Angsuran pokok akan meningkat setiap tahun dan angsuran bunga akan menurun, karena bunga dihitung dari saldo akhir kredit.

Besarnya angsuran dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

A         =          M x i   

       1- (1+ i)

A         =      A   ‘

        12

A         = Total angsuran pertahun
M         = Jumlah kredit
i           = Suku bunga pertahun
n          = Jangka waktu kredit
Ab       = Total angsuran perbulan

Sebagai contoh, Jono mendapat kredit dari bank ABC sebesar Rp.120.000.000,- dalam jangka waktu 5 tahun. Suku bunga kredit 12% pertahun anuitas, dan angsuran dilakukan setiap bulan. Hitunglah jumlah angsuran perbulan.

Angsuran total setiap tahun sebesar Rp.33.289.168,- dan angsuran total perbulan adalah Rp.2.774.097. nilai demikian didapat dengan menggunakan rumus diatas dan perhitungannya sebagai berikut:

A         = 120.000.000 x 12%
1 – (1 + 12%)
A         = 33.289.168
Ab       = 33.289.168
12
Ab       = 2.774.097

Dari rumus anuitas dapat diperoleh angsuran pertahun sama dengan Rp.33.289.168,-. Sementara angsuran perbulan dihitung dengan membagi angsuran pertahun dengan 12  bulan sehingga angsuran perbulan sama dengan Rp.2.774.097,-. Dan angsuran pokok akan dihitung dengan mengurangkan angsuran total dengan angsuran bunga.

Terdapat 2 jenis anuitas:

  1. Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode
  2. Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di awal periode.

Future Worth Analysis

Future worth analysis (analisis nilai masa depan) didasarkan pada nilai ekuivalensi semua arus kas masuk dan arus kas keluar di akhir periode analisis pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (MARR). Oleh karena tujuan utama dari konsep time value of money adalah untuk memaksimalkan laba masa depan, informasi ekonomis yang diperoleh dari analisis ini sangat berguna dalam situasi-situasi keputusan investasi modal.

Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan dalam nilai ekonomis yang dihasilkan bersifat relative terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau masa depan.

Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW ≥ 0 maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki FW ≥ 0.

 


 

Analisis Terhadap Alternatif Tunggal

Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan future worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?

Penyelesaian:

FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8)  – 30000000(F/P,12%,8)
NPV = 40000000 + 1000000(12,29969) – 30000000(2,47596)
NPV = -21.979.110

Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak menguntungkan.

 


 

Usia Pakai Sama dengan Periode Analisis

Jika terdapat lebih dari satu alternatif usia pakai yang sama, analisis keputusan dapat dilakukan menggunakan periode analisis yang sama dengan usia pakai alternatif.

Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan:

Mesin Harga Beli (Rp.) Keuntungan per Tahun (Rp.) Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
X 2500000 750000 1000000
Y 3500000 900000 1500000

Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.

Penyelesaian:

Mesin X
FW X = 750000(F/A,15%,8) + 1000000 – 2500000(F/P,15%,8)
FW X = 750000(13,72682) + 1000000 – 2500000(3,05902)
FW X = 3647565

Mesin Y
FW Y = 900000(F/A,15%,8) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,8)
FW Y = 900000(13,72682) + 1500000 – 3500000(3,05902)
FW Y = 3147568

Kesimpulan: pilih mesin X.

Usia Pakai Berbeda dengan Periode Analisis

Sama dengan Present Worth Analysis. Dalam situasi ini dapat digunakan asumsi perulangan atau asumsi berakhir bersamaan, tergantung pada masalah yang dihadapi.

Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan:

Mesin Usia Pakai (Tahun) Harga Beli (Rp.) Keuntungan per Tahun (Rp.) Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
X 8 2500000 750000 1000000
Y 16 3500000 900000 1500000

Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun. Tentukan mesin yang seharusnya dibeli.

Penyelesaian:

Mesin X

FW X = 750000(F/A,15%,16) + 1000000 + 1000000(P/F,15%,8) – 2500000(F/P,15%,8) – 2500000(F/P,15%,16)
FW X = 750000(55,71747) + 1000000 + 1000000(3,05902) – 2500000(3,05902) – 2500000(9,35762)
FW X = 14805463

Mesin Y

FW Y = 900000(F/A,15%,16) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,16)
FW Y = 900000(55,71747) + 1500000 – 3500000(9,35762)
FW Y = 18894053
FW mesin Y, Rp. 18.894.053, lebih besar dari FW mesin X, Rp. 14.805.463, maka pilih mesin Y.

 


 

Konsep Ekuivalensi

Metode ekuivalen adalah metode mencari kesamaan atau kesetaraan nilai uang untuk waktu yang berbeda.
Dalam perhitungan ekuivalen dibutuhkan data tentang:

  • ƒ suku bunga (rate of interest);
  • ƒ jumlah uang yang terlibat;
  • ƒ waktu penerimaan dan/atau pengeluaran uang;
  • ƒ sifat pembayaran bunga terhadap modal yang  ditanamkan.

 


 

Manfaat dan kerugian Time Value of Money (TVM)

Manfaat Time Value of Money (TVM)

  • Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau tidak.
  • Time value of money berguna untuk menghitung anggaran.
  • Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak.
  • Dimana investor lebih menyukai suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun berikutnya. Maka sudah jelas time value of money sangat penting untuk dipahami oleh kita semua, sangat berguna dan dibutuhkan untuk kita menilai seberapa besar nilai uang masa kini dan akan datang.

Kerugian Time Value of Money (TVM)

  • Kerugiannya yaitu akan mengakibatkan masyarakat hanya menyimpan uangnya apbila tingkat bunga bank tinggi, karena mereka menganggap jika bunga bank tinggi maka uang yang akan mereka terima dimasa yang akan datang juga tinggi.
  • Time value of money tidak memperhitungkan tingkat inflasi dan deflasi.

 


 

Soal dan Jawaban Time Value of Money

1. Pak Budi memiliki uang Rp. 80.000,- yang ditabung di bank dengan bunga 10% per tahun selama 10 tahun. Pada akhir tahun ke-10 jumlah akumulasi bunganya adalah:

        Si = 80.000 (0.10) (10) = Rp. 80.000,-

Sedangkan untuk mencari nilai masa depan (future value, FV) atau nilai akhir tabungan tersebut diakhir tahun kesepuluh (FV10), yaitu dengan menjumlahkan pinjaman pokok dan penghasilan bunganya.

Maka :  FV10             = 80.000 + [80.000 (0.10)(10)]

                                   = Rp. 160.000,-

           Untuk setiap tingkat bunga sederhana, maka nilai akhir untuk perhitungan akhir n periode adalah:

FVn      = Po + Si = Po + Po (i)(n)
FV= Po [1 + (i)(n)]

 

Untuk contoh diatas maka :     FV10 = 80.000 [1 + (0.1)(10)]

                                       FV10 = 80.000 (1 + 1) menjadi FV10 = Rp. 160.000,-

      Kadang-kadang diketahui nilai akhir suatu deposito dengan bunga i% pertahun selama n tahun, tetapi pinjaman pokoknya

2. Sebuah perusahaan memperoleh pinjaman modal dari Bank Mandiri sebesar Rp 5,000,000 untuk mebeli peralatan produksi dengan jangka waktu 5 tahun bunga yang dikenakan sebesar 18 % per tahun berapa jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan tersebut pada akhir tahun ke 5?

Jawaban:

FV = Po (1+r)n
FV = Rp 5,000,000 (1+0.18)5
FV = Rp 11,438,789

Jadi jumlah yang harus dibayarkan perusahaan kepada bank sebesar Rp 11,438,789

3. Misalkan seseorang ingin mendepositokan uangnya di Bank Central Asia  sebesar Rp. 800.000,-. Jika tingkat bunga deposito adalah 8% per tahun dan dimajemukkan setiap tahun, maka menjadi berapakah investasi orang tersebut pada akhir tahun pertama, kedua, ketiga ?

Pembahasan dari pertanyaan tersebut adalah:

            FV1     =  Po (1 + i)

                        =  Rp. 800.000 (1 + 0.08)

                        =  Rp. 864.000,-

Apabila deposito Rp. 800.000,- tersebut kita biarkan selama 2 tahun, maka nilai akhir tahun ke-2 adalah :

            FV2     = FV1 (1 + i) = Po (1 + i)(1 + i) = Po (1 + i)2

                                 = Rp. 864.000 (1+0.08) = 800.000 (1.08)(1.08) = 800.000 (1.08)2

                                            = Rp. 933.120,-

Pada akhir tahun ke-3 menjadi :

FV3           = FV2 (1 + i) = FV1 (1 + i)(1 + i) = Po (1 + i)3

                                 = Rp. 933.120 (1+0.08) = 864.000 (1.08)(1.08) = 800.000 (1.08)3

                                            = Rp. 1.007.770,-

            Secara umum nilai masa depan (future value) dari deposito pada akhir periode n adalah :

                          FV= Po (1 + i) atau FVn = Po (FVIFi,n)

Dimana:

FV=  Future Value (nila masa depan atau nilai yang akan datang) tahun ke-n
FVIFi,n = Future Value Interest Factor (yaitu nilai majemuk dengan tingkat bunga i% untuk n periode). Faktor bunga tersebut sama dengan (1 + i)n

Perhitungan nilai majemuk dengan faktor bunga tertentu untuk suatu jumlah uang ditunjukkan pada tabel 2. Tabel ini menunjukan nilai majemuk untuk contoh 3 diatas pada akhir tahun ke-1 sampai tahun ke-5.

4. Mr. Wright pergi ke Bank HSBC. Hitunglah berapa banyak Mr. Wright akan memperoleh uang dalam tabungan 8 tahun dari sekarang jika dia menanamkan $2,000 hari ini. Diketahui bunga 10% compounded; (secara tahunan).

Diketahui:
Po= $ 2,000
r = 10%
n = 8 tahun
Ditanya:
FV10%,8= ?
Jawaban:
FVr,n= P
o(FVIF)
= Po(1+r)n
= $ 2,000 (1+0,1)8
= $ 2,000 (2,1436)
= $ 4,287.2
Jadi, Mr. David akan memperoleh uang sebanyak $ 4,287.2

5. Harga sepeda motor 2 tahun mendatang sebesar Rp. 10.000.000. Tingkat bunga rata-rata 12% setahun. Berapa yang harus ditabung Agung saat ini agar dapat membelinya dua tahun mendatang, dengan asumsi:
1)      Bunga dimajemukkan setahun sekali
2)      Bunga dimajemukkan sebulan sekali

Jawaban:

  1. PV = Rp. 10.000.000(1 + 0,12)-2   = Rp. 7.971.939
  2. PV = Rp. 10.000.000(1 + 0,12/12)-12(2)  = Rp. 7.875.661

 

6. Misalkan Anthony dihadapkan pada pilihan apaah menerima kas saan ini senilai Rp.1.000.000,- atau Rp.2.500.000,-lima tahun kemudian. Apabila bunga yang berlau selama 5 tahun adalah 18% pertahun, maka alternatif mana yang akan Anthony pilih ?

Jawaban:

Tentu Anthony akan mencari berana nilai sekarang atas penerimaan Rp.2.500.00,- lima tahun yang akan datang. Apabila bunga bank selama limatahun adalah 18% pertahun, maka:

NS= Xn (NSFB 18%.5)
= 2.500.000 (0,4370)
= 1.092.500

Dengan demikian saudara tentunya akan lebih senang menerima Rp.2.500.00,- lima tahun kemudian, karena memiliki nilai sekarang yang lebih besar dari alternatif pertama. Hal ini tentunya dengan asumsi bahwasanya tingkat bunga tidak akan meningkat, karena apabila tingkat bunga naik, katakan saja menjadi 22% pertahun, maka alternatif pertama menjadi lebih baik.

7. Orang tua saudara menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp. 700.000,- satu tahun akan datang. Sementara itu tingkat suku bunga bank yang berlaku pada saat ini adalah 8% pertahun. Timbul pertanyaan, berapakah orang tua saudara harus menyimpan uangnya dibank agar satu tahun kedepan menjadi Rp. 700.000,-?, dengan kata lain, berapa nilai sekarang uang Rp. 700.000,- satu tahun yang akan datang kalu tingkat bunga yang berlaku 8% pertahun ?

Jawaban:

Rp 700.000,-   =  XO (1+0,08)
XO      =  Rp.700.000,-
(1+0,08)
=  Rp. 648.150,-

Dengan demikian nilai sekarang penerimaan kas Rp.700.000,- satu tahun yang akan datang dengan bunga 8% pertahun adalah Rp.648.150,-. Dapat juga dikatakan bahwa Rp.648.150,- kas saat ini memiliki nilai yang sama dengan Rp.700.000,- satu tahun yang akan datang bila bunga yang berlaku 8% pertahun. Misalkan penerimaan tersebut akan terjadi dalam dua tahun kemudian, berapakah nilai sekarang dari penerimaan Rp.700.000,- tersebut bila bunga yang berlaku tetap 8% pertahun ?

Rp.700.000,-   = Rp.700.000,-
(1+0,08)
= Rp.600.140,-

Karena Xo tidak lain adalah nilai sekarang sejumlah penerimaan dimasa datang Xn, dengan tingkat bunga r pertahun maka secara umum dapat diformulasikan menjadi :

NS       =          Xn      

                      (1+r)

NS       = Xn

(1+r)

Seperti halnya nilai kemudian, 1/(1+r)   tidak lain adalah nilai sekarang faktor bunga (NSFB) yang dengan mudah dapat dicari dengan tabel. Namun demikian saat ini juga telah tersedia bermacam kalkulator yang dapt menghitung nilai sekarang faktor bunga tersebut, dengan demikian nilai sekarang dapat dicari dengan mengalikan penerimaan yang diharapkan dengan nilai sekarang faktor bunga . sehingga persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi :

NS       = Xn (NSFBr.n)

8. Misalkan tahun 2000, Pak Michael membeli tanah seluas 1000 m2 dengan harga Rp.500,000 per meter atau Rp.500,000,000. Pada tahun 20013, tanah tersebut ditawar orang untuk dibeli dan dijadikan gudang barang elektronik dengah harga Rp.1,000,000 per meter.

Dengan menggunakan rumus Future Value, anda akan dapat mengetahui berapa tingkat pengembalian per tahun atas investasi Pak Michael tersebut diatas dalam angka relatif atau persentase. Selanjutnya tingkat pengembalian dalam bentuk persentase tadi, akan bisa langsung dibandingkan dengan benchmark return investasi dalam pasar uang dan investasi (tingkat kenaikan harga IHSG per tahun). Misalkan rata-rata market return IHSG dalam 13 tahun terakhir adalah 10% per tahun.

Dalam kasus ini, Anda mendapat 2 manfaat sekaligus dari aplikasi konsep time value of money yaitu mengetahui berapa besarnya tingkat pengembalian Pak Michael dari investasi tanahnya dan langsung bisa mengukur kinerja tingkat pengembalian program investasi ini dengan market return (IHSG). Sehingga dengan demikian Anda memiliki dasar untuk menjelaskan bahwa pilihan investasi dalam bentuk tanah merupakan keputusan yang tepat atau bukan.

Selanjutnya mari kita lengkapi perhitungan Future Value dari hasil investasi Pak Michael.

Diketahui :

PV       = Rp.500,000,000
FV       = Rp.1,000,000,000
N         = 13

Ditanya = r

Jawaban:
FV                   = PV x (1 + r)^n
Rp.1 M            = Rp.500 jt x (1+x)^13
Rp.1 M            = Rp.500 jt x (1 + 0.054766)
Rp.1 M            = Rp. 1 M

Berarti tingkat pengembalian per tahun adalah sebesar 0.054766 atau 5.48%, sehingga apabila dibandingkan dengan market return, ternyata kinerja investasi dalam tanah tidak begitu menggembirakan karena hasilnya menunjukkan bahwa market returnlebih besar 82.50%.

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Graduate TutorAccounting ExplainedGet Objects

                             

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-06-30T22:00:12+07:00 Juni 25th, 2018|Matematika|0 Comments

Leave A Comment