Perbedaan Psikiater dan Psikolog – Perawatan, Terapi, Prakter, Pekerjaan dan Pendidikan

Apa Bedanya antara psikiater dan psikolog?

Karena psikolog dan psikiater sering bekerja bersama untuk kesejahteraan klien, terkadang uraian tugas mereka bertumpang tindih. Sebenarnya, perbedaan psikiater dan psikolog berbeda!

Namun, ada beberapa perbedaan penting antara seorang psikolog dan psikiater, yang paling kritis adalah sifat perawatan dalam dua profesi.

Pelajari perbedaan antara kedua profesi tersebut.

Perbedaan psikiater dan psikolog dalam perawatan

Karena psikiater adalah dokter yang terlatih, mereka dapat meresepkan obat, dan mereka menghabiskan banyak waktu dengan pasien untuk manajemen pengobatan sebagai jalan perawatan.

Psikolog fokus secara luas pada psikoterapi dan mengobati penderitaan emosional dan mental pada pasien dengan intervensi perilaku. Psikolog juga memenuhi syarat untuk melakukan tes psikologis, yang sangat penting dalam menilai kondisi mental seseorang dan menentukan tindakan pengobatan yang paling efektif.

Baca juga 👉 Depresi Gejala, Penyebab, Perawatan, Pengobatan, Cara Melawan

Metode Terapi antara psikiater dan psikolog

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat sedikit perbedaan dalam penanganan gangguan kejiwaan antara psikolog dan psikiater. Hal ini tentu saja disebabkan oleh berbedanya pendekatan yang dilakukan oleh kedua profesi tersebut.

Psikolog yang berorientasi untuk mencari dinamika kepribadian yang “tidak sehat”, sehingga terapinya ditujukan untuk memperbaikinya dengan psikoterapi. Sedangkan psikiater akan mendiagnosa fungsi fisiologis mana yang abnormal sehingga dapat memberikan terapi pengobatan yang tepat untuk pasiennya.

Apapun caranya, semua dilakukan untuk membantu setiap pasien yang datang sehingga gangguan kejiwaannya dapat teratasi. Tubuh fisik dan Jiwa (psyche) memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Keadaan fisik tubuh mempengaruhi kesehatan mental dan begitu juga sebaliknya. Sehingga terapi yang difokuskan pada jiwa maupun fisik tentu saja dapat membawa dampak positif terhadap kesembuhan pasien.

Perbedaan psikiater dan psikolog dalam praktek

Setelah menemui dokter utama untuk rujukan, seorang pasien mungkin bekerja secara teratur dengan psikolog yang menangani pola perilaku. Psikolog itu dapat merujuk pasien ke psikiater yang dapat meresepkan dan memantau pengobatan. Psikolog dan psikiater bekerja bersama-sama untuk mengobati gejala pasien dari sudut pandang perilaku dan klinis.

Bidang-bidang psikologi dan psikiatri sangat penting dalam meneliti dan mengembangkan pengobatan untuk meningkatkan kesehatan mental dan emosional. Di samping perbedaan, psikolog dan psikiater berbagi tujuan bersama: membantu orang merasa lebih baik.

Baca juga 👉 Perasaan – Macam-Macam Perasaan Hati

Perbedaan psikiater dan psikolog dalam pendidikan

Profesi psikiatri dan psikologi juga sangat berbeda dalam hal pendidikan. Psikiater menghadiri sekolah kedokteran dan dilatih dalam kedokteran umum. Setelah mendapatkan MD (Latin: Medicinae Doctor atau Inggris: Doctor of Medicine), mereka berlatih 4 tahun pelatihan residensi di psikiatri.

Pengalaman mereka biasanya melibatkan bekerja di unit psikiatrik rumah sakit dengan berbagai pasien, dari anak-anak dan remaja dengan gangguan perilaku hingga orang dewasa dengan kasus penyakit mental yang parah.

Psikolog harus memperoleh gelar doktoral PhD atau PsyD, yang dapat memakan waktu hingga empat atau enam tahun. Sepanjang pendidikan mereka, para psikolog mempelajari perkembangan kepribadian, sejarah masalah psikologis dan ilmu penelitian psikologis. Sekolah pascasarjana menyediakan persiapan yang ketat untuk berkarir di bidang psikologi dengan mengajar siswa cara mendiagnosis gangguan mental dan emosional dalam berbagai situasi.

Setelah lulus sekolah, mahasiswa psikologi diwajibkan untuk menyelesaikan magang yang dapat berlangsung satu hingga dua tahun. Magang memberikan mereka paparan pengetahuan:

  • metode pengobatan
  • pengujian analitik
  • teknik pemecahan masalah
  • teori psikologis
  • terapi perilaku

Setelah magang, untuk menjadi berlisensi, sebagian besar negara bagian juga memerlukan satu atau dua tahun pengalaman kerja praktek yang diawasi oleh seorang profesional kesehatan mental yang berwenang.

Baca juga 👉 Toxic Relationship Adalah Hubungan Beracun Tidak Sehat – Tanda, Ciri, Jalan Keluar, Bantuan dan Apa yang Harus Dilakukan?

Jenis pekerjaan psikiater dan psikolog

Pada dasarnya kedua profesi ini menawarkan jasa yang sama yaitu melakukan pendiagnosaan dan memberikan terapi terhadap gangguan kejiwaan. Namun ada sedikit perbedaan dalam pendekatan dalam memahami gangguan.

Titik berat psikolog dalam memahami keadaan pasien adalah dinamika munculnya gangguan dalam kepribadian seorang klien. Sedangkan psikiater menitikberatkan pada fungsi fisiologis yang abnormal. Misalnya dalam kasus-kasus dimana terdapat simtom halusinasi, psikolog akan memeriksa fungsi “ego” yang merupakan struktur kepribadian untuk membedakan stimulus yang nyata (dari dunia luar) dan stimulus yang tidak nyata (dari dalam diri klien). Setelah itu, akan dilakukan psikoterapi untuk menguatkan fungsi ego. Sedangkan psikiater akan berusaha menyeimbangkan kadar neurotransmitter di otak sehingga halusinasi tidak muncul.

Selain menangani gangguan mental klinis, seorang psikolog juga menawarkan jasa untuk menangani permasalahan-permasalahan sehari-hari pada individu normal secara psikologis, seperti permasalahan pernikahan, pemilihan jurusan, gangguan belajar dan lain sebagainya.

Baca juga 👉 Cara Menghadapi Orang Bipolar – Cara untuk Membantu Seseorang dengan Gangguan Bipolar

Mau ke psikolog atau ke psikiater?

Jadi, kapankah kita harus ke psikolog, dan kapan kah kita harus ke psikiater?

Ini semua tergantung ke diri Anda sendiri, kepada siapa Anda bisa lebih nyaman membicarakan masalah anda. Anda harus mengetahui harapan anda dengan pergi ke psikolog ataupun psikiater.

Apakah untuk mengetahui bagaimana kepribadian anda, atau bertemu dengan seseorang yang simpati terhadap anda, atau anda merasa dapat perlu menerima pengobatan, dan lain sebagainya. Kedua profesi ini mempunyai kode etik untuk me-refer pasien yang tidak dapat mereka tangani, baik karena keterbatasan kapabilitas maupun karena alasan lain yang sifatnya pribadi, ke rekan atau profesi lain yang lebih sesuai. Jadi anda tidak perlu khawatir.


Penyakit dari A-Z & Daftar Lengkap, Nama, Jenis, Contoh

Suatu penyakit adalah suatu kondisi abnormal tertentu yang secara negatif mempengaruhi struktur atau fungsi sebagian atau seluruh organisme, dan itu bukan karena cedera eksternal langsung apa pun. Klik disini 👉 untuk mengetahui nama-nama penyakit dan penjelasannya.

Nama Obat dan Untuk Penyakit Apa ? – Daftar Nama Obat Esensial diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Daftar Nama Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Daftar ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1977. Klik disini 👉 untuk mengetahui “Daftar Nama Obat Esensial dari World Health Organization”.


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: All Psychology Schools, Very Well Mind, Web MD

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

By | 2020-09-27T14:16:55+07:00 Agustus 5th, 2020|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment