Rut (Ruth) Pasal 1-4

8 min read

Rut (Ruth) Pasal 1-22

Rut adalah seorang perempuan Moab yang menikah dengan Mahlon, salah seorang putra Naomi dan Elimelekh. Suaminya kemudian meninggal karena bencana kelaparan.

Rut pada akhirnya menjadi istri Boas dan memperanakkan Obed, kakek Raja Daud dari Israel serta menjadi inti cerita Kitab ini. Menurut Perjanjian Baru, ia salah satu nenek moyang Yesus (Matius 1:5)


Rut Pasal 1 (Total ayat 22)

1) [Masa Kelaparan di Yehuda] Pada zaman para hakim terjadi masa kelaparan di negeri Yehuda. Pada waktu itu seorang laki-laki, istrinya, dan kedua anaknya meninggalkan Betlehem dan tinggal di daerah pertanian Moab.

2) Namanya Elimelekh. Istrinya Naomi. Kedua anaknya bernama Mahlon dan Kilyon. Mereka orang Efrata dari Betlehem di Yehuda. Mereka pergi ke daerah pertanian Moab dan tinggal di sana.

3) Kemudian, Elimelekh suami Naomi meninggal, maka hanya Naomi dan kedua anaknya yang masih tinggal.

4) Kemudian mereka menikah dengan orang Moab. Seorang bernama Orpa dan yang lainnya Rut. Mereka tinggal di sana selama 10 tahun.

5) Kemudian kedua anak itu, Mahlon dan Kilyon, juga meninggal sehingga Naomi tinggal sendirian tanpa suaminya dan kedua anaknya.

6) [Naomi Pulang] Ketika Naomi masih berada di Moab, ia mendengar bahwa TUHAN telah menolong bangsa-Nya. Ia telah memberikan makanan kepada umat-Nya di Yehuda. Naomi memutuskan untuk meninggalkan daerah pebukitan Moab dan kembali ke negerinya. Menantunya juga memutuskan untuk pergi bersama mertua mereka.

7) Mereka meninggalkan tempat tinggalnya yang selama ini dan mereka pulang ke negeri Yehuda.

8) Kemudian Naomi berkata kepada kedua menantunya, “Kamu berdua kembalilah ke rumah ibumu masing-masing. Kiranya TUHAN mengasihi kamu sebagaimana kamu telah mengasihi suamimu yang telah meninggal dan aku.

9) Dan Tuhan juga kiranya berkenan memberikan jodoh kepadamu masing-masing dan kamu berbahagia dalam rumah tanggamu.” Naomi mencium menantunya, dan mereka mulai menangis.

10) Mereka berkata kepada Naomi, “Tidak, kami akan bersamamu kembali kepada keluargamu.”

11) Naomi menjawab, “Pulanglah anak-anakku. Mengapa kamu harus pergi bersamaku? Mungkinkah lagi aku melahirkan anak menjadi suamimu?

12) Pergilah, pulanglah anak-anakku. Aku sudah terlalu tua untuk mengandung. Sekiranya aku masih yakin dengan harapan dapat mengandung kembali, sekiranya aku dapat menikah dengan seorang laki-laki malam ini dan dapat melahirkan dua anak laki-laki,

13) apakah kamu harus menunggunya sampai mereka dewasa? Haruskah kamu menderita tanpa suami? Tentu tidak, hai anak-anakku. Hal itu membuat aku bertambah sedih karena kamu, TUHAN menekan hidupku.”

14) Kedua menantu itu menangis lagi dengan sekuat-kuatnya. Orpa mencium mertuanya, tetapi Rut memeluknya seerat-eratnya.

15) Naomi mengatakan, “Lihatlah, kakak iparmu sudah kembali kepada bangsanya dan dewa-dewanya. Ikutlah dia.”

16) Jawab Rut, “Janganlah paksa aku meninggalkan engkau. Sesungguhnya, ke mana engkau pergi, aku pun pergi, dan di mana engkau tinggal, di sana juga aku tinggal. Bangsamu menjadi bangsaku dan Allahmu menjadi Allahku juga.

17) Dan di mana engkau meninggal, aku pun akan meninggal di sana, dan di sana juga aku dikubur. Aku meminta kepada TUHAN untuk menghukum aku, jika aku tidak memegang janji ini: Hanya kematian akan memisahkan kita.”

18) Naomi melihat bahwa Rut berkeras hati, untuk turut bersama dia, maka ia tidak lagi memperpanjang persoalan itu dengan dia.

19) Mereka berdua melanjutkan perjalanannya sampai ke Betlehem. Ketika mereka tiba di Betlehem, seluruh penduduk menjadi gempar. Perempuan-perempuan mengatakan, “Apakah benar dia Naomi?”

20) Naomi berkata kepada mereka, “Janganlah panggil aku Naomi, tetapi panggilah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah membuat hidupku sangat pahit.

21) Ketika aku pergi dari tempat ini, aku milikku sangat banyak, tetapi sekarang TUHAN memulangkan aku tanpa membawa apa-apa. Jadi, untuk apa kamu menyapaku dengan kata ‘Bahagia’, apalagi TUHAN sendiri telah menimpakan kesengsaraan padaku?”

22) Demikianlah kisah Naomi bersama Rut menantunya, orang Moab itu ketika mereka kembali dari pegunungan Moab. Mereka tiba di Betlehem pada awal musim panen jelai.

Pasal 2 (Total ayat 23

1) [Rut Menemui Boas] Naomi mempunyai seorang pelindung, seorang keluarga dekat dari suaminya. Ia seorang kaya dari keluarga Elimelekh, namanya Boas.

2) Pada suatu hari Rut orang Moab itu berkata kepada Naomi, “Aku ingin pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang para penuai yang berbaik hati padaku, yang membiarkan aku memungut bulir-bulir.” Naomi berkata, “Baiklah, lakukan itu, hai anakku.”

3) Jadi, Rut pergi. Ia pergi ke ladang dan mulai memungut bulir-bulir yang terjatuh ke tanah di belakang para pekerja yang sedang menyabit jelai. Kebetulan ladang itu milik Boas dari keluarga Elimelekh.

4) Kemudian datanglah Boas dari Betlehem ke ladang itu serta memberi salam kepada para pekerja, katanya, “TUHAN menyertai kamu.” Mereka menjawab, “Kiranya TUHAN memberkati Tuan.”

5) Kemudian Boas bertanya kepada pembantunya yang bertugas mengawasi para pekerja itu, “Milik siapa perempuan itu?”

6) Pembantu itu menjawab, “Dia orang Moab yang pulang bersama Naomi dari daerah Moab.

7) Ia ingin mengikuti para penuai dan mengumpulkan bulir-bulir jelai yang tercecer. Pagi-pagi sekali dia sudah datang bekerja sampai sekarang. Di seberang sana rumahnya.”

8) Kemudian Boas berkata kepada Rut, “Sekarang dengarlah anakku, engkau tidak perlu pergi memungut bulir jelai ke ladang yang lain, tetaplah di sini. Dekatilah para pekerjaku perempuan.

9) Lihat, ke mana saja mereka bekerja, ikutilah mereka dari belakang. Aku telah memerintahkan para pekerja laki-laki supaya tidak mengganggumu. Bila engkau haus, ambillah air dari tempayan yang dipakai oleh para pekerjaku.”

10) Rut sujud dan menundukkan kepalanya ke tanah lalu berkata kepada Boas, “Aku orang asing, aku heran Tuan memperhatikan aku.”

11) Boas menjawab, “Sudah diceriterakan orang kepadaku semua tentang perbuatanmu yang baik kepada Naomi mertuamu setelah suaminya meninggal. Engkau juga telah meninggalkan ayahmu, ibu, dan tanah airmu, datang kepada bangsa yang tidak pernah kaukenal sebelumnya.

12) TUHAN kiranya memberikan berkat-Nya atas semua perbuatanmu yang baik itu dan kiranya TUHAN Allah Israel memberikan sepenuhnya bagimu segala balas budimu. Engkau berlindung pada-Nya.”

13) Kemudian Rut mengatakan, “Bolehkah aku terus berkenan kepadamu, ya Tuan? Engkau begitu baik dan rasa kasihan kepadaku. Tuan berbicara begitu lembutnya kepada hamba perempuanmu ini. Bahkan aku tidak cukup baik menjadi seorang dari para pelayan perempuan Tuan.”

14) Pada saat makan siang, Boas berkata kepada Rut, “Mari, makanlah beberapa roti kami ini. Celupkan rotimu ke dalam cuka ini.” Rut pun duduklah di samping para penuai. Boas memberikan beberapa gandum panggang kepada Rut. Rut makan sampai kenyang, bahkan masih ada sisa makanan itu.

15) Kemudian dia berdiri untuk melanjutkan pekerjaannya memungut bulir-bulir jelai. Kemudian Boas memerintahkan para pekerjanya, “Biarkan perempuan itu memungut sesuatu dari ikatan tumpukan gandum itu, jangan mempermalukan dan menegurnya.

16) Bahkan jatuhkan bulir-bulir dan tinggalkan supaya dapat diambilnya. Jangan larang dia.”

17) [Naomi Mendengar tentang Boas] Rut terus bekerja di ladang sampai petang hari. Ia mengiriknya dan memperoleh kira-kira sebanyak 22 liter.

18) Kemudian dia mengangkatnya dan pulang ke kota dan memperlihatkan yang telah dikumpulkannya kepada mertuanya. Rut membawa makanan yang tersisa dari makanan siang dan memberikannya kepada Naomi.

19) Mertuanya berkata kepadanya, “Di mana engkau memungut gandum hari ini? Di mana engkau bekerja? Semoga diberkati orang yang memperhatikanmu.” Rut menceritakan kepada mertuanya yang terjadi dengan Boas, katanya, “Orang yang padanya aku bekerja hari ini, namanya Boas.”

20) Naomi berkata kepada menantunya, “TUHANlah memberkati yang selalu menganugerahkan kasih setia bagi mereka yang mati maupun yang hidup.” Kemudian Naomi berkata kepadanya, “Boas salah seorang keluarga dekat kita. Ia seorang dari pelindung kita.”

21) Rut orang Moab itu mengatakan, “Boas juga berkata kepadaku, ‘Tinggallah bersama para pekerjaku sampai panen selesai.’”

22) Kemudian Naomi berkata kepada menantunya, “Anakku, ada baiknya engkau bekerja terus dengan para pekerja perempuannya karena di ladang orang lain mungkin saja ada orang mengganggumu.”

23) Demikianlah Rut tetap bersama pekerja perempuan Boas sambil memungut jelai sampai panennya selesai, bahkan sampai panen berakhir. Dan dia tetap tinggal serumah dengan mertuanya.

Pasal 3 (Total ayat 18)
1) [Tempat Pengirikan] Kemudian mertua Rut berkata kepadanya, “Anakku, apakah tidak lebih baik engkau berumah tangga?

2) Lihatlah, Boas yang engkau dampingi bersama pekerja ialah keluarga dekat kita. Malam ini Boas memisahkan bulir-bulir jelai dari tangkainya di tempat pengirikan.

3) Sekarang mandilah dan kenakan pakaianmu lalu pergi ke tempat pengirikan itu. Jangan diketahuinya kehadiranmu sebelum dia selesai makan.

4) Perhatikan tempat tidurnya, kemudian dekati dan angkat selimut dari kakinya, lalu berbaringlah di situ. Ia akan menjelaskan kepadamu yang harus kaulakukan.”

5) Rut berkata kepadanya, “Segala yang engkau katakan akan kulaksanakan.”

6) Kemudian pergilah ia ke tempat pengirikan dan melakukan semua perintah mertuanya.

7) Boas makan, minum, dan senang hatinya, lalu berbaring di ujung timbunan jelai. Setelah itu datanglah Rut perlahan-lahan, dia mengangkat selimut dari kaki Boas, lalu membaringkan dirinya.

8) Tengah malam Boas terbangun dan berbalik dan ada seorang perempuan berbaring di kakinya.

9) Boas bertanya, “Siapa engkau?” Jawab Rut, “Akulah Rut, perempuan pembantu Tuanku, peliharalah aku karena Tuanlah pelindungku.”

10) Jawab Boas, “TUHAN memberkatimu, hai anakku. Engkau membuktikan bahwa perbuatan kasihmu yang terakhir ini lebih besar daripada sebelumnya, yaitu engkau telah datang kepadaku, tidak lebih dahulu mencari seorang pemuda, apakah kaya atau miskin.

11) Sekarang anakku, jangan takut, apa pun yang engkau minta akan kuberikan, sebab semua orangku di kota ini tahu bahwa engkau perempuan yang baik.

12) Memang benar, aku salah satu dari pelindungmu, tetapi masih ada lagi seorang yang lebih dekat kepadamu daripadaku.

13) Sekarang bermalamlah di sini. Besok pagi kalau orang itu datang menebusmu baiklah engkau ditebusnya. Jika tidak, demi TUHAN yang hidup, aku akan menebusmu. Tidurlah di sini sampai besok pagi.”

14) Rut berbaring di sana hingga pagi hari, tetapi dia sudah bangun sebelum orang dapat saling mengenal. Boas berkata kepadanya, “Biarlah kita menjaga rahasia ini bahwa engkau datang kepadaku tadi malam.”

15) Kemudian dikatakannya, “Lepaskanlah pakaian yang kaupakai itu dan peganglah itu terbuka.” Rut memegangnya dengan terbuka lalu Boas mengambil enam takaran jelai dan menuangkannya ke dalam pakaian itu serta menaikkannya ke bahu Rut. Sesudah itu Boas pergi ke kota.

16) Rut pulang kepada mertuanya. Naomi bertanya, “Siapa itu?” Rut menceritakan kepada Naomi segala sesuatu yang diperbuat Boas kepadanya.

17) Katanya, “Boas memberikan kepadaku enam takaran jelai. Ia berkata kepadaku bahwa aku tidak boleh pulang dengan tangan kosong ke mertuaku.”

18) Naomi mengatakan, “Anakku, sabarlah sampai kita mendengar apa yang akan terjadi. Boas tidak akan beristirahat sebelum segala sesuatu selesai sebelum hari ini berlalu.”

Pasal 4 (Total ayat 22)
1) [Boas dan Keluarga yang Lain] Boas pergi menuju tempat umum di pintu gerbang. Kemudian lewatlah seorang pelindung yang telah disebutkan Boas. Boas mengatakan, “Saudara, mari, duduklah.” Orang itu berbalik dan duduk di sana.

2) Boas mengumpulkan 10 orang penatua kota, katanya, “Silakan duduk.” Jadi, duduklah mereka.

3) Kemudian Boas berkata kepada keluarga dekat, “Naomi baru kembali dari Moab dan akan menjual tanah warisan milik keluarga kita Elimelekh.

4) Menurut pendapatku ada baiknya hal itu kuberitahukan kepadamu, apakah engkau bersedia membelinya dengan disaksikan para penatua bangsaku? Jika engkau ingin menebusnya, tebuslah, namun bila engkau tidak berminat, tegaskan supaya aku tahu, karena engkaulah satu-satunya anggota keluarga terdekat, sesudah engkau barulah aku yang berikut. Jika engkau tidak membeli kembali tanah itu, aku akan membelinya.”

5) Kemudian Boas mengatakan, “Kalau engkau membeli tanah dari Naomi, engkau juga memperoleh Rut, orang Moab yang telah ditinggalkan suaminya, supaya nama orang yang telah meninggal itu ditegakkan lagi atas harta pusakanya.”

6) Keluarga dekat itu menjawab, “Aku tidak dapat menebus tanah itu. Seharusnya akulah pemilik tanah itu, tetapi aku tidak dapat menebusnya. Jika aku menebusnya, aku mungkin kehilangan tanahku sendiri. Jadi, engkau dapat membelinya.”

7) Pada zaman itu berlaku suatu kebiasaan di Israel, jika orang mengadakan persetujuan, orang itu membuka sandalnya dan memberikannya kepada orang lain.

8) Jadi, keluarga dekat itu menegaskan kepada Boas, “Belilah tanah itu.” Kemudian keluarga dekat itu melepaskan sandalnya dan memberikannya kepada Boas.

9) Kemudian Boas berkata kepada para penatua dan warga, “Hari ini, Saudara-saudara menjadi saksi bahwa semua harta milik Elimelekh maupun Mahlon dan Kilyon telah kubeli dari Naomi.

10) Aku juga mengambil Rut menjadi istriku dan dengan demikian aku menegakkannya di atas harta pusakanya. Dengan cara itu namanya tidak akan hilang dari bangsanya dan kotanya. Kamulah saksi hari ini.”

11) Jadi, para penatua dan warga kota yang hadir di dekat pintu gerbang kota itu mengatakan, “TUHAN kiranya berkenan membuat perempuan yang datang ke rumah tanggamu, sama seperti Rahel dan Lea, yang telah melahirkan keturunan bagi Israel. Biarlah berkuasa di Efrata. Biarlah termasyhur di Betlehem.

12) Tamar melahirkan Peres bagi Yehuda. Dan keluarganya menjadi besar. Dengan cara yang sama semoga TUHAN memberikan kepadamu banyak anak melalui Rut, dan semoga keluargamu sebesar keluarganya.”

13) Jadi, Boas menjadikan Rut istrinya. TUHAN mengizinkan Rut untuk mengandung, dan dia melahirkan seorang anak laki-laki.

14) Para perempuan berkata kepada Naomi, “Terpujilah TUHAN yang memberi kepadamu seorang pelindung. Ia akan termasyhur di Israel.

15) Dialah yang akan menghibur dan memeliharamu di usia tuamu. Menantumu membuat hal itu terjadi. Ia telah melahirkan anak itu bagimu. Ia mengasihimu, dan dia lebih baik bagimu daripada tujuh anak laki-laki.”

16) Naomi mengambil bayi itu serta memangkunya dan dia menjadi ibu pengasuh.

17) Para tetangga perempuan itu memberikan nama kepada bayi itu. Mereka berkata, “Seorang bayi laki-laki telah lahir bagi Naomi.” Dan mereka menamai bayi itu Obed. Obed ayah Isai dan Isai ayah Daud.

18) [Rut dan Keluarga Boas] Inilah silsilah keturunan Peres: Peres ayah Hezron.

19) Hezron ayah Ram. Ram ayah Aminadab.

20) Aminadab ayah Nahason. Nahason ayah Salmon.

21) Salmon ayah Boas. Boas ayah Obed.

22) Obed ayah Isai. Isai ayah Daud.


Bacaan Lainnya

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com
Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com
Cara daftar pasang iklan gratis
3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Ligonier, Biblica

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.