fbpx

Senyawa Homosiklik dan Heterosiklik – Senyawa Organik – Penjelasan dan Contoh

Penjelasan Senyawa Homosiklik dan Heterosiklik

Berikut adalah perbedaan senyawa homosiklik dan heterosiklik:

  • Senyawa Homosiklik: Senyawa siklik yang atom lingkarnya hanya tersusun oleh atom karbon.
  • Senyawa Heterosiklik: Senyawa siklik yang atom lingkarnya selain tersusun oleh atom C (karbon) juga tersusun oleh atom lain, misalnya: O, N, dan S

Baca juga 4 penggolongan senyawa organik 👉 Senyawa Alifatik dan Siklik – Senyawa Organik – Penjelasan dan Contoh

Senyawa heterosiklik dan homosiklik tersusun atas struktur cincin yang memiliki atom yang terikat satu sama lain membentuk struktur siklik yang tertutup. Perbedaan utama antara senyawa homosiklik dan heterosiklik adalah bahwa senyawa homosiklik mengandung cincin yang terbuat dari atom dari unsur yang sama sedangkan senyawa heterosiklik mengandung cincin yang terbuat dari atom unsur yang berbeda.

Perbedaan Utama – Senyawa Homosiklik vs Heterosiklik

Senyawa siklik dalam kimia adalah molekul yang memiliki atom yang terikat satu sama lain membentuk struktur cincin. Untuk membentuk cincin, harus ada setidaknya tiga atom yang terikat satu sama lain. Jika cincin hanya terdiri dari atom karbon, maka itu adalah molekul siklik organik.

Jika tidak ada atom dalam cincin adalah atom karbon, mereka adalah senyawa anorganik. Jika atom-atom yang ada di dalam cincin memiliki unsur yang sama, mereka disebut senyawa homosiklik. Tetapi jika ada karbon dan atom lain yang ada di cincin, mereka dikenal sebagai senyawa heterosiklik. Ini adalah perbedaan utama antara senyawa homosiklik dan heterosiklik.

Apa itu Senyawa Homosiklik?

Senyawa homosiklik adalah senyawa siklik yang memiliki atom dari unsur yang sama dengan anggota cincin. Dalam kimia organik, senyawa homosiklik hanya terdiri dari atom karbon. Senyawa ini juga dikenal sebagai senyawa karbosiklik atau karbonat. Mereka dapat berupa senyawa organik maupun senyawa anorganik. Senyawa anorganik tidak mengandung atom karbon dalam struktur cincin.

Mereka mengandung unsur-unsur yang berbeda seperti belerang, silikon, fosfor, boron, dll. Jumlah atom yang ada dalam senyawa homosiklik dapat bervariasi dari 3 hingga lebih banyak.

Siklus karbon yang umum meliputi sikloalkana (alkana biasa dengan cincin atau loop) dan sikloalkena (sejenis alkena hidrokarbon yang mengandung cincin atom karbon tertutup). Gambar berikut menunjukkan empat sikloalkana pertama. Senyawa-senyawa ini mengandung atom karbon yang terhubung satu sama lain melalui ikatan sigma (ikatan tunggal), dan semua atom karbon adalah hibridisasi sp3 dan membentuk cincin.

Dalam sikloalkena, atom karbon adalah hibridisasi sp 2 dan terhubung satu sama lain yang memiliki satu ikatan tunggal dan satu ikatan rangkap (bersama dengan satu ikatan tunggal antara C dan H). Salah satu sikloalkena yang paling umum adalah benzena.

Dalam kimia anorganik, unsur-unsur seperti belerang, silikon dan fosfor membentuk beberapa senyawa siklik umum yang merupakan senyawa homosiklik. Misalnya, dodecasulfur hanya terdiri dari atom belerang yang membentuk struktur cincin.

Gambar contoh struktur dan nama senyawa heterosiklik yang umum

Gambar contoh struktur dan nama senyawa heterosiklik yang umum. Sumber foto: Wikimedia Commons

Apa itu Senyawa Heterosiklik?

Senyawa heterosiklik adalah senyawa siklik yang memiliki atom dari berbagai unsur sebagai anggota cincin termasuk atom karbon. Setidaknya harus ada dua elemen berbeda yang hadir sebagai anggota, dan setidaknya harus ada 3 atom untuk membentuk cincin.

Dalam senyawa heterosiklik organik, unsur-unsur seperti oksigen, nitrogen atau belerang hadir sebagai pengganti atom karbon dalam struktur cincin. Namun, halogen tidak pernah ditemukan di atas ring. Ini karena, sebuah atom harus membentuk setidaknya dua ikatan untuk mengambil bagian dalam struktur cincin, tetapi halogen hanya dapat membentuk satu ikatan.

Senyawa heterosiklik atau heterolingkar adalah sejenis senyawa kimia yang mempunyai struktur cincin yang mengandung atom selain karbon, seperti belerang, oksigen, ataupun nitrogen yang merupakan bagian dari cincin tersebut. Senyawa-senyawa heterosiklik dapat berupa cincin aromatik sederhana ataupun cincin non-aromatik.

Contoh senyawa Heterosiklik

Beberapa contohnya adalah piridina (C5H5N), pirimidina (C4H4N2) dan dioksana (C4H8O2).

Perlu diperhatikan pula senyawa-senyawa seperti siklopropana dan sikloheksana bukanlah senyawa heterosiklik. Senyawa tersebut hanyalah sikloalkana. Prefiks ‘siklik’ merujuk pada struktur cincin, sedangkan ‘hetero’ merujuk pada atom selain karbon. Banyak senyawa heterosiklik yang merupakan zat karsinogenik.

Kimia heterosiklik adalah cabang ilmu kimia yang berkutat secara eksklusif terhadap sintesis, sifat-sifat, dan aplikasi heterolingkar.

Cincin beranggota-3

Heterolingkar dengan tiga atom pada cincin lebih reaktif dikarenakan oleh terikan cincin. Senyawa yang memiliki satu heteroarom pada umumnya lebih stabil. Senyawa dengan dua heteroatom lebih biasa muncul sebagai zat antara reaktif. Heterolingkar beranggota-3 yang umum:

Heteroatom Jenuh Takjenuh
Nitrogen Aziridina
Oksigen Etilena oksida (epoksidaoksirana) Oksirena
Sulfur Tiirana (episulfida)

Cincin beranggota-4

Heteroatom Jenuh Takjenuh
Nitrogen Azetidina
Oxygen Oksetana
Sulfur Tietanaditietana Ditiet

Cincin beranggota-5

Pada Heterolingkar beranggota-5, senyawa takjenuhnya sering lebih stabil oleh karena aromatisitas.

Heteroatom Jenuh Takjenuh
Nitrogen tetrahidropirola (pirolidina) Dihidropirola (pirolina), Pirola
Oksigen Dihidrofurantetrahidrofuran Furan
Sulfur Dihidrotiofenatetrahidrotiofena Tiofena
Arsen Arsola

Sekelompok besar senyawa cincin beranggota-5 dengan dua heteroatom secara kolektif dinamakan azolaDitiolana mempunyai dua atom sulfur.

Cincin beranggota-6

Cincin beranggota enam dengan heteroatom tunggal:

Heteroatom Jenuh Takjenuh
Nitrogen Piperidina Piridina
Oksigen Tetrahidropiran Piran
Sulfur Tiana Tiina (thiapirana)
Dengan dua heteroatom:
Heteroatom Jenuh Takjenuh
Nitrogen Piperazina Diazina
Nitrogen / oksigen Oksazina
Nitrogen / sulfur Tiazina
Sulfur Ditiana
Oksigen Dioksana

Amina heterosiklik dan kanker

Beberapa amina heterosiklik (Heterocyclic amine), HCA, yang terdapat pada daging yang dimasak ditemukan memiliki sifat karsinogenik. Riset menunjukkan bahwa memasak daging tertentu pada temperatur tinggi akan menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak ditemukan pada daging mentah.

HCA terbentuk ketika asam amino dan kreatina (senyawa yang ditemukan pada otot) bereaksi pada temperatur tinggi. Para periset telah mengidentifikasi 17 HCA berbeda yang dihasilkan dari pemasakan daging otot. Beberapa sumber protein seperti susutelurtahu, dan daging organ seperti hati memiliki kandungan HCA yang sangat sedikit atau hampir tidak ada ketika dimasak.

Kesamaan Antara Senyawa Heterosiklik dan Homosiklik

  • Keduanya adalah struktur siklik.
  • Keduanya mengandung atom yang tersusun dalam struktur cincin.

Perbedaan Antara Senyawa Heterosiklik dan Homosiklik

Senyawa Homosiklik vs Heterosiklik

Cincin Senyawa Homosiklik hanya mengandung satu jenis atom. Cincin Senyawa heterosiklik mengandung setidaknya dua jenis atom termasuk karbon.

Komposisi Atom Cincin

Senyawa Homosiklik memiliki atom karbon 100% di dalam cincinnya. Senyawa heterosiklik terutama mengandung karbon dan, selain itu, heteroatom seperti nitrogen, oksigen, dan belerang ditemukan di cincinnya.

Sub Bagian

Homycyclic alyclic dan Aromatic homocyclic Hycycyclic heterycyclic dan Aromatic

Contohnya

Phenol, Toluene, Naphthalene, dan Anthracene Tetrahydrofuran, Piperidine, Pyridine, Furan, dan Pyrrole.

struktur dan nama senyawa heterosiklik yang umum

struktur dan nama senyawa heterosiklik yang umum

Gambar contoh struktur dan nama senyawa heterosiklik yang umum. Sumber foto: Wikimedia Commons

Contoh Soal dan Jawaban Senyawa Homosiklik dan Heterosiklik

1. Sebutkan jenis-jenis atom dari senyawa heterosiklik homosiklik

Senyawa Homosiklik : Cincin senyawa homosiklik mengandung atom dari unsur yang sama.

Senyawa Heterosiklik: Cincin senyawa heterosiklik mengandung atom unsur yang berbeda.

2. Sebutkan komposisi atau kandungan dari senyawa heterosiklik dan homosiklik

Senyawa homosiklik: mengandung atom-atom dari unsur yang sama yang terikat satu sama lain membentuk cincin.

Senyawa heterosiklik: Senyawa heterosiklik mengandung atom setidaknya dua elemen yang saling terikat membentuk cincin.

3. Berikan beberapa contoh untuk senyawa heterosiklik dan homosiklik

Jawaban:

Senyawa homosiklik: Beberapa contoh senyawa homosiklik termasuk benzena, sikloheksana, toluena, sikloheksanol, dll.

Senyawa heterosiklik: Beberapa contoh senyawa heterosiklik meliputi piran (mengandung oksigen), azosin (mengandung karbon dan nitrogen), tiokane (mengandung karbon dan belerang), dll.

4. Senyawa siklik yang mempunyai atom selain atom C ada juga atom N,S,P disebut juga…

a. Senyawa homosiklik
b. Senyawa heterosiklik
c. Senyawa alifatik
d. Senyawa jenuh
e. Senyawa aromatik

Jawaban: B. Senyawa heterosiklik

5. Apa itu senyawa heterosiklik dan berikan contohnya?

Heterocycles yang paling umum adalah mereka yang memiliki cincin beranggota lima atau enam dan mengandung heteroatom nitrogen (N), oksigen (O), atau belerang (S). Senyawa heterosiklik sederhana yang paling terkenal adalah piridin, pirol, furan, dan tiofena.

Bacaan Lainnya

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Pediaa, Difference Between, Book Rags

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2020-01-21T14:14:04+07:00 Januari 14th, 2020|IPA, Kimia|0 Comments

Leave A Comment