Pindang ikan yang digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama (cara Bawean, Muncar dan gaya baru) – Resep Hidangan

Penjelasan Pindang

Pindang adalah cara memproses ikan yang digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama. Temukan resep pindang: tulang iga, tulang khas Palembang, patin, serani ikan nila, ikan salmon, pepes, brengkes ikan pindang…
 

Cara pengolahan Pindang cara Bawean, Muncar dan gaya baru

Cara Bawean

Pengolahan ikan pindang cara Bawean termasuk jenis pemindangan garam menggunakan pendil atau paso, daun pisang kering, dan garam (20–30% dari berat ikan). Ikan yang digunakan biasanya ikan layang dan ikan bandeng. Ikan diatur berlapis-lapis serapat mungkin dan setiap lapisan ditaburi garam.

Setelah pendil atau paso penuh, air ditambahkan sampai ikan terendam. Setelah ikan masak, air yang tersisa dikeluarkan dengan cara melubangi bagian bawa pendil atau dituang. Selanjutnya pendil dibungkus daun jati kemudian diikat supaya tidak pecah selama penyimpanan dan pengangkutan. Pindang bisa tahan sampai 3 bulan.

Cara Muncar (Banyuwangi)

Perbedaan pengolahan ikan pindang cara Bawean dengan cara Muncar adalah cara pemasakannya tidak direbus melainkan dikukus di atas tungku khusus. Wadah yang digunakan adalah loko, yaitu sejenis beswek dari bambu.

Pemindangan cara ini membutuhkan larutan garam 25%,peti pemasakan, tungku khusus, serta belanga atau wajan besar. Ikan direndam larutan garam selama 15 menit, kemudian ditata di atas loko sampai penuh dan ditiriskan ditempat teduh sampai kering.

Loko dimasukkkan peti pemasakan sampai penuh, sementara air dimasak dalam belanga sampai mendidih. Kemudian peti pemasakan diletakkan di atas belanga.

Setiap 15 menit, loko paling atas dipindahkan ke paling bawah dan ikan sekali-kali dibalik supaya masak merata. Setelah masak, ikan bersama loko disimpan dalam rak-rak bambu di tempat yang teduh, dibiarkan semalam hingga kulit ikan kering dan mengilap. Pindang ini bertahan selama 7 – 15 hari.

Gaya baru

Ikan yang telah dicuci bersih selanjutnya dilumuri garam dan diatur berlapis-lapis dalam besek yang sudah dialasi merang atau daun pisang kering.

Selanjutnya ikan dibiarkan selama 1–3 jam supaya garam meresap. Besek dimasukkan ke dalam belanga yang berisi larutan garam yang mendidih sampai matang, diangkat, dan ditiriskan, lalu disimpan.

Dibandingkan cara Bawean dan Muncar, cara ini lebih bersih, lebih sedap, dan dagingnya lebih padat. Dengan cara ini, ikan pindang bisa bertahan sampai 3 bulan.
 


 

Resep Pindang

Pindang Serani Ikan Nila

Pindang Serani adalah kuliner khas Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang berbahan dasar ikan laut segar diolah dengan beragam jenis bumbu dan rempah.

Bahan-bahan untuk 1 porsi

500 gr ikan nila
1 buah air jeruk nipis
1 ikat kemangi petiki daun nya
Bumbu iris:
7 butir bawang merah iris tipis
5 bawang putih keprk cincang kasar
5 buah cabe merah keriting iris serong
5 buah belimbing wuluh belah dua
2 buah tomat merah iris serasi

Bumbu cemplung

5 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas keprek
2 batang serai keprek
1 cm jahe bakar keprek
3 cm kunyit bakar keprek
7 buah cabe rawit utuh
1 liter air
1 sdm bawang putih goreng utk taburan
2 sdm minyak utk menumis

Langkah

Bersihkan ikan kemudian lumuri dgn air jeruk nipis diamkan sebentar kemudian cuci kembali tiriskan

Panaskan minyak tumis duo bawang hingga wangitambahkan serai, lengkuas, jahe, kunyit dan cabe merah keriting daun salam daun jeruk aduk rata tuangi air masak hingga mendidih

Masukan ikan dan cabe rawit utuh beri gula dan garam koreksi rasa masukan belimbing wuluh masak lg hingga ikan matang sebelum diangkat masukan tomat dan daun kemangi angkat sajikan taburi dgn bawang putih goreng.
 

 

Pindang Patin

Bahan-bahan untuk 2 porsi

2 ekor ikan patin ukuran sedang
masing-masing potong 3 bagian
1 sdm air jeruk nipis
2 lembar daun jeruk
buang tulangnya
1 batang daun serai
ambil putihnya
memarkan
1 cm jahe
memarkan
1 lembar daun salam
100 gr nanas (potong-potong)
2 buah tomat (potong-potong)
garam & gula pasir secukupnya
2 sdt gula pasir
1500 ml air
1 sdt asam Jawa
1 batang daun bawang
potong 1 ½ cm
3 sdm minyak untuk menumis
25 gr kemangi petiki
1 sdm air jeruk limau

Bumbu Halus

8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm kunyit dibakar
2 butir kemiri
sangrai
2 buah cabai merah besar
5 buah cabai merah keriting
2 buah cabai rawit merah

Cara membuat

Lumuri ikan patin dengan air jeruk nipis. Diamkan 15 menit.
Tumis bumbu halus, daun jeruk, serai, daun salam, dan jahe sampai harum. Tambahkan tomat. Aduk sampai layu.
Tuang air. Didihkan. Masukkan bumbu halus, nanas, asam jawa, ikan patin.
Tambahkan garam dan gula pasir. Masak sampai matang.
Menjelang diangkat. Tambahkan daun bawang, air jeruk limau dan kemangi. Aduk rata.

Resep pindang tulang khas Palembang – Sumatra Selatan

Bahan-bahan 5 porsi

500 gram tulang sapi
1 batang serai
1 ruas lengkuas
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
5 lembar: daun salam dan daun jeruk
1,5 liter air
15 siung bawang merah
11 siung bawang putih
9 buah cabe rawit
9 buah cabe merah panjang
2 buah asam kandis
sejumput garam kasar dan gula
1 buah tomat
1/4 buah nanas
1/2 buah bawang bombay
secukupnya daun kemangi
secukupnya kecap manis dann kecap asin

Rempah-rempah

Kayu manis, kapulaga, cengkeh, merica, cabe jawa, bunga lawang

Langkah

Siapkan bahan-bahan nya:

Cuci tulang sampai bersih.
– kupas bawang.

Iris bawang bombay, tomat, nanas.

Geprek: serai, lengkuas, jahe, kunyit.

Blender: bawang merah, bawang putih, serta cabe.

Siapkan panci presto.
– masukkan daging kedalam panci, masukkan serai, lengkuas, jahe, kunyit.

Tambahkan bumbu yang sudah di blender.

Masukkan bumbu rempah-rempah: kayu manis, kapulaga, cengkeh, merica, cabe jawa, bunga lawang.

Masukkan asam kandis dan bumbu iris.

Lalu tambahkan air, kecap manis, kecap asin.

Beri sejumput garam dan gula.

Tutup panci presto, perhatikan sampe terkunci rapat.

Masak 40 menit.

Setelah itu masukkan kemangi, aduk lalu angkat.

Pindang tulang siap disajikan. Hiasi dan taburi dengan potongan cabai besar berwarna merah dan hijau untuk menggoda selera.

Baca juga 👉 Tempat Wisata Palembang – Sumatra Selatan

Resep bumbu pindang tulang iga

Bahan-bahan untuk 2 porsi

Iga sapi, potong-potong – 500 gram
Kaldu sapi – 800 ml
Serai, memarkan – 2 batang
Lengkuas, memarkan – 1 ruas
Daun salam – 2 lembar
Gula pasir – 1/2 sdt
Garam – 2 sdt
Kecap manis – 1 sdm
Air asam jawa kental – 2 sdm
Cabe rawit – 5 buah
Nanas, iris kasar – 1/4 buah
Tomat, potong-potong – 1 buah
Kemangi – secukupnya

Bumbu halus

Cabe merah keriting – 4 buah
Cabe rawit – 3 buah
Bawang merah – 4 butir
Bawang putih – 2 siung
Tomat – 1 buah
Kunyit – 1 ruas

Langkah

1. Rebus iga sapi dengan menggunakan panci presto selama 40 menit hingga matang. Angkat dan sisihkan iganya. Ambil air kaldunya sebanyak 800 ml lalu saring.

2. Dalam panci, didihkan air kaldu.

3. Masukkan iga, bumbu halus, cabe rawit, serai, lengkuas, dan daun salam. Masak hingga bau langunya hilang.

4. Beri gula, garam, kecap manis, dan air asam. Aduk rata dan masak hingga mendidih. Koreksi rasanya.

5. Sesaat sebelum diangkat, masukkan tomat dan nanas. Aduk rata. Angkat.

6. Siap disajikan dengan taburan kemangi.

7. TIPS:
1. Pilih iga sapi yang segar agar rasa kaldu dan dagingnya manis.

2. Gunakan panci presto high grade alumunium dan berkapasitas besar.

Pindang salmon

Bahan-bahan untuk 2 porsi

500 gr ikan salmon
2 sdm air lemon
Bumbu halus
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
8 cabe merah besar
3 butir kemiri
1 sdt merica
1 ruas kunyit

Bumbu cemplung

1 batang serai
1 ruas lengkuas
1 ruas jahe
3 lembar daun jeruk
1 lembar daun salam
Sedikit asam
Secukupnya garam, gula

Langkah

Cuci bersih ikan lalu baluri dgn air lemon, diamkan 15 menit sambil membuat bumbu-bumbunya. Setelah itu tumis bumbu halus sampai wangi, lalu masukkan bumbu cemplung, beri sedikit air lalu aduk rata. Tunggu sampai mendidih

Setelah itu masukkan ikan salmon. Masak hingga matang. Jangan lupa tes rasa. Jika rasa sudah pas, matikan kompor dan sajikan. Hiasi dengan potongan cabai besar berwarna merah dan hijau untuk menambah selera.

Pepes pindang

Bahan-bahan  4 orang

7 buah ikan pindang atau menurut selera berapa banyaknya (bisa juga dengan ikan tongkol)
Daun pisang untuk membungkus
secukupnya Daun kemangi
Bumbu Halus:
4 buah kemiri
3 buah tomat
10 buah bawang merah
9 buah bawang putih
10 buah cabe rawit
9 buah cabe merah keriting
Garam secupnya
secukupnya Penyedap rasa

Langkah

Uleg/haluskan bumbu halus

Setelah bumbu halus lumuri atau balur ikan pindang dengan bumbu dalam satu wadah

Bungkus dengan daun pisang.

Kukus kurang lebih 20 menit atau sampai matang.

Sajikan.

Brengkes pindang

Bahan 4 porsi

4 ekor ikan pindang salem (ikan cue salem)
100 ml santan dari 1 butir kelapa
3 tangkai daun kemangi, dipetiki
3 lembar daun pisang untuk membungkus
Bumbu halus:
6 buah cabai merah keriting
3 buah cabai merah besar
10 butir bawang merah
3 siung bawang putih
5 butir kemiri, disangrai
1 cm kunyit, dibakar
1 cm jahe
1 cm lengkuas
1 buah tomat merah
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir

Cara Membuat Brengkes Pindang

1. Aduk rata bumbu halus, santan, dan daun kemangi.
2. Lumuri ikan pindang dengan campuran bumbu. Sisihkan.
3. Ambil daun pisang. Letakkan ikan dan bumbunya. Bungkus. Semat ujungnya dengan lidi.
4. Kukus dengan api sedang 60 menit sampai matang. Angkat.
5. Bakar brengkes sampai harum.

Baca juga 👉 Manfaat Safron Untuk Kecantikan – Resep Ini Dapat Anda Buat Sendiri – Bahan Alami Terbaik Untuk Memerangi Pigmentasi
 


 

 


 

Jenis Varian Pindang

Varian pindang dapat dibedakan menurut jenis ikan yang digunakan, atau menurut resep daerah tertentu yang menggunakan kombinasi bahan dan bumbu yang berbeda. Resep pindang dapat ditemukan dalam berbagai tradisi memasak Asia Tenggara; dari masakan Jawa, Betawi, Palembang, dan Melayu. Di Indonesia, resep pindang menunjukkan keragaman yang luar biasa di Sumatera Selatan.

  • Pindang bandeng atau pindang serani: khas Betawi, Jakarta. Nama “serani” diambil dari nasrani atau Kristen, yang merujuk pada Mardijker dari Kampung Tugu di Jakarta Utara. Indang serani yang juga umum di Jepara, Jawa Tengah ini dibuat dari berbagai macam seafood, namun yang paling populer adalah bandeng.
  • Pindang gabus: khas Sumatera Selatan.
  • Pindang kerupuk: Soto pindang yang menggunakan krupuk keriting, kerupuk ikan, khas Sumatera Selatan. Menggunakan kerupuk krupuk dalam sop sangat mirip dengan seblak khas Sunda.
  • Pindang meranjat atau salai: varian pindang Sumatera Selatan yang paling pedas dan pedas dari desa Meranjat, Kabupaten Ogan Komering Ilir, menggunakan iwak salai (ikan asap) yang terbuat dari ikan lele, patin, baung, atau lais.
  • Pindang musi rawas: Pindang asam dan segar dari Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang tidak seperti varian lainnya menggunakan tomat tumbuk sebagai pengganti asam sebagai bahan perasa.
  • Pindang palembang atau patin: khas Palembang.
  • Pindang pegagan: Varian ini menggunakan kunyit dan cabai. Supnya ringan dan tidak berminyak, karena bumbunya langsung direbus, tidak digoreng dengan minyak sawit.
  • Pindang sekayu: Ikan pindang dengan rasa manis dari Sekayu, Musi Banyuasin, menggunakan kecap manis.
  • Pindang telur: Telur yang dimasak dengan proses pindang, tersebar luas di seluruh nusantara, tetapi lebih banyak ditemukan dalam masakan Jawa.
  • Pindang telur gabus: Pindang yang menggunakan telur ikan gabus, telur ikan gabus, khas Sumatera Selatan.
  • Pindang tongkol: Varian pindang yang menggunakan ikan tuna olahan pindang.
  • Pindang tulang: Lit: tulang pindang, iga sapi pindang, juga khas Palembang, Sumatera Selatan.
  • Pindang nenas udang: Varian Melaka Chetti pindang dengan udang.
  • Pindang ikan parang: varian khas Melaka Chetti menggunakan santan.
  • Pindang kerang / sotong: Varian Melayu Perak dengan kerang atau cumi khas dari Lembah Lenggong, Perak.

Baca juga 👉 Resep Klepon – Kue Jajan Pasar Yang Lezat – 10 Aneka Resep Kue Klepon
 


 

Pindang sebagai hidangan

Pindang sebagai hidangan contohnya pada sup ikan asam dan pedas tertentu. Ikan air tawar seperti ikan patin (Pangasius sp.), lele, gurame atau gurami banyak digunakan untuk memasak pindang. Namun makanan laut seperti ikan kakap merah, bandeng, mackerel, tuna, kerapu, atau udang juga bisa dimasak sebagai pindang.

Daging ikan yang sudah dibersihkan direbus dalam air yang dicampur bumbu, antara lain air asam, bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, serai, lengkuas, cabai, daun salam, daun jeruk, terasi, gula aren dan garam. Kuahnya biasanya juga berisi potongan cabai, tomat, ketimun, kemangi lemon, dan nanas. Hidangan berkuah ini memiliki rasa asam yang jelas dengan sedikit rasa manis dan agak pedas.
 


 

Sebagai metode pengawetan

Istilah pindang mengacu pada proses memasak bahan yang direbus dalam garam bersama dengan bumbu tertentu yang mengandung tanin, biasanya kecap, kulit bawang merah, daun jambu biji, daun jati, teh atau bumbu lainnya yang umum di Asia Tenggara. Hal ini membuat makanan berwarna kekuningan hingga coklat dan bertahan lebih lama dibandingkan dengan ikan atau telur yang direbus biasa, oleh karena itu pindang adalah cara tradisional Indonesia untuk mengawetkan makanan, biasanya digunakan untuk ikan dan telur.

Pindang merupakan salah satu cara pengawetan ikan melalui perebusan dengan tambahan garam. Meskipun metode ini digunakan di bagian lain dunia, metode ini hanya memiliki signifikansi komersial utama di Asia Tenggara. Umur simpan produk bervariasi dari satu atau dua hari hingga beberapa bulan.

Teknik ini berasal dari Jawa dan Sumatera. Di Indonesia, berbagai ikan pindang yang diawetkan tersedia di pasar tradisional. Ikan yang biasa diolah sebagai pindang adalah tongkol (tuna mackerel atau Euthynnus), bandeng (bandeng), kembung (mackerel atau Rastrelliger), lejang (Decapterus), dan juga ikan cue salem (Caranx sp.).

Olahan pindang sering disebut “pengawetan basah”, yaitu setelah ditutup garam kasar, alih-alih dijemur seperti ikan asin, melainkan direbus dengan api kecil hingga cairannya menguap dan bumbu garamnya terserap dengan baik ke dalam ikan.

Dibandingkan ikan asin, pindang lebih sedikit menggunakan garam, sehingga rasanya tidak se-asin ikan asin. Cara pengawetan lain yang umum dalam masakan Indonesia adalah asin (diasinkan) atau diawetkan dan dikeringkan dengan garam, dan dendeng yang diawetkan dan dikeringkan dengan gula, acar (pengawetan), dan juga asap (diasap).
 


 

Bacaan Lainnya

 

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

 

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 
Sumber bacaan: Daily Cooking Quest, Steemit
 
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

 

By | 2020-10-04T15:46:10+07:00 Oktober 4th, 2020|Makanan & Minuman|0 Comments

Leave A Comment