Penyebab jamur pada vagina (infeksi jamur vagina) – Macam-macam Bakteri di dalam vagina

Penyebab jamur pada vagina

Jamur dapat tumbuh secara alami di seluruh tubuh, terutama jika lembap dan gelap seperti di vagina. Umumnya bakteri baik (probakteria) terutama acidophilus berusaha menciptakan lingkungan yang asam agar jamur tidak berkembang biak. Tapi jika acidophilus sedikit dan kadar gula dalam tubuh tinggi, maka jamur akan mulai berkembang biak. 3 dari 4 wanita setidaknya mengalami satu kali infeksi jamur dalam hidupnya. Jika hal ini terus datang lagi, berarti ada yang salah dengan sistem pertahanan tubuh. Di bawah ini adalah penyebab jamur pada vagina.

Peringatan: artikel ini berbasis dengan sains. Jika Anda sensitif atau tidak menyukaianya… Anda dapat meninggalkan halaman ini. Terima kasih atas perhatian Anda!

Biasanya infeksi jamur banyak ditemukan pada bagian tubuh yang memiliki lipatan lemak seperti di ketiak dan tentu saja di vagina. Selain karena sistem kekebalan tubuh yang lemah atau pakaian ketat, ada penyebab tersembunyi lain dari infeksi jamur di vagina ini, yaitu:

1. Makan terlalu banyak gula

Dimana ada gula maka disitu mungkin akan terdapat jamur. Lonjakan kadar gula darah menunjukkan banyak glukosa di dalam sistem tubuh yang akan mengundang jamur, karena jamur menyukai glikogen (cadangan glukosa), hal tersebut adalah salah satu penyebab jamur pada vagina.

2. Perubahan hormon

Perubahan selama kehamilan, menyusui atau menopause (atau jika Anda mengonsumsi pil KB) dapat mengubah keseimbangan ekosistem di vagina Anda.

Baca juga 👉 Daftar Hormon Penting dan Fungsinya – Dimana hormon diproduksi?

3. Kadar estrogen rendah

Estrogenmemberi makan bakteri acidophilus sehingga jamur tidak mudah muncul, tetapi jika kadar estrogen rendah maka jamur akan mudah tumbuh.

Karena itu menjelang haid terkadang wanita bisa terkena infeksi jamur akibat menurunnya kadar estrogen. Jika memang mengalami infeksi jamur yang hormonal maka seminggu sebelum haid disarankan untuk mengkonsumsi probiotik, menghindari makanan manis serta makan yoghurt tawar.

Baca juga 👉 Hormon Estrogen – Penjelasan, Kadar, Pengobatan dan Contoh

4. Menggunakan pantyliners

Jika menggunakan pantyliners agar celana dalam bersih, maka pemikiran yang salah karena pantyliners menyebabkan iritasi ringan yang dapat menurunkan kekebalan kulit dan jamur sangat menyukai lingkungan yang lembap atau udara sedikit.

Hal ini karena serat sintetis dari pantyliners menghalangi aliran udara yang membuat jamur nyaman untuk berkembang biak. Baca juga 👉 Penyebab Dan Cara Mengatasi Iritasi Atau Lecet Pada Daerah Kewanitaan Akibat Pembalut Wanita

5. Memiliki eksem vagina

Eksem memicu ruam yang bisa muncul pada jaringan vulva dan vagina. Kondisi ini menyebabkan peradangan kronis dan iritasi pada beberapa orang sehingga mengembangkan infeksi jamur. Untuk itu, sangat perlu mengobati eksem vagina dan membersihkan jamur dengan segera, karena penyebab jamur pada vagina dapat juga disebabkan oleh eksem vagina.

6. Menggunakan kondom spermisida

Bahan aktif yang terkandung di dalam spermisida bisa mengganggu kekebalan vagina dan memungkinkan bagi jamur untuk mengambil keuntungan. Jika menduga spermisida sebagai penyebabnya, maka pilihlah kondom yang bebas spermisida.

7. Sistem kekebalan yang lemah

Jika Anda HIV-positif atau memiliki gangguan sistem kekebalan lain, jamur juga bisa tumbuh tidak terkontrol. Hal ini adalah salah satu penyebab jamur pada vagina.

Baca juga Baca juga 👉 Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Gejala dan apa yang harus dilakukan (Gejala, Penyebab dan Pengobatan)

8. Hubungan intim

Meskipun infeksi jamur tidak dianggap sebagai penyakit infeksi menular seksual, tetapi dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak seksual.

Baca juga 👉 Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual pada Wanita Pria | Contoh Penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual


Bakteri pada vagina

Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang sangat rentan terhadap infeksi. Hal ini disebabkan batas antara uretra dengan anus sangat dekat, sehingga kuman penyakit seperti jamur, bakteri, parasit, maupun virus mudah masuk ke liang vagina. Untuk itu, wanita harus rajin merawat kebersihan wilayah pribadinya ini. Infeksi juga terjadi karena terganggunya kesimbangan ekosistem di vagina.

Ekosistem vagina merupakan lingkaran kehidupan yang dipengaruhi oleh dua unsur utama, yaitu estrogen dan bakteri Lactobacillus atau bakteri baik. Di sini hormon estrogen berperan dalam menentukan kadar zat gula sebagai simpanan energi dalam sel tubuh (glikogen).

Glikogen merupakan nutrisi dari Lactobacillus, yang akan dimetabolisme untuk pertumbuhannya. Sisa metabolisme kemudian menghasilkan asam laktat, yang menentukan suasana asam di dalam vagina, dengan potential Hydrogen (pH) berkisar 3,8 – 4,2. Dengan tingkat keasaman ini, Lactobacillus akan subur dan bakteri patogen (jahat) akan mati.


Macam-Macam Bakteri di dalam vagina

Di dalam vagina terdapat berbagai macam bakteri, 95% Lactobacillus, 5%patogen. Dalam kondisi ekosistem vagina seimbang, bakteri patogen tidak akan mengganggu.

Bila keseimbangan itu terganggu, misalnya tingkat keasaman menurun, pertahanan alamiah juga akan turun, dan rentan mengalami infeksi. Ketidakseimbangan ekosistem vagina disebabkan banyak faktor. Di antaranya kontrasepsi oral, penyakit diabetes mellitus, antibiotika, darah haid, cairan sperma, penyemprotan cairan ke dalam vagina (douching), dan gangguan hormon seperti saat pubertas, kehamilan, atau menopause.



Gejala jamur pada vagina

Gatal dan tidak nyaman adalah gejala utama infeksi jamur, tetapi ada yang lain. Anda mungkin juga mengalami salah satu atau semua hal berikut:

  • Serasa terbakar, kemerahan, dan pembengkakan vagina dan vulva (bagian luar alat kelamin wanita).

  • Rasa sakit atau terbakar ketika Anda kencing.

  • Nyeri saat berhubungan seks.

  • Seperti embun putih, tidak berbau, mirip dengan keju.

Baca juga 👉 Keputihan Vagina – Asal, Gejala, Penyebab dan Pengobatan


Perawatan dan pengobatan infeksi jamur pada vagina

Perawatan infeksi jamur vagina

Ketika memikirkan tentang pengobatan untuk infeksi jamur vagina, penting untuk diketahui bahwa ada banyak jenis jamur yang berbeda. Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin mendiskusikan berbagai jenis pengobatan tergantung pada jenis infeksi jamur.

Dokter Anda biasanya akan mengobati infeksi jamur vagina dengan obat antijamur. Jenis obat ini secara khusus digunakan untuk memerangi pertumbuhan berlebih jamur dalam tubuh.

Ada dua bentuk pengobatan: oral atau topikal. Obat oral diminum, sementara obat topikal dioleskan ke area yang terkena. Obat topikal mungkin termasuk asam borat, nistatin, mikonazol atau klotrimazol. Penyedia layanan kesehatan Anda akan memberi Anda informasi tentang setiap bentuk pengobatan dan petunjuk tentang cara menggunakannya dengan benar. Penting untuk selalu mengikuti petunjuk penyedia Anda saat menggunakan obat-obatan ini untuk memastikan bahwa infeksinya benar-benar teratasi dan tidak kembali.

Dapatkah saya menggunakan pengobatan bebas resep untuk infeksi jamur vagina?

Kadang-kadang Anda dapat mengobati infeksi jamur vagina dengan obat-obatan yang dijual bebas. Namun, Anda mungkin ingin menghindarinya jika Anda tidak yakin sepenuhnya bahwa itu benar-benar infeksi jamur. Biasanya yang terbaik adalah berbicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda dan memastikan Anda mendapatkan perawatan yang tepat untuk kondisi tersebut.

Obat infeksi jamur vagina

  • Krim antijamur, krim atau supositoria yang dijual bebas (dengan miconazole atau clotrimazole) adalah cara paling umum untuk mengobati infeksi jamur. Ini bisa memakan waktu 1 hingga 7 hari. Dokter Anda mungkin juga meresepkan pil dosis tunggal dengan flukonazol (obat antijamur) untuk Anda minum. Jika Anda hamil, aman untuk menggunakan krim atau supositoria, tetapi bukan flukonazol yang Anda ambil melalui mulut.
  • Penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa beberapa obat infeksi jamur memperlemah kondom atau diafragma. Itu membuat Anda lebih mudah hamil atau tertular penyakit menular seksual. Pastikan untuk membaca instruksi dan peringatan sebelum menggunakan.
  • Jika Anda menderita diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, Anda mungkin akan terkena infeksi jamur berulang kali. Ini adalah kondisi yang disebut kandidiasis vulvovaginal berulang (RVVC). Jika Anda mendapatkan infeksi jamur setidaknya empat kali setahun, dokter Anda mungkin menyarankan Anda minum pil flukonazol mingguan selama 6 bulan untuk melawannya.

Pencegahan infeksi jamur vagina

Untuk mengurangi risiko infeksi jamur vagina, kenakan pakaian dalam yang memiliki selangkangan katun dan tidak terlalu pas.

Mungkin juga membantu untuk menghindari:

  • Stoking ketat.
  • Douching, yang menghilangkan beberapa bakteri normal di vagina yang melindungi Anda dari infeksi.
  • Produk feminin beraroma, termasuk mandi busa, pembalut, dan tampon.
  • Bak air panas dan pemandian air panas.
  • Penggunaan antibiotik yang tidak perlu, seperti untuk pilek atau infeksi virus lainnya.
  • Tetap menggunakan pakaian basah, seperti pakaian renang dan pakaian olahraga, untuk waktu yang lama.

Baca juga 👉 Alergi Jamur (Mold Allergy) – Ciri-Ciri, Penyebab, Reaksi Alergi, Gejala dan Pengobatan


Apa 5 Klasifikasi Antibodi dan Fungsinya?

Lima klasifikasi antibodi atau kelas yang berbeda diketahui berada pada tubuh mamalia dan memainkan peran yang berbeda dan menolong mengarahkan respon imun yang tepat untuk tiap tipe benda asing berlainan yang masuk ke dalam tubuh, yaitu: IgM, IgD, IgG, IgA, dan IgE. Mereka yang memberikan setiap isotipe dengan karakteristik dan peran yang berbeda. Untuk lebih detilnya baca: Klasifikasi Antibodi Beserta Contoh dan Fungsinya: IgM, IgD, IgG, IgA, IgE)

Penyakit dari A-Z & Daftar Lengkap, Nama, Jenis, Contoh

Suatu penyakit adalah suatu kondisi abnormal tertentu yang secara negatif mempengaruhi struktur atau fungsi sebagian atau seluruh organisme, dan itu bukan karena cedera eksternal langsung apa pun. Klik disini 👉 untuk mengetahui nama-nama penyakit dan penjelasannya.

Nama Obat dan Untuk Penyakit Apa ? – Daftar Nama Obat Esensial diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Daftar Nama Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Daftar ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1977. Klik disini 👉 untuk mengetahui “Daftar Nama Obat Esensial dari World Health Organization”.


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Health LineWeb MD

Informasi penting tentang artikel kesehatan di PINTERpandai.com
Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Informasi perawatan / pengobatan yang diberikan di sini bukan kebijakan resmi dan tidak dimaksudkan sebagai saran medis untuk menggantikan keahlian dan penilaian tim Dokter perawatan kesehatan Anda. Ini dimaksudkan untuk membantu Anda dan keluarga Anda membuat keputusan berdasarkan informasi, bersama dengan dokter Anda. Dokter Anda mungkin memiliki alasan untuk menyarankan rencana perawatan yang berbeda dari opsi perawatan umum ini. Jangan ragu untuk bertanya kepadanya tentang pilihan perawatan Anda.

Kapan harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan?

Informasi medis di www.PINTERpandai.com tidak berlaku untuk semua orang dan itu bukan saran medis. Jika Anda memiliki masalah medis, pastikan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan. Jika Anda merasa memiliki keadaan darurat medis, segera hubungi dokter Anda atau nomor darurat setempat atau nomor 112 dari HP Anda.

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

By | 2020-10-08T00:31:09+07:00 Juni 30th, 2017|IPA, Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment