Bagaimana Kunang-Kunang Dapat Mengeluarkan Cahaya?

3 min read

kunang kunang

Kunang-Kunang

Saat malam tiba, ribuan kunang-kunang bersinar di pohon-pohon, tepi sungai, hutan, gunung, lahan pertanian dan masih banyak lagi.

Sebuah familia serangga, kunang-kunang dapat mengeluarkan cahaya yang jelas terlihat saat malam hari. Nama familia Lampyridae berasal dari bahasa Yunani “lampein”, yang berarti bersinar, seperti lampu. Binatang ini termasuk kumbang, bukan lalat.

Cahaya dari binatang ini ini dihasilkan oleh “sinar dingin” yang tidak mengandung ultraviolet maupun sinar inframerah dan memiliki panjang gelombang 510 sampai 670 nanometer, dengan warna merah pucat, kuning atau hijau, dengan efisiensi sinar sampai 96%.

 

larva kunang-kunang
Larva kunang-kunang.

Peran Dari Cahaya Kunang-Kunang

Peran dari cahaya dari binatang ini adalah memperingatkan antar-sesama jenisnya tentang ancaman bahaya, maupun peringatan bagi serangga dan burung pemangsa agar tidak memakannya.

Karena, zat pemicu pembentukan cahaya binatang ini berasa pahit. Kalaupun ada serangga pemangsa yang memakannya, mereka biasanya memakan tubuh kunang-kunang dari bagian kepala, terus hingga ke bagian belakang, kecuali bagian perut yang tidak dimakannya.

Serangga ini bertelur pada saat hari gelap, telur-telurnya yang berjumlah antara 100 dan 500 butir diletakkan di tanah, ranting, rumput, di tempat berlumut atau di bawah dedaunan.

Kurang lebih dan setelah sekitar 30 hari, muncul larva kunang-kunang menyerupai cacing yang memancarkan cahaya. Bentuknya pipih dengan kepala kecil dan rahang kuat.

 

Aktivitas Kunang-Kunang

Aktivitas utama larva adalah makan makanan yang berupa cacing tanah, siput kecil atau serangga kecil lain. Masa larva merupakan masa paling lama yaitu sekitar1-2 tahun sebelum menjadi kepom-pong. Biasanya hanya sebagian kecil dari telur serangga ini menetas menjadi larva dan hanya sedikit larva yang sukses menjadi kepompong. Beberapa pemangsa memangsa telur maupun kunang-kunang kecil.

Kunang-kunang dewasa biasanya hidup selama 2 – 3 minggu, untuk melakukan perkawinan. Selama itu aktivitas makan kunang-kunang sangat berbeda-beda. Beberapa jenis hanya mengisap cairan tumbuhan sementara jenis lainnya meneruskan kebiasaan makan seperti ketika masih larva, sebagai pemakan serangga-serangga lain atau siput-siputan yang kecil.

 

kunang-kunang
Kunang-Kunang di hutan dekat Nuremberg, Jerman. Waktu paparan (exposure) 30 detik
kunang-kunang
Kunang-kunang (spesies yang tidak diketahui) ditangkap di Kanada timur – gambar atas diambil dengan flash, bagian bawah dengan hanya cahaya diri sendiri.

 

 

 

Sumber bacaan: National Geographic

                      

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya