fbpx

Penyebab Aborsi Yang Berarti Penghentian Kehamilan

Penyebab Aborsi

Dunia bukan hanya sperti di cerita dongeng-dongeng, yang dimana semuanya akan berakhir menjadi baik. Tetapi kenyataan aborsi adalah sebuah fakta. Aborsi berarti penghentian kehamilan – itu yang berarti bisa secara spontan atau diinduksi / dipaksa. Spontan dikenal sebagai keguguran, sementara diinduksi berarti pemutusan kehamilan yang direncanakan. Berikut adalah beberapa penyebab aborsi:

 
1.  Faktor umur

Dalam kurun reproduksi sehat dikenal bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. Kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih tinggi daripada kematian maternal yang terjadi pada usia 20-29 tahun. Kematian maternal meningkat kembali sesudah usia 30-35 tahun. Ibu-ibu yang terlalu muda seringkali secara emosional dan fisik belum matang, selain pendidikan pada umumnya rendah, ibu yang masih muda masih tergantung pada orang lain.

Faktor usia, di mana para pasangan muda-mudi yang masih muda yang masih belum dewasa & matang secara psikologis karena pihak perempuannya terlanjur hamil, harus membangun suatu keluarga yang prematur.

 

2. Faktor ekonomi

Yang di mana dari pihak pasangan suami isteri yang sudah tidak mau menambah anak lagi karena kesulitan biaya hidup, namun tidak memasang kontrasepsi, atau dapat juga karena kontrasepsi yang gagal.

 

3. Masalah hubungan dan / atau ketidak inginan menjadi single parent (orang tua tunggal)

Mayoritas wanita dengan kehamilan yang tidak direncanakan, tidak tinggal dengan pasangan mereka atau sudah menjadi single parent. Para wanita ini menyadari bahwa dalam semua kemungkinan mereka akan membesarkan anak mereka sebagai ibu tunggal / single parent.

 

4. Faktor penyakit herediter

Di mana ternyata pada ibu hamil yang sudah melakukan pemeriksaan kehamilan mendapatkan kenyataan bahwa bayi yang dikandungnya cacat secara fisik.

 

5. Faktor penyakit ibu

Di mana dalam perjalanan kehamilan ternyata berkembang menjadi pencetus, seperti penyakit pre-eklampsia atau eklampsia yang mengancam nyawa ibu. Penyakit preeklamsia adalah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria).

 

6. Faktor psikologis

Faktor psikologis juga menjadi penyebab aborsi. Yang di mana pada para perempuan korban pemerkosaan yang hamil harus menanggung akibatnya. Dapat juga menimpa para perempuan korban hasil hubungan saudara sedarah (incest), atau anak-anak perempuan oleh ayah kandung, ayah tiri ataupun anggota keluarga dalam lingkup rumah tangganya.

 

7. Faktor lainnya

Seperti para pekerja seks komersial, “perempuan simpanan”, pasangan yang belum menikah dengan kehidupan seks bebas atau pasangan yang salah satu/keduanya sudah bersuami/beristri (perselingkuhan) yang terlanjur hamil.

Meskipun ini bukan alasan utama wanita memilih aborsi, pernyataan berikut mencerminkan kekhawatiran yang memainkan peran dalam mempengaruhi wanita untuk mengakhiri kehamilan mereka:

  • Saya tidak ingin lebih banyak anak atau saya sudah selesai dengan membesarkan anak.
  • Saya belum siap menjadi ibu atau tidak siap untuk anak lain.
  • Saya tidak ingin orang lain tahu tentang kehamilan saya atau bahwa saya sedang berhubungan seks.
  • Suami / pasangan saya ingin saya melakukan aborsi.
  • Ada masalah dengan kesehatan janin.
  • Ada masalah dengan kesehatan saya sendiri.
  • Orang tua saya ingin saya melakukan aborsi.

 

Penyebab aborsi

Penyebab Aborsi Yang Berarti Penghentian Kehamilan. Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay

 

Dari banyaknya penyebab aborsi dan permasalahan aborsi di atas, semua pihak dihadapkan pada adanya pertentangan baik secara moral & kemasyarakatan di satu sisi maupun dengan secara agama & hukum di lain sisi. Dari sisi moral & kemasyarakatan, sulit untuk membiarkan seorang ibu yang harus merawat kehamilan yang tidak diinginkan terutama karena hasil pemerkosaan, hasil hubungan seks komersial (dengan pekerja seks komersial) maupun ibu yang mengetahui bahwa janin yang dikandungnya mempunyai cacat fisik yang berat.

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Sumber bacaan: Guttmacher Institut

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-06-24T22:23:28+07:00 Juni 24th, 2017|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment