fbpx

Goodwill (akuntansi) – Pengertian dan Contoh Soal Dalam Akuntansi

Goodwill

Goodwill merupakan bagian dari aktiva dalam neraca, yang mencerminkan kelebihan pembayaran atas aktiva yang dibutuhkan perusahaan dibandingkan dengan nilai pasar. Atau aktiva tak berwujud yang merepresentasikan jumlah yang lebih besar dari nilai buku yang dibayar oleh suatu perusahaan untuk mendapatkan perusahaan lain.

Secara teoretis, merupakan nilai sekarang dari kelebihan laba suatu perusahaan pada masa yang akan datang dalam suatu industri. Nilainya sama dengan harga pembelian dikurangi nilai buku dari aktiva neto perusahaan yang diinginkan dikurangi jumlah aktiva-aktiva perusahaan yang diinginkan yang bisa didepresiasikan, yang ditambahkan ke nilai pasar wajar. Nilai pasar yang wajar akan sama dengan harga pembelian.

Salah satu jenis aset tidak berwujud yang banyak dilakukan perdebatan diantara ahli-ahli akuntansi adalah goodwill. Karena keberadaanya sangat penting didalam suatu perusahaan. Ketika suatu perusahaan melakukan penggabungan usaha, maka akan timbul selisih dari harga pertukaran dengan di neraca perusahaan dengan nilai pasar, maka selisih itulah yang diakui sebagai goodwillGoodwill akan dialokasikan kepada aset tetap lainnya jika terdapat selisih positif karena di lain pihak, goodwill juga harus dilakukan penilaian penurunan kerugian jika memang terjadi kerugian dalam kejadian mendapatkannya.

 

 

Perolehan Goodwill

Dari perspektif akuntansi, goodwill hanya akan muncul pada buku apabila perusahaan membeli perusahaan lain, dimana perusahaan membayar lebih besar dari kekayaan bersih yang bisa diidentifikasi atas perusahaan yang dibelinya.

Misalnya perusahaan anda ingin membeli sebuah perusahaan lain untuk kepentingan ekspansi usaha anda. Perusahaan yang akan anda beli memiliki total Aset sebesar Rp 1.000, dengan total Liabilitas: Rp 250 dan total Equity Rp 750. Karena posisinya strategis, Perusahaan akan anda beli ini ingin jual mahal terhadap perusahaan anda. Akhirnya perusahaan anda sepakat membeli perusahaan tersebut dengan harga Rp 850.

Total Aset Bersih Perusahaan yang anda beli adalah Rp 750 namun perusahaan anda membelinya dengan harga Rp 850, ada selisih Rp 100. Selisih inilah yang kita sebut sebagai “Goodwill”. Apa ini kerugian? mungkin secara angka angka memang lebih mahal, tapi manfaat pembelian perusahaan tersebut diprediksi akan mengalir hingga beberapa tahun kedepan mengingat lokasinya yang strategis. Dalam akuntansi, pencatatan atas terjadinya goodwill akan dilakukan seperti ini:

Aset Rp 1.000
Goodwill Rp 100
        Kas             Rp 850
        Liablitas             Rp 250

 

Pengukuran Goodwill

Bagaimana mengukur goodwill? Begitu banyak metode yang dipakai dalam menentukan goodwill, dimana masing-masing metode masih mengalami pro dan kontra, yang pada akhirnya membuat goodwill sungguh menjadi materi akuntansi yang sulit untuk dipahami.

Artikel ini dimaksudkan untuk dapat mehamai akuntansi dengan cara yang mudah dan dapat diaplikasikan. Dengan pemahaman sederhana ini, Anda yang tidak memiliki background accountingpun pasti bisa memahaminya.

 

Pengakuan Goodwill

Pengakuan goodwill dipandang sebagai sesuatu yang harus dihindari karena goodwill harus diamortisasi tidak lebih dari 40 tahun. Transaksi yang menghasilkan miliaran dolar dalamgoodwill dapat membebani perusahaan dengan ratusan juta dolar dalam beban amortisasigoodwill setiap tahun berikutnya. Goodwill tidak akan diamortisasi sama sekali, tetapi penurunan nilainya akan diuji setiap tahun.

Ketika suatu goodwill diakui sehubungan dengan akuisisi perusahaan, goodwill tersebut dialokasikan pada suatu unit pelaporan. Jika nilai buku melebihi nilai wajar goodwill, perusahaan harus mengakui kerugian penurunan nilai sebesar perbedaan atau selisih tersebut.

FASB Statement No. 142 (paragraf 28) mengharuskan penetepan penurunan nilai yang lebih sering jika setiap peristiwa berikut terjadi:

  1.  Perubahan signifikan yang tidak diinginkan dalam faktor hukum atau iklim usaha;

  2. Tindakan atau penilaian yang tidak diinginkan oleh regulator;

  3. Persaingan yang tidak diantisipasi;

  4. Kehilangan karyawan kunci;

  5. Ekspektasi yang mungkin terjadi bahwa unit pelaporan atau bagian unit pelaporan yang signifikan akan dijual atau dilepas;

  6. Pengujian untuk pemulihan kelompok aset yang signifikan menurut Statement No. 121 dalam unit pelaporan;

  7. Pengakuan kerugian nilai goodwill dalam laporan keuangan anak perusahaan yang merupakan komponen unit pelaporan.

  1. Hitunglah nilai wajar dari tiap unit pelaporan ke mana goodwill ditetapkan. Caranya dilakukan dengan menggunakan nilai sekarang dari arus kas masa depan yang diharapkan, laba, atau kelipatan pendapatan;

  2. Jika nilai wajar dari unit pelaporan melebihi nilai buku bersih aset (termasuk goodwill) dan liabilitas dari unit pelaporan, goodwill diasumsikan tidak mengalami penurunan nilai dan tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui;

  3. Jika nilai wajar dari unit pelaporan kurang dari nilai buku bersih aset dan liabilitas dari uni pelaporan, maka suatu nilai wajar goodwill yang baru akan dihitung. Nilai goodwill tidak dapat langsung dihitung. Nilai goodwill selalu merupakan suatu jumlah residu, yaitu jumlah dari nilai wajar suatu unit pelaporan yang tersisa setelah diperhitungkan. Oleh karena itu, nilai wajar semua aset dan liabilitas unit pelaporan diperkirakan, kemudian jumlah tersebut dibandingkan dengan keseluruhan nilai wajar dari unit pelaporan dan jumlah goodwill yangh dimaksud akan dihitung; dan

  4. Jika jumlah goodwill yang dihitung kurag dari jumlah yang awalnya dicatat, suatu kerugian dari penurunan nilai goodwill diakui sebesar selisih tersebut.

 

Amortisasi Goodwill

Amortisasi merupakan istilah lain dari penyusutan, kalau pada aktiva tetap ada istilah penyusutan, dalam Aset Tak Berwujud, penyusutan itu disebut amortisasi. Dalam PSAK disebutkan Amortisasi merupakan alokasi jumlah tersusutkan secara sistematis atas aktiva tak berwujud selama masa manfaat ekonomisnya. Namun, saat ini amortisasi goodwill dalam akuntansi masih menjadi perdebatan baik di IFRS ataupun di IAS. IFRS maupun IAS memutuskan untuk tidak membolehkan penerapan amortisasi goodwill dan menggantinya dengan  impairment (revaluasi goodwill).

Di Indonesia, goodwill diperlakukan sebagai beban perusahaan. Beban tersebut dikapitalisasi dan disusutkan sekian tahun, dialokasikan di setiap periode agar tidak mengganggu laporan laba rugi saat goodwill diperoleh, karena nilainya yang cukup material dan diprediksi memiliki manfaat di masa datang. Akan tetapi, goodwill sangat susah diukur nilainya, sampai kapan berakhir manfaatnya, seperti apa bentuknya. Ini berbeda dengan perusahaan membeli gedung, secara teknis dan handal bisa diperkirakan (prediksi) umur ekonomisnya oleh beberapa ahli.

 

Metode apakah yang digunakan dalam Amortisasi Goodwill?

Adapun metode amortisasi yang umum digunakan adalah Straight Line Method (Metode Garis Lurus). Pada tanggal 31 Desember setiap dilakukan tutup buku, maka amortisasi goodwill akan dibebankan kedalam Laporan Laba Rugi yang sekaligus nilai buku goodwill pada neraca dikurangi dengan jurnal:

Desember 31 :

Debit : Amortisasi Goodwill                                                                Rp. XXX

Kredit :                                         Akumulasi Amortisasi Goodwill              Rp. XXX

Rp. XXX adalah nominal goodwill dibagi periode berapa tahun dimana pihak manajemen melakukan amortisasi berdasarkan perkiraan terbaik atas masa manfaat goodwillnya dan yang terpenting adalah masuk akal atau wajar.

 

Bagaimana cara melakukan Write off atau penghapusan?

Jika Goodwill yang didapat atas pembelian perusahaan sebelumnya dianggap tidak memberikan manfaat bagi perusahaan, maka perlu dilakukan penghapusan Goodwill.

Pencatatan dalam jurnal:

Debit :        Amortisasi Goodwill                                                                 Rp. XXX

Kredit :                                              Akumulasi Amortisasi Goodwill Rp. XXX

Amortisasi goodwill sebenarnya menimbulkan kontroversi antara perlu dihapuskan atau tidak. Pada tahun 2005 yang lalu FASB memutuskan untuk tidak diperbolehkannya. Bahkan IAS (International Accounting Standard) juga tidak memperkenankan diterapkannya amortisasi Goodwill.

 

Goodwill akuntansi

Goodwill (akuntansi) – Pengertian dan Contoh Soal Dalam Akuntansi

 

Contoh Soal Goodwill

1. Sunny Corporation memperoleh aset bersih Dolphin melalui penggabungan dengan metode pembelian yang dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2008. Aset dan liabilitas Dolphin Corporation pada tanggal tersebut, pada nilai buku dan nila wajarnya adalah sebagai berikut:

Nilai Buku

Nilai Wajar

Aset

Kas

Piutang Bersih

Persediaan

Tanah

Bangunan-bersih

Peralatan-bersih

Paten

       Total Aset

$    50

150

200

50

300

250

$ 1.000

$   50

140

250

100

500

350

50

$ 1.440

Liabilitas

Utang Usaha

Wesel Bayar

Kewajiban Lain

       Total Liabilitas

       Aset Bersih

$  60

150

40

$ 250

$750

$  60

135

45

$ 240

$1.200

Sunny Corporation membayar  $400.000 tunai dan menerbitkan 50.000 lembar  saham biasa dengan nilai nominal $10 per saham dan nilai pasar $20 per saham untuk memperoleh aset bersih Dolphin Corporation. Ayat jurnal untuk mencatatan penggabungan usaha pada pembukuan Sunny Corporation per 28 Desember 2008 adalah:

Investasi dalam Dolphin Corporation

      Kas                                                                                                                                                                      

       Saham biasa, nominal $10

       Tambahan modal disetor

1.400

             400

             500

             500

Untuk mencatat penerbitan 50.000 lembar saham biasa nominal $10 ditambah kas $400.000 dalam penggabungan usaha menurut metode pembelian dengan Dolphin Company

Kas

Piutang Bersih

Persediaan

Tanah

Bangunan

Peralatan

Paten

Goodwill

       Utang Usaha

       Wesel Bayar

       Kewajiban lain 

       Investasi dalam Dolphin Corp.

  50

140

250

100

500

350

50

200

60

135

45

1.400

Untuk membebankan biaya Dolphin Corporation ke aset yang dapat identifikasi yang diperoleh dan kewajiban yang ditanggung atas dasar nilai wajarnya dan ke goodwill.

Jumlah yang dibebankan ke aset dan liabilitas didasarkan pada nilai wajar, kecualigoodwillGoodwill ditentukan dengan mengurangkan nilai wajar aset bersih yang dapat diidentifikasi yang diperoleh sebesar $1.200.000 dari harga beli aset bersih Dolphin Corporation sebesar $1.400.000.

2. Seed Company mengakuisisi PT Candle Company pada 1 Januari 2007. Sebagai bagian dari akuisisi, goodwill diakui sebesar $1.000; goodwill ini ditetapkan untuk unit pelaporan Seed’s Manufacturing. Pada tahun 2007, laba dari unit pelaporan sebesar $3.300. Perusahaan lain yang diperdagangkan secara terpisah dan operasi serupa dengan unit pelaporan. Produksi memiliki nilai pasar kurang lebih sama dengan enam kali labanya. Nilai buku dan nilai wajar aset per 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut:

Nilai Buku

Nilai Wajar

Aset yang dapat diidentifikasi

Goodwill

Liabilitas

$2.500

  2.000

  1.500

$ 3.000

      ?

   2.500

Prosedur 1

Dengan menggunakan kelipatan laba, nilai wajar dari unit pelaporan Produksi diperkirakan sebesar $3.000 ($500 x 6). Perkiraan nilai wajar juga dapat dicari dengan menggunakan perkiraan arus kas dan teknik nilai sekarang.  

Prosedur 2

Nilai buku aset dan liabilitas dari unit pelaporan Produksi adalah:

Aset ($3.000 + $2.000) – liabilitas ($1.500) = Rp 3.500

Karena perkiraan nilai wajar dari unit pelaporan  ($2800) kurang dari nilai buku unit pelaporan ($3.500), penghitungan lebih lanjut dibutuhkan untuk menentukan jumlah kerugian penurunan nilai goodwill jika penurunan nilai tersebut ada.

Prosedur 3

Dengan menggunakan perkiraan nilai wajar sebesar ($2.800) dari unit pelaporan produksi, bersamaan dengan perkiraan nilai wajar dari aset dan kewajiban yang dapat didefinisikan, nilai wajar goodwill dihitung sebagai berikut:

Perkiraan nilai wajar dari unit pelaporan produksi ………………………$2.800

Nilai wajar dari aset yang dapat diidentifikasikan

      Nilai wajar liabilitas ($3.000 – $1.500) ……………………………….$2.500

Nilai wajar goodwill ………………………………………………………$   500

Prosedur 4

Nilai wajar goodwill kurang dari jumlah goodwill yang tercata ($ 5.00 < $ 1.000). jadi, goodwillmengalami penurunan. Jurnal yang dibuata adalah:

Kerugiaan penurunan nilai goodwill                      1.500

      Goodwill                                                                        1.500

($2.0000 – $500)

Jumlah total kerugian nialai goodwill dilaporkan sebagai suatu unsur yng tepidah dalam laporan keuangan.

 

3. PT Lerch Indo Inc. memiliki hak paten bagaima mengestraksi minyak dari serpihak batu. Harga minyak yang turun membuat teknologi serpihan minyak ini menjadi tidak menguntungkan, dan hak paten hanya menyediakan sedikit laba hingga saat ini. Arus kas bersih masa depan yang diharapkan dai hak paten ini adalah $30 juta. Hak paten Lerch memiliki nilai tercatat $50 juta. Karena arus kas bersih yang diharapkan di masa depan sebesar $30juta lebih kecil dari nilai tercatat sebesar $50 juta maka kerugian penurunan nilai harus diukur. Dengan mendiskontokan arus kas bersih masa depan yang diharapkan pada suku bunga pasarnya, Lerch menentukan nilai wajar hak patennya sebesar $15 juta. Perhitungan keruguan penurunan nilai, adalah:

Nilai tercatat hak paten                                                          $ 50.000.000

Nilai wajar (berdasarkan perhitungan nilai sekarang)           $ 15.000.000

Kerugian atas penurunan nilai                                                $ 35.000.000

Jurnal yang dibuat adalah:

Kerugian atas penurunan nilai                      35.000.000

      Hak Paten                                                                   35.000.000

Setelah penurunan nilai diakui, nilai yang tercatat dikurangi dari hak paten merupakan dasar biaya yang baru. Biaya hak paten baru harus diamortisasi selama masa manfaat atau umur hukumnya.

Dari  berbagai uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa aset tidak berwujud adalah aset nonmoneter yang keberadaannya sangat bernilai dan diperhitungkan oleh perusahaan. Kini, kedudukan goodwill sangat istimewa karena goodwill harus dinilai dan dicatat sebesar harga perolehannya baik goodwill yang diperoleh secar pertukaran, membeli ataupun atas hasil akuisisi. Goodwill akan diamortisasi selama keberadaan masa manfaatnya.

 

5. Dalam rangka ekspansi usahanya, perusahaan X berniat membeli perusahaan Y yang memiliki total aset sebesar Rp. 2.000, total liabilitas Rp. 1400, dan total equity Rp. 600. Karena perusahaan Y menyadari posisi strategis mereka bagi perusahaan X, mereka tidak langsung menerima tawaran tersebut. Setelah melalui negosiasi yang panjang, akhirnya perusahaan Y mau dibeli perusahaan X dengan harga Rp. 1500. Mari kita lihat pencatatan berikut:

Harga beli : 2200
Total aset : 2000
Net aset     : 600

Total aset bersih perusahaan Y adalah adalah 2000 namun perusahaan X membelinya seharga Rp. 2200, ada selisih Rp. 200. Selisih inilah yang disebut sebagai Goodwill. Jika ditinjau dari segi nominal memang lebih tinggi, tapi manfaat dari pembelian perusahaan Y diperkirakan akan didapatkan beberapa tahun mendatang.

Maka penjurnalan sederhana yang dibuat oleh perusahaan X adalah:

Debit : Aset                Rp. 2000

Debit : Goodwill       Rp. 200

Kredit                 Kas              Rp. 2200

Kredit                Liabilitias   Rp. 1400

 

5. PT Maju Bersama memperoleh laba bersih dari tahun 2005 sampai dengan 2009 adalah sebagai berikut:

Tahun 2005 Laba bersih Rp250.000.000
           2006 Laba bersih Rp350.000.000
           2007 Laba bersih Rp300.000.000
           2008 Laba bersih Rp250.000.000
           2009 Laba bersih Rp400.000.000
Total Rp1.550.000.000

Pada tanggal 1 Januari 2010 aset perusahaan (tidak termasuk goodwill) adalah sebesar Rp2.500.000.000 dengan Utang Rp250.000.000. maka hitunglah good will dengan menggunakan metode : Kapitalisasi penghasilan bersih rata – rata dan kelebihan penghasilan.

Jawaban:

  1. Kapitalisasi Penghasilan Rata – Rata

Penghasilan Rata – Rata : Rp1.550.000.000 / 5 = Rp310.000.000 / Tahun

So Estimasi Penghasilan adalah Rp310.000.000

Jumlah yang dibayar : ( 310.000.000 x 100/10 )             =   Rp3.100.000.000

Nilai bersih aset : ( Rp2.500.000.000 – 250.000.000)     = (Rp2.250.000.000)

Nilai Goodwill                                                                 =   Rp   850.000.000

  1. Kapitalisasi Kelebihan Penghasilan Rata – Rata

Estimasi Penghasilan yang akan datang                           = Rp3.100.000.000

Nilai bersih aset                                                                 = Rp2.250.000.000

Kelebihan Penghasilan                                                      = Rp   850.000.000

Proyeksi hasil investasi 10% x 850 Juta                            = Rp     85.000.000

Good will = 100/25 x Rp85.000.000                                = Rp   340.000.000

 

Bacaan Lainnya

 

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

 

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Corporate Finance InstituteAccounting CoachInvestopedia

                             

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-11-20T14:28:36+00:00 Oktober 20th, 2018|Matematika|0 Comments

Leave A Comment