Bunga Akrual (Accrued Interest) – Rumus, Contoh Soal, Jawaban

Bunga Akrual (accrued interest)

Dalam akuntansi, bunga yang masih harus dibayar atau bunga akrual mengacu pada jumlah bunga yang telah dikeluarkan, pada tanggal tertentu, atas pinjaman atau kewajiban keuangan lainnya tetapi belum dibayarkan. Bunga yang masih harus dibayar dapat berupa pendapatan bunga yang masih harus dibayar, untuk pemberi pinjaman, atau beban bunga yang masih harus dibayar, untuk peminjam.

Istilah bunga yang masih harus dibayar juga dapat merujuk pada jumlah bunga obligasi yang telah terakumulasi sejak terakhir kali pembayaran bunga obligasi dilakukan.

Bunga menjadi akrual pada saat bunga terhutang tetapi belum dibayar, karena waktu pembayaran bunga dan bunga dibayarkan berbeda. Bunga akrual dalam kasus obligasi karena bunga mulai terakumulasi sejak obligasi diterbitkan. Namun, bunga umumnya dibayar dalam bentuk kupon dalam interval berkala seperti triwulanan, semesteran, atau tahunan. Jadi untuk periode tersebut, bunga diakumulasi tetapi tidak dibayarkan menjadi bunga yang masih harus dibayar.

Baca juga 👉 Akrual – Pengertian dan Contoh Soal Dalam Akuntansi

Rumus Bunga Akrual

Rumus Bunga yang Masih Harus Dibayar

Rumus Bunga Akrual = Jumlah Pinjaman x (Bunga Tahunan / 365) x Jangka Waktu Bunga yang akrual atau terakumulasi

atau

= (Hari Akrual / Hari Pelaporan) x Bunga Kredit per bulan + Tunggakan Bunga Jika ada

Pelaporan bunga akrual

Bunga akrual dilaporkan pada laporan laba rugi sebagai pendapatan atau beban, tergantung pada apakah perusahaan meminjamkan atau meminjam.

Selain itu, bagian dari pendapatan atau beban yang belum dibayar atau dikumpulkan dilaporkan di neraca, sebagai aset atau kewajiban. Karena bunga yang masih harus dibayar diharapkan akan diterima atau dibayar dalam waktu satu tahun, itu sering diklasifikasikan sebagai aset lancar atau kewajiban lancar.


Cara menghitung bunga akrual 

Secara berurutan lakunlah hal-hal berikut:

1) Hitung bunga perbulan

Misalkan pada Tn Adi, maka bunga kredit yang harus dibayar setiap bulannya adalah:
= Rp. 5.000.000 x 2%
= Rp. 100.000,-

2) Menentukan jumlah hari akrual

Berdasarkan data Tn Adi maka, misalkan posisi laporan adalah 30 Juni 2017, maka untuk menentukan hari akrual adalah dengan melakukan pengurangan dari jumlah hari pada bulan laporan dikurangi dengan tanggal pencairan kredit. Namun perlu diperhatikan bahwa apabila tanggal pencairan sama dengan atau lebih besar dari tanggal pelaporan maka bunga akrualnya adalah 0 sebelum ditambahkan tunggakan bunga.
= Tgl Pelaporan – Tgl Pencairan
= 30 – 1
= 29

3) Menghitung bunga akrual

Bunga akrual dihitung berdasarkan jumlah hari dari tanggal pencairan sampai tanggal terakhir bulan laporan. Dimana jumlah hari akrual dibagi dengan jumlah hari pelaporan, sehingga:
= (Hari Akrual / Hari Pelaporan) x Bunga Kredit per bulan + Tunggakan Bunga Jika ada
= (29/30) x 100.000 + 0
= Rp. 96.667

Contoh

Perhatikan contoh berikut. Mari kita asumsikan sebuah perusahaan di Australia ada piutang pinjaman $ 20.000, dengan tingkat bunga 15%, yang pembayarannya telah diterima untuk periode hingga hari ke-20 setiap bulan. Dalam skenario ini, untuk mencatat jumlah tambahan pendapatan bunga yang diperoleh dari hari ke-21 hingga ke-30 setiap bulan, perhitungannya adalah sebagai berikut:

(15% x (10/365)) x $ 20.000 = $ 82,19

Jumlah bunga yang masih harus dibayar untuk pihak yang menerima pembayaran adalah kredit ke akun pendapatan bunga dan debit ke akun piutang bunga. Akibatnya, piutang dimasukkan ke dalam neraca dan diklasifikasikan sebagai aset jangka pendek. Jumlah yang sama juga diklasifikasikan sebagai pendapatan di laporan laba rugi.

Bunga akrual untuk pihak yang berhutang pembayaran adalah kredit ke akun kewajiban yang masih harus dibayar dan debit ke akun beban bunga. Kewajiban dimasukkan ke dalam neraca sebagai kewajiban jangka pendek, sedangkan beban bunga disajikan pada laporan laba rugi.

Kedua kasus tersebut diposting sebagai jurnal pembalik, yang berarti bahwa keduanya kemudian dibalik pada hari pertama bulan berikutnya. Hal ini memastikan bahwa ketika transaksi tunai terjadi di bulan berikutnya, efek bersihnya hanya sebagian dari pendapatan atau beban yang diperoleh atau terjadi pada periode berjalan yang tetap berada di periode berjalan.

Menggunakan contoh di atas, $ 246,58 (15% x (30/365) x $ 20,000) diterima oleh perusahaan pemberi pinjaman pada hari ke-20 di bulan kedua. Dari jumlah tersebut, $ 82,19 terkait dengan bulan sebelumnya dan dibukukan sebagai entri jurnal penyesuaian pada akhir bulan sebelumnya untuk mengakui pendapatan pada bulan perolehannya. Karena ayat jurnal penyesuaian berbalik pada bulan kedua, dampak bersihnya adalah bahwa $ 164,39 ($ 246,58 – $ 82,19) dari pembayaran tersebut diakui pada bulan kedua. Itu setara dengan bunga 20 hari di bulan kedua.


Pengertian Piutang Bunga (Accrued Interest Receivable)

Pengertian Piutang Bunga (Accrued Interest Receivable) adalah Bunga atas uang yang dipinjamkan oleh perusahaan kepada pihak lain dan bunga tersebut sudah merupakan hak perusahaan, tetapi pembayaran belum diterima perusahaan.

Contoh Kasus Piutang Bunga (Accrued Interest Receivable):

PT. ABC Finance pada tanggal 14 Januari 2019 meminjamkan sejumlah uang kepada PT. Roda Motor Jaya sebesar Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dengan bunga sebesar 12 % (dua puluh persen) untuk masa peminjaman 1 (satu) tahun atau 1 % (satu persen) sebulan.
Pembayaran pokok dan bunga dilakukan setiap tanggal 15 (lima belas) untuk setiap bulannya.

Pada tanggal 31 Desember 2019 terdapat pendapatan bunga pinjaman periode tanggal 16 Desember 2019 sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 yang belum diterima oleh PT. ABC Finance sebesar Rp.500.000,00 (1% x 100.000.000 dibagi 2).

Pendapatan bunga sebesar Rp.500.000,00 oleh PT. ABC Finance dicatat sebagai Piutang Bunga (Accrued Interest Receivable) .


Contoh Soal Akrual Bunga

1. Pada akhir periode terdapat pendapatan yang masih harus diterima perusahaan, jumlah pembayarannya sebesar Rp4.000.000,00.
Diminta: Buatlah jurnal penyesuaiannya.

Penyelesaiannya:
Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember sebagai berikut:
Piutang Jasa      Rp 400.000,00
Piutang pendapatan                  Rp 400.000,00

2. Tanggal 1 Agustus 2017 Pt. Riau Sakti membeli 24 % Obligasi Pt. Sumatera Timur dengan nilai nominal Rp. 100.000.000,00 bunga diterima tiap 1 februari dan 1 agustus. Diminta: Buatlah jurnal yang di perlukan oleh Pt. Riau Sakti.

Penyelesaian:
Jurnal Transaksi.
Obligasi Pt. Sumatera Timur              Rp 100.000.000,00
Kas                                                                                         Rp 100.000.000,00

Jurnal Penyesuaian:
1 Agustus – 31 Desember = 5 bulan.
5/12 x 24% x Rp 100.000.000,00 = Rp 10.000.000,00
Pendapatan yang masih harus diterima  Rp 10.000.000,00
Pendapatan Bunga                                                                   Rp 10.000.000,00

Jurnal Pembalik
Pendapatan Bunga                                  Rp 10.000.000,00
Pendapatan yang masih harus diterima                          Rp 10.000.000,00

Jurnal Penerimaan Bunga
Kas                                                           Rp 12.000.000,00
Pendapatan Bunga                                                                    Rp 12.000.000,00

3. Tanggal 1 November 2008 didepositokan uang ke bank sebesar Rp100.000.000,00 untuk tiga bulan dengan bunga 6% per tahun. Bunga deposito diterima secara bulanan setiap tanggal 1 bulan berikutnya. Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 desember 2008, pendapatan bunga untuk bulan desember 2008 sebesar Rp500.000,00 (=Rp100.000.000,00 x 0,5%) yang akan diterima tanggal 1 Januari 2009 harus dicatat sebagai pendapatan pada periode akuntansi tahun 2008.
Diminta: Buatlah ayat jurnal penyesuaiannya.

Penyelesaiannya adalah:
Ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:
Bunga yang masih harus diterima 500.000,00
Pendapatan bunga                                           500.000,00

4. Perusahaan menerima bunga bank dua kali dalam setahun, yaitu 1 April dan 1 Oktober sebesar Rp120.000,00. Intinya sampai dengan 31 desember perusahaan masih harus menerima pendapatan bunga untuk 3 bulan yaitu bulan oktober, nopember, dan desember.
Yang belum diterima perlu dilakukan penyesuaian sebagai berikut:
3/6 x Rp 120.000,00 = Rp 60.000,00
Diminta: Buatlah jurnal penyesuaiannya.

Penyelesaiannya:
Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember sebagai berikut:
Piutang Bunga     Rp 60.000,00
Pendapatan Bunga                    Rp 60.000,00

5. Tanggal 10 Januari 2011, PT. ABC menjual obligasi dengan tingkat bungaobligasi 11% dengan nilai nominal Rp. 600.000.000. Bunga obligasi dibayar setiap 1 Juli dan 1 Januari. Obligasi berumur 5 tahun. Kurs obligasi pada saat dijual adalah 112. Metode yang digunakan untuk mengamortisasi diskon/premi adalah metodegaris lurus.
(JURNAL DIBUAT DARI SISI PT. ABC DAN INVESTORNYA)
Diminta : a. Hitunglah kas yang diterima oleh PT. ABC saat penjualan obligasitersebut.
b. Buatlah jurnal penerbitan obligasi.
c. Buatlah jurnal saat pembayaran bunga dan amortisasi pada 1 Juli 2011.
d. Buatlah jurnal penyesuaian (jika ada) 31 Desember 2011.
e. Buatlah jurnal saat jatuh tempo.
f. Buatlah jurnal dengan asumsi tanggal 1 Juli 2013 obligasi senilai Rp.300.000.000 dilunasi dengan kurs 110.
g. Hitung jumlah bunga yang dilaporakan dalam laporan laba rugi tahun 2011.

Jawaban:

a) Rp. 600.000.000 x 112 % = Rp. 672.000.000
PT ABC (dalam ribuan rupiah)
INVESTOR (dalam ribuan rupiah)
b. 10 Jan 2010
Penerbitan obligasi

Kas    Rp 672 000
Utang obligasi     Rp 672 000

Membeli obligasi

Invest dalam obligasi Rp 672 000
Kas   Rp 672 000

c. 1 Juli 2011
Pembayaran bunga & amortisasi premi

Beban bunga obligasi 33 000
Kas    33 000
(600 000 x 11% x 6/12)

Utang obligasi   7200
Beban bunga obligasi   72000
(672 000 – 600 000) : 10

Kas   33 000
Pendapatan bunga obligasi 33 000

Pendapatan bunga obligasi  33 000
Invest dalam obligasi  72 000

d. 31 Des 2011
Penyesuaian

Beban bunga obligasi   25 800
Utang obligasi   72 000
Utang bunga obligasi   33 000

Piutang bunga obligasi 33 000
Pendapatan bunga obligasi 25 800
Investasi dalam obligasi   25 800
e. 10 Jan 2011
Pelunasan saat jatuh tempo

Utang obligasi   600 000
Kas   600 000

Kas 600 000
Invest dalam obligasi 600 000
f. 1 Juli 2013
Pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo

Beban bunga obligasi   25 800
Utang obligasi   7200
Kas   33 000

Utang obligasi  (*)318 000
Kerugian pelunasan 12 000
Kas   330 000
(110% x 300 000)

Kas 33 000
Pendapatan bunga obligasi 25 800
Invest dalam obligasi 7 200

Kas 33 000
Invest dalam obligasi 318 000
Keuntungan pelunasan

(*) Perhitungan
Nilai buku 10 Jan 2011 = 672 000
(-) amortisasi premi 1 Jul 2011 – 1 Jul 2013 = 7200×5) = 36000
Nilai buku 1 Juli 2013 = 636 000
(300 000 / 600 000) x 636 000 = 318 000
g. beban bunga obligasi tahun 2011 = beban bunga Juli 2011 + Desember 2011
= (33.000  –  7200 ) + (33.000 – 7300) = 51.600

Bacaan Lainnya

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Wall Street Mojo, Investopedia, Educba,

By | 2020-10-19T23:58:36+07:00 Oktober 18th, 2020|Akuntansi|0 Comments

Leave A Comment