Daftar Imunisasi Wajib, Lengkap dan Penting, Beserta Rekomendasi (dari lahir sampai 60 tahun+)

Daftar Imunisasi Wajib dan Direkomendasikan Berdasarkan Usia

Vaksinasi adalah salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi bayi, anak-anak, dan remaja dari 16 penyakit berpotensi berbahaya yang dapat menjadi sangat serius, mungkin memerlukan rawat inap atau bahkan mematikan. Berikut adalah daftar imunisasi wajib, lengkap dan penting, beserta rekomendasi. Dirangkum berdasarkan umur, dari lahir sampai 65 tahun.

Dan imunisasi tidak hanya untuk anak-anak. Perlindungan dari beberapa vaksin masa kanak-kanak bisa hilang seiring waktu. Orang dewasa juga mungkin berisiko terkena penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin karena usia, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, atau kondisi kesehatan.

Tinjau tab di bawah ini untuk mempelajari vaksin lain yang mungkin Anda dan keluarga Anda butuhkan. Tanyakan kepada ahli perawatan kesehatan keluarga Anda untuk memastikan semua orang mengetahui vaksin yang direkomendasikan.daftar imunisasi wajib.

Daftar Imunisasi Wajib dari lahir sampai 6 tahun

Selalu berbicara dan konsultasi dengan dokter anak Anda tentang vaksin yang direkomendasikan untuk usia mereka. Berikut daftar imunisasi yang Direkomendasikan untuk anak-anak dari lahir hingga 6 tahun:

Di Indonesia, terdapat 5 jenis vaksin yang wajib diterima anak saat berusia 0-1 tahun, yaitu Hepatitis B, BCG, Polio, MMR, dan DPT. Ada pula vaksin tambahan di usia yang sama, yakni vaksin Hib (Haemofillus influenza tipe B). Vaksin ini berguna untuk mencegah radang selaput otak atau meningitis, dan pneumonia. Sayangnya, saat ini vaksin Hib masih tergolong cukup mahal, jadi tidak semua anak mampu mendapatkannya.

jadwal vaksin anak
birth
Lahir
month 1
1
bulan
month 2
2
bulan
month 3
4
bulan
month 6
6
bulan
month 12
12
bulan
month 15
15
bulan
month 18
18
bulan
month 19-23
19-23
bulan
year 2-3
2-3
tahun
year 4-6
4-6
tahun
HepB HepB HepB
RV RV RV
DTaP DTaP DTaP DTaP DTaP
Hib Hib Hib Hib
PCV13 PCV13 PCV13 PCV13
IPV IPV IPV IPV
Influenza (tahunan)*
MMR MMR
Varicella Varicella
HepA

Baca juga 👉
Catatan: Jika anak Anda melewatkan kesempatan, Anda tidak perlu memulai dari awal. Kembalilah ke dokter anak Anda untuk suntikan berikutnya. Bicaralah dengan dokter anak Anda!

Vaksinasi yang Direkomendasikan untuk Anak-anak (7-18 Tahun)

Bicarakan dengan dokter anak Anda tentang vaksin yang direkomendasikan untuk usia mereka.

jadwal vaksin remaja
Flu
Influenza
Tdap
Tetanus, difteria,
pertussis
HPV
Human
papillomavirus
Meningococcal Pneumococcal Hepatitis B Hepatitis A Polio MMR
Measles,
mumps,
rubella
Chickenpox
Varicella
MenACWY MenB
7-8 Tahun Rekomendasi* Diberikan jika vaksin terlewat Anjuran bagi anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu Vaksin dianjurkan untuk anak-anak dengan kondisi kesehatan atau gaya hidup tertentu yang meningkatkan risiko penyakit serius. Diberikan jika vaksin terlewat Diberikan jika vaksin terlewat Diberikan jika vaksin terlewat Diberikan jika vaksin terlewat Diberikan jika vaksin terlewat
9-10 Tahun Rekomendasi* Diberikan jika vaksin terlewat Anjuran bagi anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu
11-12 Tahun Rekomendasi* Rekomendasi* Rekomendasi* Rekomendasi* Diberikan jika vaksin terlewat
13-15 Tahun Rekomendasi* Diberikan jika vaksin terlewat Diberikan jika vaksin terlewat Diberikan jika vaksin terlewat
16-18 Tahun Rekomendasi* Diberikan jika vaksin terlewat
Info
Lanjutan:
Setiap orang yang berusia 6 bulan ke atas direkomendasikan mendapatkan vaksin flu setiap tahun. Semua anak berusia 11-12 tahun harus mendapatkan satu suntikan Tdap. Semua anak usia 11-12 tahun harus mendapatkan seri vaksin HPV 2 kali. Seri vaksin HPV 3 kali diperlukan bagi mereka dengan sistem kekebalan yang lemah dan mereka yang memulai seri pada usia 15 tahun atau lebih. Semua anak usia 11-12 tahun harus mendapatkan satu suntikan konjugat (gabungan) meningokokus (MenACWY). Suntikan booster direkomendasikan pada usia 16 tahun. Remaja usia 16-18 tahun dapat divaksinasi dengan vaksin meningokokus serogrup B (MenB).

Baca juga 👉 Vaksinasi – Dampak karya dari penelitian ilmiah

Penyakit yang Dapat Dicegah oleh Vaksin dan Vaksin yang Mencegahnya

Penyakit Vaksin Penyakit menyebar dari Gejala penyakit Komplikasi penyakit
Cacar air (Chickenpox) Vaksin varicella melindungi dari cacar air. Udara, kontak langsung Ruam, kelelahan, sakit kepala, demam Lepuh yang terinfeksi, gangguan perdarahan, ensefalitis (pembengkakan otak), pneumonia (infeksi di paru-paru)
Difteri Vaksin Tdap * dan Td ** melindungi dari difteri. Udara, kontak langsung Sakit tenggorokan, demam ringan, lemas, kelenjar bengkak di leher Pembengkakan otot jantung, gagal jantung, koma, kelumpuhan, kematian
Hepatitis A Vaksin HepA melindungi dari hepatitis A. Kontak langsung, makanan atau air yang terkontaminasi Mungkin tidak ada gejala, demam, sakit perut, kehilangan nafsu makan, kelelahan, muntah, penyakit kuning (kulit dan mata menguning), urin berwarna gelap Gagal hati, artralgia (nyeri sendi), gangguan ginjal, pankreas dan darah
Hepatitis B Vaksin HepB melindungi dari hepatitis B. Kontak dengan darah atau cairan tubuh Mungkin tidak ada gejala, demam, sakit kepala, lemas, muntah, sakit kuning (kulit dan mata menguning), nyeri sendi Infeksi hati kronis, gagal hati, kanker hati
Human Papillomavirus Vaksin HPV melindungi dari human papillomavirus. Kontak langsung dengan kulit Mungkin tidak ada gejala, kutil kelamin Serviks,  vagina, vulva, penis, anal, kanker orofaringeal
Influenza (Flu) Vaksin flu melindungi dari influenza. Udara, kontak langsung Demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, kelelahan ekstrim Pneumonia (infeksi di paru-paru)
Campak (Measles) Vaksin MMR *** melindungi dari campak. Udara, kontak langsung Ruam, demam, batuk, pilek, mata merah Ensefalitis (pembengkakan otak), pneumonia (infeksi di paru-paru), kematian
Penyakit Meningokokus(Meningococcal Disease) Vaksin MenACWY dan MenB melindungi dari penyakit meningokokus. Udara, kontak langsung Tiba-tiba demam, sakit kepala, leher kaku, ruam ungu tua Kehilangan anggota tubuh, tuli, gangguan sistem saraf, gangguan perkembangan, gangguan kejang, stroke, kematian
Gondok (Mumps) Vaksin MMR *** melindungi dari penyakit gondongan. Udara, kontak langsung Kelenjar ludah membengkak (di bawah rahang), demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot Meningitis (infeksi selubung di sekitar otak dan sumsum tulang belakang), ensefalitis (pembengkakan otak), radang testis atau ovarium, tuli
Batuk rejan (Pertussis) Vaksin Tdap * melindungi dari pertusis. Udara, kontak langsung Batuk parah, pilek, apnea (jeda saat bernapas pada bayi) Pneumonia (infeksi di paru-paru), kematian
Polio Vaksin polio melindungi dari polio. Udara, kontak langsung, melalui mulut Bisa tidak ada gejala, radang tenggorokan, demam, mual, sakit kepala Kelumpuhan, kematian
Penyakit pneumokokus atau radang paru (Pneumococcal Disease) Vaksin pneumokokus melindungi dari penyakit pneumokokus. Udara, kontak langsung Mungkin tidak ada gejala, pneumonia (infeksi di paru-paru) Bakteremia (infeksi darah), meningitis (infeksi selubung di sekitar otak dan sumsum tulang belakang), kematian
Rubella Vaksin MMR *** melindungi dari rubella. Udara, kontak langsung Terkadang ruam, demam, pembengkakan kelenjar getah bening Sangat serius pada wanita hamil — dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, cacat lahir
Tetanus Vaksin Tdap * dan Td ** melindungi dari tetanus. Paparan melalui luka pada kulit Kekakuan pada otot leher dan perut, kesulitan menelan, kejang otot, demam Tulang patah, kesulitan bernapas, kematian

* Tdap menggabungkan perlindungan terhadap difteri, tetanus, dan pertusis.

** Td menggabungkan perlindungan terhadap difteri dan tetanus.
*** MMR menggabungkan perlindungan terhadap campak, gondongan, dan rubella.

Jadwal ini direkomendasikan oleh Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi (ACIP: Advisory Committee on Immunization Practices) dan disetujui oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC: Centers for Disease Control and Prevention).

Baca juga 👉 Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual pada Wanita Pria | Contoh Penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual

Berikut detil dari daftar imunisasi wajib 

Kelahiran

Sebelum meninggalkan rumah sakit atau pusat persalinan, bayi Anda menerima 3 dosis pertama dari vaksin yang melindungi dari Hepatitis B.

Virus hepatitis B dapat menyebabkan pembengkakan kronis pada hati dan kemungkinan komplikasi seumur hidup.

Sangat penting untuk melindungi bayi dan anak kecil dari hepatitis B karena mereka lebih mungkin mengembangkan infeksi kronis (jangka panjang) yang tidak dapat disembuhkan yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker hati dibandingkan orang dewasa.

Baca juga 👉 Kanker Hati (Liver)dan Hati adalah kelenjar terbesar di dalam tubuh – (Liver) – Struktur, Fungsi dan Penyakit

4 Bulan

Lindungi bayi Anda dengan memberikan kekebalan sejak dini. Tetap mengikuti jadwal vaksin yang direkomendasikan. Pada usia 4 bulan, bayi Anda menerima vaksin berikut untuk mengembangkan kekebalan dari penyakit yang berpotensi membahayakan:

  • Difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis) (DTaP)
  • Haemophilus influenzae tipe b (Hib)
  • Polio (IPV)
  • Pneumococcal (PCV)
  • Rotavirus (RV)
  • Hepatitis B (HepB)

6 Bulan

Lindungi bayi Anda dengan memberikan kekebalan sejak dini. Tetap mengikuti jadwal vaksin yang direkomendasikan. Pada usia 6 bulan, bayi Anda menerima vaksin berikut untuk mengembangkan kekebalan dari penyakit yang berpotensi membahayakan:

  • Difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis) (DTaP)
  • Haemophilus influenzae tipe b (Hib)
  • Polio (IPV)
  • Pneumococcal (PCV)
  • Rotavirus (RV)
  • Influenza (flu)

7-11 Bulan

Biasanya tidak ada vaksinasi yang dijadwalkan antara usia 7 dan 11 bulan. Namun, jika bayi Anda melewatkan vaksinasi sebelumnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk “mengejar ketinggalan”.

Bayi berusia 6 bulan ke atas harus menerima vaksinasi flu setiap musim flu.

12-23 Bulan

Dengan mengikuti jadwal yang disarankan dan mengimunisasi anak Anda secara lengkap sebelum usia 2 tahun, anak Anda harus terlindungi dari 14 penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Antara usia 12 dan 23 bulan, anak Anda menerima vaksin berikut untuk terus mengembangkan kekebalan dari penyakit yang berpotensi membahayakan:

  • Cacar air (Varicella)
  • Difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis) (DTaP)
  • Haemophilus influenzae tipe b (Hib)
  • Campak, gondongan, rubella (MMR)
  • Polio (IPV) (antara 6 sampai 18 bulan)
  • Pneumococcal (PCV)
  • Hepatitis A (HepA)
  • Hepatitis B (HepB)
  • Selain itu, anak-anak harus menerima vaksinasi flu setiap musim flu.

2-3 Tahun

Antara usia 2 dan 3 tahun, anak Anda harus mengunjungi dokter setahun sekali untuk pemeriksaan.

Selain itu, anak-anak harus menerima vaksinasi flu setiap musim / pandemi flu.

4-6 Tahun

Antara usia 4 hingga 6 tahun, anak Anda harus mengunjungi dokter setahun sekali untuk pemeriksaan. Selama waktu ini, anak Anda menerima vaksin berikut:

  • Difteri, tetanus dan batuk rejan (pertusis) (DTaP)
  • Polio (IPV)
  • Campak, gondongan dan rubella (MMR)
  • Cacar air (varicella)
  • Influenza (flu) setiap tahun

7-10 Tahun

Antara usia 7 dan 10 tahun, anak Anda harus mengunjungi dokter setahun sekali untuk pemeriksaan.

Selain itu, anak-anak harus menerima vaksinasi flu setiap musim flu.

11-12 Tahun

Ada empat vaksin yang direkomendasikan untuk praremaja — vaksin ini membantu melindungi anak-anak Anda, teman-teman mereka, dan anggota keluarga mereka.

  • Vaksin konjugasi meningokokus
  • Vaksin HPV
  • Tdap
  • Vaksin flu setiap musim flu

13-18 Tahun

Antara usia 13-18 tahun, anak Anda harus mengunjungi dokter sekali setiap tahun untuk pemeriksaan. Ini bisa menjadi saat yang tepat untuk mendapatkan vaksin apa pun yang mungkin terlewatkan atau mungkin diperlukan oleh anak remaja Anda.

19-26 Tahun

Selain vaksin flu musiman (influenza) dan vaksin Td atau Tdap (tetanus, difteri, dan pertusis), Anda juga harus mendapatkan vaksin HPV, yang melindungi dari virus papiloma manusia yang menyebabkan sebagian besar kanker serviks, dubur, dan kanker lainnya, serta kutil kelamin, jika Anda tidak divaksinasi pada usia yang lebih muda (vaksinasi HPV secara rutin dianjurkan pada usia 11 atau 12 tahun). Vaksinasi HPV juga dianjurkan untuk orang dewasa sampai usia 26 tahun.

Beberapa vaksin mungkin direkomendasikan untuk orang dewasa karena pekerjaan tertentu atau persyaratan terkait sekolah, kondisi kesehatan, gaya hidup atau faktor lainnya. Beberapa negara bagian mewajibkan siswa yang memasuki perguruan tinggi dan universitas untuk divaksinasi terhadap penyakit tertentu seperti meningitis karena peningkatan risiko di antara siswa yang tinggal di perumahan yang berpenduduk sangat padat.

27-60 Tahun

Semua orang dewasa membutuhkan vaksin flu musiman (influenza) setiap tahun. Vaksin flu sangat penting untuk orang dengan kondisi kesehatan kronis, wanita hamil, dan orang dewasa yang lebih tua.

Setiap orang dewasa harus mendapatkan vaksin Tdap sekali jika mereka tidak menerimanya saat remaja untuk melindungi dari pertusis (batuk rejan), dan kemudian suntikan penguat Td (tetanus, difteri) setiap 10 tahun. Selain itu, wanita harus mendapatkan vaksin Tdap setiap kali mereka hamil, sebaiknya pada usia 27 hingga 36 minggu.

Orang dewasa sehat berusia 50 tahun ke atas harus mendapatkan vaksin zoster untuk mencegah herpes zoster dan komplikasi dari penyakit tersebut.

Beberapa vaksin mungkin direkomendasikan untuk orang dewasa karena pekerjaan tertentu atau persyaratan terkait sekolah, kondisi kesehatan, gaya hidup atau faktor lainnya.

60 Tahun keatas

Selain vaksin flu musiman (influenza) dan vaksin Td atau Tdap (tetanus, difteri, dan pertusis), orang yang berusia 65 tahun ke atas juga harus mendapatkan:

  • Vaksin pneumokokus, yang melindungi dari penyakit pneumokokus, termasuk infeksi di paru-paru dan aliran darah (disarankan untuk semua orang dewasa di atas 65 tahun, dan untuk orang dewasa di bawah 65 tahun yang memiliki kondisi kesehatan kronis tertentu).
  • Vaksin zoster, yang melindungi dari herpes zoster (direkomendasikan untuk orang dewasa berusia 50 tahun atau lebih).

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

By | 2020-09-18T22:00:53+07:00 September 18th, 2020|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment