fbpx

Gigi Rusak – Parah, Gigi Susu Rusak – Gigi Rusak Pada Anak & Orang Dewasa – Kebiasan Yang Membuat Gigi Rusak dan Bagaimana Gula Menyebabkan Gigi Rusak dan Berlubang?

Makanan apa yang menyebabkan gigi rusak?

Makanan dan minuman manis adalah salah satu penyebab utama gigi rusak.

Asam diproduksi ketika bakteri di mulut Anda mulai mengurai gula.

Asam mulai melarutkan permukaan gigi, yang merupakan tahap pertama dari kerusakan gigi.

Gula dalam makanan dan minuman

Beberapa gula muncul secara alami dalam makanan dan minuman, seperti buah, madu dan susu.

Gula alami dalam buah kering, seperti kismis, kurma dan aprikot, juga dapat berkontribusi terhadap kerusakan gigi.

Makanan lain memiliki gula yang ditambahkan kepadanya oleh produsen, yang kadang-kadang disebut makanan olahan.

Contoh Makanan yang dapat membuat gigi rusak:

  • Kue dan biskuit.
  • Minuman ringan seperti cola dan jus buah.
  • Permen dan coklat.
  • Susu dan yoghurt dengan rasa.
  • Sereal sarapan manis dan sereal bar.
  • Selai.
  • Buah kaleng dalam sirup.
  • Saus dan sirup, seperti beberapa saus pasta, bumbu perendam dan saus tomat.

Gula muncul dalam banyak samaran pada label makanan, termasuk:

  • Gula jagung (corn sugar)
  • Dektrosa (dextrose): gabungan antara senyawa gula sederhana dan air, yang digunakan untuk meningkatkan kadar gula di dalam darah, pada kondisi hipoglikemia.Dextrose merupakan gula yang dihasilkan dari jagung, yang juga digunakan sebagai pemanis di dalam makanan olahan yang dipanggang atau sirop jagung.
  • Fruktosa (fructose): Fruktosa, atau “gula dari buah,” adalah monosakarida seperti glukosa. Fruktosa banyak digunakan di industri pangan karena 1,7 kali lebih manis dibandingkan dengan gula pasir sehingga lebih ekonomis.
  • Glukosa: Glukosa adalah gula sederhana atau monosakarida. Ini adalah sumber energi berbasis karbohidrat.
  • Sirup glukosa fruktosa tinggi (high-fructose glucose syrup)
  • Madu
  • Sirup maple
  • Sirup agave (agave syrup): atau lebih dikenal secara komersial dengan nama nektar agave, namun menyesatkan karena bukan nektar) adalah pemanis yang didapatkan dari beberapa spesies tumbuhan agave. Sirup ini lebih manis dibandingkan gula dan madu, serta sedikit lebih encer dibandingkan madu.
  • Gula invert (invert sugar): Sirup invert (gula terbalik) adalah campuran yang dapat dimakan dari dua gula sederhana — glukosa dan fruktosa — yang dibuat dengan memanaskan sukrosa (gula meja) dengan air.
  • Isoglucosa (isoglucose): pemanis alternatif yang terbuat dari pati. (terutama dari jagung).
  • Levulose:  Gula (C6H12O6) isomer dengan dextrose, tetapi dibedakan darinya dengan memutar bidang polarisasi ke kiri. Variasi gula sirupy, jarang diperoleh mengkristal, banyak terdapat pada madu, buah-buahan matang, dll., Dan karenanya disebut juga gula buah; juga disebut fruktosa. Formula kimia: C6H12O6. Ini disebut levulose, karena memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri, berbeda dengan dekstrosa, produk lain dari hidrolisis sukrosa.
  • Maltosa (maltose): gula cair yang berasal dari malt (biji barley yang dikecambahkan). Bentuknya cair, warnanya kecokelatan.
  • Gula tetes (molasses):  produk sampingan dari industri pengolahan gula tebu atau gula bit yang masih mengandung gula dan asam-asam organik. Molase yang hasil dari industri gula tebu di Indonesia dikenal dengan nama tetes tebu.
  • Sukrosa (sucrose):  nama ilmiah dari gula meja (pasir) yang sering kita konsumsi. Sukrosa akan dipecah terlebih dahulu oleh bantuan enzim bernama beta-fruktosidase.Setelah dipecah jadi glukosa dan fruktosa, selanjutnya fruktosa dan glukosa ini akan masuk ke dalam jalur metabolisme nya masing-masing.

Kebiasaan yang Dapat Mengakibatkan Gigi Rusak

Untuk mencegah gigi rusak dan memburuknya kesehatan mulut, beberapa tindakan di bawah ini sebaiknya dihindari.

1. Mengunyah es batu

Mungkin Anda merasa es batu tidak akan merusak gigi karena bebas gula dan terbuat dari bahan alami. Namun faktanya, mengunyah benda sekeras dan sedingin es batu berpotensi membuat gigi mengalami keretakan.

Jika terus dilakukan, jaringan lunak gigi jadi rusak hingga Anda berisiko menderita sakit gigi. Untuk mengganti kebiasaan ini, disarankan untuk mengunyah permen karet tanpa gula atau mengonsumsi minuman tanpa es.

2. Membuka kemasan dengan gigi

Fungsi utama gigi adalah menggigit dan mengunyah makanan guna membantu proses pencernaan di dalam lambung. Bagi Anda yang suka membuka botol minuman atau menyobek kemasan camilan dengan digigit, sadarilah bahwa itu bukan tugas gigi.

Jika terus-menerus dilakukan, gigi bisa retak atau bahkan patah. Baca juga 👉 Gigi Patah / Gigi Retak : Gejala, Penyebab, Perawatan dan Pemulihan – Cara Merawat Gigi yang Retak, Terkelupas atau Rusak

3. Menggigit bolpen atau pensil dimulut

Salah satu kebiasaan buruk untuk memainkan bolpen atau pensil adalah salah satu penyebab gigi rusak. Jauhkan kebiasaan buruk ini.

4. Menyikat gigi terlalu keras

Niat baik mencegah gigi rusak bisa berakhir dengan kondisi sebaliknya ketika dilakukan dengan tidak benar. Salah satunya adalah kebiasaan menyikat gigi terlalu keras yang dapat merusak enamel gigi.

Jika enamel rusak, gigi akan mudah teriritasi sehingga menjadi lebih sensitif terhadap minuman atau makanan dingin. Oleh karena itu, minimalkan efek buruk dari kebiasaan ini dengan menggunakan sikat gigi berbulu halus.

5. Minum obat-obatan tertentu

Gigi rusak juga bisa diakibatkan oleh konsumsi obat-obatan. Sebagai catatan, obat antihistamin bisa menyebabkan mulut kering yang akan menghambat produksi air liur. Salah satu pemicu gigi berlubang adalah gangguan pada produksi air liur.

Oleh karena itu, jika Anda sedang menjalani proses penyembuhan, tidak ada salahnya untuk bertanya kepada dokter mengenai obat yang berpotensi mengganggu kesehatan mulut dan gigi. Baca juga 👉 Penyebab Gigi Berlubang

6. Menghisap lemon atau minum sari lemon

Terlepas dari berbagai manfaat baik yang dimilikinya, lemon juga mengandung cairan dengan tingkat keasaman tinggi. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menghilangkan kalsium pada permukaan gigi.

7. Sering makan camilan (makanan ringan)

Kebiasaan lain yang juga berpotensi membuat gigi rusak adalah makan camilan secara berlebihan, terutama makanan yang manis dan banyak mengandung gula.

Kebiasan ini dapat menghambat produksi air liur dan membuat sisa-sisa makanan terselip di antara gigi. Sebagai solusi, jangan mengemil terlalu sering dan usahakan camilan yang dikonsumsi mengandung rendah gula dan rendah pati.

8. Meminum anggur merah dan putih

Minuman anggur merah mengandung pigmen bernama kromogen dan tanin. Keduanya bisa membuat zat asam dalam minuman anggur merah, semakin meninggalkan noda pada gigi. Kombinasi antara warna merah anggur serta kedua pigmen itu, akan membuat noda bertahan lama pada gigi.

Kalau Anda berpikir meminum anggur putih tidak akan berdampak pada gigi, jangan terlalu percaya diri. Sebab, minuman anggur putih punya zat asam yang bisa melemahkan enamel, yang akhirnya membuat gigi keropos serta mudah “dinodai” oleh minuman lain, seperti kopi.

9. Minum kopi

Warna kopi yang gelap pekat bisa meninggalkan noda kuning pada gigi jika terlalu sering dikonsumsi. Perlu diketahui, masalah gigi kuning yang diakibatkan kopi membuat gigi sulit diputihkan kembali. Baca juga 👉 Kopi merupakan sumber kafein alami – Keuntungan dan kerugiannya adalah

10. Merokok

Selain membuat gigi menjadi kuning, merokok juga meningkatkan pembentukan plak dan tartar di gigi. Plak membawa bakteri yang dapat merusak enamel. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak dapat mengeras menjadi tartar. Baik plak maupun tartar dapat mengakibatkan gigi rusak dan berlubang.

Agar gigi selalu sehat dan tidak rusak, jangan lupa untuk rajin sikat gigi dua kali sehari dan pergi ke dokter gigi tiap enam bulan sekali untuk melakukan pemeriksaan gigi berkala.

Penyebab gigi anak rusak

Semua orang tua pasti nggak mau dong gigi anak rusak. Maka dari itu, kita harus waspada dengan tanda awal kerusakan gigi anak. Kita juga harus waspada dengan kemungkinan penyebab kerusakan gigi dan pastikan kita menghindarinya.

Apa saja penyebabnya? Berikut ini ada beberapa hal yang membuat gigi anak rusak serta langkah yang bisa Anda lakukan agar gigi anak tetap sehat:

1. Gigi tidak dibersihkan secara teratur

Salah satu cara untuk mencegah gigi anak rusak adalah dengan menerapkan rutinitas menyikat gigi sejak dini. Sebelum gigi pertama anak tumbuh kita bisa membersihkan gusinya dengan lap atau kasa yang dibasahi air hangat. Ketika gigi susu pertama muncul, ganti kasa atau lap dengan sikat gigi berbulu halus dan air matang. Setelah anak berusia 2 tahun, Anda bisa menggosok gigi anak dua kali sehari dengan sedikit pasta gigi dengan kandungan fluoride.

2. Minuman dengan kandungan gula berlebihan

Meski botol susu dan sippy cup itu nyaman untuk si kecil, serta bisa membantu anak minum agar tidak tumpah-tumpah, tapi ternyata kedua media minuman tersebut bisa menjadi penyebab utama yang membuat gigi anak rusak. Kalau diisi dengan air putih mungkin tidak masalah, yang bikin gigi bermasalah saat botol dan sippy cup diisi dengan minuman manis.

3. Bakteri penyebab gigi berlubang

Anak lahir tanpa membawa bakteri penyebab gigi berlubang. Bakteri ini baru muncul jika bayi dikelilingi oleh orang-orang yang terinfeksi bakteri ini. Bakteri ini disebut streptococcus mutan atau strep mutan yang dapat membuat gigi anak rusak saat berinteraksi dengan gula.

Tiap orang memiliki bakteri ini dalam kuantitas yang berbeda-beda, semakin tinggi tingkat bakteri, semakin rentan seseorang mengalami gigi berlubang. Dokter tidak akan melakukan tes untuk mengetahui apakah anak memiliki bakteri ini, karena infeksi ini sangatlah umum terjadi.

Sebenarnya susah sekali menghentikan penyebaran strep mutan dalam keluarga, tapi ada cara untuk membatasi penyebarannya. Kita harus pastikan untuk tidak berbagi alat makan atau makanan sesama anggota keluarga. Tiap anggota keluarga juga harus punya sikat gigi masing-masing.

4. Air liur

Anda mungkin tidak menyadari kalau bakteri penyebab kerusakan gigi bisa ditularkan melalui air liur. Bila Ibu dan Ayah punya bakteri ini, Anda bisa menularkannya ke bayi saat berbagi alat makan atau minum dari gelas yang sama. Anda bisa mencegah penyebaran bakteri berbahaya dengan tidak berbagi alat makan dengan anak.

5. Makanan manis

Gula jadi faktor terbesar yang membuat gigi anak rusak. Bakteri akan mengubah gula menjadi asam, lalu asam menggerogoti enamel gigi.

Oleh karena itu sebaiknya jangan memperkenalkan anak dengan makanan manis sejak dini. Kalau sudah terlanjur, Ibu bisa mengajarkan anak untuk berkumur-kumur dengan air setelah makan makanan manis.  Anak yang tidur sambil minum dari botol susu, atau menyusu hingga tertidur, sangat berisiko mengalami kerusakan gigi.

6. Faktor genetik

Anak bisa mewarisi bentuk rahang yang kecil dengan posisi gigi yang berdesakan. Ada juga anak yang mewarisi tekstur air liur yang pekat. Semua kondisi tersebut bisa memicu zat asam berada di gigi lebih lama. Untungnya, kekuatan enamel tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Faktor genetik yang bisa membuat gigi anak rusak tersebut bisa diatasi dengan membiasakan anak menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi yang bersentuhan.

Bunda juga harus menggunakan teknik sikat gigi yang tepat dan janagn lupa untuk memeriksakan gigi anak secara teratur agar area gigi yang bermasalah bisa selalu termonitor.

Cara mencegah gigi anak rusak

Meski gigi susu bayi hanya bertahan sementara, tapi gigi susu punya peran yang penting karena posisinya akan mempertahankan bentuk rahang dan menyiapkan tempat buat gigi permanen.

Gigi susu juga dibutuhkan untuk mengunyah dan bicara. Itulah kenapa kita wajib mencegah gigi rusak pada anak.

Karena saat gigi anak lubang, ia akan merasa sakit, dan juga meningkatkan risiko lubang pada gigi permanennya nanti. Lalu, bagaimana kita bisa mencegah agar gigi anak tidak rusak? Simak caranya berikut ini:

1. Menjaga kebersihan gigi anak

Salah satu cara paling penting agar gigi anak tidak rusak adalah dengan menjaga dan merawat kesehatan gigi kita sendiri terlebih dahulu. Kita bisa berupaya untuk mengurangi bakteri penyebab gigi rusak dimulut dengan menggosok gigi setiap pagi dan malam serta menggunakan benang gigi setidaknya satu kali setiap hari.

Pastikan Bunda menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, lalu bilas dengan mouthwash bebas alkohol yang juga mengandung fluoride. Kalau bisa, minumlah jus buah setelah makan, dan batasi minuman berkarbonasi selama 30 bulan pertama usia bayi. Konon minuman ini membuat gigi kita semakin berisiko untuk berlubang dan rusak.

Kemudian, jangan lupa untuk memeriksakan gigi secara teratur ke dokter, dan jangan berbagi alat makan dengan bayi. Bila Anda suka mengunyah permen karet, pilih yang mengandung xylitol. Penelitian menyatakan kalau bahan ini bisa menurunkan tingkat kerusakan gigi pada anak.

2. Merawat gigi bayi

Dari usia kecil, Ibu bisa membersihkan mulut bayi dengan kain atau kasa yang sudah dicelupi ke air hangat terlebih dahulu setelah ia selesai menyusu.

Pada saat gigi pertamanya mulai muncul di usia 6 bulan, sikat giginya dua kali sehari, dan mulai gunakan benang gigi ketika posisi gigi sudah saling bersentuhan. Bila bayi terbiasa tidur sambil minum dari botol susu, isilah botol dengan air putih, jangan susu. Yang terakhir, jangan berikan minuman berkarbonasi untuk anak.

3. Pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin

Kita bisa membawa si kecil untuk memeriksakan giginya mulai dari gigi pertamanya muncul lho. Jadi, jangan tunggu sampai gigi anak rusak dulu baru ke dokter. Agar kesehatan giginya selalu terkontrol, ajak anak ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.

4. Fluoride yang cukup

Penggunaan pasta gigi dengan kandungan fluoride secara teratur dapat memperkuat enamel gigi, sehingga lebih keras untuk diserang asam. Bila air di rumah Anda tidak mengandung fluoride, Ibu bisa ke dokter gigi dan minta suplemen fluoride jika diperlukan. Kebanyakan pasta gigi mengandung fluoride, tapi pasta gigi saja tidak bisa sepenuhnya mencegah gigi anak rusak. Tetap hati-hati ya Bu saat menggunakan fluoride karena jika terlalu banyak fluoride, warna gigi si kecil bisa berubah menguning.

5. Pantang makanan tertentu

Makanan manis, jus, permen (terutama permen yang lengket) bisa merusak enamel dan menyebabkan gigi anak rusak. Bila anak makan makanan ini, ajak ia berkumur-kumur atau menggosok gigi setelah mengonsumsinya untuk menghilangkan kandungan gula yang tersisa. Hal serupa juga harus dilakukan setelah anak minum obat sirup dengan rasa manis.

Lapisan pelindung ini mencegah bakteri menyerang celah geraham yang sulit dijangkau. Tapi pastikan anak tahu kalau sealant bukanlah pengganti kebiasaan untuk mengosok gigi secara teratur.

Ketika gigi permanen anak tumbuh, dokter akan mencegah gigi berlubang dengan menggunakan resin komposit atau sealant yang diberikan di belakang gigi, area yang digunakan untuk mengunyah.

Alasan kenapa harus merawat gigi susu yang rusak

Gigi susu memang akan digantikan oleh gigi permanen. Tapi gigi susu perlu bertahan hingga gigi permanen siap untuk tumbuh. Gigi susu akan membantu gigi permanen untuk tumbuh dengan baik di ruang  yang cukup. Itu sebabnya mengajarkan anak membersihkan gigi sejak dini sangatlah penting.

Meski Anda sudah berusaha menjaga kebersihan gigi, kadang gigi anak tetap bisa berlubang. Cara merawat gigi anak yang berlubang sangat mirip dengan merawat gigi berlubang pada orang dewasa. Salah satunya adalah dengan menjaga kesehatan gigi.

Gigi berlubang pada anak terjadi 5 kali lebih sering dibanding asma, 4 kali lebih sering dibanding obesitas anak, dan 20 kali lebih sering dibanding diabetes anak. Gigi berlubang adalah serangan asam pada enamel gigi yang bisa memicu gigi berlubang.

Lubang pada gigi bayi dapat ditangani dengan filling yang bisa mencegah lubang jadi lebih parah atau menyebar.

Ketika gigi anak rusak tidak ditangani oleh dokter profesional, gigi anak bisa menjadi rontok dan menyebabkan perkembangan seluruh gigi jadi terganggu.

Selain itu, ada beberapa efek negatif juga yang akan muncul saat gigi anak rusak, yaitu:
  • Berdampak pada nutrisi anak, dan menghambat mereka untuk makan makanan sehat.
  • Anak mengalami kesulitan saat menggigit makanan.
  • Dapat menghambat gigi permanen untuk tumbuh lurus dan sehat.
  • Mengganggu cara si kecil berbicara dan mempengaruhi rasa percaya diri.
  • Menyebabkan rasa sakit yang bisa semakin parah bila tidak ditangani.
  • Memicu infeksi yang mempengaruhi gigi sekitarnya dan menyebabkan semakin banyak gigi yang rusak.

Gejala gigi anak rusak

Cukup mudah mendeteksi gejala gigi rusak dan berlubang, tapi hanya dokter yang bisa secara akurat mendiagnosa dan menangani gigi berlubang pada bayi.

Berikut ini ada beberapa gejala gigi anak rusak dan Anda harus segera memeriksakannya ke dokter gigi jika si kecil mengalami tanda-tanda ini:

  • Anak kesakitan saat mengunyah atau menggosok gigi.
  • Area gusi di sekitar gigi terasa sakit.
  • Gigi menjadi sangat sensitif saat si kecil mengonsumsi makanan dan minuman yang suhunya sangat panas atau sangat dingin.
  • Terlihat lubang, perubahan warna, atau tampak area gelap pada gigi.
  • Napas anak kecil berbau tidak sedap dan aroma ini tidak hilang meski ia sudah menggosok gigi dan menggunakan mouthwash secara seksama.

Cara mengatasi gigi anak rusak

Filling pada gigi bayi

Meski gigi susu tidak permanen, gigi ini akan dipergunakan oleh si kecil selama beberapa tahun hingga gigi permanennya tumbuh. Gigi susu dapat membantu gigi permanen tumbuh seperti yang seharusnya. Jadi gigi susu yang tanggal sebelum gigi permanen siap tumbuh tidak akan bagus untuk pertumbuhan gigi permanen anak.

Untuk menjaga kesehatan mulut anak, dokter akan mengebor lubang di gigi anak dan menambalnya dengan filling. Seperti pada gigi dewasa, filling pada gigi bayi dibuat dari komposit putih atau logam. Material filling lain seperti emas dan keramik jarang digunakan pada anak. Filling bahan logam jadi pilihan yang populer karena prosesnya tidak lama, dan harganya lebih terjangkau dibanding filling komposit.

Kerusakan gigi bisa terjadi lagi

Meski dokter gigi sudah berusaha menangani semua gigi berlubang, kadang masalah ini bisa terjadi lagi. Gigi yang sudah lubang, meski telah ditambal, punya risiko kembali berlubang. Ketika lubang kembali terbentuk, dokter perlu mengangkat filling lama untuk merawat lubang baru. Lalu dokter akan memberi filling yang baru pada gigi.

Trauma gigi dan masalah lain juga membutuhkan filling
Gigi berlubang hanya salah satu penyebab yang membuat anak membutuhkan filling gigi. Bila gigi anak rusak karena trauma, jatuh, atau hal lainnya, dokter juga akan memberikan filling.

Hal lain yang dimaksud di atas mencakup bentuk gigi anak yang tidak tepat, gigi yang tidak berkembang, dan gigi yang patah. Dokter bisa juga memilih penanganan dengan crown gigi pada bagian depan dan belakang gigi, bukan dengan filling, karena crown gigi bisa memberi koreksi lebih baik pada kerusakan gigi dibanding filling.

Cabut gigi

Saat gigi anak rusak, kadang dokter tidak punya pilihan selain mencabut gigi bayi. Ini jadi pilihan saat kondisi gigi anak sudah sangat rusak dan menyebabkan masalah gusi atau rasa sakit. Banyak dokter mengisi celah pada gigi yang dicabut dengan prostetik untuk menjaga ruang buat gigi dewasa yang akan tumbuh.

Penggunaan gas tertawa

Ketika dokter melakukan proses tambal gigi, penggunaan nitrous oksida atau gas tertawa mungkin akan dibutuhkan. Gas tertawa akan menhilangkan kecemasan yang biasanya menghantui anak-anak. Perhatian si kecil juga akan teralihkan saat gusinya disuntik atau ketika giginya dibor.

Tapi fungsi nitrous oksida tidak bekerja maksimal pada semua anak dan tidak semua dokter gigi menggunakan gas ini. Jadi sebaiknya Anda menanyakannya hal ini lebih dulu sebelum memncabut gigi anak rusak.

Jumlah filling yang digunakan

Ada dokter yang memberi filling pada semua gigi berlubang di satu kunjungan, tapi ada juga dokter yang memilih untuk melakukannya satu persatu dan tidak sekaligus. Keputusan ini akan dibuat berdasarkan kondisi anak.

Beberapa anak tak masalah duduk di kursi periksa untuk waktu yang lama, tapi ada juga anak yang  tidak betah. Semua dokter pasti ingin memberikan hasil yang terbaik untuk pasiennya, dan bukan tidak mungkin kalau Ibu terpaksa harus melakukan kunjungan ke dokter selama beberapa kali untuk menambal semua gigi anak. Ini jauh lebih baik dilakukan dibandingkan harus membiarkan dokter gigi menambal gigi anak sambil diiringi oleh tangisan si kecil.
Pasti kita cemas banget ya saat gigi anak harus ditambal untuk pertama kalinya. Agar ini tidak terjadi, yang bisa kita lakukan sebagai orangtua adalah terus mengajarkan anak dan membiasakannya membersihkan gigi secara teratur, serta konsultasi ke dokter gigi secara rutin meski gigi anak belum rusak. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko di mana gigi anak harus diberi filling atau harus menerima perawatan yang bersifat invasif lainnya. Lebih baik mencegah, daripada mengobati!

Penyakit dari A-Z & Daftar Lengkap, Nama, Jenis, Contoh

Suatu penyakit adalah suatu kondisi abnormal tertentu yang secara negatif mempengaruhi struktur atau fungsi sebagian atau seluruh organisme, dan itu bukan karena cedera eksternal langsung apa pun. Klik disini 👉 untuk mengetahui nama-nama penyakit dan penjelasannya.

Nama Obat dan Untuk Penyakit Apa ? – Daftar Nama Obat Esensial diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Daftar Nama Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Daftar ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1977. Klik disini 👉 untuk mengetahui “Daftar Nama Obat Esensial dari World Health Organization”.

Bacaan Lainnya

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Informasi penting tentang artikel kesehatan di PINTERpandai.com
Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Informasi perawatan / pengobatan yang diberikan di sini bukan kebijakan resmi dan tidak dimaksudkan sebagai saran medis untuk menggantikan keahlian dan penilaian tim Dokter perawatan kesehatan Anda. Ini dimaksudkan untuk membantu Anda dan keluarga Anda membuat keputusan berdasarkan informasi, bersama dengan dokter Anda. Dokter Anda mungkin memiliki alasan untuk menyarankan rencana perawatan yang berbeda dari opsi perawatan umum ini. Jangan ragu untuk bertanya kepadanya tentang pilihan perawatan Anda.

Kapan harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan?

Informasi medis di www.PINTERpandai.com tidak berlaku untuk semua orang dan itu bukan saran medis. Jika Anda memiliki masalah medis, pastikan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan. Jika Anda merasa memiliki keadaan darurat medis, segera hubungi dokter Anda atau nomor darurat setempat atau nomor 112 dari HP Anda.

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya 


By | 2020-03-23T02:26:58+07:00 Maret 23rd, 2020|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment