fbpx

Penyakit Gangguan Pencernaan pada Manusia – Pengertian dan Contoh

Penyakit Gangguan Pencernaan pada Manusia

Penyakit gangguan pencernaan yang biasanya menyerang sistem pencernaan antara lain diare, sembelit, maag, dan tifus. Juga karies pada gigi, sariawan pada mulut, parotitis, enteritis, hepatitis, xerostomia dan apendisitis.
 

gangguan pencernaan
maggo.co.id

 
Berikut adalah macam-macam jenis penyakit gangguan pencernaan yang ada pada sistem pencernaan manusia. Berbagai penyakit ini bisa mengganggu kinerja sistem pencernaan pada tubuh manusia.

1. Gastritis di Lambung

Grastritis yaitu suatu gangguan yang terjadi pada lambung, lebih tepatnya gangguan lambung yang terjadi pada daerah mukosa dinding lambung. Peradangan akut pada mukosa dinding lambung ini biasanya terjadi karena mengkonsumsi makanan yang tidak sehat seperti makanan yang mengandung kuman berbahaya.

Sehingga makanan yang dikonsumsi tersebut membawa kuman ke dalam tubuh melalui sistem pencernaan, dan dampaknya yaitu tejadi gastritis di daerah lambung. Selain karena makanan yang mengandung kuman berbahaya, gastritis bisa juga terjadi karena kadar kandungan asam lambung (HCl) yang sangat tinggi.

2. Diare

Diare yaitu gangguan pada pencernaan yang terjadi pada manusia yang menyebabkan rasa mules (BAB) kerap terjadi pada waktu yang singkat atau dekat. Gangguan pencernaan ini merupakan jenis penyakit gangguan pencernaan yang kerap terjadi pada manusia, dari manusia usia bayi sampai yang tua tentu pernah merasakan gangguan pencernaan yang satu ini.

Penyebabnya cukup banyak, seperti bakteri jahat, alergi, kekurangan gizi, atau dikarenakan mengkonsumsi makanan dengan pola yang tidak sehat. Yang mana penyebab-penyebab tersebut dapat menyebabkan peradangan pada bagian usus.

Meskipun diare merupakan jenis gangguan pencernaan yang kerap terjadi, dalam keadaan parah, diare bisa menyebabkan hilangnya nyawa si penderita. Karena ketika terserang diare, si penderita bisa kehilangan banyak cairan yang bisa menyebabkan dehidrasi.

3. Disentri

Disentri adalah salah satu penyakit gangguan pencernaan yang terjadi pada daerah usus, yaitu usus yang terinfeksi oleh bakteri yang bernama Shigella dan Amoeba sehingga mengalami peradangan. Banyak gejala yang terjadi apabila terkena disentri, seperti sakit perut, demam, dan diare. Yang mana gejala tersebut bisa menyebabkan dehidrasi dan keracunan toksin bakteri.

Gangguan pencernaan yang satu ini bisa menyebabkan feses berdarah, apabila infeksi yang terjadi benar-benar parah. Biasanya jika terjadi infeksi yang parah, penderita juga akan sering muntah-muntah. Gejala yang terjadi bisa diobati dengan obat antibiotik.

4. Konstipasi

Konstipasi atau yang sering disebut juga dengan sembelit yaitu suatu penyakit gangguan pencernaan yang terjadi dimana feses mengalami pengerasan yang mengakibatkan sulit untuk dikeluarkan melalui anus. Penyebabnya bisa saja karena sering menunda-nunda buang air besar, terlalu lama duduk, kurang cairan, dan kurang makanan yang berserat.

Untuk menghindari konstipasi atau sembelit caranya cukup mudah, yaitu dengan menjaga pola hidup sehat dan banyakin mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat. Dan hati-hati jika mengalami sembelit terlalu lama, karena bisa menyebabkan ambeien/wasir. Jadi ketika sedang menderita sembelit, sebaiknya segera ditangani.

5. Maag

Maag merupakan salah satu gangguan pencernaan yang paling sering dialami oleh banyak orang. Penyebab terjadinya gangguan pencernaan yang satu ini yaitu pola makan yang tidak teratur dan mengkonsumsi makanan yang berpotensi melukai bagian lambung, seperti jenis makanan yang terlalu asam dan pedas.

Namun kebanyakan maag terjadi karena pola makanan yang tidak teratur, seperti telat makan yang mengakibatkan asam lambung keluar terlalu banyak dan menyebabkan rasa nyeri. Maag mampu diatasi dengan antasid, yaitu bahan obat-obatan yang memiliki sifat basa. Karena sifat basa mampu menetralkan pH di dalam lambung sehingga rasa nyeri yang disebabkan karena asam lambung bisa dicegah.

6. Apendisitis (Usus Buntu)

Apendisitis adalah gangguan pencernaan yang terjadi pada daerah apendik (umbai cacing:  organ tambahan pada usus buntu), yang menyebabkan timbulnya rasa sakit dan nyeri. Untuk gangguan pencernaan yang satu ini memang jarang terjadi.

Penyebab apendisitis sendiri kebanyakan dari terjadinya infeksi di bagian umbai cacing yang disebabkan karena bakteri jahat.

Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi (prosedur yang membuat irisan vertikal besar pada dinding perut ke dalam rongga perut) dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis (peradangan yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada selaput rongga perut) dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur.
 

Usus buntu atau sekum adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar

Usus buntu adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Sumber foto: Wikimedia Commons

 

7. Hepatitis

Hepatitis termasuk ke dalam salah satu gangguan pencernaan yang serius, hepatitis terjadi pada bagian organ tubuh yang bernama hati. Yaitu hati yang terinfeksi oleh virus jahat sehingga merusak hati.

Apabila hati mengalami kerusakan, maka kemungkinan terserang penyakit sangat besar. Karena fungsi hati sendiri salah satunya adalah untuk untuk memproduksi empedu, dan empedu berfungsi untuk mencerna lemak yang masuk ke dalam tubuh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Apabila lemak yang masuk ke dalam tubuh tidak terkontrol maka bisa menyebabkan penyakit-penyakit lainnya.

8. Radang Usus Buntu

Radang usus buntu adalah suatu gangguan sistem pencernaan yang terjadi pada usus buntu. Antara usus buntu dan usus besar naik sehingga menyebabkan penyumbatan, dengan keadaan seperti ini maka usus buntu akan tersumbat dan bakteri-bakteri jahat pun menyerang dan menyebabkan infeksi dan radang pada usus buntu.

Jika sudah terkena usus buntu, biasanya gejala yang timbul yaitu rasa sakit yang luar biasa pada perut dan mudah tubuh jadi sakit-sakitan. Dalam kondisi yang seperti ini atau kondisi parah, maka jalan satu-satunya untuk menanganinya adalah operasi.

9. Gejala Wasir (Ambeien)

Wasir adalah suatu gangguan pada sistem pencernaan yang terjadi pada daerah anus. Pada bagian pembuluh darah vena yang terletak di sekitar anus mengalami pembengkakan, jika dibiarkan maka bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena. Jika pembuluh darah vena sudah pecah biasanya ditandai dengan buang air besar yang disertai darah.

Wasir biasa terjadi karena sebab-sebab seperti duduk yang terlalu lama dan terlalu sering menahan BAB. Solusinnya yaitu apabila terkena gejala wasir, sebaiknya segera dilakukan penanganan medis.

10. Cacingan

Cacingan adalah suatu penyakit yang termasuk dalam kategori penyakit gangguan pencernaan, karena terjadi dibagian perut. Biasanya terjadi pada usia anak-anak, karena cacingan ini terjadi karena kurangnya kebersihan, terkhusus kebersihan makanan yang dikonsumsi.

Ada 3 jenis cacing yang berbahaya bagi tubuh, yaitu cacing gelang, cacing kremi, dan cacing tambang. Umumnya ketiga jenis cacing ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang kurang terjaga kebersihannya.

Jika anak-anak atau seseorang sudah terserang cacing tersebut, maka seseorang tersebut akan mengalami badan yang kurus dengan perut yang besar. Hal tersebut disebabkan karena nutrisi yang masuk ke tubuh diserap oleh cacing-cacing tersebut.

11. Ulkus peptikum (Ulcer)

Ulkus peptikum adalah kerusakan pada lapisan mukosa (lapisan kulit dalam), submukosa sampai lapisan otot saluran cerna yang disebabkan oleh aktivitas pepsin dan asam lambung yang berlebihan (seperti luka sariawan yang banyak ditemukan dalam lambung). Gejala:  Nyeri perut bagian atas, bersendawa, muntah, kehilangan berat badan, nafsu makan buruk.

Terdapat 3 faktor utama yang menyebabkan ulkus peptikum yaitu:

  • Faktor asam dan pepsin, di mana kelebihan produksi asam akan menimbulkan luka pada mukosa saluran pencernaan.

  • Terdapat faktor ketahanan mukosa, di mana faktor agresif atau agen perusak mukosa lebih dominan daripada faktor defensif atau agen yang melindungi mukosa. Faktor agresif yang utama adalah asam lambung dan pepsin. Faktor defensif yang berperan adalah mucous barrier (mukus dan bikarbonat), mucosal resistance barrier (resistensi mukosa), microcirculation (aliran darah mukosa) dan prostaglandin.

  • Faktor ketiga adalah akibat bakteri Helicobacter pylori; yang biasanya ditemukan di lambung. Bakteri tersebut diidentifikasikan pada 1982 oleh ilmuwan Australia Barry Marshall dan Robin Warren yang menemukan bahwa bakteri itu hadir pada orang dengan gastritis dan ulkus peptikum kronis, kondisi yang sebelumnya tidak diyakini memiliki penyebab mikroba.

Penyakit gangguan pencernaan

Ilustrasi artikel: Penyakit Gangguan Pencernaan pada Manusia. Sumber foto: Max Pixel

12. Kanker usus besar

Kanker usus besar atau disebut juga kanker kolorektal termasuk pertumbuhan sel kanker pada usus, anal dan usus buntu.

Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama. Perkembangan polip tersebut kadang-kadang berkembang menjadi kanker. Terapi untuk kanker ini biasanya melalui operasi, yang biasanya diikuti dengan kemoterapi. Selanjutnya baca: Kanker Usus Besar (Kolorektal)
 

Bacaan Lainnya

 

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

 

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala penyakit atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Sumber bacaan: Everyday HealthHealth 24Web MD

                       
 
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2019-06-27T14:59:22+07:00 Januari 6th, 2019|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment