Penyebab Koma

Koma Medis

Adalah suatu kondisi hilang sadar yang sangat dalam. Pasien koma tidak dapat dibangunkan, tidak memberikan respons normal terhadap rasa sakit atau rangsangan cahaya, tidak memiliki siklus tidur-bangun dan tidak dapat melakukan tindakan-tindakan dalam kehidupan. Penyebab koma dapat disebabkan oleh cedera pada otak. Cedera otak bisa disebabkan oleh peningkatan tekanan, perdarahan, kehilangan oksigen atau penumpukan racun. Cedera dapat bersifat sementara dan reversibel. Hal tersebut juga bisa permanen.

Secara umum, pengobatan untuk koma bersifat suportif. Orang-orang di koma dirawat di unit perawatan intensif dan mungkin sering membutuhkan dukungan hidup penuh sampai situasi mereka membaik.

 

Penyebab Koma

Koma dapat timbul karena berbagai kondisi, penyebab koma juga termasuk:

  • Keracunan.

  • Keabnormalan metabolik.

  • Penyakit sistem saraf pusat.

  • Luka neorologis akut seperti stroke dan hipoksia. Pembengkakan jaringan otak.

  • Gegar otak karena kecelakaan berat terkena kepala dan terjadi pendarahaan di dalam tempurung kepala.

  • Kejang epilepsi secara terus menerus.

  • Secara sengaja ditimbulkan oleh agen farmasentika untuk mempertahankan fungsi otak setelah timbulnya trauma otak lain.

 

Penyebab koma medis

Ilustrasi penyebab koma medis. Sumber foto: Pexels

 

 

Skala Koma Glasgow

Adalah skala neurologi yang dapat digunakan untuk menilai tingkat kesadaran. Skala ini umumnya digunakan untuk menilai kesadaran setelah cedera kepala. Ada tiga komponen yang dinilai dalam skala ini yaitu mata, verbal, dan motorik.

Skala Koma Glasgow atau Skala Glascow Koma adalah skala neurologis yang bertujuan untuk memberikan penilain kesadaran yang terpercaya, objektif dalam menentukan kondisi kesadaran dari seseorang yang berguna untuk menentukan diagnosa selanjutanya. Seorang pasien dinilai berdasarkan 3 skala. Poin penilaian Skala Koma Glasgow dari 3 (menunjukan ketidaksadaran yang dalam) dan 15 (menunjukan kesadaran penuh).

 

Unsur Skala Koma Glasgow

Berikut adalah skala koma Glasgow. Skala 1 adalah yang terberat.

 

Glasgow Coma Scale
1 2 3 4 5 6
Mata Mata tak terbuka Mata terbuka dengan pemberian nyeri Mata terbuka dengan respons suara Mata terbuka spontan N/A N/A
Suara Tak ada suara Suara Erangan tanpa kata-kata Berbicara tapi tidak berkomunikasi Kebingungan dan tak mengerti sekitar Berbicara normal dan sadar lingkungan N/A
Gerakan Tak ada gerakan Ekstensi Lengan terhadap nyeri Abnormal fleksi terhadap nyeri Fleksi / Penarikan terhadap nyeri Melokalisasi nyeri Mematuhi perintah

Respon Mata (Eyes)

Terdapat 4 skala dimulai dengan yang paling parah:

  1. Tidak membuka mata.
  2. Mata terbuka dengan pemberian rangsangan/stimulus nyeri. Stimulus nyeri perifer, seperti meremas area lunula pasien kuku lebih efektif daripada stimulus pusat seperti meremas trapezius, karena efek meringis.
  3. Mata terbuka dengan respons suara saat pasien tidak dalam kondisi tertidur normal atau tanpa ada masalah medis.
  4. Mata membuka spontan.

 

Respons lisan (Verbal)

Ada 5 kelas dimulai dengan yang paling berat:

  1. Tidak ada tanggapan verbal.
  2. Suara yang tidak bisa dipahami. (Merintih tetapi tidak ada kata.).
  3. Kata-kata yang tidak pantas. (Pidato yang diartikulasikan secara acak atau tidak senonoh, tetapi tidak ada percakapan percakapan. Berbicara kata-kata tetapi tidak ada kalimat.)
  4. Bingung. (Pasien menanggapi pertanyaan secara koheren tetapi ada beberapa disorientasi dan kebingungan.)
  5. Berorientasi. (Pasien merespon secara koheren dan tepat untuk pertanyaan seperti nama dan usia pasien, di mana mereka dan mengapa, tahun, bulan, dll.)

 

Respons motor (M)

Terdapat 6 kelas:

  1. Tidak ada respon motor.
  2. Decerebrate posturing ditekankan oleh rasa sakit (respon ekstensor: adduksi lengan, rotasi internal bahu, pronasi lengan bawah dan ekstensi di siku, fleksi pergelangan tangan dan jari, ekstensi kaki, plantlefleksi kaki).
  3. Decorticate posturing ditekankan oleh rasa sakit (respon fleksor: rotasi internal bahu, fleksi lengan bawah dan pergelangan tangan dengan kepalan tangan, ekstensi kaki, plantlefleksi kaki).
  4. Tidak ada rasa sakit (tidak ada postur abnormal; tidak mampu mengangkat tangan melewati dagu dengan nyeri supraorbital tetapi menarik diri saat kuku dicubit).
  5. Melokalisasi rasa nyeri (gerakan terarah menuju stimulus yang menyakitkan; misalnya: membawa tangan melampaui dagu).
  6. Mematuhi perintah (pasien melakukan hal-hal sederhana seperti yang diminta).

 

Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Sumber bacaan: Md CalcWeb MD

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-06-12T00:03:49+07:00 Juni 11th, 2018|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment