Rasio Lancar (Current ratio) – Rumus, Soal, Jawaban

Rumus Rasio Lancar

Rumus Rasio Lancar = Kewajiban Lancar / Aktiva Lancar

Atau dalam bahasa Inggris: Current Ratio= Current Liabilities / Current Assets

Rumus Rasio Lancar

Adapun formula atau cara menghitung current ratio ini adalah sebagai berikut:

Current Ratio = Total Current Assets / Total Current Liabilities

Atau dalam bahasa Indonesia:

Current Ratio = Aset (Aktiva) Lancar / Utang Lancar

Aktiva lancar yang dimaksud di sini adalah asset lancar yang dapat dikonversi menjadi uang tunai dengan cepat. Di dalamnya sudah termasuk

  • kas dan setara kas
  • piutang usaha
  • persediaan
  • uang muka pembelian
  • pajak dibayar dimuka
  • biaya dibayar dimuka

Sedangkan utang lancar adalah kewajiban yang harus dibayar emiten dalam kurun waktu 1 tahun / kurang dari 12 bulan kedepan. Dalam laporan keuangan disebut ‘Liabilitas’ atau ‘Liability’. Tepatnya, ‘Total Current Liabilities’

Yang termasuk dalam liabilitas ini adalah utang bank, utang usaha, utang lain-lain, utang pajak dan bagian dari utang jangka panjang.


Penjelasan Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio lancar adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi / membayar kewajiban lancar atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Contoh

Rasio lancar adalah perbandingan antara aktiva lancar dengan utang lancar suatu perusahaan. Sebagai contoh, jika aktiva lancar perusahaan WXY adalah Rp50.000.000 sedangkan utang lancarnya Rp40.000.000, maka rasio lancarnya adalah Rp50.000.000 dibagi 40.000.000, atau sama dengan 1.25.

Rasio lancar digunakan untuk mengungkapkan jaminan keamanan (margin of safety) perusahaan terhadap kreditor jangka pendek. Jika perbandingan utang lancar melebihi aktiva lancarnya (rasio lancar menunjukan angka di bawah 1), maka perusahaan dikatakan mengalami kesulitan melunasi utang jangka pendeknya. Jika rasio lancarnya terlalu tinggi, maka sebuah perusahaan dikatakan kurang efesien dalam mengurus aktiva lancarnya.

Baca juga 👉 Modal Kerja (working capital) – Rumus Akuntansi, Penjelasan, Contoh Soal dan Jawaban

Batasan rasio lancar

1. Rasio ini hanya berguna jika 2 perusahaan dibandingkan dalam industri karena operasi bisnis antar industri sangat berbeda.
2. Untuk menentukan likuiditas, rasio lancar tidak membantu seperti rasio cepat atau rasio cair, karena ini mencakup semua aset yang mungkin tidak mudah dilikuidasi, seperti biaya prabayar dan inventaris.


Contoh Soal dan Jawaban Rasio Lancar

Mari kita gunakan sebagai conto laporan keuangan dari PT Bank Rakyat Persero Tbk sebagai sampel untuk perhitungannya. Misalnya LK yang kita gunakan adalah untuk kinerja triwulan/kuartal II tahun 2019 dari saham berkode BBRI tersebut. Dari data laporan keuangannya diketahui bahwa total aset lancar BBRI adalah sebesar Rp12.023.887.653.311, sedangkan utang lancarnya Rp4.936.738.438.746. Pertanyaan: Hitung quick ratio (rasio lancar) dan analisa quick ratio-nya!

Jawaban:

Perhitungan rasio CR nya:

= Aktiva Lancar / Utang Lancar
= Rp12.023.887.653.311 / Rp4.936.738.438.746
= 2,44 kali

Dengan demikian, current ratio BBRI adalah sebesar 2,44 kali atau sama dengan 243,56% sebagaimana penulis kalkulasi dari file excel.

Dan secara sepintas kita bisa bilang kalau rasio lancar untuk BBRI melebihi batas yang seharusnya, jika kita berpatokan dari pendapat di atas.

Tapi sekalipun demikian, nilai di atas bisa juga menjadi ‘relatif’. Maksudnya, bisa baik dan bisa juga tidak. Karena, tergantung siapa yang menilai dan apa tujuan penilaiannya.

Tidak ada ketentuan mutlak tentang berapa tingkat rasio lancar (current ratio) yang dinilai baik atau yang seharusnya dipertahankan oleh suatu perusahaan, kerena umumnya tergantung dari jenis usaha yang dijalankan oleh perusahaan. Akan tetapi, nilai current ratio sebesar 2 sudah dinilai baik.

Jika investor tentu kurang baik jika angkanya segitu. Tapi, bagi kreditur itu adalah angka yang bagus karena perusahaan lebih mampu membayar kewajiban lancarnya.

Untuk itu, agar kita bisa melihat angka rasio lancar yang baik maka di antara yang dilakukan adalah dengan membandingkannya dengan rasio lancar dari perusahaan yang sejenis yang masih dalam sektor yang sama.

Tapi bila berpatokan pada subjek penilainya, maka tinggi rendahnya rasio ini bisa dinilai berbeda oleh masing-masing pihak.

Bagi bank yang akan menjadi kreditor di perusahaan tertentu, nilai rasio lancar yang tinggi malah akan dinilai baik karena kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya semakin tinggi pula. Dan itu artinya, kepentingan dari bank tersebut selaku pemberi pinjaman lebih terpenuhi.

Sedangkan bagi calon investor atau pun trader yang telah membeli saham bersangkutan akan menilai rasio lancar yang terlalu tinggi sebagai sesuatu yang negatif. Karena, jika demikian, maka banyak dana kas yang menganggur dan kemungkinan mempengaruhi profitabilitasnya kedepan.

Semua rasio finansial soal likuiditas, profitabilitas, efektifitas, solvabilitas dan valuasi saham akan dibahas di blog ini dan rumusnya serta detail perhitungannya via excel ada dalam kalkulator yang sudah penulis berikan linknya di atas. Baca juga 👉 Penjelasan Rasio Keuangan: Rumus Profitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas – Contoh Soal dan Jawaban

Jika sebuah bisnis di Singapura memegang:

  • Uang tunai (Cash) = $ 15 juta
  • Sekuritas yang dapat dipasarkan (Marketable securities) = $ 20 juta
  • Persediaan (Inventory ) = $ 25 juta
  • Hutang jangka pendek (Short-term debt) = $ 15 juta
  • Hutang akun (Accounts payables) = $ 15 juta
  • Aset lancar (Current assets) = 15 + 20 + 25 = 60 juta
  • Kewajiban lancar (Current liabilities) = 15 + 15 = 30 juta

Pertanyaan: hitung rasio lancarnya dan analisakan!

Jawaban:

Rasio lancar (Current ratio) = 60 juta / 30 juta = 2.0x

Bisnis saat ini memiliki rasio lancar 2, yang berarti dapat dengan mudah menyelesaikan setiap dolar dengan pinjaman atau hutang dua kali.

Tingkat lebih dari 1 menunjukkan kesejahteraan finansial bagi perusahaan. Tidak ada batasan atas apa yang “terlalu banyak”, karena dapat sangat bergantung pada industri, namun, rasio lancar yang sangat tinggi dapat menunjukkan bahwa perusahaan meninggalkan “kelebihan kas” yang tidak digunakan daripada berinvestasi dalam mengembangkan bisnisnya.

Mari menghitung dan menganalisis rasio saat ini untuk The Coca Cola Company (NYSE: KO) dan PepsiCo. Inc. (NYSE: PEP) berdasarkan informasi yang diberikan di bawah ini:

20X4 20X3 20X2
Coca Cola Aset lancar (Current assets)  32,986  31,304  30,328
Kewajiban lancar (Current liabilities)  32,374  27,811  27,821
PepsiCo Aset lancar (Current assets)  20,663  22,203  18,720
Kewajiban lancar (Current liabilities)  18,092  17,839  17,089

Semua jumlah dalam jutaan USD.

Solution

Current Ratio for CocaCola for 20X4
= 32,986 ÷ 32,374
= 1.02

The following table shows current ratios for both companies for all three years:

20X4 20X3 20X2
Coca Cola 1.02 1.13 1.09
PepsiCo 1.14 1.24 1.10

We see that PepsiCo. has higher current ratios than Coca Cola in each of the three years which means that PepsiCo is in a better position to meet short-term liabilities with short-term assets. However, current ratios for Coca Cola too have stayed above 1 in all periods, which is not bad.

Both companies experienced improvement in liquidity moving from 20X2 to 20X3, however this trend reversed in 20X4.


Bacaan Lainnya

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Corporate Finance Institute

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

By | 2020-10-09T23:49:56+07:00 Oktober 8th, 2020|Akuntansi|0 Comments

Leave A Comment