Gangguan Kepribadian Ganda atau Gangguan Identitas Disosiatif (Multiple Personality Disorder or Dissociative Identity Disorder) – Gejala dan Pengobatan

Gangguan Kepribadian Ganda atau Gangguan Identitas Disosiatif (Multiple Personality Disorder or Dissociative Identity Disorder)

Gangguan identitas disosiatif (DID: Dissociative identity disorder) adalah diagnosis yang ditandai dengan adanya dua orang atau lebih yang berbeda, masing-masing dengan identitas dan kepribadiannya sendiri, yang secara bergantian mengambil kendali atas seseorang. Lebih dikenal dengan nama lamanya, gangguan kepribadian ganda (multiple personality disorder).

Diperkirakan bahwa gangguan ini mungkin disebabkan oleh trauma dari masa kanak-kanak seseorang, seperti pelecehan fisik yang berkelanjutan, serangan seksual, dan / atau pelecehan emosional.

Orang tersebut juga mengalami kehilangan ingatan yang parah yang tidak bisa dijelaskan, tidak sama dengan kelupaan biasa.

Dianggap sebagai mekanisme koping (yaitu strategi yang mengurangi stres), disosiasi membantu seseorang meninggalkan situasi traumatis. Sementara semua orang melakukan itu ketika mereka melamun, gangguan ini membawanya ke tingkat yang sama sekali berbeda di mana disosiasi menjadi nyata dan orang tersebut mulai membentuk diri mereka sendiri menjadi identitas lain sepenuhnya.

Individu biasanya mengalami pengalaman traumatis yang cukup ekstrem dan terjadi berulang kali yang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing kepribadian dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, serta cara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri. Setidaknya dua kepribadian ini secara berulang memegang kendali penuh atas tubuh si individu.


Tanda-tanda Kepribadian Ganda

Para ahli setuju bahwa meskipun kondisi ini terjadi selama masa kanak-kanak, gejala menjadi jelas selama masa remaja dan dapat memburuk saat orang tersebut mencapai usia dewasa.

Tanda-tanda utama gangguan identitas disosiatif adalah:

  • Kehadiran mimpi dan kenangan menyakitkan
  • Kurang fokus
  • Kejang – terutama sebagai respons terhadap trauma atau ingatan yang tidak menyenangkan
  • Perubahan tak terduga dalam pakaian, aktivitas, dan preferensi
  • Perasaan detasemen dan disosiasi
  • Hilang ingatan
  • Kurang tidur
  • Pusing dan kebingungan
  • Kurangnya kesadaran duniawi dan moral.
  • Lebih dari dua atau lebih kepribadian yang memicu perubahan perilaku dan emosional yang mungkin dicap sebagai ‘aneh’ atau ‘membingungkan’ oleh orang lain.
  • Selain gejala yang disebutkan di atas, salah satu indikator yang dapat diandalkan dari gangguan identitas disosiatif adalah amnesia disosiatif. Dengan kata lain, orang tersebut tidak dapat mengingat peristiwa penting atau stres baru-baru ini. Amnesia disosiatif dapat menyebabkan kecemasan dan gejala depresi.

Gejala Kepribadian Ganda – Gangguan Identitas Disosiatif

Gangguan identitas disosiatif ditandai dengan gejala berikut, yang dapat didiagnosis oleh ahli kesehatan mental:

1. Terganggunya identitas seseorang. Gangguan ini dapat dilihat dengan adanya dua atau lebih keadaan kepribadian yang berbeda. Dalam beberapa budaya, status kepribadian yang berbeda ini dapat disebut “kerasukan“. Gangguan tersebut melibatkan diskontinuitas yang ditandai dalam pengertian diri dan rasa agensi, disertai dengan perubahan terkait dalam pengaruh, perilaku, kesadaran, memori, persepsi, kognisi, dan / atau fungsi motorik sensorik.

Gangguan dalam identitas melibatkan perubahan dalam rasa diri, rasa agensi, dan perubahan perilaku, kesadaran, memori, persepsi, kognisi, dan fungsi motorik.

2. Kesenjangan yang berulang dalam mengingat peristiwa sehari-hari, informasi pribadi penting, dan / atau peristiwa traumatis tidak sejalan dengan lupa biasa.

Kesenjangan yang sering ditemukan dalam ingatan individu tentang sejarah pribadi, termasuk orang, tempat, dan peristiwa, baik untuk masa lalu yang jauh maupun yang baru-baru ini. Kesenjangan yang berulang ini tidak konsisten dengan kelupaan biasa.

3. Gejala-gejala ini menyebabkan tekanan dan / atau gangguan yang signifikan dalam fungsi sehari-hari orang tersebut dengan teman, keluarga, di tempat kerja atau sekolah, atau di bidang penting lainnya dalam kehidupan mereka.

4. Gejala-gejala ini bukanlah bagian dari praktik budaya atau agama yang diterima secara luas. Pada anak-anak, mereka tidak boleh bingung dengan permainan imajiner, permainan peran, atau permainan fantasi.

5. Gangguan tersebut bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya, padam atau perilaku kacau selama keracunan alkohol) atau kondisi medis umum (misalnya kejang parsial kompleks).

6. Gejala tersebut menyebabkan gangguan atau gangguan yang signifikan secara klinis dalam bidang fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya.



Identitas pribadi masih terbentuk selama masa kanak-kanak. Jadi, seorang anak lebih mampu daripada orang dewasa untuk keluar dari dirinya sendiri dan mengamati trauma seolah-olah itu terjadi pada orang yang berbeda.
Seorang anak yang belajar melepaskan diri untuk menanggung pengalaman traumatis dapat menggunakan mekanisme koping (coping mechanism) ini sebagai respons terhadap situasi stres sepanjang hidup.

Mereka mungkin terkait dengan pengalaman traumatis sebelumnya, atau kecenderungan untuk mengembangkan lebih banyak gejala fisik daripada psikologis saat stres atau tertekan.

Seseorang dengan gangguan disosiatif mungkin pernah mengalami pelecehan fisik, seksual atau emosional selama masa kanak-kanak.

Beberapa orang memisahkan diri setelah mengalami perang, penculikan, atau bahkan prosedur medis invasif (operasi besar).

Melarikan diri dari kenyataan adalah mekanisme pertahanan normal yang membantu orang tersebut mengatasi saat-saat traumatis.

Ini adalah bentuk penyangkalan, seolah-olah “ini tidak terjadi pada saya“.

Ini menjadi masalah ketika lingkungan tidak lagi traumatis tetapi orang tersebut masih bertindak dan hidup seolah-olah, dan belum menangani atau memproses peristiwa tersebut.


Perawatan dan Pengobatan Kepribadian Ganda / Multiple Personality Disorder

Saat ini tidak ada guildeline formal berbasis bukti untuk menangani DID. Banyak perawatan didasarkan pada laporan kasus atau bahkan kontroversial.

Meskipun tidak ada “obat” untuk gangguan identitas disosiatif, pengobatan jangka panjang dapat membantu, jika pasien tetap berkomitmen. Perawatan yang efektif meliputi:

1. Psikoterapi

Juga disebut terapi bicara, terapi ini dirancang untuk mengatasi apa pun yang memicu dan memicu DID. Tujuannya adalah untuk membantu “memadukan” ciri-ciri kepribadian yang terpisah menjadi satu kepribadian yang terkonsolidasi yang dapat mengendalikan pemicunya. Terapi ini sering kali melibatkan anggota keluarga dalam terapi.

2. Hipnoterapi (Hypnotherapy)

Digunakan bersama dengan psikoterapi, hipnosis klinis dapat digunakan untuk membantu mengakses ingatan yang tertekan, mengontrol beberapa perilaku bermasalah yang menyertai DID, serta membantu mengintegrasikan kepribadian menjadi satu.

3. Terapi tambahan (Adjunctive therapy)

Terapi seperti seni atau terapi gerakan telah terbukti membantu orang terhubung dengan bagian pikiran mereka yang telah mereka tutup untuk mengatasi trauma.

4. Terapi berbicara

Terapi berbicara sering direkomendasikan untuk gangguan disosiatif.

Tujuan terapi bicara seperti konseling adalah untuk membantu Anda mengatasi penyebab utama gejala Anda, dan untuk mempelajari serta mempraktikkan teknik untuk mengelola periode perasaan terputus.

Obat

Tidak ada obat khusus untuk mengobati disosiasi, tetapi obat-obatan seperti antidepresan dapat diresepkan untuk mengobati kondisi terkait seperti depresi, kecemasan, dan serangan panik.

Tidak ada jebis pengobatan yang mutlak untuk gangguan identitas disosiatif, menjadikan pendekatan berbasis psikologis sebagai andalan terapi.

Pengobatan gangguan yang terjadi bersamaan, seperti depresi atau gangguan penggunaan zat, sangat penting untuk perbaikan secara keseluruhan. Karena gejala gangguan disosiatif sering terjadi dengan gangguan lain, seperti kecemasan dan depresi, obat-obatan untuk mengatasi masalah yang muncul bersamaan tersebut, jika ada, terkadang digunakan sebagai tambahan untuk psikoterapi.


Jenis Kepribadian Ganda lainnya

Amnesia disosiatif (Dissociative Amnesia)

Gangguan ini melibatkan hilangnya memori sementara akibat disosiasi. Dalam banyak kasus, kehilangan ingatan ini, yang mungkin berlangsung hanya dalam waktu singkat atau selama bertahun-tahun, adalah akibat dari beberapa jenis trauma psikologis.

Amnesia disosiatif lebih dari sekadar kelupaan. Mereka yang mengalami gangguan ini mungkin mengingat beberapa detail tentang peristiwa tetapi mungkin tidak mengingat detail lain di sekitar periode waktu tertentu.

Gangguan Kepribadian Ganda atau Gangguan Identitas Disosiatif (Multiple Personality Disorder or Dissociative Identity Disorder)

Sebelumnya dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda, gangguan identitas disosiatif melibatkan keberadaan dua atau lebih identitas atau kepribadian yang berbeda. Masing-masing kepribadian ini memiliki caranya sendiri dalam memandang dan berinteraksi dengan lingkungan. Orang dengan gangguan ini mengalami perubahan perilaku, ingatan, persepsi, respons emosional, dan kesadaran.

Depersonalisasi / Gangguan Derealisasi (Depersonalization/Derealization Disorder)

Gangguan depersonalisasi / derealisasi ditandai dengan mengalami perasaan berada di luar tubuh sendiri (depersonalisasi) dan terputus dari kenyataan (derealisasi). Orang yang mengalami gangguan ini sering merasakan perasaan tidak nyata dan terputus secara tidak sengaja dari ingatan, perasaan, dan kesadaran mereka sendiri.


Diagnosa

Dokter mendiagnosis gangguan disosiatif berdasarkan tinjauan gejala dan riwayat pribadi. Seorang dokter dapat melakukan tes untuk mengesampingkan kondisi fisik yang dapat menyebabkan gejala seperti kehilangan ingatan dan perasaan tidak nyata (misalnya, cedera kepala, lesi atau tumor otak, kurang tidur atau keracunan). Jika penyebab fisik dikesampingkan, spesialis kesehatan mental sering dikonsultasikan untuk membuat evaluasi.

Banyak ciri gangguan disosiatif yang dapat dipengaruhi oleh latar belakang budaya seseorang. Dalam kasus gangguan identitas disosiatif dan amnesia disosiatif, pasien mungkin datang dengan kejang nonepilepsi yang tidak dapat dijelaskan, kelumpuhan atau kehilangan sensorik.

Dalam situasi di mana kerasukan adalah bagian dari kepercayaan budaya, identitas terfragmentasi dari seseorang yang menderita DID dapat berupa roh, dewa, setan atau hewan.

Kontak antar budaya juga dapat mempengaruhi karakteristik identitas lain. Misalnya, seseorang di India yang terpapar budaya Barat mungkin akan menampilkan “alter” yang hanya berbicara bahasa Inggris atau bahasa lainnya.

Dalam budaya dengan kondisi sosial yang sangat ketat, amnesia seringkali dipicu oleh tekanan psikologis yang parah seperti konflik yang disebabkan oleh penindasan.

Akhirnya, keadaan depersonalisasi yang diinduksi secara sukarela dapat menjadi bagian dari praktik meditasi yang lazim di banyak agama dan budaya, dan tidak boleh didiagnosis sebagai gangguan.


Penyakit Mental (Gangguan Jiwa) – Daftar Penyakit Gangguan Psikologis – Macam-Macam Jenis Penyakit Mental dan Contohnya

Gangguan Perkembangan Saraf (Neurodevelopmental Disorders), Bipolar dan Gangguan Terkait Penyakit Mental (Bipolar and Related Disorders), Gangguan kecemasan (Anxiety Disorders), Gangguan Terkait Stres, Gangguan Kepribadian Ganda atau Gangguan Identitas Disosiatif (Multiple Personality Disorder or Dissociative Identity Disorder), Gangguan Gejala Somatik, Gangguan Makan (Eating Disorders), Gangguan Kontrol Impuls (Disruptive Behaviour Disorders), Gangguan tidur (Sleep Disorders), Gangguan Depresi (Depressive Disorders), Gangguan Terkait Zat Bahaya (Substance-related psychological disorders), Gangguan Neurokognitif, Skizofrenia, Gangguan Obsesif Kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorders), Gangguan Kepribadian (Personality Disorders).

Penyakit dari A-Z & Daftar Lengkap, Nama, Jenis, Contoh

Suatu penyakit adalah suatu kondisi abnormal tertentu yang secara negatif mempengaruhi struktur atau fungsi sebagian atau seluruh organisme, dan itu bukan karena cedera eksternal langsung apa pun. Klik disini 👉 untuk mengetahui nama-nama penyakit dan penjelasannya.

Nama Obat dan Untuk Penyakit Apa ? – Daftar Nama Obat Esensial diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Daftar Nama Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Daftar ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1977. Klik disini 👉 untuk mengetahui “Daftar Nama Obat Esensial dari World Health Organization”.


Bacaan Lainnya

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Sumber bacaan: Web MD, Psych Central, American Psychiatric Association, Psychology Today, NHSNAMI: National Alliance on Mental Illness, Mind Diagnostics

By | 2020-10-19T15:12:07+07:00 Oktober 18th, 2020|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment