Hujan Asam (Acid Rain) – Penyebab, Dampak, Efek, Manfaat, Proses Terjadinya, Reaksi Kimia

7 min read

Siklus terjadinya hujan asam

Hujan Asam (acid rain)

Pada kondisi tertentu sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx) hasil pembakaran bahan bakar fosil akan bereksi dengan molekul-molekul uap air di atmosfir menjadi asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) yang selanjutnya turun ke permukaan bumi bersama air hujan yang dikenal hujan asam.

Atmosfir dapat mengangkut berbagai zat pencemar ratusan kilometer jauhnya, sebelum menjatuhkannya ke permukaan bumi dalam perjalanan jauh itu atmosfir bertidak sebagai reaktor kimia yang kompleks merubah zat pencemar setelah berinteraksi dengan substansi lain, uap air dan energi matahari.

Apakah Hujan Asam Itu?

Hujan asam menggambarkan segala bentuk hujan yang mengandung asam nitrat dan sulfur tingkat tinggi. Hal itu juga dapat terjadi dalam bentuk salju, kabut, dan potongan-potongan kecil bahan kering yang mengendap di Bumi. Hujan normal mengandung sedikit asam, dengan pH 5,6, sedangkan hujan asam umumnya memiliki pH antara 4,2 dan 4,4.

Hujan ini dapat diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.

Ciri atau karakteristik hujan asam

Ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh hujan asam ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Memiliki pH dibawah kadar normal, yakni dibawah 5,7
  • Terjadi karena adanya peningkatan kadar asam nitrat dan sulfat yang ada di dalam polusi udara.
  • Awal terjadinya karena disebabkan oleh peningkatan emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang ada di atmosfer
  • Meningkatkan seseorang terserang gangguan jantung dan juga paru- paru
  • Membuat kulit menjadi gatal- gatal dan memerah
  • Beresiko menyebabkan pusing bagi orang yang memiliki kekabalan tubuh yang rendah

Penyebab Hujan Asam


Reaksi Pembentukan Kimia Hujan Asam

Reaksi pembentukan hujan asam sebagai berikut:

Siklus terjadinya hujan asam
Hujan Asam (Acid Rain) – Penyebab, Dampak, Efek, Manfaat, Proses Terjadinya, Reaksi Kimia. Proses yang terlibat dalam pemecahan Asam (catatan: bahwa hanya SO2 dan NOX memegang peran penting dalam hujan asam). Ilustrasi dan sumber foto: Wikimedia Commons

Masalah Hujan Asam

Hujan asam telah menimbulkan masalah besar di daratan Eropa, Amerika Serikat dan di Negara Asia termasuk Indonesia.

Dampak negatif dari hujan ini selain rusaknya bangunan dan berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam, juga terjadinya kerusakan lingkungan terutama mengasakan (acidification) danau dan sungai. Ribuan danau airnya telah bersifat asam sehingga tidak ada lagi kehidupan akuatik, dikenal dengan “danau mati”.

Beberapa gas yang terlihat dalam proses terjadinya hujan asam ini antara lain adalah:

  1. Karbondioksida atau CO₂. Karbondioksida ini merupakan suatu gas hasil proses pembakaran. Hal- hal yang dapat menyebakan karbondioksida ini antara lain adalah pernafasan makhluk hidup, hasil pembakaran, polusi kendaraan bermotor (baca: penyebab polusi udara), dan lain sebagainya.

  2. Karbon monoksida atau CO. Karbon monoksida ini juga merupakan satu gas yang diperoleh dari berbagai proses pembakaran. Seperti halnya karbondioksida, karbon monoksida ini juga dapat diproduksi melalui beberapa aktivitas sebagai berikut: pernafasan makhluk hidup, hasil pembakaran, polusi kendaraan bermotor, dan lain sebagainya

  3. Uap air atau H2O. uap air juga merupakan elemen yang berperan dalam proses terjadinya hujan ini. Uap air ini dapat disebabkan karena adanya penguapan dari sumber- sumber air yang ada di Bumi ketika sedang dipanasi oleh sinar matahari.

  4. Hidrogen sulfida atau H2S. Yakni suatu gas yang dapat timbul karena adanya pembakaran atau pemanasan belerang.

  5. Sulfur dioksida, yakni gas yang dapat timbul karena adanya pembakaran belerang pula, seperti halnya hidrogen sulfida.

Itulah beberapa gas yang terlibat dalam pembuatan atau terjadinya hujan asam. Ujan asam ini terjadi setelah beberapa gas tersebut akan menghasilkan hujan asam ketika sudah bertemu antara uap air, sebagai contoh karbondioksida dan karbondioksida dengan uap air, serta  hidrogen sulfida dan sulfur dioksida dengan uap air.

Proses Terjadinya Hujan Asam

Seperti halnya hujan pada umumnya yang terbentuk karena melalui beberapa tahapan atau proses terjadinya hujan, hujan asam pun juga demikian. 6 Tahapan- tahapan tersebut akan disajikan secara urut dan disebut dengan kronologis. Berikut ini akan dipaparkan mengenai tahapan- tahapan terjadinya hujan asam ini secara urut yakni:

  1. Di Bumi terdapat beragam aktivitas baik aktivitas alam maupun aktivitas manusia yang menimbulkan berbagai macam gas penyebab hujan asam, seperti karbondioksida, karbonmonoksida, sulfur dioksida, dan hidrogen sulfur.

  2. Kemudian di Bumi juga terjadi penguapan oleh berbagai macam sumber air yang disebabkan karena pemanasan sinar matahari dan menghasilkan uap air yang banyak.

  3. Setelah itu uap air yang timbul dari pengembunan tersebut akan bertemu dengan gas- gas yang menyebabkan terjadinya hujan asam tersebut. Yakni karbondioksida dan karbonmonoksida dengan uap air, serta hidrogen sulfur dan sulfur oksida dengan uap air.

  4. Adanya pertemuan uap air dengan karbondioksida atau karbon monoksida ini akan menghasilkan asam yang bersifat lemah. Hidrogen oksida dan sulfur dioksida ketika bertemu dengan uap air akan menghasilkan asam yang bersifat kuat.

  5. Kemudian kandungan syang bertemu tersebut terbawa oleh angin menuju tempat yang jauh dari sumbernya dan semakin ke atas.

  6. Ketika sudah sampai di atas, gas yag bercampur dengan uap air tersebut akan mengalami kejenuhan sehingga menjatuhkan kandungan airnya sebagai titik- titik air. Titik- titik air inilah yeng menjadi hujan. Hujan inilah yang yang dinamakan sebagai hujan asam.

Itulah kronologi atau tahapan proses terjadinya hujan asam. Tahapan- tahapan yang telah disebutkan di atas disajikan secara urut sehingga membentuk suatu kronologi.

Efek Hujan Asam

  1. Sulfur dioksida dan nitrogen oksida bukanlah gas rumah kaca primer yang berkontribusi terhadap pemanasan global, salah satu efek utama dari perubahan iklim; pada kenyataannya, sulfur dioksida memiliki efek pendinginan pada atmosfer. Tetapi nitrogen oksida berkontribusi pada pembentukan ozon di permukaan tanah, polutan utama yang dapat berbahaya bagi manusia. Kedua gas tersebut menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan karena keduanya dapat menyebar dengan mudah melalui polusi udara dan hujan asam.

  2. Hujan ini memiliki berbagai efek ekologis, terutama pada danau, sungai, lahan basah (wilayah daratan yang digenangi air atau memiliki kandungan air yang tinggi, baik permanen maupun musiman), dan lingkungan akuatik lainnya. Hujan asam membuat air seperti lebih asam, yang menghasilkan lebih banyak penyerapan aluminium dari tanah, yang terbawa ke danau dan sungai. Kombinasi itu membuat air beracun bagi udang karang, kerang, ikan, dan hewan air lainnya.

  3. Beberapa spesies dapat mentolerir air asam lebih baik daripada yang lain. Namun, dalam ekosistem yang saling berhubungan, apa yang mempengaruhi beberapa spesies pada akhirnya mempengaruhi lebih banyak lagi di seluruh rantai makanan, termasuk spesies non-air seperti burung.

  4. Hujan asam dan kabut juga merusak hutan, terutama yang berada di dataran tinggi. Endapan asam merampas tanah dari nutrisi penting seperti kalsium dan menyebabkan aluminium dilepaskan di tanah, yang membuat pohon sulit mengambil air. Daun dan pohon juga dirusak oleh asam.

  5. Efek hujan ini, dikombinasikan dengan faktor stresor lingkungan lainnya, membuat pohon dan tanaman kurang sehat, lebih rentan terhadap suhu dingin, serangga, dan penyakit. Polutan juga dapat menghambat kemampuan pohon untuk bereproduksi. Beberapa tanah lebih mampu menetralkan asam dibandingkan yang lain.

  6. Endapan asam merusak struktur fisik seperti bangunan batu kapur dan mobil. Dan ketika itu berbentuk kabut yang dapat dihirup, pengendapan asam dapat menyebabkan masalah kesehatan termasuk iritasi mata dan asma.

Hujan asam menyebabkan cemara fraser mati
Hujan asam menyebabkan cemara fraser mati. Sumber foto: Chris Bennett / Flickr

Manfaat Hujan Asam

Seperti halnya hujan pada umumnya, hujan ini juga mempunyai sisi positif. Sisi positif ini adalah sisi kemanfaatan dari hujan asam sendiri bagi alam sekitar atau alam semesta raya. Meskipun sebenarnya hujan asam lebih identik dengan sesuatu hal yang negatif, namun keberadaannya di Bumi ternyata juga membawa sedikit manfatat.

  • Mampu melarutkan berbagai mineral yang sangat di butuhkan oleh binatang dan juga tumbuhan yang ada di Bumi. Kandungan asam yang tinggi inilah yang mampu melakukannya (melarutkan mineral di dalam tanah).
  • Para ilmuwan ini mengklaim bahwa hujan ini dapat mengurangi keluaran metana dari lahan basah (wilayah daratan yang digenangi air atau memiliki kandungan air yang tinggi, baik permanen maupun musiman). Lahan basah masih merupakan sumber tunggal terbesar dari produksi metana. Para ilmuwan bereksperimen dengan menerapkan sulfat dalam jumlah yang ditemukan di hujan ini ke daerah lahan basah. Mereka menemukan ini mengurangi emisi metana hingga 30-40%. Ketika mereka memperluas hasil dengan menggunakan model komputer, mereka menemukan bahwa hujan ini dapat mengurangi metana di bawah tingkat pra-industri. Jika studi ini dapat digandakan atau studi lain dapat mengkonfirmasi hasil yang sama, maka hujan ini mungkin bekerja untuk menyeimbangkan efek pemanasan global.
  • Tanah lahan basah (wilayah daratan yang digenangi air atau memiliki kandungan air yang tinggi, baik permanen maupun musiman) juga mengandung archaea yang menyukai belerang, yang merupakan organisme bersel tunggal yang menggunakan belerang untuk produksi energi. Mereka bersaing dengan mikroba penghasil metana.
  • Di daerah-daerah di mana terdapat hujan asam yang signifikan, para ilmuwan telah menunjukkan bahwa belerang archaea ini bersaing dengan mikroba penghasil metana, sehingga menurunkan keluaran metana di daerah-daerah ini secara signifikan.

Keasaman Air Hujan

Keasaman larutan air hujan diukur dengan potensi hidrogennya (pH):

  • Larutan pH <7 disebut asam; semakin rendah pH-nya, semakin asam itu;
  • Larutan pH = 7 disebut netral;
  • Larutan pH> 7 disebut basa atau alkali; semakin tinggi pH-nya, semakin dasar itu.

Skala pH adalah skala logaritmik, yang berarti bahwa ketika pH menurun satu unit (dalam kisaran asam), keasaman larutan dikalikan dengan 10. Dengan demikian, larutan pH = 3 adalah kali lebih asam dari larutan pH = 4, 100 kali lebih asam dari larutan pH = 5.

Dalam kondisi normal, pH air hujan sekitar 5,6 (tetapi dapat bervariasi antara 3,8 dan 8) 6: karena itu secara alami sedikit asam, terutama karena pelarutan karbon dioksida yang membentuk asam karbonat H2CO3 menurut reaksi kimia:

CO2(aq) + H2O(l)    H2CO3(aq)

Jadi kita biasanya berbicara tentang hujan asam ketika pH air kurang dari 5.


Solusi untuk Menghentikan Hujan Asam

Ada beberapa solusi untuk menghentikan hujan asam buatan manusia.

  • Mengatur emisi yang berasal dari kendaraan dan bangunan adalah langkah penting. Ini dapat dilakukan dengan membatasi penggunaan bahan bakar dan berfokus pada sumber energi yang lebih berkelanjutan seperti tenaga surya dan angin.
  • Setiap orang dapat melakukan bagian mereka dengan mengurangi penggunaan kendaraan mereka. Menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, mengendarai sepeda atau menumpang mobil adalah awal yang baik.
  • Orang-orang juga dapat mengurangi penggunaan listrik mereka, yang secara luas dibuat dengan bahan bakar fosil, atau beralih ke rencana surya. Banyak perusahaan listrik menawarkan paket tenaga surya kepada pelanggan mereka yang tidak memerlukan instalasi dan biaya rendah.

Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Sciencing, EPA.govLive Science, NASA

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing