fbpx

Oneirologi Ilmu yang Mempelajari Mimpi – Biologi Mimpi

Oneirologi

Oneirologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang meneliti tentang mimpi.

Cabang ilmu pengetahuan ini juga mencoba mencari korelasi antara mimpi dengan fungsi otak, serta pemahaman tentang bagaimana cara kerja otak selama seseorang sedang bermimpi dan kaitannya dengan pembentukan memori dan gangguan mental.

Oneirologi berasal dari bahasa Yunani ὄνειρος / oneiros yang dalam bahasa indonesia yang berarti “mimpi”

Studi tentang oneirology berbeda dengan studi tentang analisis mimpi, tujuan dari studi oneirologi adalah untuk mempelajari proses terjadinya sebuah mimpi dan cara kerja sebuah mimpi bukannya menganalisis makna sebuah mimpi.

Bidang pekerjaan Oneirologi

Penelitian tentang mimpi mencakup eksplorasi mekanisme mimpi, pengaruh mimpi, dan gangguan yang terkait dengan mimpi. Bekerja dalam oneirologi tumpang tindih dengan neurologi dan dapat bervariasi dari mengukur mimpi, menganalisis gelombang otak selama bermimpi, mempelajari efek obat dan neurotransmitter pada tidur atau bermimpi. Meskipun perdebatan terus mengenai tujuan dan asal mula mimpi, mungkin ada keuntungan besar dari mempelajari mimpi sebagai fungsi dari aktivitas otak. Sebagai contoh, pengetahuan yang diperoleh di bidang ini dapat memiliki implikasi dalam pengobatan penyakit mental tertentu.

Oneirologi ilmu mimpi

Oneirologi Ilmu yang Mempelajari Mimpi – Biologi Mimpi. Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay

Sejarah Oneirologi

Penggunaan kata oneorologi tercatat pertama kali pada 1653. Pada abad ke-19 dua pendukung dari ilmu ini adalah seorang sinologists Prancis Marquis d’Hervey de Saint Denys dan Alfred Maury.

Ilmu ini semakin menjadi terkenal pada tahun 1952, ketika Nathaniel Kleitman dan muridnya Eugene Aserinsky menemukan adanya sebuah siklus teratur.

Sebuah penelitian lebih lanjut oleh Kleitman dan William C. Dement, dan beberapa mahasiswa kedokteran, menemukan bahwa ada sebuah periode yang istimewa dalam waktu tidur manusia selama adanya aktivitas listrik yang kuat dalam otak, yang diukur dengan menggunakan electroencephalograph (EEG), ketika seseorang dalam kondisi mendekati bangun tidur, di mana bola mata manusia sedang aktif.

Tidur semacam ini dikenal sebagai rapid eye movement (REM), dan dari percobaan Kleitman dan Dement ini ditemukanlah korelasi antara tidur REM dan bermimpi. Baca juga 👉Gerakan Mata Cepat (REM) – Gangguan Tidur – Penjelasan, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Apa yang ditelity oleh Oneorolog?

Oneorology meneliti sebuah eksplorasi mekanisme terjadinya mimpi, pengaruh sebuah mimpi, dan gangguan-gangguan yang terjadi akibat bermimpi.

Studi Oneirology memiliki kesamaan dengan neurologi dan dapat mempunyai variasi karena terdapat perbedaan ukuran dari sebuah mimpi, Oneorology juga menganalisis gelombang-gelombang otak selama bermimpi, mempelajari efek obat dan neurotransmiter dengan tidur dan mimpi.

Meskipun ada perdebatan terus tentang tujuan dan asal usul mimpi, masih ada keuntungan besar dari mempelajari mimpi sebagai fungsi dari aktivitas otak. Salah satu penemuan yang ditemukan dari cabang pengetahuan ini adalah ditemukannya implikasi dalam pengobatan beberapa jenis penyakit mental.

Mimpi sadar / Lucid Dream

Mimpi sadar (Inggris: Lucid dream) adalah sebuah mimpi ketika seseorang sadar bahwa ia sedang bermimpi. Istilah ini dicetuskan oleh psikiater dan penulis berkebangsaan Belanda, Frederik (Willem) van Eeden (1860–1932).
Ketika mimpi sadar, si pemimpi mampu berpartisipasi secara aktif dan mengubah pengalaman imajinasi dalam dunia mimpinya. Mimpi sadar dapat terlihat nyata dan jelas.

Sebuah mimpi sadar dapat muncul melalui dua cara. Mimpi sadar akibat mimpi (dream-initiated lucid dream; DILD) berawal sebagai mimpi biasa, dan si pemimpi langsung menyimpulkan bahwa ia sedang bermimpi, sementara mimpi sadar akibat terjaga (wake-initiated lucid dream; WILD) terjadi ketika si pemimpi pindah dari keadaan terjaga biasa ke keadaan bermimpi tanpa mengalami ketidaksadaran.

Mimpi sadar telah diteliti secara ilmiah dan keberadaannya sudah diakui.

Mimpi adalah

Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi.

Pada saat apa kita bermimpi?

Mimpi terjadi pada tahap kecepatan pergerakan mata ketika tidur, dimana aktivitas otak tinggi dan seolah-olah dalam keadaan terbangun. Panjangnya mimpi bervariasi, minimal beberapa detik, atau sekitar 20-30 menit. Pendapat mengenai makna mimpi bervariasi berdasarkan waktu dan budaya. Kebanyakan penggemar Teori Freud setuju dengan makna penglihatan dalam mimpi merupakan penampakan dari hasrat dan emosi yang tersembunyi. Beberapa teori lain menunjukkan bahwa mimpi merupakan tahap pembentukan memori, penyelesaian masalah, atau sekadar produk dari aktivasi otak.

Mekanisme bermimpi

Bermimpi terjadi terutama selama tidur REM, dan pemindaian otak yang merekam aktivitas otak telah menyaksikan aktivitas berat dalam sistem limbik dan amigdala selama periode ini. Meskipun penelitian saat ini telah membalikkan mitos bahwa mimpi hanya terjadi selama tidur REM, itu juga menunjukkan bahwa mimpi yang dilaporkan dalam gerakan mata yang tidak cepat (NREM) dan REM berbeda secara kualitatif dan kuantitatif, menunjukkan bahwa mekanisme yang mengendalikan masing-masing berbeda.

Selama tidur REM, para peneliti berteori bahwa otak mengalami proses yang dikenal sebagai penyegaran kemanjuran sinaptik. Ini diamati sebagai gelombang otak yang ditembakkan sendiri selama tidur, dalam siklus lambat dengan laju sekitar 14 Hz, dan diyakini berfungsi untuk tujuan mengkonsolidasikan ingatan baru-baru ini dan memperkuat ingatan lama. Dalam jenis stimulasi otak ini, mimpi yang terjadi adalah produk sampingan dari proses tersebut.

Ingin Tahu Arti Mimpi? Klik Disini

Klik disini untuk mengetahui arti-arti lainnya. Arti Mimpi Lengkap – Tafsir,  Definisi, Penjelasan Mimpi Secara Psikologi

Bacaan Lainnya

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Psychology, Columbia University, Vocal

By | 2019-11-27T01:27:27+07:00 November 27th, 2019|IPA, Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment