fbpx

Gerakan Mata Cepat (REM) – Gangguan Tidur – Penjelasan, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Gerakan Mata Cepat – REM (Rapid Eye Movement)

Salah satu fase tidur adalah REM (Rapid Eye Movement). Gangguan perilaku REM adalah kondisi otak tidak bisa mengirim sinyal tubuh untuk tetap diam selama tidur. Pengidap gangguan gerakan mata cepat (REM) ini, pada dasarnya seang bermimpi dalam tidurnya. Namun mereka tak hanya mimpi tapi juga bisa bertindak keluar dari mimpianya. Berteriak, memukul, menendang dan bahkan berlari-lari. Ketika terbangun, mereka biasanya akan ingat mimpinya, tapi tidak ingat aksi brutalnya.

Jarang yang mengalami kondisi ini. Umumnya menyerang orang tua. Gangguan ini diduga merupakan gejala dari penyakit Parkinson, gangguan saraf degeneratif.

Penangan Gangguan Tidur Gerakan mata Cepat (REM)

Metode yang paling umum menangani gangguan tidur di Amerika adalah penggunaan pengobatan tidur yang disebut hipnotik (hypnotics). Namun, kaarena masalah-masalah yang berhubungan dengan obat-obatan ini, pendekatan penangan nonfarmakologi, terutama terapi kognitif perilaku, telah muncul ke permukaan.

1. Pendekatan biologis

Obat-obatan penyebab idur cenderung untuk menghilngkan tidur REM, yang dapat mengganggu beberapa fungsi restoratif dari tidur. Obat-obatan tersebut juga mengakibatkan bengong aatau perasaan menggantung pada keesokan harinya, yang diasosiasikan dengan rasa kantuk pada siang hari dan menurunnya kinerja. Insomniayang kembali menyerang juga dapat disebabkan oleh berhentinya penggunaan obat, yang akan menghasilkan insomnia yang lebih buruk dari sebelumnya. Insomnia dapat dikurangi dengan mengurangi obat bukan mennghentikan secara langsung.

Pengunaan obat dapat mengalami ketergatungan psikologis pada pil tidur. Karena itu, mereka dapat mengembangakan kebutuhan psikologis akan pengobatan dan mengasumsikan bahwa mereka tidak akan mampu untuk tidur tanpa obat tidur. Karena kekawairan tidur tanpa obat meningkatkan level terjaga seperti self-doubt akhirnya menjadiself- fulfilling prophecy. Lebih jauh lagi kesuksesan tidur mereka tergantung pada pil tidak pada diri mereka sendiri, dimana hal itu menguatkan ketergantungan pada obat dan menggunakan lebih sulit untuk melepaskan diri dari penggunaan obat ersebut.

Tujuan penggunaan obat seharusnya untuk menghasilkan kelegaan sementara sehinngga klinisi dapat membantu klien tersebut untuk menemukan cara yang efektif dalam mengatasi sumber stres dan kecemasan yang menyabakan insomnia.

Obat penenang minor alam kelompok benzodiazepinedan antidepressant tricyclic juga digunakan untuk mengatasi gangguan tidur lelap-teror dalam tidur dan berjalan sambil tidur. Bat-obatan tampaknya memiliki efek yang bermanfaat untuk mengaurangi panjangnya masa tidur lelap dan mengurangi episode terjaga saat tahap tidur (Dahl, 1992). Penggunaan obat tidur untuk gangguan ini, seperti insomnia primer, juga menghasilkan resiko ketergantungan fisik dan psikologis dan jugaharus digunakan hanya pada saat kasus-kasusu parah dan hanya sementara dengan tujuan untuk “memutuskan sirkulasi”. simulan terkadang juag digunakan untuk membantu memperahankan tahap terjaga paa seseorang dengan narkolepsi dan untuk mengatasi rasa ngantuk disiang hari pada orang dengan hipersomnia. Tidur apnea kadang ditangani dengan obat-obatan yang bekerja pada pusat otak yang menstimilasi pada pernafasan. Pembedahan juga dapat dilakukan untuk mmeperlebar jalannya udara dibagian atas alat pernafasan. Alat bantu mekanik dapat membantu mempertahankan pernafasan selama tidur.

2. Pendekatan psikologis

Secara keseluruhan, pendekatan dengan penanganan kognitif-behavioral telah menghasilkan manfaat yang penting dalam menangani insomnia kronis.

Teknik kognitif-behavioral menekankan pada jangka pendek dan berfokus pada penurunan lanngsung fisiologis yang timbul, memodifikasi kebiasaan tidur yang maladaptif dan menggunakan pemikiran yang disfungsional. Terapi kognitif-behavioral biasanya menggunakan kombinasi dari beberapa teknik, termasuk kontrol stimulus, pemntapan siklus tidur-bangun yang tertur, latihan relaksasi, dan restrukturisasi rasional. Dibawah kontrol normal, kita belajar untuk mengasosiasikan stimulus yang menghubungkan berbaring ditempat tidur dengan tidur, sehingga pemaparan terhadap stimulu ini dapat meningkatkan perasaa ngantuk. Teknik kontrol stimulasi bertujuan untuk mmeperkuat hbungan antara tempat tidur dan tidur dengan sebisa mungkin membatasi aktivitas yang dihabiskan ditampat tidur untuk apat tertidur. Biasanya seseorang diinstruksikan untuk membatasi waktu yang dihabiskan ditempat tidur untuk mencoba tidur hanya dalam waktu 10 atau 20 menit. Jika masih tidak dapat tertidur orang tersebut diinstruksikan untuk meninggalkan tempat tidur dan pergi ketempat lain untu membangu kerangka berfikir santai sebelum kembali ketempat tidur.

Baca juga: Nama Obat dan Untuk Penyakit Apa ? – Daftar Nama Obat Esensial diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Baca Masalah atau Gangguan Tidur Lainnya

Gangguan atau masalah tidur dapat menyebabkan kesusahan dan ketidaknyamanan, fungsi siang hari terganggu dan komplikasi serius. Gangguan tidur adalah kelainan yang bisa menyebabkan masalah pada pola tidur, baik karena tidak bisa tertidur, sering terbangun pada malam hari, atau ketidakmampuan untuk kembali tidur setelah terbangun.

Contohnya: hipersomnia, parasomnia, insomnia, ketindihan, sleep apnea, narkolepsi, sexomnia, saat hamil, gerakan mata cepat (rem) jet lag, ngompol, teror malam, tidur berjalan, gerakan tubuh, tidur berlebihan, dll… Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2019-06-02T23:10:19+07:00 Mei 1st, 2019|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment